Supreme God System

Supreme God System
Chapter 257 : Membunuh Petinggi Ku


__ADS_3

Di atas langit, terlihat kilatan cahaya bergerak begitu cepat menembus awan panas maupun dingin. Kilatan tersebut melewati danau besar, dan juga gunung besar di daratan tersebut.


Jarak untuk sampai wilayah Dewa Galaxy Great We, Qin Chen membutuhkan waktu kisaran 3 Menit dari tempat sebelumnya, meskipun jarak antara ibukota menuju wilayah Utara dibilang jauh.


Namun, dengan kecepatan Qin Chen yang sekarang ini, pergi ke sana sekali tarikan nafas bukanlah apa-apa bagi dirinya yang sudah melintasi Alam Immortal.


Qiu Yu Ran, ia pada akhirnya bisa pergi ke wilayah Utara, dimana ada tempat yang ingin Qiu Yu Ran kunjungi, Qin Chen yang dari tadi memikirkan Qiu Yu Ran, karena ia bingung dengan Qiu Yu Ran.


'Tempat ya ... Apa tempat itu adalah tempat yang ingin dia kunjungi ... Tapi, apa aku tidak sebagus dengan tempat itu?'


Qin Chen menjadi seperti sangkar burung, dimana dirinya beranggapan bahwa dia sudah tidak menarik lagi di mata istrinya.


Ia terbang melewati kota perbatasan, lalu mengundang banyak perhatian dari orang-orang yang berada di bawah. Yin'er, kini di sampingnya mengimbangi kecepatan ayahnya yang sekarang ini.


***


Wilayah Utara,


Setelah kematian Dewa Galaxy Great We, para petinggi saling beradu argument untuk mendapatkan kekuasaan tersebut. Bahkan, mereka saling melakukan perang saudara yang membuat wilayah Utara mengalami perubahan besar.


Sekarang, wilayah Utara di pimpin oleh petinggi Ku, dimana ialah orang yang menang dalam perang saudara. Setelah kemenangannya, dia belum bisa hidup tenang tanpa ada penyerangan. Karena, wilayah Dewa sekitarnya juga berebut untuk menguasai wilayah Utara.


Qin Chen yang telah melewati perbatasan antara 4 wilayah Dewa, ia menambahkan sedikit kecepatannya untuk menuju wilayah Utara, terbang di langit dengan kilatan cahaya berwarna-warni, tentunya mengundang banyak perhatian orang-orang.


Dari arah selatan, Qin Chen akhirnya sampai di Istana Dewa Galaxy Great We, dimana ia melihat ada banyak orang-orang sedang berdiri di luar Istana.


Dari atas, Qin Chen melesat turun dengan kecepatan tinggi untuk masuk ke dalam Istana tersebut. Banyak orang-orang melihat Qin Chen yang datang, dimana mereka melihat Qin Chen masuk ke dalam dengan dua orang dibelakangnya, dan satu di gendongan.


Qin Chen yang telah menginjak tanah, ia lalu berjalan masuk ke dalam dengan membiarkan Long Zhui menghantam para prajurit yang berdatangan.


"Kalian, lawanlah aku!"


Tiga hari sebelumnya, Qin Chen meminta Long Zhui untuk tidak bersikap baik pada setiap musuh, siapapun yang menghalanginya, dan menggangu dirinya. Qin Chen memberikan perintah untuk membunuh musuh tanpa ampun.


"Istri kecil, nanti kita akan tempat yang ingin kamu kunjungi, tapi setelah aku menyelesaikan disini." Kata Qin Chen sambil melihat Istrinya.


"Ya, setelah kamu selesai, aku ingin kamu juga melihatnya."

__ADS_1


Mendengar perkataan istrinya, Qin Chen terdiam sesaat, lalu ia tersenyum manis. Di sana, Long Zhui sedang membantai pasukan di sekitarnya yang sedang menghadang.


Qin Chen berjalan masuk ke dalam untuk memastikan bahwa orang yang mengambil tahtanya masih hidup, dan Qin Chen sendirilah yang akan membunuh mereka semua tanpa ada satupun orang yang ikut campur.


Di bagian dalam, petinggi Ku sedang duduk di tahtanya dengan sombong percaya diri. Qin Chen yang melihat itu, ia lalu dengan lembut menurunkan istrinya.


"Yin'er, tolong jaga ibu Yan, ya ... "


"Baik."


