
Reruntuhan Dungeon Kuno, reruntuhan tersebut adalah reruntuhan kuno yang di bangun oleh Dewa pada masa lampau untuk melindungi harta-harta berharga bagi mereka, di dalam Dungeon tersebut terdapat banyak sekali monster-monster yang memiliki tingkatan yang sangat kuat.
Harta sekelas Dewa, bagaimana bisa di biarkan begitu saja untuk di dapatkan oleh orang-orang yang menginginkan kekuatan, dengan bertahan hidup dari monster-monster tersebut.
Qin Chen dan yang lainnya tengah berjalan keluar kota untuk menuju Dungeon tersebut, Dungeon tersebut terletak di barat di bawah kaki gunung, untuk memasuki Dungeon tersebut.
Mereka bertiga setidaknya di ranah yang cukup kuat untuk memasukinya, disana juga terdapat banyak orang-orang untuk berpartisipasi mendapatkan harya berharga.
Selama puluhan tahun di buka, belum ada satupun kultivator yang bisa masuk lebih dalam lagi dari tempat pertama mereka masuk, karena monster-monster disana sangatlah kuat.
Sepanjang perjalanan, mereka kini mulai masuk hutan pertama dengan banyak gunung-gunung di sekitarnya, hutan tersebut bisa terlihat jelas dengan pancaran warna yang berbeda-beda.
***
Hutan warna, hutan yang penuh akan warna-warna yang memanjakan mata bagi orang-orang yang melihatnya. Mereka bertiga masuk kesana sambil melihat warna-warna di hutan tersebut, putrinya yang mengambil bunga, karena memiliki warna yang bagus di matanya.
Qin Chen yang melihat hal tersebut, ia tersenyum senang. "Hutan ini, sepertinya memiliki sesuatu yang tidak biasa, dengan warna yang sebanyak ini, tidak mungkin bagi Alam untuk memberikan keindahan sebesar ini, jika tidak memiliki harta berharga yang bisa memberikan energi besar untuk mengubah warnanya.."
Ia bergumam di sana, Qin Chen yang kini berjalan melihat-lihat sekitarnya sambil menunggu putrinya selesai mengambil bunga-bunga yang ia sukai. Qin Chen yang berada di dekatnya, ia merasakan sebuah Aura yang menarik dirinya untuk menuju kesana.
Ia yang berdiri disana seperti ada Aura yang memanggilnya dengan sebutan namanya, dan lagi Aura itu terus menarik dirinya untuk masuk ke suatu tempat.
'Perasaan apa ini? Kenapa Auranya menarikku untuk kesana.'
[ Aura kehidupan, dari seorang wanita yang telah lama mengenal anda, Aura itu membuat kehidupan di sekitarnya mengalami peningkatan besar. Wanita itu memanggil anda untuk pergi kesana. ]
Mendengar perkataan Qin Qui, kini ia tidak bisa bergerak sama sekali, karena satu misteri lagi muncul membuat dirinya semakin bingung dengan siapa dirinya sebenarnya.
Qin Chen lalu melihat ke arah putrinya, ia lalu memanggil mereka berdua untuk ikut bersamanya. "kalian berdua, kemarilah ada sesuatu yang ingin aku bicarakan."
Mereka berdua yang mendengar suara Qin Chen, karena Qin Chen seperti mengatakan dengan serius, membuat mereka berdua mendekati Qin Chen.
__ADS_1
"Ada apa ayah? Sepertinya, Ayah sedang serius tentang pembicaraan.." Tanya Putrinya.
"Benar Qin Chen, ada apa? Sepertinya kamu tiba-tiba jadi aneh.." Ucap Su'er.
Qin Chen yang sedikit bingung, karena ia mau menjelaskan seperti apa, "Nanti kalian akan tahu, jadi ikut saja, karena aku tidak ingin kalian terluka jika di tinggal disini." Kata Qin Chen bersikap tenang.
"Baiklah."
Tanpa mereka tanya lagi, Qin Chen dan lainnya berjalan menuju tempat dimana Aura itu memanggil namanya. Di sepanjang perjalanan, Aura itu terus memanggilnya untuk pergi kesana, bukan ilusi, melainkan kenyataan yang belum Qin Chen ketahui.
Qin Chen... Qin Chen... Qin Chen...
Suara terus masuk kedalam pikiran Qin Chen, dimana ia menjadi semakin penasaran dengan wanita tersebut. Mungkin dengan wanita itu, Qin Chen akan mengetahui sedikit tentang siapa dirinya sebenarnya.
