Supreme God System

Supreme God System
Chapter 231 : [PMP] Selesai dan kembali dengan kecewa (71)


__ADS_3

Qin Chen hanya bisa menghela nafasnya, karena ia tidak bisa bersenang-senang kembali seperti dulu lagi. Mungkin karena kekuatannya yang besar, hingga membuat sekali serang langsung mati semua.


"Haa.. mau tidak mau, aku harua cepat-cepat naik ke Alam Immortal tertinggi, agar pertarungan disana tidak mengecewakan seperti Alam ini.."


[ Kalau begitu, Tuan bisa menyelesaikan semua peta, lalu langsung menyerang kaisar. Setelah itu, Tuan bisa pergi dari sini. ]


"Itulah yang aku inginkan, setelah ini aku akan ke perpustakaan kuno, dan istana langit, dan terkahir menghancurkan kaisar, dan mendeklarasikan namaku di Alam Immortal ini!"


[ Jika begitu, setelah ini, Qin Qui mempunyai saran untuk anda. ]


"Saran? Menarik! Aku akan menyelesaikannya sebelum mereka datang!"


Ia sudah mulai kebosanan selama di Alam Immortal rendah, Qin Chen lalu melesat dengan cepat menuju mereka bertiga, dimana ada ketiga Penguasa wilayah laut lainnya.


Tangan di gepal dengan kuat, matanya setajam silet karatan, dimana ia mengarahkan pukulannya kepada salah satu orang tersebut.


"Terima ni pukulanku!" Ucap Qin Chen dengan santainya.


Ketiga pria besar tersebut kesal, karena tiba-tiba datang seorang pemuda yang menyerang mereka, lalu mengarahkan serangan besar hingga melenyapkan pasukan mereka bertiga.


Saat Qin Chen mengarahkan pukulannya ke arah mereka, pada saat itu pula Qin Chen mendengar suara mereka bertiga yang menggema di seluruh lautan.


"Brengsek!"


Suara mereka membuat sebuah paus yang begitu besar tiba-tiba muncul di hadapan Qin Chen. Qin Chen melihat hal tersebut, ia lalu melesatkan pukulan miliknya.


Bukk!


Saat ia memukul wajah paus, wajahnya bergelombang-gelombang akibat pukulan Qin Chen yang begitu keras. Angin laut atau bisa dibilang gelombang laut, dimana membuat paus besar terhempas kebelakang.


Wushh!


Paus yang seukuran 5 kali lebih besar dari gunung fuji, dimana sangatlah besar membuat ia terhempas kebelakang dengan kecepatan tinggi. Paus besar tersebut terhempas hampir mengenai tiga orang tersebut.


Mereka bertiga menyerang paus dengan kemampuan mereka untuk memperlambat kecepatan paus tersebut.


"Penghalang kura-kura langit!"


"9 tentakel pengikat!"


"Langit cerah!"

__ADS_1


Ketiga serangan menguncang Medan perang di sana. Gelombang air semakin tinggi dengan Tsunami membanjiri kota-kota di sekitarnya. Tidak ada kota yang selamat dari kehancuran, akibat pertempuran mereka berempat.


Tidak sampai disitu, Qin Chen tersenyum tipis dengan ia yang telah menguasai elemen air sebelumnya, kini ia mengangkat tangannya kedepan dengan sebuah kata.


"Air berputar, menjadi tombak yang menerjang gunung!"


Air mulai berputar kencang membentuk sebuah tombak yang begitu besar, tombak itu di arahkan ke arah paus tersebut untuk menambahkan daya ledakan yang akan terjadi di sana.


Qin Chen, melesatkan sebuah serangan yang baru ia ciptakan tadi, serangan tersebut melesat seperti peluru yang begitu kencang. Serangan tersebut melesat hingga mengenai paus dimana sedang di serang oleh mereka bertiga.


Saat serangan Qin Chen mengenai paus, sebuah ledakan besar terjadi lagi hingga melempar mereka bertiga jauh kebelakang.


Boom!


"Urghh!"


Terhempas, terlempar, jatuh. Mereka bertiga merasakan semuanya secara bersamaan, dimana Qin Chen melesat lagi dengan kecepatannya untuk menghajar kepala mereka.


Tinjauan miliknya sudah di siapkan, dengan ayunan tangan mengenai kepala salah satu dari tiga orang tersebut.


Bukk!


"Kurang ajar! Bocah tengil! Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!" Teriak pria di sampingnya.


"Bunuh tinggal bunuh! Aku bahkan dengan senang hati membunuh kalian semua!" Balas Qin Chen dengan nada dingin.