Setelah mengatakan hal tersebut, Qin Chen berjalan kedepan dengan langkah kecil yang perlahan membesar, dan sehingga kecepatannya semakin besar.


Terbang dengan cepat, lalu tangannya ia tarik ke belakang untuk menghajar petinggi Ku, dimana dia berani mengambil kekuasaan Qin Chen.


Saat petinggi Ku melihat Qin Chen, dia langsung berdiri dengan gumpalan energi yang besar di tangannya. "Bocah sialan!"


Dua serangan saling melesat untuk saling beradu, bukan serangan jarak jauh, melainkan serangan jarak dekat antara dua pukulan yang memiliki energi besar.


Baamm!


Terhempas dari tempat singgasana miliknya, petinggi Ku terlempar jauh kebelakang hingga menghancurkan dinding Istana.


Dari arah depan, belum sempat untuk bernafas, Qin Chen datang dengan melampiaskan kekesalannya terhadap petinggi Ku yang sekarang ini.


"Tapak Dewa!"


Petinggi Ku, langsung mengeluarkan Artefak kelas Dewa miliknya, dimana Artefak tersebut milik Dewa Galaxy sebelumnya.


"Pelindung Yin!"


Swuush!


Pelindung putih membentang luas di sekeliling, Qin Chen dari depannya melesatkan Telapak Dewa untuk menghancurkan dinding pelindung petinggi Ku.


Bang!


Dentuman besar membuat pohon-pohon di sekitarnya terbang ke atas, sehingga membuat kota-kota di sekitarnya mengalami hujan pohon yang menghancurkan bangunan kota.

__ADS_1


"Bocah! Apa masalahmu!"


"Apa? Hei! Kau sudah mengambil kekuasaan Dewa Galaxy, dimana akulah yang membunuhnya! Hebat sekali kau ya!"


Walaupun sebenarnya bukan Qin Chen yang membunuhnya, karena belum selesai saling pukul, dan datang wanita iblis menghancurkan Galaxy bagian Utara.


"Kau! Tidak mungkin bocah seperti kau membunuh seorang Dewa! Aku tidak terima! Akulah Dewa Galaxy Great Ku!"


Petinggi Ku murka sehingga membuat getaran hebat di bagian Utara, Qin Chen yang melihat tersebut ia lalu menambahkan serangan dari atas langit.


"Pagoda Dewa!"


Dari arah atas, terasa Aura mencengkram kuat membuat daerah sekitarnya tertekan oleh Aura tersebut, petinggi Ku sama halnya, ia ikut tertekan sehingga wajahnya menghantam ke tanah.


Bang!


"Kuekk!"


Ia tidak kuat menahan Aura sebesar itu, mau bagaimana lagi, dia bukanlah Dewa sejati, dimana dia hanya mengaku dirinya adalah Dewa Galaxy. Jika dia benar-benar Dewa Galaxy, ia seharusnya masih bisa menahannya walaupun terluka parah.


"Mengakui bahwa kau adalah Dewa Galaxy, hahahaha jangan bercanda! Dewa Galaxy Great We setidaknya dia masih bisa menahannya, walaupun akan terluka parah!" Ucap Qin Chen dengan menatap dengan tatapan dingin.


Petinggi Ku, ia tidak bisa menahan tekanan tersebut sehingga serangan Qin Chen menghantam bagian atas pelindungnya, dimana secara perlahan mulai retak dan mengakibatkan kehancuran total pelindung tersebut.


Turun kebawah dengan kecepatan tinggi, Pagoda Dewa milik Qin Chen menghantam tubuh petinggi Ku seperti ayam geprek yang terkena gilingan cabai.


Boom!


Ledakan besar menghancurkan wilayah tersebut, pohon-pohon berterbangan di atas langit menjadi meteor menghujani Bumi, gunung, dan danau menghilang dari peradaban.


Qin Chen yang melihat tidak ada lagi Aura keberadaan petinggi Ku, ia lalu terbang ke atas untuk kembali ke Istana, dimana kembali ke sisi istrinya yang ia tinggalkan di Istana.


Sekarang, ia akan membuat wilayahnya sendiri, dan agar ia bisa mencari tahu cara naik ke Alam Surga untuk menjadi seorang Dewa. Karena, di Alam Surga, para kultivator baru di anggap menjadi Dewa sejati.


Sedangkan di Alam Immortal ini, meksipun julukan mereka adalah Dewa, mereka masihlah seorang Immortal Cultivation yang memiliki kemampuan setengah Dewa, atau setengah Dewa Sejati.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2