
Setelah mendapatkan diri, bahwa ia sekarang ini terlihat lemah, Qin Chen tersenyum tipis melihat semuanya. Sekarang, yang perlu ia lakukan adalah memposisikan diri sebagai Penguasa Alam Immortal di sini.
Karena dalam 2 bulan, ia naik ke Alam Surga lalu berpetualang disana. Tidak tahu apa yang akan terjadi, karena perubahan pasti aka tidakn menyertai perjalanan Qin Chen ini.
Putrinya datang setelah ia merasakan energi besar di dekatnya, saat sampai di tempat energi besar itu berada, ia melihat ayahnya yang tengah mengangkat tangannya.
Berjalan mendekati ayahnya, dimana ia penasaran dengan apa yang dilakukannya, Qin Chen menyadari ada energi yang familiar di dekatnya, jadi ia memalingkan wajahnya dan melihat putrinya.
"Ayah ... Apa yang Ayah lakukan disini?" Tanya Yin'er yang penasaran.
"Ayah hanya meregangkan tubuh Ayah, lalu kenapa Yin'er kemari?" Balas Qin Chen dengan bertanya kepada putrinya.
"Tadi Yin'er merasakan energi besar, jadi mengikuti aliran energi dan sampai di tempat ayah."
Qin Chen yang mendengar hal tersebut, ia sempat terkejut mendengar perkataan putrinya, lalu melihat Aura miliknya sendiri yang kini membaur dengan Alam ia tidak bisa berkata.
"Kemarilah dekat dengan Ayah." Kata Qin Chen sambil menyuruhnya untuk mendekati dirinya.
Yin'er mendengar itu, ia malu dan jalanya menjadi gugup karena di minta mendekati ayahnya, Qin Chen tentunya ingin mengajarkan banyak hal yang ia ketahui kepada putrinya, karena ia mau meluangkan waktu untuk keluarga sementara ini.
Setelah ia dekat dengan Qin Chen, Qin Chen melihat hal tersebut lalu mengangkat tangannya dan membelai rambutnya yang panjang. "Ayah akan mengajarimu sesuatu yang bagus, Yin'er harus menghafalkan ya ... "
"Ba- baik."
Qin Chen tersenyum mendengar hal tersebut, ia lalu berbicara dengan Qin Qui yang berada di dalam tubuhnya saat ini.
'Qin Qui, apa energi bintang masih ada dalam diriku?'
Qin Chen bertanya tentang energi bintang yang ia dapatkan dari meledakan Alam Mimpi, dimana Qin Qui bertugas untuk menyerap energi bintang tersebut.
__ADS_1
[Ada Tuan, apa Tuan ingin transfer energi kepada putri Tuan?]
'Tentu, setidaknya buat putriku naik tingkat agar lebih kuat dan bisa melindungi dirinya.'
[Baik Tuan.]
Energi bintang yang telah di serap oleh Qin Qui dan belum di berikan pada Qin Chen karena Qin Chen belum sembuh total, jadi ia menyimpan energi skala besar di dalam dirinya.
Memang sulit mempunyai sistem serba bisa seperti ini, karena takutnya ada sesuatu yang membuat semuanya mudah, dan ada udang di balik batu ini semua.
Langit dan Bumi bergetar hebat, gemuruh guntur mulai terdengar dimana-mana, energi Qin Chen menjadi ombak tsunami yang menerjang dinding pembatas Dunia.
Energi itu melonjak keluar melalui telapak tangannya, dimana saat Qin Chen membeli rambut putrinya, energi itu masuk ke dalam tubuh putrinya dimana membuat ia sangat terkejut.
"Ayah!"
Qin Chen tersenyum mendengar panggilan putrinya saat ini, ia lalu berkata dengan suara lembut. "Duduk dan bermeditasi, ayah akan mentransfer energi bintang ke dalam dirimu, lalu ayah akan mengajarimu Seni hebat selain sebelumnya, dan setelah itu kita akan jalan-jalan sebentar di luar."
Energi mengalir masuk ke dalam dirinya, dimana aliran energi mengalir ke arah Dantiannya, dan membentuk energi murni yang memperkuat tulang maupun fondasi miliknya.
