
Dalam ruangan tersebut, Qin Chen duduk dengan menghadap ke arah ayahnya, ia kali ini dibuat bingung dengan keluarganya sendiri, karena di sekitarnya memiliki misteri yang begitu rumit.
"Apa yang Chen'er ingin bicarakan?"
"Hmmm ... Ini tentang wanita sebelumnya, aku telah bertemu dengannya dan berbicara banyak. Dia memiliki seorang putri, dan itu lumayan cantik, namun dia selalu bikin keluarganya dalam bahaya, jadi aku menasehatinya ...
Saat pertama kali bertemu, aku membantunya menyelesaikan masalah keluarganya, dan mengakibatkan perang antara keluarga dan sekte di perbatasan bagian selatan."
"Jadi, Chen'er sudah menemukannya? Apa yang dia katakan tentang Ayah?"
"Tidak ada, dia hanya menceritakan sedikit tentang ayah, dan lagi dia sudah mendapatkan kekuasaan yang aku berikan untuk menjaga di wilayah tersebut. Jika masalah disini sudah beres, maka aku akan mulai mendeklarasikan diri sebagai Penguasa wilayah Utara kepada seluruh mahkluk hidup disini."
"Jadi, dia berada di wilayah lain."
"Ya, setidaknya disana dia akan aman untuk waktu lama, dibandingkan mengikutiku kesini. Hanya itu saja yang ingin aku katakan, karena aku masih ada banyak pekerjaan yang harus di selesaikan."
"Baiklah."
Pembicaraan singkat mereka akhirnya selesai, Qin Chen pergi keluar dari ruangan meninggalkan ayahnya di dalam.
***
Setibanya di luar istana, Qin Chen melihat langit masih ramai akan orang-orang yang bekerja, ia yang memiliki sedikit waktu luang, dan Waktu itu ingin digunakan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat.
"Qin Chen."
Tiba-tiba suara itu terdengar di belakangnya, saat melihat kebelakang, ia melihat Su'er ada di sana dimana terlihat dari energi miliknya sudah meningkat pesat dibandingkan sebelumnya.
Seketika, pikirannya teringat akan pecahan Primordial di dalam dirinya. Qin Chen lalu menggelengkan kepalanya menghapus tentang tersebut.
"Su'er, kamu sudah berkembang."
"Iya, berkat bantuan bahan-bahan herbal yang diberikan oleh keluarga Qin, aku jadi berkembang begitu cepat."
"Baguslah, aku juga ikut senang jika kamu sudah semakin kuat, jadi kamu bisa sangat lama bermain denganku."
Disaat tubuhnya diam, bibirnya mengambil ahli dan menggoda. Mendekati Su'er, ia lalu menggodanya dengan mendekatinya sambil menyentuh bibirnya dan melihatnya dari dekat.
__ADS_1
Su'er menjadi malu, wajahnya seketika memerah di seluruhnya. Ia tidak bisa menahan godaan super dari bibirnya Qin Chen, mungkin ini adalah masa dewasa Qin Chen.
Dari sudut lain, tepatnya di bawah atap istana, dimana di sana ada ibu Qin Chen, istrinya, putrinya, adiknya dan saudari istrinya sedang jalan-jalan, karena mereka menghibur Qiu Yu Ran.
Saat di sana, mereka terhenti melihat Qin Chen yang sedang kepergok berduaan di depan istana, dimana sedang menggoda Su'er. Pemandangan itu di lihat oleh mereka semua, istrinya hanya diam sambil menggendong putranya.
"Wah ... Ayah sungguh berani ya. Menggoda bibi Su'er di sini."
"Hmmm ... Laki-laki memang tidak bisa di percaya ... Aku harus memarahinya agar tidak menggoda wanita lain." Saudari Qiu Yu Ran mengepalkan tangannya sambil melihat dengan kesal.
"Kakak terlihat baik, bibi jangan memarahi kakak."
Mereka semua berdebat tentang Qin Chen yang sedang menggoda Su'er di depan Istana, Ru'er dengan wajah cemberut marah, karena kakak kesayangannya sedang di pojok oleh mereka.
Saat mereka mendengar perkataan Ru'er, mereka tertawa kecil bersama Qiu Yu Ran yang tertawa karena mendengar Ru'er kecil membela kakaknya yang sudah menolong, dan menyayanginya.
Ia dengan lembut meletakkan tangan kanannya di atas kepalanya, dan membelainya dengan lembut. "Tidak ada yang akan memarahi kakak Ru'er, jadi Ru'er tidak perlu takut ... Ibu tidak akan membiarkan kakak Ru'er di marahi."
"Terimakasih ibu Yan ... Kakak sudah baik dengan Ru'er, dan menyayangi Ru'er ... Jika ada yang berani memarahi kakak, Ru'er akan meminta Laohu kecil untuk melawan."
"Baiklah, ayo kita ke tempat kakak Ru'er,"
"Baik."
