
Di wilayah tempat Qin Chen berada, waktu berjalan menyinari mereka dengan sangat cepat, cahaya tersebut membuat para monster di bawahnya membusuk karena waktu.
Putrinya lalu melihat ke arah ayahnya, ia menampilkan wajah bingung karena dia kuat, Qin Chen hanya membalasnya dengan senyuman manis.
Kedua tangannya tidak bisa digerakkan, satunya memeluk istrinya yang sudah bertarung selama 4 tahun di Alam Immortal, satunya sedang menggendong putrinya.
Naga Kuno berada di salah satu Dimensi monster, ia bertarung melawan monster kuat di dalam sana, dan waktu disana dan di luar sangatlah berbeda, maka dari itu ia belum bisa membantu di luar.
Qin Chen melihat kanan dan kirinya, para monster terus bertambah semakin banyak. Dan pasukan Qin Chen semakin menjadi-jadi melawan mereka semua dengan ganas.
10 menit kemudian
Qiu Yu Ran sudah beristirahat di pelukannya selama sepuluh menit, ia benar-benar merasakan seluruh tubuhnya sudah baikan, karena lelah yang ia rasakan di serap oleh Qin Chen semua.
Jadi, Qin Chen merasakan rasa lelah yang dirasakan oleh Qiu Yu Ran selama ini, setelah ia selesai beristirahat ia berkata. "Terimakasih sudah memberikan pundakmu untuk beristirahat."
"Tidak apa-apa, gunakan sesukamu ... Kamu sudah berjuang lama, ini belum seberapa dibandingkan apa yang kuberikan padamu."
"Tidak, aku senang kamu kembali, aku bukanlah wanita lemah yang selalu mengandalkanmu. Aku memiliki kekuatan untuk melawan, aku akan menunjukkan padamu."
"Baiklah," Qin Chen menghela nafas.
Qiu Yu Ran lalu melepaskan pelukannya, dan mundur kebelakang, ia melihat putrinya sedang bersama ayahnya, dan berpikir bahwa ia mungkin tidak mengenalinya.
Mendekati putrinya dan memberikan kecupan di keningnya, ia sambil mengusap-usap kepalanya dengan lembut.
"Ying'er disini bersama ayah, jangan buat ayah kerepotan ya ... "
"Ayah!" Ia sontak terkejut mendengar perkataan ibunya, dimana ia mendengar ayahnya ada disini.
Putrinya dengan cepat menoleh ke arah ayahnya yang sedang menggendongnya, ia benar-benar tidak tahu bagaimana rupa ayahnya dulu, karena sewaktu kecil ia ditinggalkan ayahnya pergi.
"Sekarang, apa ayah sudah boleh mendapatkan kecupan manis di pipi ayah?"
"I- itu ... "
Ia gugup karena bingung, tapi didepannya benar-benar ayah kandungnya sendiri, dengan manis memberikan kecupan di pipi Qin Chen. Setelah memberikan kecupan, ia menjadi malu dan menundukkan kepalanya.
Qin Chen tertawa melihat reaksinya, ia lalu melihat ke arah istri kecil dan i mengatakan. "Baiklah, ying'er akan bersamaku, kamu ambil wilayah selatan dan bantu mereka ... Aku akan disini untuk membersihkan monster-monster."
"Baik."
__ADS_1
Istri pergi membawa tongkat miliknya Menuju tempat yang lainnya berkumpul, putrinya Yin'er belum menggila selama 4 tahun ini, karena jika ia benar-benar menggila, maka Alam Immortal ini tidak akan selamat dari kehancuran. Qin Chen lalu melirik ke arah monster-monster lainnya yang baru saja keluar dari Dimensi.
"Ying'er, apa ying'er takut dengan monster ini?"
"To- tidak, ibu pernah bilang kalau ayah lebih hebat di bandingkan monster-monster ini, dan kakak Yin juga bilang kalau ayah sangat hebat, ying'er tidak takut dengan mereka."
"Baguslah, sekarang kita jalan-jalan ke dalam lubang itu, disana ayah akan memperlihatkan bagaimana cara monster menghancurkan monster."
"Baik ... "
Mereka berdua lalu terbang menghanguskan monster-monster di sampingnya dengan hawa api Phoenix miliknya. Qin Chen masuk ke dalam Dimensi monster bersama Putrinya untuk mengakhiri perang besar ini.
***
Di dalam Dimensi Monster, Qin Chen menelan ludahnya sendiri melihat monster-monster bertumpuk banyak di sana. Mereka semua seolah-olah menunggu antrian untuk keluar.
"Ayah ... Apa kita bisa menang?" Tanya putrinya.
"Tentu, selama ying'er memeluk ayah dengan erat, ayah akan memenangkan pertarungan ini dengan sangat cepat."
