Supreme God System

Supreme God System
Chapter 310 - Penjelasan


__ADS_3

Alam Immortal, tepatnya di wilayah Utara. Para pasukan Qin Chen berlutut di bawah dengan memberikan hormat kepada Qin Chen. Mereka menghormatinya karena keagungan yang dimiliki Qin Chen terpancarkan keluar.


Hari ini, Qin Chen benar-benar mengeluarkan sedikit kemampuan miliknya yang sudah lama terpendam dalam dirinya. Sudah waktunya bagi Qin Chen menunjukkan siapa dia sebenarnya! Penguasa Alam Immortal Rendah, Kaisar Chen!


"Hidup Yang Mulia!"


Naga Kuno lalu mengeluarkan suara menggema di langit, terdengar oleh pasukan Qin Chen, mereka semua mendongak ke atas dengan bangga dalam pertarungan ini.


"Hidup Yang Mulia!"


Sekali lagi, suara itu menggema di wilayah Utara. Mereka benar-benar mengeluarkan suara untuk menandakan bahwa kemenangan mutlak di raih oleh Yang Mulia mereka. Sungguh pemandangan yang menakjubkan, di kala pasukan bayangan berdiri di daratan maupun perbukitan!


Mereka semua seolah-olah telah berjuang selama ratusan tahun, banyak senjata-senjata yang tertancap di tanah, itu semua senjata milik mereka maupun monster-monster lainnya.


Qin Chen, ia lalu menarik tangannya dengan lembut, lalu mengelus rambut putrinya, kemungkinan ia sedikit kepanasan dengan apa yang terjadi sebelumnya, jadi Qin Chen memberikan sedikit suhu dingin agar dia tidak terganggu dari tidurnya.


"Perang telah usai! Sekarang, kembali ke Istana! Dan merayakan pesta kemenangan Perang kali ini!"


Suara Qin Chen terdengar oleh mereka semua, kini mereka mengangkat tangannya dengan berteriak sekali lagi tentang kemenangan mutlak bagi Yang Mulia mereka.


Qin Chen, lalu pergi terbang dengan kecepatan pelan, ia melihat dibawah terdapat banyak orang-orang memberikan tepuk tangan sekaligus hormat kepada Qin Chen.


Melihat mereka semua, Qin Chen hanya tersenyum dengan ia pergi menjauh dari tempat tersebut dengan pasukannya berterbangan seperti burung yang melakukan transmigrasi.


***


Setelah mereka semua turun ke Istana, mereka semua melakukan tugas mereka semua yang sudah 4 tahun ini tertinggal, di langit memang terdapat pesawat tempur yang dibuat oleh mereka semua.


Saat Qin Chen berdiri, keluarganya berjalan mendekati Qin Chen yang saat ini seperti sudah berubah setelah empat tahun tidak bertemu dengannya.


"Qin Chen ... "

__ADS_1


"Ayah."


"Chen'er."


Qin Chen menoleh ke arah mereka semua dengan tenang, ia melihat keluarganya tengah berjalan mendekati Qin Chen. Melihat semuanya berkumpul, Qin Chen lalu duduk di kursi.


Tempat sekarang ini ada di taman, mereka semua berada disana karena melihat Qin Chen pergi kesana. Meksipun habis perang, mereka sama sekali tidak menunjukkan wajah lelah.


Disana, keluarganya duduk di bangku melihat Qin Chen dengan mata Qin Chen berbeda dari sebelumnya, istri kecil lalu berkata terlebih dahulu. "Qin Chen, ... "


Ia hanya tersenyum menandakan tahu apa yang ditanyakan, sebelum menjawab pertanyaan istrinya, Qin Chen menundukkan kepalanya melihat putrinya masih nyenyak tidur.


Sedangkan putranya, ia duduk sambil melihat ke arah lainnya. Ia seperti tidak memperdulikan Qin Chen, mungkin dia marah selama ini Qin Chen tidak berada di sampingnya, ataupun adik dan ibunya.


"Empat tahun yang lalu, aku pergi ke hutan untuk mencari petunjuk tentang rahasia yang aku dapatkan. Lalu, aku tidak sengaja masuk lorong waktu dan kembali ke masa lalu ...


Selama ini, aku hidup di masa lalu untuk mencari kembali jalan ke Alam Immortal ini, setelah satu tahun di dalam sana, aku akhirnya berhasil kembali disaat aku mendapatkan pecahan Primordial milikku yang terpencar di seluruh Alam."