Semua yang berada di sekitarnya membuat Qin Chen berpikir bahwa dirinya bukan Qin Chen, melainkan orang yang berbeda dengan kemampuan yang dahsyat.
Matanya yang belang sebelah, karena kekuatan Phoenix Es ia kuasai, ia yang berjalan dengan tatapan serius kedepan. Hingga membuat putrinya dan Su'er menjadi bingung.
'Berapa lama dia bisa bertahan!'
[ Jika seperti ini, wanita itu tidak akan bertahan lama, karena energinya dia gunakan untuk memanggil, Tuan. ]
Mendengar hal tersebut, Qin Chen bergegas lebih cepat dari sebelumnya, ia berjalan dengan tergesa-gesa menuju sumber suara.
Sedangkan mereka berdua di sampingnya, mereka melihat Qin Chen yang mulai tergesa-gesa membuat kebingungan bagi mereka, tapi untuk mengetahui kenapa Qin Chen tergesa-gesa, mereka berjalan sangat cepat agar tidak ketinggalan.
***
Di depan sebuah gunung yang tinggi, mereka berhenti disana melihat hanya ada tanah gunung yang menjulang ke atas. Qin Chen tidak mempercayai bahwa suara itu menghilang di depannya.
"Ti-tidak mungkin! Kenapa hanya ada tanah di depanku! Dimana suaranya!" Ucap Qin Chen dengan nada seperti gemetaran, tapi ia tidak gemetar.
__ADS_1
[ Mendapatkan lokasi, wanita itu adalah di kedalaman gunung, Tuan hanya perlu membuat jalan menuju tempat wanita itu berada. ]
Qin Chen yang mendengar itu, ia lalu menggunakan tangannya untuk membuat sebuah lubang menuju ke tempat wanita itu berada, Qin Chen lalu mengali tanah tersebut dengan kedua tangannya.
Kedua orang tersebut di buat bingung dengan sikap Qin Chen yang sekarang ini, mereka melihat Qin Chen menggali tanah dengan tergesa-gesa, sebenarnya ia bisa saja menghancurkan gunung tersebut, mengingat bahwa ada seseorang yang memanggilnya di sana. Qin Chen tidak bisa berbuat banyak untuk hal itu.
Setiap ia menggalinya, tanah kehilangan 10 meter dari tempat Qin Chen berdiri, mereka berdua mengikuti Qin Chen dari belakangnya, karena tidak ada yang bisa ia bantu sekarang ini.
Ia yang menggali tanah, sudah 15 menit berlalu, tapi tidak kunjung ketemu ujung tempat wanita itu berada. Qin Chen yang melihat map yang diberikan oleh Qin Qui kepadanya, masih ada beberapa meter lagi untuk sampai disana.
***
Brukk!
Suara tanah yang jatuh kebawah, dimana sudah terlihat sebuah ruangan bawah tanah yang penuh akan lilin yang seperti tidak pernah habis-habisnya menyala.
Qin Chen yang melihat itu, ia melangkahkan kakinya masuk kedalam ruangan tersebut dengan wajahnya yang terkejut, karena sumber Aura dan suara ada di sana.
Mereka berdua juga merasakan sebuah Aura yang sangat besar, bahkan Aura itu seperti tidak pernah habis dalam waktu dekat, mereka berdua yang tidak mengetahui bahwa Aura itu akan menghilang sebentar lagi.
Qin Chen yang telah masuk kedalam ruangan, kini mereka melihat seorang wanita cantik yang tengah terbaring dengan tangannya di letakan di pusar perutnya, wanita itu terbaring dengan wajahnya yang tersenyum manis.
Wanita cantik yang terbaring di atas tempat tidurnya yang berwarna putih, dimana tidak ada jalan keluar maupun masuk ke dalam, disana hanya ada dinding tanah yang mengelilinginya.
Ia yang berjalan mendekati wanita itu, kini perlahan duduk di sampingnya dengan wajahnya yang bingung, dan juga seperti sudah kenal lama dengannya.
Qin Chen dengan bibirnya yang sulit untuk berbicara, karena masih bingung dengan semuanya, dengan mengambil nafas pendek, ia lalu berbicara. "Aku sudah ada di dekatmu.. kenapa kamu memanggilku?"
Ia yang memanggilnya, karena mau bertanya tentang kenapa dia memanggil Qin Chen untuk masuk di kedalaman gunung, tepatnya di tengah-tengah gunung yang tidak aktif.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*