
Serangan naga tersebut gagal, walaupun serangannya sangat kuat untuk kaum Immortal di Alam ini, tapi Qin Chen menahannya dengan sebuah kaki kanan yang memblokir serangan naga tersebut.
Dengan susah payah naga itu menyerang, saat mengenai Qin Chen, ia hanya menjadi kertas yang tidak bisa menyerang sebuah gunting yang begitu tajam.
Qin Chen yang melihat naga tersebut dengan matanya yang bersinar merah terang, ia lalu berkata dengan dingin. "Hoo.. semut kecil? Apa yang membuat mu percaya diri bisa mengalahkanku!" Kata Qin Chen dengan suara yang merendahkan naga tersebut.
Meraung!
Naga tersebut meraung sangat keras, ia sedang berusaha melepaskan dari kaki Qin Chen. Tapi semua usahanya sia-sia, bahkan naga itu tidak bisa menggerakkan kepalanya sedikitpun.
Disisi Qiu Yu Ran yang melihat naga itu sedang di injak oleh Qin Chen menggunakan kakinya, ia tidak bisa mempercayai apa yang ia lihat sendiri. Bahwa naga yang melebihi kekuatannya, kini naga itu di injak dengan kaki Qin Chen.
Pada saat ia melihat mata Qin Chen yang bersinar merah, ia menjadi gemetaran karena terpancar momentum aura membunuh yang begitu kuat di dalam matanya.
Qin Chen yang menyadari bahwa Qiu Yu Ran gemetaran, ia menurunkan Auranya menjadi seperti biasanya. Namun pandangan matanya menjadi dingin dingin kepada naga tersebut.
"Berani menyerangku, maka kematian adalah hal yang baik dari pada hidup di dunia yang penuh akan dosa!" Ucap Qin Chen dengan dingin.
Naga yang awalnya berusaha sekuat tenaga, kini seluruh tubuhnya menjadi gemetaran, naga itu gemetaran saat mendengar suara dari Dewa Kematian sampai ke gendang telinganya.
Qin Chen perlahan menurunkan kakinya dengan pelan, meskipun gerakannya pelan, ia sebenarnya memiliki berat yang melebihi satu dunia. Dengan cepat, Qin Chen menginjak kepala naga hingga menjadi butiran darah.
Bang!
Dentuman keras menghancurkan kepala naga, kepalanya hancur berkeping-keping menjadi butiran darah yang mengalir dari leher naga yang masih utuh.
__ADS_1
Setelah ia selesai mengurus naga tersebut, ia mulai naik dari lubang yang disebabkan oleh ledakan besar tadi saat memblokir serangan naga yang ingin menyerang mereka.
Qin Chen yang telah di atas, ia berjalan santai tanpa ada satupun monster yang hidup. Ia juga melihat Qiu Yu Ran yang dari tadi melihat Qin Chen mengalahkan naga. "Kenapa gadis kecil? Apa aku tampan hingga kamu tidak bisa berpaling dari melihatku?" Kata Qin Chen dengan menyombongkan dirinya.
Qiu Yu Ran yang mendengar itu, lalu menjawabnya. "Siapa juga yang bilang kamu tampan? Aku hanya berpikir, siapa kamu sebenarnya?!" Ujarnya sambil melihat Qin Chen.
Qin Chen hanya tersenyum lalu ia menundukkan kepalanya untuk membisikkan di telinganya. "Jika kamu mencium pipiku, aku akan mempertimbangkan untuk berbicara." Ucap Qin Chen dengan nada pelan membuat sekujur tubuhnya menjadi menggigil dingin.
Tanpa pikir panjang lagi, Qiu Yu Ran lalu mencium pipi sebelah kiri Qin Chen dengan sangat lembut. Saat bibirnya menyentuh pipinya, Qin Chen merasakan sentuhan dingin yang mengalir dari pipinya ke arah jantungnya.
Qin Chen yang terdiam seribu kata tidak bisa ia katakan, dalam keadaan yang seperti ini. Qin Chen menjadi sebuah patung dengan mata yang terbuka lebar yang hampir jatuh kebawah.
Qiu Yu Ran berani mencium Qin Chen, karena ia sudah melakukan hal itu, dan masih banyak lagi alasan kenapa Qiu Yu Ran berani melakukan apa yang Qin Chen bisikan.
