Supreme God System

Supreme God System
Chapter 237 : Zu Turi


__ADS_3

Di kota Immortal Immortal, terdapat 2 keluarga besar, dimana mereka berdua memegang hak penuh akan Kota tersebut, Keluarga Zu yang menguasai bagian Timur Kota Immortal Immortal, dan Keluarga Nu menguasai bagian Barat Kota.


Sudah ratusan tahun, kedua keluarga tersebut tidak akur, sudah banyak pula korban jiwa yang terjadi akibat pertarungan dua keluarga. Hingga saat ini, mereka masih saling perang, dimana perang dingin antara dua keluarga.


Qin Chen berada di antara para penduduk, lalu ia berdiri dengan tenang. "Terimakasih tuan-tuan sekalian, saya akan melihat-lihat kediaman Zu ... "


"Sama-sama, Tuan Muda ... "


Setelah itu, Qin Chen pergi ke tempat penjual makanan, dan juga minuman, dimana ia ingin membalas kebaikan mereka memberitahu tentang keluarga Zu. Qin Chen memberikan banyak untuk mentraktir mereka semua.


Selang beberapa menit berlalu, ia lalu pergi dari sana menuju kediaman Zu, dimana tidak jauh dari tempat Qin Chen berada sekarang ini. Sepanjang jalan, Qin Chen melihat kanan dan kiri.


***


Kediaman Zu, kediaman tersebut merupakan keluarga besar di Kota Immortal Immortal, selama seratus tahun lebih, Keluarga Zu berhadapan dengan keluarga Nu, selama itu juga kedua keluarga saling bermusuhan.


Qin Chen yang mengikuti petunjuk dari penduduk sebelumnya, dimana ia berjalan di jalan pusat Kota lalu berjalan di simpang empat ke kanan. Mengikuti arahan dari penduduk tersebut.


Setibanya di depan kediaman Zu, Qin Chen berdiri di gerbang kediaman Zu yang dimana ada 2 penjaga gerbang di sana. Ia melihat kediaman Zu yang kini sangat sepi, karena dalam keadaan di ambang kehancuran.


'Sungguh sepi ... Apa Sekte Immortal Song memang mengerikan? Jika benar, aku ingin mencoba mencari tahu apa ada Zu Turi ... Jika benar ada, aku harus memangilnya ibu? Atau namanya ... '


Qin Chen cukup bingung dengan apa yang akan terjadi nantinya. Ia lalu pergi masuk ke dalam kediaman dengan cara miliknya, yaitu, loncat dari pagar.


Wushh!


Meloncati para penjaga gerbang, dimana Qin Chen sekarang langsung berdiri di atas kediaman Zu, para prajurit yang melihat hal tersebut tentunya berteriak untuk meminta prajurit lainnya menangkapnya.


Ia yang berada di atas kediaman Zu, kini melihat sekitarnya, dimana melihat garis dari keluarga Qin yang terasa jelas di dekat Qin Chen.


Di dalam ruangan, satu wanita cantik sedang duduk melihat kaca yang besar berada di hadapannya, dimana ia sedang memandang dirinya sendiri.


Qin Chen sempat terpesona dengan kecantikannya, bahkan pikiran miliknya sudah kabur dari akal sehatnya. Namun, Qin Chen memalingkan pikiran negatifnya.

__ADS_1


'Zu Turi!'


Mengetahui bahwa orang itu ada disana, Qin Chen sekarang sudah tenang, karena mungkin keberuntungan miliknya tinggi. Ia di atas sana sudah membuat keributan di kediaman Zu, dimana sekarang ini Qin Chen tiba-tiba menghilang.


Ia pergi dari sana, karena sudah mengetahui dimana Zu Turi berada, sekarang hanya menunggu waktunya saja, Qin Chen yang pergi dari sana menuju penginapan kembali.


***


Qin Chen yang berteleportation dari kediaman Zu, kini berada dalam penginapan tempat istrinya berada disana. Ia lalu duduk di kursi dimana ia berada di samping jendela.


Sebelumnya bertemu dengan wanita itu, Qin Chen mencari waktu yang tepat untuk bisa bertemu dengan wanita tersebut. Dengan begitu, pertemuan antara dirinya dengan istri ayahnya tidak terlalu cepat.


Istrinya yang berada disana, ia melihat Qin Chen yang pulang lalu duduk di kursi dengan tenang tanpa bicara apapun, kini ia perlahan berdiri lalu berjalan mendekati Qin Chen.


Ia yang sudah dekat lalu duduk di pangkuan Qin Chen. Dimana, Qin Chen melihat itu, lalu bertanya kepadanya. "Ada apa istri kecil?"


