
Qin Chen yang mendapatkan sebuah kotak misterius, kini ia lalu melanjutkan membersihkan tempat di sekitarnya. Selang beberapa menit berlalu, ia selesai membersihkan tempat pemakaman tersebut.
Kini Qin Chen menundukkan kepalanya memberikan doa kepada keluarganya, setelah selesai, ia lalu berjalan kaki dari sana mencari tempat yang cocok untuk melihat apa isi di dalam kotak tersebut.
"Kotak apa ini? Kenapa aku tidak bisa melihatnya? Apa ini kotak yang dibuat Dewa? Karena mengandung energi yang besar!" Ucap Qin Chen dengan bingung.
[ Qin Qui akan menganalisis kotak tersebut. ]
"Baguslah, aku ingin mencari tahu tentang kotak ini karena membuatku penasaran."
[ Serahkan saja pada saya Tuan. ]
Qin Chen tersenyum, ia lalu pergi dari sana untuk kembali ke tempat awal ia berada sebelumnya. Kini Qin Chen kembali terbang dengan cepat menuju tempat tersebut.
Setelah sampai, Qin Chen duduk kembali untuk menunggu Qin Qui selesai menganalisis. Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Qin Qui selesai menganalisis.
[ Tuan hanya perlu meneteskan darah Tuan untuk membuka kotak tersebut, karena kotak tersebut sudah di khususkan untuk darah Tuan. ]
Ia yang terkejut dengan kotak tersebut, kini Qin Chen lalu meneteskan darahnya ke atas kotak tersebut.
Tes!
Seketika seluruh bintang menjadi hening, perlahan Aura emas membentang luas membentuk sebuah bayangan naga yang begitu besar, tidak tahu apa maksud semua ini.
Seluruh dunia melihat fenomena tersebut, kini mereka semua tidak tahu tentang apa yang terjadi sebenarnya.
Kini Qin Chen yang tengah terduduk, ia melihat naga itu mulai turun dengan perlahan berubah menjadi sebuah gulungan emas, ia yang melihat tersebut lalu mengambilnya.
"Apa ini? Apa jalan harta karun?"
[ Coba buka Tuan. ]
"Baiklah, aku akan membukanya, karena aku juga penasaran."
__ADS_1
Qin Chen lalu membuka gulungan kertas tersebut lalu melihatnya, pada saat ia melihatnya, i terkejut dengan sebuah tulisan yang sangat familiar dengan pengelihatanya.
“Qin Chen, saat kamu melihat surat ini, maka kamu sudah berada di Bumi, kamu tidak perlu khawatir dengan ayah dan ibu, karena kami berada di Alam Surga untuk menunggumu disana. Jadi, kamu tidak perlu mencari ayah dan ibu, jika kamu ingin bertemu dengan ayah dan ibu. Kamu harus pergi ke Alam Surga.”
Surat tersebut membuat Qin Chen menjadi tersenyum puas sekaligus senang, karena ayah dan ibunya ada di Alam Surga. Pada saat ia tersenyum, ia berpikir tentang siapa yang memberikan surat ini.
'Alam Surga? Surat? Siapa yang memendam surat ini? Apa ayah dan ibu? Jika benar, siapa mereka sebenarnya hingga bisa berada di Alam Surga.'
[ Apa mungkin orang tua Tuan adalah Penguasa Surga! ]
Qin Chen tertegun dengan penjelasan yang tidak masuk akal itu, karena ia tahu benar sifat kedua orang tuanya. Tapi, semuanya yang ia baca seakan-akan adalah Penguasa Surga.
"Sudahlah, karena mereka sudah baik-baik saja di Alam Surga, tinggal aku yang akan ke Alam Surga, menemukan wanita itu lalu kedua orang tuaku."
[ Jika itu keinginan Tuan, maka Qin Qui akan mengikuti Tuan kemana saja. ]
Ia tersenyum, karena Qin Qui sudah mulai banyak bicara kepada dirinya. Sekarang adalah menyelesaikan masalah dirinya sendiri. Karena keluarganya sudah aman, kini ia mulai berdiri dengan senang.
Qin Chen kini pergi ke jembatan dimana tempat favorit miliknya, jembatan berwarna merah di Kota Beijing adalah jembatan pertama, dimana si polos Qin Chen memberikan janjinya.
Sesampainya Qin Chen di jembatan tersebut, ia lalu berjalan mendekati kursi dimana tempat favoritnya. Dengan perlahan ia duduk sambil melihat langit.