Qin Chen mengangkat alisnya, ia tidak tahu bahwa ia pernah berbicara langsung dan secara tidak sengaja di dengar oleh Su'er, meksipun begitu, ia masih bersikap tenang.


"Ya, itu salah satunya ada di dalam dirimu."


"Apa selama ini kamu berada di masa lalu? Apa masa depan akan berubah setelah kamu kembali ke sini?"


"Kemungkinan besar ya, karena aku sedikit mengganggu di masa lalu, jadi kemungkinan besar ada satu orang yang akan mengetahuiku setelah aku pergi ke Alam Surga."


Ya, itu adalah Yu FeiFei sang Dewi Danau, kemungkinan ialah orang yang Qin Chen maksud di sini, karena dia adalah wanita yang paling dekat dengan Qin Chen, dan lagi, jiwa Qin Chen berada di tempatnya.


Meksipun hanya sedikit, namun itu bisa mempengaruhi Qin Chen saat ini, tapi Qin Chen tidak akan bisa dengan mudahnya dipengaruhi, sekarang ia mengedipkan matanya dan mengubah cara pengelihatannya.


"Lalu Chen'er, apa kamu sudah berubah? Karena, saat kamu bertarung disana, ibu melihat kamu sudah berubah dibandingkan sebelumnya."

__ADS_1


Ibunya bertanya kepada Qin Chen, karena dia adalah putra kesayangannya, melihat perubahan Qin Chen kali ini membuat ia sedikit bersedih, karena takut jika Qin Chen tidak sama seperti dulu.


"Chen'er, itu hanyalah sifat alami yang Chen'er gunakan jika melawan orang yang hebat, namun kali ini Chen'er hanya ingin menguji kemampuan Chen'er yang sudah di pendam selama ini ...


Sudah waktunya, bagi Chen'er melanjutkan perjalanan menuju Alam Surga, namun sebelum itu Chen'er akan melakukan pertemuan dengan para Dewa lainnya, agar wilayah Utara menjadi sepenuhnya milik Chen'er."


"Apa ibu akan Chen'er tinggal?"


"Chen'er tidak bisa tinggal diam di satu Alam, ibu tahu ... Bahwa kultivator berjalan menuju keabadian untuk menggapai langit tertinggi, namun itu bukanlah tujuan Chen'er."


Mereka semua menjadi bingung, termasuk putranya yang awalnya cuek, karena dia marah dengan ayahnya yang mengejar kekuatan dan membiarkan ibunya sendirian.


Ia sekarang penasaran dengan Qin Chen, keluarga Qin Chen sama halnya, ia ingin tahu apa yang Qin Chen inginkan sebenarnya.


"Pertama, Chen'er menjadi kuat karena untuk bertemu dengan ibunya Yin'er, karena itu adalah masa lalu Chen'er dengan ibunya. Kedua, ada sosok yang ingin Chen'er temui, dan itu tidak bisa Chen'er katakan sekarang ini ...


Ketiga, ada wanita yang ingin Chen'er temui, karena dialah yang mengetahui apa yang ada di dalam diri Chen'er. Dan wanita itu tidak berada di Alam Surga, mungkin Alam yang lebih tinggi, tujuan Chen'er hanyalah itu ...


Kekuatan? Chen'er telah mendapatkan kekuatan yang cukup untuk sekarang, namun Chen'er tidak terlalu bangga, karena masih ada kekuatan di atas langit yang lebih kuat."


"Baiklah, ibu tidak bertanya lagi, tapi jangan tiba-tiba menghilang, istrimu, maupun putri dan putramu selalu khawatir, ibu bingung mau mengatakan apa, karena ibu tidak tahu apa-apa."


"Maafkan Chen'er, Chen'er akan mengatakan jika Chen'er memang akan pergi, sekarang, Chen'er akan disini sebelum ke Alam Surga."


"Baguslah."


Mereka semua hanya mendapatkan sedikit tujuan Qin Chen, namun itu sudah di anggap berarti dan paham dengan Qin Chen saat ini, putranya masih curiga dengan ayahnya, karena ia tidak melihat pandangan ayahnya yang berubah.


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


(Note: Memang sulit kalau soal cerita santai :(


__ADS_2