Supreme God System

Supreme God System
Chapter 149 : Pertarungan di Lautan Bintang


__ADS_3

Qin Chen yang tengah berdiri di hadapan Kaisar, ia menatap Kaisar dengan tajam tanpa mengeluarkan sedikitpun kekuatan yang ia keluarkan. Kaisar menatap Qin Chen dengan amarahnya yang meluap-luap tanpa batas.


Bagaimana tidak marah, disaat Putra mereka di bunuh tepat di depan matanya. Saat ini mereka berdua saling menatap antara kebencian tanpa dasar.


Pada saat Qin Chen ingin membalikkan tubuhnya, kaisar dari belakang dengan kecepatan tinggi menghampiri Qin Chen untuk menendang dirinya kebawah.


Boom!


Suara ledakan besar menghancurkan Colosseum pertandingan Alkemis, kehancuran Colosseum mengakibatkan retakan seribu helai rambut di mana-mana.


Banyak orang-orang yang mati akibat ulah mereka berdua, dimana sebagian orang berhasil lari dari kematian, dan terbang tinggi dari sana.


Qiu Yu Ran berserta lainnya, mereka semua sudah terbang sedari tadi menjauh dari Qin Chen. Karena Qiu Yu Ran memiliki perasaan buruk saat Qin Chen membunuh putra kaisar.


Orang-orang yang beterbangan ke atas langit, mereka semua melihat gumpalan asap dan debu di tempat ledakan tersebut.


"Siapa yang menang? Siapa yang pemenang pertandingan Alkemis kali ini?!"


"Bodoh! Apa kau tidak lihat, Lihat disana Kaisar sedang marah! Apa otakmu putus karena melihat kecantikan tadi!"


"Haa! Kenapa kau terus yang membuatku marah! Mau berantem lagi?"


Sebagai tanggapan, orang-orang disana melihat kedua orang bodoh yang tidak tahu tempat untuk diam. Disana mereka berdua saling memukul satu sama lain dengan tubuh yang membelit seperti belut.


***


Di sisi lainnya, orang-orang masih melihat kabut yang tebal di bawah sana, saat perlahan kabut itu menghilang. Bisa terlihat serangan kaisar di tahan oleh pemuda itu dengan kaki kirinya.


Saat melihat pemuda itu seperti tidak terluka, bahkan tidak mengeluarkan tenaga, kini mereka semua di kejutkan dengan pemuda yang bisa menahan serangan seorang Earth Immortal puncak dengan mudahnya.


Kini Qin Chen hanya tersenyum tipis melihat kaisar yang marah terhadapnya. "Marah? Ingin bertarung? Maka aku melayanimu sampai ke neraka!" Ucap Qin Chen yang merendahkan kaisar.


Semua orang mendengar suara Qin Chen yang merendahkan kaisar, kini kaisar semakin marah dengan sikapnya. Karena Qin Chen berada di Alam Immortal miliknya yang ia kuasai, tapi masih bersikap arogan di hadapan kasiar.


"Bocah.. kau akan menyesalinya!" Balas Kaisar dengan menggerakkan giginya.


Qin Chen hanya tersenyum jahat, ia langsung menghajar kepala kaisar dengan pukulannya untuk memberikan kaisar pelajaran yang tidak pernah dilupakannya di neraka nantinya.

__ADS_1


Wushh!


Boom!


Saat pukulan Qin Chen mengenai kepalanya, tubuh kaisar terlempar ribuan mil jauhnya dari tempat ia berada sekarang ini. Tubuhnya terus menghantam apa saja yang terkena dengan kecepatan tinggi.


Qin Chen yang tahu bahwa kaisar tidak akan mati, karena ia hanya memukul biasa saja, dan tidak membunuhnya. Ia dengan cepat melesat menuju tempat dimana kaisar terlempar.


Di tempat kaisar, ia yang berusaha menahan tubuhnya agar tidak terlempar jauh, ia langsung melesat kembali dengan kecepatan tinggi.


Dari dua sisi, dua orang sedang terbang dengan cepat untuk saling beradu sama lain. Pada saat mereka bertemu, mereka tidak mengambil basa-basi, dan langsung saling menyerang di atas langit.


Kaisar melontarkan ratusan bola cahaya emas ke arah Qin Chen dengan berjejer kesamping, bola yang ia lontarkan adalah bola energi. Melihat bahwa musuh seperti serius, Qin Chen ikut melontarkan bola energi kegelapan.


Kedua bola energi menyerang satu sama lainnya, ledakan-ledakan besar menghanguskan ribuan mil jauhnya dari tempat pertarungan.