Langit yang cerah, dimana awan tidak terlalu banyak disana, kini ia yang tengah melihat langit, tiba-tiba detak jantungnya semakin cepat.
Deg!
Detak jantungnya berdetak kencang, ia tiba-tiba mengingat apa yang ia janjikan kepada Su'er waktu mereka sedang bersama. Qin Chen yang tiba-tiba melihat kedepannya, ia bahkan lupa dengan janji tersebut.
"Apa dia marah denganku, karena janji 3 tahun yang lalu?"
[ Benar Tuan, Qin Qui sudah mengintip beberapa kenang di pikirannya. ]
Qin Chen tertegun mendengarnya, ia bahkan sama lupa dengan janjinya sendiri. Tiba-tiba dari sisi depan, seorang wanita dengan pakaian kantor datang kepadanya.
__ADS_1
Ia datang dengan wajahnya yang kesal dan juga marah, dengan kekesalannya, ia lalu dengan cepat menampar Qin Chen.
Plak!
Melihat ia ditampar oleh wanita yang tidak diketahui, Qin Chen langsung mencengkram lehernya dengan erat.
"Kau pantas mendapatkan tamparan itu pria bajing*n! Kau membuat hati Su'er menderita! Kau pria bajing*n!"
Qin Chen melepaskan cengkeramannya, karena ia mendengarkan wanita tadi mengatakan dirinya bajing*n yang membuat Su'er menderita.
"Apa maksudmu?"
"Kau adalah pria bajing*n membuat Su'er menderita! Apa kau tidak tahu, berapa banyak pria yang ingin melamarnya? Semua pria ia tolak, karena ia mencintai seseorang yang membuat ia merasa nyaman!" Gadis didepannya mengatakan dengan menceramahi Qin Chen.
Sedangkan Qin Chen, ia kini terkejut karena Su'er menolak semua laki-laki demi satu orang, dan orang itu adalah dirinya sendiri yang membuat janji kepadanya.
"Su'er ia menceritakan tentang dirimu setiap kali ia mengingatmu, sampai sekarang ia terus menolak laki-laki yang melamarnya, ini semua karena kau! Aku tahu kau telah tiada 3 tahun yang lalu, aku sempat terkejut mendengar Su'er mengatakan bahwa kau masih hidup!" Jelasnya panjang lebar tentang Su'er, "Meskipun orang lain melupakanmu, Su'er sama sekali tidak bisa melupakanmu, aku teman dekatnya, jadi aku tahu bagaimana karakteristik Su'er! Sekarang, kau membuat hatinya hancur berkeping-keping! Apa kau masih bisa dibilang pria?"
Qin Chen terdiam karena mendengarnya, ia tidak berfikir bahwa Su'er menolak semua laki-laki demi dirinya. Meksipun tidak berlaku, tapi Qin Chen lah penyebab kebangkitan Su'er untuk tidak menolak apa saja.
"Jadi aku hanyalah bahan pelampiasan. "
Qin Chen kini melihat ke arah langit yang sama dengan tarikan nafas yang pelan, "Karenaku, Su'er hingga sekarang menderita.. tapi aku sudah memiliki istri, akan sulit baginya untuk menerimanya"
[ Ternyata Tuan, bisa mempermainkan hati wanita ya.. saya kira Tuan hanya bisa memainkan wanita selamanya. ]
Qin Chen hanya terdiam, ia masih melihat atas langit dimana ia telah pergi dari hadapan Qin Chen, dan pergi ke luar angka dimana hanya ada banyak binatang buas. Kini ia yang masih melihat langit, ia mulai berpikir kembali tentang semuanya.
Ia perlahan berdiri dari sana, ia lalu melihat ke arah wanita tersebut untuk bertanya, "Dimana Su'er biasanya pergi kerja?' "
"Ia telah pergi keluar kota lain untuk pindah bekerja."
Qin Chen yang mendengar itu, ia lantas terkejut dengan apa yang terjadi, karena Su'er pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun kepada Qin Chen yang berdiri disana.
__ADS_1
Pada saat itu, Qin Chen langsung melesat pergi untuk menemukan Su'er yang telah pergi dari kota, Qin Chen terbang melesat dari tempat ia berdiri sebelumnya.
Kini Qin Chen terbang dengan kecepatan biasanya, ia melintasi banyak kota, "Wanita ini, apa dia depresi karena aku melupakan janjiku?" Ia tidak tahu apa yang membuat ia lupa dengan janjinya.