"Tidak apa-apa, aku hanya melihatmu yang kembali tanpa mengatakan apa-apa, jadi aku mendekatimu agar kamu tenang, jika kamu memiliki masalah ... " Ujarnya.


Qin Chen tersenyum, lalu ia berkata. "Terimakasih ... Tapi aku baik-baik saja, karena aku sudah mendapatkan informasi tentang orang itu, sekarang, aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk bertemu dengannya ... "


"Kamu akan tahu cepat atau lambat, sekarang yang terpenting adalah kamu harus menjaga kesehatan, disini aku akan menjagamu 24 jam tanpa berhenti sedikitpun ... Dan aku juga akan meminta Putri Kecilku untuk menjagamu jika aku pergi seperti tadi ... "


"Tentu saja, Ayah ... Serahkan saja pada Yin'er, Yin'er akan melindungi ibu Yan, dan adik Yin'er nantinya ... " Putrinya menjawab dengan nada yang senang.


"Lihat ... Apa kamu dengar apa yang dikatakan Putri kecil?"


"Hmmmm ... Aku mendengarnya, terimakasih Yin'er ... "


"Sama-sama, ibu Yan."


Melihat dua orang yang ia sayangi sangat akrab membuat Qin Chen senang, karena Putrinya sangat cepat menyatu dengan sekitarnya.


Malam ini terasa sangat menyejukkan hati, sekitarnya terasa hangat, dari kejauhan terlihat wanita cantik tengah duduk di atas kediaman, terlihat ia sedang mencari tahu siapa yang masuk ke kediaman di siang hari.

__ADS_1


Jika yang masuk adalah murid dari Sekte, maka mereka akan bersiap-siap mulai sekarang untuk bertarung dengan Sekte tersebut, dimana, pertarungan tersebut akan menumpahkan banyak korban jiwa.


Qin Chen malam ini tidak keluar penginapan, ia hanya mengawasi dari penginapan dengan pengelihatanya. Jauh dari sana, terlihat pria tua dengan pakaian serba putih sedang memperhatikan wanita tersebut.


Pedang di tangannya di angkat perlahan, lalu ia dengan energi dalam dirinya di lepaskan dengan kecepatan tinggi untuk membunuh wanita tersebut. Qin Chen, ia melihat hal tersebut lalu melepaskan serangan dari ujung jarinya.


Swoosh!


Cahaya emas dengan cepat memotong serangan pria tua tersebut, saat dua cahaya tersebut melesat, orang-orang di kota yang belum tidur bisa melihat dengan jelas ada di serangan menyerang.


Wanita itu, ia dengan cepat melihat ke arah belakang, dimana serangan tersebut mengarahkan ke arah dirinya, dan disaat ia melihat ke arah sebelah kirinya, ia melihat cahaya emas memotong serangan tersebut.


Saat serangan Qin Chen melesat dengan cepat mengenai serangan pria tua tersebut, sebuah ledakan terjadi di atas kota.


Boom!


Ledakan tersebut mengagetkan orang-orang dikota yang telah tidur, Qin Chen, ia tersenyum bahwa ia bisa bermain sejenak di malam hari ini, dimana dari tadi ia hanya melihat di luar saja.


Pria tersebut tampak kesal, dan sekaligus marah terhadap Qin Chen. Jika bukan karena Qin Chen, wanita tersebut sudah di pastikan mati karena tidak sempat untuk menghindar.


Ia yang berada di sana lalu kabur dengan wajah kesal, Qin Chen melihat hal tersebut ia hanya tersenyum tipis, karena hari esok masih ada, dan tentunya akan menyenangkan.


Sedangkan untuk wanita itu, ia melihat penginapan yang baru saja membantunya, pada saat ia melihat dengan teliti di penginapan, ia bisa melihat pemuda tampan sedang duduk di ataa kursi, dan ada 2 wanita di dalam sana.


"Siapa dia? Kenapa sangat mirip dengannya ... "


Zu Turi, ia masih mengingat pria itu yang dimana pria yang ia katakan adalah ayah Qin Chen itu sendiri. Zu Turi sampai sekarang masih mengingat apa yang dikatakan oleh ayahnya Qin Chen.


Sudah ratusan tahun berlalu, ia masih mengingat hal itu, dan ia bahkan tidak menikah lagi, meskipun masih banyak orang-orang yang mau menerimanya. Meksipun, yang mereka terima bukanlah cinta, melainkan kepuasan.


Karena, Zu Turi masihlah cantik seperti usia 18 tahun, sudah wajar bagi para lelaki menginginkan tubuhnya untuk kesenangan semata, bahkan Qin Chen sempat terhasut oleh pikirannya.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2