Sedangkan di luar, energi tersebut membentang luar ke langit dengan aura megah membuat orang-orang di kota bersujud berlutut merasakan Aura Dewa di atas sana.
1 jam berlalu begitu cepat, Yin'er masih menyerap energi yang diberikan oleh Qin Chen saat ini, ia meningkatkan kemampuan miliknya secara merata, dimana laut pengetahuan miliknya mulai meluas dan semakin meluas.
Sedangkan istri kecil Qin Chen, ia telah bangun melihat semua ruangan sudah terisi penuh oleh banyak barang-barang untuk putra dan putri, kini ia sangat senang melihat semuanya.
Langit yang bergemuruh juga sudah mulai menghilang, dan kini Yin'er telah naik ranah, jadi ia sudah semakin kuat di bandingkan sebelumnya, ia lalu melihat ke arah ayahnya yang membantunya.
"Terimakasih Ayah," Yin'er berbicara dengan nada yang senang, bahkan wajahnya tidak bisa membohongi dirinya.
__ADS_1
"Sama-sama, sekarang kita jalan-jalan ke kota, ayah akan meluangkan banyak waktu untuk Yin'er dan istri Ayah ... Untuk pekerjaan ayah, ayah akan melakukannya di malam hari." Balas Qin Chen.
Mendengar hal tersebut, Yin'er senang dan memeluknya ayahnya dengan erat dimana ia menutup wajahnya di dada Qin Chen, dengan lembut Qin Chen mengelusnya.
"Kita jalan-jalan,"
Mereka akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan di kota, karena Qin Chen membagi waktu untuk putrinya dan untuk pelajaran yang ingin Qin Chen berikan bisa diberikan dilain Waktu. Di kota, banyak orang-orang yang memperhatikan mereka berdua yang sekarang ini berjalan di keramaian.
Bagaimana tidak, karena mereka berjalan keluar dari istana Kaisar, dan dari pakaian yang Qin Chen kenakan sekarang ini adalah Kaisar, dimana sudah di buat khusus untuk Qin Chen.
Siapa yang membuatnya? Tentunya ibu, istri, teman, dan keluarganya yang lainnya, mereka membuat pakaian khusus untuk Qin Chen yang diletakan di kamarnya, dimana di gantung dengan sangat rapi.
Yin'er, ia membeli banyak makanan dan juga barang-barang yang tidak tahu apa kegunaannya, karena dia menyukainya. Qin Chen hanya menuruti apa yang dia inginkan.
"Ayah ... Apa ayah akan memperluas wilayah disini?" Tanya Yin'er.
Mendengar hal tersebut, Qin Chen lalu menjawabnya. "Ya, ayah akan memperluas wilayah disini, dimana orang-orang dari luar kota bisa bergabung di dalam sini ... Dalam pembangunan, ayah akan merekrut orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan dengan gaji yang cukup untuk mereka."
"Lalu, bagaimana dengan sifat ibu? Apa ibu baik kepada ayah sebelumnya? Apa ibu marah-marah pada ayah? Atau ibu langsung memukul ayah?" Yin'er bertanya kepada Qin Chen.
Qin Chen mengingat apa yang terjadi sebelumnya, dimana ia hanya berbicara sebentar dengan Mu Xuayin, dan perpisahan itu sangatlah mendadak karena mengejar waktu.
"Hmmm ... Dia cantik, manis, lembut, baik, memiliki fitur tubuh yang sempurna, wajahnya seputih salju semulus sutra surgawi, dan dadanya sempurna untuk Ayah." Kata Qin Chen yang kelepasan dengan imajinasinya.
Tentunya, Yin'er mendengar itu mencubit tubuh ayahnya karena mengatakan hal yang tidak-tidak, dimana itu adalah ibunya sendiri. "Hmph! Dasar ayah! Memikirkan hal aneh-aneh tentang ibu!" Yin'er cemberut dengan gelembung di pipinya.
Ia tertawa canggung, dimana kelepasan tentang perkataannya, karena sudah kebiasaan dimana bibirnya selalu mengambil ahli dirinya ketikan melihat wanita cantik maupun tentang tubuhnya yang begitu menggoda.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*