Supreme God System

Supreme God System
Chapter 312 - Memberikan Hadiah


__ADS_3

Di taman, Qin Chen telah mengatakan apa yang dipikirkan olehnya sedari tadi, ia mencurahkan isi hatinya sepenuhnya, karena ingin membuat putranya memahami apa yang Qin Chen lakukan sekarang ini bukanlah semata-mata untuk kesenangan tersendiri.


Qin Chen yang duduk tenang melihatnya, kini menutup matanya dengan menyenderkan tubuhnya ke tangkai kursi, ia benar-benar hampir kelelahan, bukan karena dia lelah, melainkan sedang berpikir.


'Qin Qui, apa kamu tahu, sesuatu tentang masa depan yang telah berubah?'


[Sulit di jelaskan, Tuan. Jika masa depan berubah, maka para Dewa cepat atau lambat menyadari karena tatanan Alam akan berubah secara dratis, karena Tuan kembali ke masa lalu!]


'Seperti yang kau katakan, Yu FeiFei apa dia masih ada? Karena kemungkinan besar, waktu dulu dan sekarang sangatlah jauh.'


[Masih Tuan, Qin Qui mendapatkan sinyal dari jiwa milik Tuan yang berada di tempat Yu FeiFei, karena Tuan memberikan sedikit jiwa Tuan padanya.]


'Jadi begitu, baguslah ... Aku ingin melihat, secantik apa dia di masa depan, jika masa lalu sangat cantik, apa mungkin masa depan semakin cantik. Aku tidak sabar ingin bertemu dengannya.'


[...]


[Sebaiknya, Tuan lebih fokus dalam peningkatan kekuatan Tuan saat ini, karena akan terjadi hal buruk jika tidak berwaspada sewaktu-waktu.]


'Baiklah.'


Qin Chen paham dengan apa yang dikatakannya, namun sekarang ia akan mementingkan keluarganya. Sekarang, Qin Chen memejamkan matanya dengan pelan tertidur di sana.


Mereka semua melihat hal tersebut hanya diam, mereka tahu apa yang sekarang Qin Chen rasakan sangatlah berat. Jadi, mereka tidak menggangu, dan melanjutkan pembicaraan mereka.


Qin Changyi melihat ayahnya yang sekarang ini tertidur begitu pulas, gerakan matanya mengerti. Lalu ia melihat ke arah adiknya yang tidur di gendongan ibunya dengan sangat nyenyak.


"Ibu ... "


Suara Qin Changyi terdengar oleh mereka, sontak secara bersamaan mereka menoleh ke arah Qin Changyi yang tumben berbicara duluan dengan ibunya. Karena, dia sama seperti Qin Chen, selalu sendirian kemana-mana.


"Ada apa? Apa kamu membutuhkan sesuatu?"


"Tidak, aku hanya ingin bertanya ... "


Mereka semua menjadi penasaran, dan Qiu Yu Ran lalu bertanya kembali. "Bertanya? Ya, kamu ingin tanyakan apa? Selama ibu bisa menjawabnya, ibu akan mengatakannya."

__ADS_1


"Apa ayah memang seperti ini?"


Sontak pertanyaan itu membuat semuanya tertegun mendengar pertanyaan pertama kalinya keluar dari mulutnya sendiri, selama ini dia benar-benar sendirian di Istana.


Melakukan segalanya sendiri, meskipun kakaknya menawarkan bantuan, namun di tolak mentah-mentah olehnya. Sifat dinginnya membuat kharisma miliknya meningkat sama seperti ayahnya.


"Ya, Ayahmu selalu seperti ini ... Sama sepertimu, dia bertindak sendirian untuk menghadapi musuh-musuhnya. Melindungi keluarga dari belakang, dia benar-benar sulit dimengerti ...


Kenapa ibu menyukainya? Saat pertama kali bertemu dengannya, Ayahmu membantu ibu secara diam-diam malam itu, dia memberikan Pil berharga untuk menekan racun milik ibu ...


Sampai kami berdua berpetualang mencari Harta yang ayahmu sukai, selama itu, ibu selalu mengaguminya ... Kekuatan, kebaikan, semangat, dan ayahnya sangat menyukai Harta ....


Harta Karun yang sangat langka, karena dia pernah mengatakan bahwa di seorang pengoleksi harta, dan itu kenapa dia mengatakan bahwa Artefak miliknya sudah terlalu banyak ...


