Supreme God System

Supreme God System
Chapter 235 : Kota Immortal Immortal


__ADS_3

Di luar hutan, Qin Chen secara otomatis mengambil bambu-bambu yang berjatuhan ke dalam inventory miliknya, dimana disana ada Skill Auto Take.


Tidak memerlukan waktu lama, Qin Chen sudah bisa menyimpan semua bambu-bambu yang ia potong dengan pedangnya.


Mungkin, jika itu adalah sistem dewa biasa, akan sulit untuk menyimpan di dalam inventory, untungnya Qin Qui unik atau spesial, dimana dia bisa menyimpan benda apapun di dalam inventorynya.


Setiap kali peningkatan sistem, maka Qin Qui akan mendapatkan banyak fitur yang sangat menarik di dalam sistemnya. Qin Chen, ia sekarang ini tengah berdiri


"Fufufu ... Mari kita pergi dari sini, aku terlalu malas berhadapan dengan para immortal nantinya ... " Qin Chen mengatakan dengan nada malas.


"Fumu ... Fumu ... Kamu yang berbuat, kenapa kamu malas menyelesaikannya ... " Qiu Yu Ran membalasnya dengan tawa kecil.


Qin Chen hanya bisa tertawa canggung, ia tidak bisa mengelak lagi dengan perkataan istrinya, Qin Chen lalu menggaruk pipinya dengan ujung jarinya dengan canggung.


"Hahaha ... Ayah kena marah dengan Ibu Yan ... " Putrinya juga ikut meledek ayahnya yang kena marah oleh istrinya.


Qin Chen menghela nafas, lalu tersenyum dengan hangat kepada mereka berdua. "Ayo kita lanjutkan perjalanan menuju ke kota, aku juga memiliki janji dengan ayah untuk mencari seseorang, jika dia ada disini, aku hanya ingin mengatakan apa yang dikatakan oleh ayah ... "


"Janji? Apa kamu pergi malam-malam untuk bertemu dengan ayah?" Qiu Yu Ran bertanya kepada Qin Chen.


"Benar ... Ini adalah janji pria, jadi harus di tepati, karena aku tidak suka mengingkari janji ... " Qin Chen membalasnya dengan sedikit sombong di wajahnya.


"Hmmm ... "


Istrinya sedikit mengetahui apa yang dimaksud oleh Qin Chen, lalu mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju ke kota dengan menggunakan panda mereka.


Qin Chen terbang rendah mengimbangi mereka berdua yang menggunakan panda, perjalanan mereka mungkin akan membutuhkan waktu cukup lama, meskipun begitu, Qin Chen tidak mau cepat-cepat sampai ke kota.


Dimana, ia malas mendapatkan masalah nantinya, dan tujuan Qin Chen adalah untuk membawa istrinya jalan-jalan di Alam Immortal ini dalam beberapa minggu ataupun bulan.

__ADS_1


***


Kota Immortal Immortal.


Kota tersebut merupakan kota yang berada di bagian selatan Alam Immortal tertinggi, dimana memiliki penduduk yang padat dengan rata-rata seluruh penduduknya adalah seorang kultivator hebat.


Jika Qin Chen masih lemah, mungkin ia akan menjadi daging cincang di kota tersebut, karena rata-rata disana adalah kultivator, dengan kekuatannya yang sekarang ini, ia bahkan bisa melenyapkan satu Semesta dengan mudahnya.


Jauh dari kota tersebut, terlihat 3 orang berada di jalan setapak tanah dimana sekelilingnya di tutupi dengan pohon-pohon yang rindang, namun tidak terlalu tinggi, perjalanan mereka bertiga cukup menarik, dimana banyak hal baru yang mereka lihat.


Alam Immortal yang dibagi menjadi dua Alam, dimana terdapat Alam Roh yang merupakan tempat bersinggahnya roh-roh yang telah mati, dan tempat penampungan jiwa-jiwa malang.


Di Alam Roh tersebut juga memiliki pemimpin yang menguasai Alam tersebut, dan tentunya memiliki bawahan untuk mengurus Alam Roh. Dimana mereka bertugas mengatur, dan menjaga setiap wilayah yang telah di putuskan.


Qin Chen yang belum mendapatkan informasi dunia tersebut, ia harus berusaha dengan kemampuannya agar bisa mendapatkan informasi tentang dunia tersebut.