Qin Chen yang mengangkat kepalanya dengan berjalan tidak melihat arah, ia masih termenung dalam hayalan tingkat tinggi. Melihat reaksi Qin Chen yang seperti itu, ia langsung melontarkan sebuah suara. "Sudah aku cium pipimu, sekarang apa kamu bisa jelaskan siapa kamu sebenarnya?!" Ucap Qiu Yu Ran.
Qiu Yu Ran yang mendengar itu lantas ia kesal dan marah kepada Qin Chen, karena ia di bohongi. "Pembohong.. kamu pembohong! Hmph! Dasar semua laki-laki memang sama saja! Seharusnya aku menyadari bahwa kamu mencari keuntungan dari kesempatan!" Balas Qiu Yu Ran dengan ngambek terhadap Qin Chen.
"Bukankah, mengambil kesempatan dalam kesempitan?" Kata Qin Chen dengan wajah yang polos kepada Qiu Yu Ran.
"Mau-mau aku mengatakan apa! Dasar Qin Chen bodoh! Aku tidak ingin berbicara denganmu lagi!" Qiu Yu Ran membalas perkataan Qin Chen dengan nada marah.
Wajahnya mengembung seperti balon dengan warna merah di pipinya, membuat ciri khas tersendiri, dan wajahnya yang sedang ngambek sangat imut di lihat dari mana saja.
Qin Chen, ia melihat Qiu Yu Ran sedang marah dengannya membuat ia tidak bisa mengatakan apa-apa lagi. Tapi yang bisa Qin Chen lakukan adalah, ia menurunkan kepalanya dengan pelan, lalu mencium keningnya dengan lembut.
__ADS_1
Qiu Yu Ran yang dicium keningnya, di pipinya menampilkan warna memerah karena malu dengan sikap Qin Chen, walaupun ia sekarang sedang marah kepadanya.
Setelah mencium keningnya, Qin Chen mengangkat kembali kepalanya lalu berkata. "Sekarang kita impas, suatu hari nanti kamu akan mengetahui siapa aku. Tapi yang jelas, aku adalah orang yang tidak akan lari dari apa yang ku lakukan padamu. Sekarang, kita akan melanjutkan perjalanan kita." Balas Qin Chen dengan senyuman.
Qin Chen disana langsung terbang dengan cepat, ia terbang cepat menuju pintu masuk ke lantai lima. Setelah ia masuk ke dalam pintu, mereka berdua seperti biasa melewati portal untuk sampai ke lantai lima.
***
Lantai ke-lima adalah tempat dimana petir-petir berkumpul, karena tempat itu adalah tempat untuk menempa sebuah tubuh yang ingin menjadi kuat dari sebelumnya. Dengan petir-petir yang sangat kuat, Fondasi tubuh mereka akan menjadi sekokoh giok.
Meksipun begitu, ada banyak ancaman yang membahayakan nyawa mereka. Ancaman yang tidak lain adalah petir tersebut, petir tersebut bukanlah petir biasa. Karena petir tersebut merupakan petir Immortal yang sangat hebat dan kuat.
Petir tersebut bukanlah petir Kesengsaraan Immortal, karena petir Immortal seperti petir neraka. Mereka mempunyai sebuah nama panggilan ataupun julukan masing-masing petir yang hebat.
Salah satu petirnya adalah petir immortal yang berada di lantai ke-lima. Setelah Qin Chen dan Qiu Yu Ran sampai di lantai ke-lima, mereka dikejutkan dengan petir-petir langsung menyambar mereka.
Untungnya Qin Chen menghindar dari serangan petir, jadi selama ia terbang menuju lantai ke-enam, ia akan melewati semua petir dengan terbang, ataupun ia akan menghancurkan petir-petir tersebut dengan suatu kekuatan yang bisa digunakan untuk menghancurkan petir-petir tersebut.
"Hati-hati saat terbang.." Khawatir Qiu Yu Ran kepada Qin Chen yang terbang melesat melewati banyak petir-petir yang menyerang.
Qin Chen tersenyum mendengar kekhawatiran Qiu Yu Ran terhadapnya. Meskipun ia tadi ngambek, tapi ia tidak ingin membahayakan Qin Chen yang sedang menggendongnya.
Kini Qin Chen yang terbang dengan cepat menembus petir-petir dengan mudah, karena petir-petir itu seperti sudah di atur oleh seseorang yang hebat di atas sana.
Tidak tahu apa tujuannya, yang jelas Qin Chen sangat tertarik dengan harta di lantai sembilan. Qiu Yu Ran berpegangan erat dengan memeluk Qin Chen dengan lilitan tangannya yang lembut.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*