Ru'er lalu di gendong Yin'er, dimana ia menggendongnya. Dan membawa mereka semua ke dekat Qin Chen, ibunya hanya diam melihat dan mendengarkan permasalahan mereka, ia akan membantu jika sudah tidak memiliki jalan yang bisa di ambil.
***
Di tempat Qin Chen, ia tidak menyadarinya bahwa keluarganya telah mempergok Qin Chen yang sedang menggoda temanya sendiri. Saat ini, ia masih tidak seperti sadarkan diri.
Saat mereka sampai di belakangnya, mereka hanya diam melihat gerakan Qin Chen menggoda Su'er yang tengah berdiri tanpa bergerak, mereka juga bisa mendengarkan apa yang dikatakan Qin Chen. Qin Chen lalu mendekatinya.
"Fufu ... Kamu sangat berubah dari dulu,"
"Se- semua orang pasti berubah, bahkan kamu sudah berubah menjadi sekarang ini. Kamu sudah bukan Qin Chen yang dulu, yang aku kenal."
"Aku sudah merasakan kematian, tentunya aku akan berubah dari sebelumnya ... Jika bukan karena kematian, mungkin aku akan tetap menjadi Qin Chen yang dulu."
__ADS_1
"Jadi, apa sekarang ini kamu adalah Qin Chen?"
"Tentu saja. Mau sekarang atau dulu, aku tetaplah Qin Chen yang kamu kenal, aku tidak akan berubah meskipun Ruang dan Waktu hancur sekalipun.'
"Baiklah, aku hanya ingin melihatmu maju kedepan sampai dimana kamu bisa berjuang. Sebagai teman baik, aku hanya mendukung segala apa yang kamu pilih dan membantu disaat kamu susah."
"Hmmm ... Tapi, aku tidak ingin membuat semuanya membantuku, saat mendapatkan kekuatan ini, aku sudah berjalan di jalan yang salah. Sudah banyak orang yang mati karenaku, kegelapan abadi selalu mengelilingiku ...
Aku lebih suka menanggung beban sendiri, dimana hanya aku seorang yang merasakan namanya kesedihan, rasa sakit, frustasi, dan masih banyak lagi ... Untuk keluargaku, ataupun orang-orang yang ku sayangi, aku hanya ingin mereka menikmati hidup tanpa pikiran ...
Kamu tahu kenapa? Seharusnya kamu telah memahami apa yang aku katakan, karena hanya kamu seorang yang tahu penderitaanku sewaktu dulu, sebelum memiliki kekuatan ini."
Su'er terdiam, setelah mengingat bahwa kedua orang tuanya telah tiada karena kecelakaan, dan sekarang diberikan keluarga yang lengkap, dimana ia hanya ingin melihat keluarganya bahagia.
"Aku paham, setidaknya jangan membuat istrimu khawatir. Apa lagi, kamu adalah pria yang ceroboh, akan sulit baginya untuk tidak khawatir dengan tindakanmu."
"Ya, aku memang bertindak ceroboh, bahkan tidak memikirkan hancurnya diriku sendiri. Kalau soal mati, aku sudah 3 kali merasakan kematian. Itu semua aku dapatkan dari pertarungan sengit."
"Pertarungan sengit?"
"Benar, saat naik ke Alam Immortal rendah, aku hampir mati oleh binatang spiritual, saat itu aku masih terlalu lemah. Kedua, aku melawan Demon God Dreamland di Alam Mimpi, itu membuatku kehilangan banyak darah, kesadaran, tulang-tulangku yang kupikir sudah sangat kuat untuk melawan Dewa, saat berhadapan sosok di atas Alam Surga, aku hanyalah seperti semut yang bisa dibunuh kapan saja ...
Untuk yang ketiga, kamu sudah tahu apa yang aku pikirkan. Sekarang, tubuhku masih dalam tahap pemulihan. Meskipun bisa menggunakan kekuatanku, aku tidak bisa terlalu lama-lama. Dan coba kamu lihat, energi tubuhku tidak ada, karena itu adalah yang kudapatkan dari pertarungan sebelumnya melawan Demon God Dreamland ...
Aku tidak memperdulikan hal itu, karena putriku sudah selamat dari mimpi buruknya. Jika Demon God Dreamland tidak mati, aku sudah merencanakan untuk meledakan diriku di Alam Mimpi, dan membuat Alam Mimpi lenyap, tentunya aku juga akan ikut lenyap dalam ledakan tersebut."
"Jadi begitu, lebih baik kamu cerita saja pada istrimu,"
"Hmmm ... Aku akan cerita, tapi tidak sekarang. Karena aku ingin, dia tidak memikirkan tentang semuanya. Seperti yang aku bilang, hanya akulah seorang yang akan menyimpan segalanya."
"Baiklah."
Qin Chen masih menggodanya, dimana inderanya di tutup oleh Qin Qui, agar Qin Chen kena marah oleh istrinya, maupun keluarganya sendiri. Semua yang ia lakukan, agar Qin Chen tidak mencari wanita lain.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1