Ibu dan ayah pernah masuk ke suatu ruangan, dan disana terdapat ribuan bahkan jutaan Artefak bertumpuk seperti gunung, dan semuanya di simpan ayahmu untuk digunakan oleh keluarga ...


Mungkin, artefak itu belum selesai di murnikan atau tepatnya ayahmu belum mempunyai waktu untuk melakukannya. Jika kamu ingin tahu lebih banyak, kamu bisa bertanya kepada nenek, ataupun Su'er, teman ayah yang sudah kenal lama sebelum kenal dengan ibu."


Setelah mendengar itu, ia menundukkan sedikit kepalanya seperti mengucapkan terimakasih dengan isyarat. Kemudian, ia pergi dari sana berjalan dengan tangan di dalam kantong.


Mungkin, kedatangan Qin Chen saat ini disampingnya, ia akan terbantu dengan sifatnya. Sekarang, ia hanya memiliki kekuatan setara dengan Dewa Galaxy, namun kekuatan itu tidak bisa dikembangkan lagi sebelum ia mendapatkan Dao.


Setelah beberapa jam berlalu, Qin Chen pada akhirnya bangun dari tidurnya yang nyenyak. Saat ia membuka matanya, terlihat bidadari kecil tengah duduk di perutnya sambil melihat ke arahnya.


Saat melihat bahwa putrinya sudah bangun, ia mengangkat tangannya dan meletakan di atas kepalanya, dan secara lembut mengelus kepalanya.


"Selamat pagi, Ayah."


"Ya, Selamat pagi Putri kecil."


"Hehehehe."


Dia lalu memeluknya dengan mengusap-usap kepalanya, Qin Chen menjadi bingung dengan sifatnya yang tiba-tiba berubah. Namun, ini adalah hal yang baik baginya.


Melihat sekitarnya masih banyak orang-orang, dan langit sudah mulai malam. Mereka masih disana menunggu Qin Chen, ia lalu duduk dengan menompang putrinya.

__ADS_1


"Karena Ying'er sudah bangun, maka ayah akan memberikan hadiah, sekarang, putri kecil tutup mata agar ayah bisa memberikan hadiah."


"Benarkah, Ayah ... Ayah tidak bohong."


"Tentu tidak, sekarang tutuplah mata."


Dia dengan cepat menutup matanya dengan kedua tangannya yang kecil, ia benar-benar senang mendapatkan hadiah dari ayahnya. Melihat hal tersebut, Qin Chen lalu mengeluarkan Kalung Penyegel Langit.


Saat Kalung Penyegel Langit keluar, cahaya bintang-bintang membuat mereka semua tertegun dengan semuanya. Qin Chen tersenyum, dan secara perlahan-lahan memasangkan ke leher Putrinya.


Merasakan bahwa ada sesuatu di lehernya, ia benar-benar ingin melihat hadiah tersebut, hingga Qin Chen selesai memasangkan Kalung Penyegel Langit.


"Baiklah, Ying'er boleh membuka mata."


Perlahan dibuka, ia melihat ada kalung yang indah sedang ia pakai, melihat hal tersebut, ia sangat senang dapat hadiah dari ayahnya, sangking senangnya, ia memberikan kecupan manis di pipi sebelah kiri ayahnya.


Tidak memperdulikan sekitarnya, ia memberikan kecupan manis karena menyukai hadiah tersebut. Qin Chen menjadi terkejut, namun ia senang mendapatkan kecupan manis lagi.


"Terimakasih banyak, Ayah ... Ying'er menyukai Kalung ini."


"Baguslah, jika putri kecil menyukainya, ayah lebih menyukainya jika putri kecil memakai terus."


"Tentu saja, Ying'er akan memakainya terus, Ying'er tidak akan meninggalkan kalung ini, karena ini pemberian Ayah."


Qin Chen lalu mengelus kepalanya, ia melihat bahwa putranya telah menghilang dari sana. Melihat hal tersebut, ia harus memperbaiki hubungan ayah dan anak.


"Ying'er, apa Ying'er bisa bersama ibu? Ayah ingin mencari kakakmu, karena ayah juga akan memberikan hadiah untuk kakakmu,"


"Baik, Ayah ... Tapi, ayah tidak boleh marah-marah pada kakak ya ... "


"Tentu, ayah janji."


Qin Chen lalu memberikan Ying'er kepada istrinya, dan berdiri melihat sekitarnya untuk mencari kemana putranya berada. Keluarganya hanya diam saja, karena ini urusan Qin Chen dengan putranya.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2