Saat memikirkan hal aneh-aneh, pikiran Qin Chen mulai berkeliaran kemana-mana dengan kehilangan diri yang membuat tubuhnya berjalan mengikuti irama hati.


Saat sedang berjalan, Qin Chen terdiam sesaat, dimana ia seperti berpikir.


'Tunggu dulu ... Kalau tidak salah ingat, aku pernah mendapatkan Inti Energi Ilahi, dimana aku menyimpannya, karena aku sedang sibuk waktu itu ... '


Memikirkan energi tersebut, Qin Chen yang sekarang ingin sekali menggabungkan kekuatan tersebut, tapi mengingat bahwa tidak ada lawan sepantaran, dimana bukan Alam Surga, ia tidak jadi untuk menggabungkan kekuatan tersebut.


'Lebih baik aku simpan saja, dan menunggu di Alam Surga, lalu aku akan menggabungkannya, agar Dewa di Alam Surga tidak ada yang bisa menandingiku.'


Pikirannya yang belum mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya, dimana akan menjadi pertarungan yang akan membunuhnya sendiri. Kekuatan yang di luar nalar Dewa, dan sangat mutlak bagi para dewa, kekacauan yang menghancurkan ribuan Semesta.


Dewa dari luar Alam Surga akan membunuhnya di saat waktu yang tepat, Qin Chen, ia bahkan belum mempersiapkan diri akan pertarungan tersebut. Mungkin, disanalah tempat ia akan menampilkan Kedewaan miliknya, dan kekuatan aslinya.

__ADS_1


Di luar Alam Surga, terdapat banyak sekali Dewa-dewi yang tidak terhitung jumlahnya, dimana mereka bersemayam di bintang-bintang yang mereka inginkan. Hidup seperti manusia biasa, dimana melindungi diri mereka dari eksistensi tertinggi, maupun eksistensi iblis.


Kembali ke tempat Qin Chen berada, sekarang ia sedang berjalan menuju ke kota yang sudah mulai terlihat gunung tinggi, gunung tersebut sebagai tanda bahwa kota telah dekat.


Selang beberapa menit berlalu, mereka bertiga akhirnya sampai di kota dengan jalan kaki, dimana Qin Chen menyimpan kembali panda tersebut ke dalam inventory, agar tidak membuat keributan di kota.


Qin Chen melihat orang-orang di kota sangatlah ramai, untungnya tidak ada penjaga gerbang yang merepotkan. Setibanya mereka di kota, mereka berjalan menuju tempat pertama kali yaitu, penginapan.


Tentunya tindakannya ini seperti di ulang-ulang, bukan karena sengaja, melainkan agar ia mendapatkan kamar untuk menginap, jika telat saja, mereka tidak akan bisa mendapatkan ruangan untuk beristirahat.


Ditambahkan dengan istrinya yang tengah mengandung, tentunya harus mendapatkan perhatian khusus, dan penuh. Dimana harus siap siaga atas apa yang akan terjadi nantinya.


'Qin Qui, perintahkan bayanganku untuk masuk ke dalam bayangan istriku, dengan basis kultivasi yang tinggi, jika aku jauh dari sisinya, istriku akan di lindungi oleh mereka.'


[ Baik Tuan. ]


Setelah meminta Qin Qui mengatur bayangan miliknya, Qin Chen bisa tenang jika meninggalkan istrinya sendiri. Tapi, ia tidak akan setega itu untuk meninggalkan dirinya sendiri, tapi semuanya untuk berjaga-jaga.


Berjalan kaki menuju penginapan untuk mendapatkan ruangan, agar tidak tidur di pinggir jalan, karena harga rumah di kota ini mungkin akan setinggi langit, dan uang Qin Chen akan melebihi harganya.


Penginapan dan gerbang kota tidak terlalu jauh, jadi mereka bisa dengan cepat sampai disana, walaupun biayanya akan mahal, Qin Chen tidak akan keberatan dengan hal tersebut, dibandingkan membeli rumah.


Orang-orang di kota tentunya melirik ke arah putrinya, dan juga istrinya, dimana mereka berdua memiliki kecantikan Surgawi melebihi ekspektasi. Kecantikan yang menyebabkan perang saudara akan terjadi, tentunya sangat berbahaya dibandingkan Dewa Surga.


...


*Thanks You For Reading*


Note: Mulai besok akan mulai rutin seperti biasanya z 3 Chapter sehari :) Makasih banyak yang masih membaca karya amatir Author :)

__ADS_1


__ADS_2