Sedangkan orang-orang disana melihat petarung yang mengerikan, mereka hanya bisa gemetaran melihatnya. Mereka berpikir jika terkena mereka, sudah dipastikan akan masuk neraka.


Dunia yang disinggahi kaisar sangatlah sempit yang membuat ia tidak bisa mengeluarkan sepenuhnya kekuatannya. Kaisar melihat Qin Chen yang hanya tersenyum jahat dari tadi membuat kesal dirinya.


Wushh!


Tanpa pikir panjang, Qin Chen ikut melesat terbang menembus asmofer dunia Immortal, ia menerjang batu-batuan di hadapannya hingga menjadi butiran debu.


***


Kaisar yang sudah di luar angkasa, ia menatap Qin Chen dengan Aura membunuh yang begitu besar ia pancarkan, ia sangat ingin membunuh Qin Chen dengan cara apapun, selama dendamnya terbalaskan.


Qin Chen merasakan ada ledakan energi membunuh yang tidak jauh darinya, lebih tepatnya berada di 30 ribu kecepatan cahaya dari tempat ia berada tadi.


Jarak yang begitu jauh itu, mereka berdua akan bertarung di antara bintang-bintang yang ada di sekitarnya. Mungkin akan menjadi neraka bagi bintang-bintang yang terkena dampak oleh mereka berdua.


Dari kejauhan terlihat kaisar yang tengah mengumpulkan energi di telapak tangannya, ia benar-benar serius ingin membunuh Qin Chen sebelum Qin Chen sampai di tempatnya.


"Matilah kau bocah sialan!" Teriak Kaisar dengan penuh amarah dan kebencian.


"Tombak Dewa Naga!"

__ADS_1


Siluet emas dengan ketajaman bisa menembus apa saja, dan memilki ukuran yang begitu besar. Ukuran itu bisa memusnahkan sebua Planet kecil di sekitarnya.


Serangannya melesat dengan kecepatan seribu kecepatan cahaya, karena serangannya di dorong oleh angin dari belakang, membuat serangan milik kaisar sangat cepat, serangan tersebut mengarah ke arah Qin Chen.


Saat ia melihat serangan yang besar mengarah ke arahnya, ia langsung menggunakan jarinya untuk melawan balik.


"Jari Dewa!"


Tidak mau kalah dengan warna emas, Qin Chen melontarkan serangan Jari Dewa untuk menghancurkan serangan musuh. Jika ia mau, ia bisa menang dengan mudahnya, tapi ia berpikir untuk merenggangkan tubuhnya agar banyak bergerak di pertarungan, bukan di atas ranjang.


Serangannya melesat puluhan kali lipat dari pada serangan kaisar. Meskipun di hadang oleh angin, tapi serangan Qin Chen tidak berefek terhadap angin yang menghadangnya.


Saat dua serangan maha dahsyat saling beradu sama lainnya, terlihat percikan-percikan api yang terlempar dimana-mana. Berbatuan yang terkena api tersebut, semua batu terbakar hingga tak tersisa.


Crash! Crash!


Suara kedua serangan saling beradu berbunyi nyaring di lautan bintang, Qin Chen yang hanya tersenyum tipis lalu berkata. "Meledak!"


Saat satu kata keluar dari mulutnya, seluruh lautan bintang menjadi hening, dengan perlahan kedipan cahaya di serangan mereka berdua mulai sangat cepat berkedip.


Boom! Boom!


Ledakan besar membuat lautan bintang disekitarnya ikut meledak, ini semua karena tidak bisa menahan ledakan energi yang begitu besar dari kedua serangan tersebut.


Di wajah kaisar, ia hanya bisa tersenyum cemas dengan tubuh yang bergetar hebat tanpa henti. Karena ia tersudut oleh sebuah serangan yang meledakan banyak bintang di sekitarnya.


"Ba-bagaimana mungkin! Siapa kau! Kenapa kau sangat kuat dariku!" Teriak kaisar dengan tubuh yang gemetaran.


Qin Chen hanya tersenyum jahat, lalu ia berkata. "Siapa aku? Aku Yama yang datang dari Neraka untuk mengambil nyawamu!" Balas Qin Chen yang tidak mau lama-lama lagi.


Ia melesat dengan kecepatan menengah menuju kaisar. Qin Chen menggunakan tangannya untuk memotong kepala kaisar untuk sebagai bukti bahwa kaisar sudah mati.


Srash!


"Arghhhhh!"


Kaisar berteriak sebelum kepalanya terlepas dari tubuhnya, pada saat kepalanya terlepas, dan berada di genggaman Qin Chen. Tubuhnya meledak hingga tidak tersisa lagi.

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2