"Ayah janji."
"Janji."
"Manusia datang! Serangan!"
Mereka mendengar suara komandan langsung menatap Qin Chen dengan niat membunuh, untungnya Qin Chen di selimuti dengan Aura gelap yang tak berujung, jadi niat membunuh tidak akan bisa membuat ia ketakutan.
Suara langkah kaki yang tak terhitung jumlahnya semakin cepat, Qin Chen mengambil pedang panjang meliknya dengan sebuah ayunan kecil membumi hanguskan mereka.
Swoshh!
Boom! Boom!
Masih kurang dengan tebasan pedang miliknya, ia melirik ke atas menciptakan pagoda besar berwarna keemasan, pagoda itu adalah seni miliknya yang seiring digunakannya.
Jatuh kebawah memberikan panas yang membakar mereka, seluruh monster yang memiliki pertahanan kuat melesat menahan serangan Qin Chen yang berada di Langit.
Beberapa kelompok lainnya menyerang Qin Chen secara bersamaan, gemuruh guntur-guntur mengguncang Dimensi mengembuskan petir-petir ke tanah menghancurkan gunung.
Kilatan cahaya melesat ke arah Qin Chen, dengan cepat mengambil gerakan pertahanan untuk menghindari luka untuk putrinya.
__ADS_1
Boom!
Kabut tebal setelah ledakan menyebar luas, Qin Chen dari dalam melesat terbang ke langit dengan wajahnya berubah lebih ganas dibandingkan sebelumnya. Aura Dewa Asura keluar, lingkaran darah di belakangnya memancar cahaya.
Mengangkat tangannya ke bawah, energi besar bertepuk pada satu telapak tangan dibawah kendalinya, melepaskan serangan besar kebawah dengan kecepatan tinggi.
"Tahan!"
"Pelepasan energi demon!"
"Tranformasi Monster!"
Seluruh kemampuan mereka di keluarkan, Qin Chen menambahkan senyuman menyeramkan kepada mereka, matanya melirik kanan dan kiri menyebabkan kehancuran besar-besaran di dalam Dimensi.
Qin Xiuying melihat ayahnya menjadi-jadi, ia sedikit ketakutan dengan ayahanya, karena ayahnya benar-benar menyeramkan seperti yang diceritakan oleh ibunya.
Saat serangan Qin Chen mengenai mereka semua, hembusan angin dan cahaya bulat membentang luas membuat kehancuran besar di dataran tersebut. Seluruh monster di sekitarnya terhempas dengan banyak luka-luka.
Penyerangan masih berlanjut, Qin Chen mengedipkan matanya untuk mengeluarkan cahaya Dewa menyucikan mereka semua dari dunia. Tiba-tiba langit yang gelap tanpa cahaya, kini berubah menjadi cahaya terang menyinari sisi gelap Dimensi.
Cahaya itu menghapus mereka dari kehidupan dunia, tubuh-tubuh mereka menghilang dengan sendirinya. Teriakan para monster menggema di seluruh langit-langit Dimensi monster.
Naga kuno dari jaraknya tidak diketahui, ia merasakan bahwa Tuan nya telah kembali dan menyerang Dimensi ini. Merasakan energi kuat di pancarkan Tuan nya, ia mulai semakin serius mengahadapi mereka semuanya.
Dua Naga kuno sedang duo di Dimensi Monster. Mereka benar-benar akan menggila di dalam Dimensi Monster, menghancurkan dan menghapus keberadaan Dimensi ini dari peradaban.
Qin Chen dari langit masih melihat jutaan, tidak itu bahkan lebih sulit dihitung melalui kata-kata, Dimensi monster ini memiliki lebar yang sangat sulit di jangkau Dewa di Alam Immortal.
Ia benar-benar harus memusnahkan Dimensi ini untuk tidak mendapatkan serangan kedua kalinya dari Monster. Dari langit, Qin Chen mengangkat pedang miliknya, pedang itu terkena cahaya dewa dan secara perlahan-lahan energi membulat-bulat di ujung pedang.
"Ledakan waktu!"
Swoshh!
Mengayunkan pedangnya, kecepatan cahaya itu melesat dibantu oleh Waktu yang dikendalikan Qin Chen. Jatuh kebumi seperti air jatuh tanpa ada suara sedikitpun.
Pada saat beberapa detik berlalu, gemuruh bumi terdengar, cahaya emas membentuk bulat berputar-putar menghancurkan seluruh wilayah disana dengan ganasnya.
Ledakan-ledakan memekakkan telinga mereka semua, cahaya itu meledak dan menampilkan banyak warna membuat putrinya kagum dengan warna-warna yang baru saja ia lihat.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*