"Bocah brengsek! Aku tidak akan mengampunimu! Meksipun di Neraka sekalipun!"


Duarr!


Tubuhnya dihancurkan oleh Qin Chen yang malas mendengar perkataan pria tersebut, kini hanya ada satu yang tersisa, dimana itu adalah dari wilayah kura-kura yang memiliki fisik yang kuat, dan memiliki daya tahan yang hebat.


"Memiliki tubuh yang kuat, mari kau coba melawan tubuh Dewa naga milikku!" Kata Qin Chen dengan menatap tajam ke arah mereka.


Qin Chen memang terbang melesat di depannya, dengan melihat pria tersebut sudah menggunakan pelindung kura-kura miliknya, dimana memiliki pelindung tempurung yang begitu keras.


Mengubah, dan mencoba tubuh Dewa Azure Dragon, kini Qin Chen mulai mengepalkan tangannya untuk menghajar orang tersebut.


Saat Qin Chen sudah siap, ia langsung menghajar tempurung pelindungnya, dimana saat ia mengenai lapisan luarnya.


Krakk!

__ADS_1


Suara dentuman besar hingga meretakkan pelindung menjadi berkeping-keping, disana Qin Chen tersenyum dengan kakinya yang licik menendang orang tersebut.


Bang!


Wushh!


Tubuhnya patah, semua Dantian hancur berkeping-keping, dimana semuanya sudah di atur oleh Qin Chen sebelumnya. Ia yang sekarang telah mati dengan tenang, dimana mati setelah melihat pelindungnya ada yang bisa menghancurkannya.


Qin Chen berada di atas Medan Perang, kini ia melihat sekitarnya yang sepi dimana tidak ada lagi benda-benda yang bisa ia ambil dari sana.


"Sudah selesai, selanjutnya perpustakaan kuno, di mungkin ada banyak buku-buku kuno yang bisa ku pelajari." Ucap Qin Chen berbicara sendirian.


"Sekarang, lebih baik aku kembali ke tandu dan mengatakan bahwa perang telah berakhir cepat, dan ia tidak bisa lama-lama disana karena masih ada urusan lain."


Setelah berbicara sendiri di sana, ia mulai terbang kembali ke arah dimana tandu itu berada sebelumnya. Terbang dengan kecepatan biasanya, lalu ia melihat sekitarnya menjadi puing-puing bangunan yang berjatuhan.


Qin Chen yang melesat hanya membutuhkan beberapa detik, kini berjalan masuk ke dalam tandu dimana ada 3 wanita tengah duduk mengobrol. Ia yang masuk ke dalam, lalu berjalan duduk ke tempat ia sebelumnya.


Mereka bertiga melihat Qin Chen yang telah masuk kembali dengan wajah yang tenang, dimana setiap menit tadi terjadi sebelum Tsunami, ledakan, bahkan ada banyak lainnya.


"Kembali ke istana, ketiga aliansi telah di hapuskan dari muka bumi, Su'er dan Yin'er, kita akan berangkat lagi ke suatu tempat, karena waktu yang ayah miliki sudah mendekati target ayah." Ucap Qin Chen dengan tenang.


"Apa sudah selesai ayah? Kenapa tidak mengajak Yin'er untuk memukul mereka semua.." Jawabnya yang sedikit mengeluh.


Mendengar perkataan putrinya, Qin Chen mengelus kepalanya dengan lembut lalu berkata. "Setelah ini, ayah akan meminta Yin'er melakukan sesuatu untuk ayah, dan tentunya memukul seseorang.."


"Benarkah! Apa ayah tidak bohong? Karena Yin'er ingin mencoba kemampuan baru Yin'er.." Ujarnya dengan penuh semangat.


Qin Chen tersenyum, karena ia akan meminta putrinya untuk menghajar Kaisar disana agar ia bisa dengan cepat menuju Alam Immortal tertinggi, dimana musuh disana masih harus di waspadai akan Dewa dari Dimensi lain.


Su'er yang berada didekatnya, ia lalu bertanya kepada Qin Chen. "Apa kita akan pergi ke tempat selanjutnya? Atau tempat lainnya?"


"Kita akan pergi ke tempat selanjutnya, tapi aku hanya akan mengambil sebentar, lalu pergi ke tempat selanjutnya, dimana ada banyak hartanya." Ujarnya.


Pergi dengan semangat, mereka semua kembali dengan wajah kecewa, karena belum menyentuh pasukan musuh, malah sudah lenyap dari dunia itu sendiri.


...


*Thanks You For Reading*


(Makin lama aja naik ke Alam Immortal tertinggi, selow Kaka.. author mau genapi di 75 atau 80.)

__ADS_1


__ADS_2