
Di hamparan tanah, Qin Chen yang telah berubah seperti biasa lagi, ia baru bisa berbicara santai dengan Su'er, disana ia juga sudah selesai membereskan semua masalah di kota Fairy Demon.
Su'er yang melihat penampilan Qin Chen sebelumnya, ia sangat terkejut dengan penampilannya, saat ia melihat wajahnya Qin Chen, ia menyadarinya. Bahwa penampilan tadi adalah sisi jahat Qin Chen sebenarnya, karena ia pernah melihat Qin Chen menghancurkan keluarga Han dengan penampilan ini, tapi ia hanya bersikap dingin kepadanya.
Sekarang ia tahu, bahwa Qin Chen memiliki sisi jahat yang tidak memperdulikan orang-orang di sekitarnya, bahkan anak kecil sekaligus. Su'er yang dari tadi memandangi dirinya, kini Qin Chen bingung dan bertanya.
"Ada apa Su'er? Apa ada yang salah dengan penampilanku?" Tanya Qin Chen.
"Tidak ada, aku hanya melihat perubahanmu tadi, aku berpikir bahwa tadi adalah sisi jahat yang kamu miliki." Balas Su'er.
Mendengar perkataan Su'er, Qin Chen disana sempat tertegun dengan jawabannya. Karena memang benar, itu seperti sisi jahat Qin Chen yang ia dapatkan saat membantai satu daratan demi menyelamatkan ibunya.
Qin Chen lalu mengajaknya berjalan tidak tahu kemana, karena ia belum melihat peta harta karun yang sudah di sepakati oleh Qin Chen dengan Qin Qui.
Di saat jalan, ia membuka peta harta karun yang diberikan oleh Qin Qui kepadanya, atas penawaran tukar. Ia melihat bahwa peta itu menunjukkan bahwa, jalan pertama yang mereka lalu adalah mencari pohon apel berbentuk oval.
Melihat hal tersebut, Qin Chen merasa seperti di bohongi, karena pohon apel berbentuk oval apa ada di bintang ini. "Apa-apaan peta ini, mencari pohon apel berbentuk oval? Apa yang memberikan peta ini sedang bercanda.."
[ Tentu tidak Tuan, coba lihat di bagian barat dari tempat Tuan berjalan. ]
Qin Chen lalu menoleh ke arah barat, dimana beberapa kilometer dari tempat ia berdiri bisa terlihat pohon apel berbentuk oval di kejauhan, melihat hal tersebut, Qin Chen menelan ludahnya karena tidak percaya.
"Su'er, Ikuti aku, aku menemukan pohon apel tersebut."
"Baik,"
Mereka berdua berjalan menuju barat untuk melihat pohon apel berbentuk oval, dimana pohon tersebut sudah berbuah apel manis berwarna emas. Tidak tahu apa khasiatnya, karena Qin Chen belum mencobanya, jika sudah di coba oleh Qin Chen sendiri, ia akan mengetahui khasiat yang terkandung di dalam apel emas oval.
Kini mereka berjalan bersama menuju pohon apel dengan Qin Chen memegang tangan Su'er agar tidak jauh darinya, karena disini masihlah berbahaya untuk Su'er, karena semua laki-lakinya tidak memiliki akal sehat lagi.
__ADS_1
Berjalan di hamparan tanah, mereka cukup kepanasan karena matahari di dekat sana sangatlah panas, meksipun begitu banyak tumbuhan yang tubuh di kepanasan.
Melihat Su'er yang kepanasan, Qin Chen tidak sanggup melihat dirinya kepanasan, jika ia tidak ikut dengan Qin Chen, ia pasti bekerja di bawah bangunan yang ber-AC, dimana ia tidak akan kepanasan seperti sekarang ini.
'Qin Qui, apa kamu menjual payung?'
[ Tentu Tuan, seluruh perabotan rumah, Qin Qui menjualnya. ]
'Aku beli satu payung dengan motif mawar berwarna merah,'
Qin Chen memilih semuanya, karena untuk membuat Su'er tidak kepanasan, meskipun ia berjalan tidak membicarakan tentang kepanasan, tapi mengingat dirinya adalah gadis muda berusia 21 tahun. Bagaimana bisa Qin Chen membiarkan kulitnya yang putih halus, harus kebakar oleh matahari di bintang ini.
[ Selamat Tuan berhasil membeli 1 payung, dengan Harga; 1 Trilliun Poin Tukar. ]
'Terimakasih Qin Qui.'
Setelah membeli payung, ia lalu mengeluarkan dari inventory miliknya untuk diberikan kepada Su'er yang berada di sampingnya. Saat ia mengeluarkan payung, ia lalu memayungi Su'er yang berada di sampingnya.
Sedangkan Su'er yang melihat, ia sangat terkejut bahwa Qin Chen mengeluarkan payung untuk meneduhkan dirinya, melihat hal itu, ia memegang payung tersebut untuk di bagi berdua.
"Kamu juga tidak boleh kelelahan, karena kamu baru saja bertarung melawan musuh kuat." Ujar Su'er yang berjalan sambil memandangi Qin Chen di sampingnya.
Sebagai tanggapan, Qin Chen tersenyum mendengarnya Su'er mengatakan hal tersebut, kini mereka berdua berjalan kaki menuju peta harta karun pertama, karena itu adalah jalan untuk melanjutkan perjalanan menuju peta selanjutnya.
Setibanya mereka di pohon apel berbentuk oval, mereka semua melihat bahwa benar pohonnya berbentuk oval, pohon tersebut seperti di sihir oleh seseorang agar berbentuk oval dan tidak kembali seperti semula.
Su'er berjalan mengelilingi pohon tersebut, ia melihat apa ada yang aneh di pohon tersebut, tapi sepanjang ia mencari tidak ada petunjuk satupun disana.
Qin Chen lalu melihat peta lagi, dimana Su'er berjalan kesampingnya untuk melihat peta itu juga, karena ia ingin membantu Qin Chen mendapatkan harta karunnya.
__ADS_1
"Menurut petunjuk, Pohon Apel berbentuk Oval adalah jalan pertama, lalu sebelum melanjutkan perjalanan, kita harus mencari sesuatu yang aneh di pohon tersebut? Tapi apa yang aneh? Yang paling aneh adalah kenapa Pohon ini bisa berbentuk Oval." Kata Su'er yang penasaran dengan teka-teki seperti ini.
"Hmmm, seperti main balok susun sewaktu kita masih kecil saja.." Balas Qin Chen yang melihat pohon apel.
Ia lalu berjalan sambil memperhatikan sedemikian rupa pohon tersebut, apa ada yang aneh atau tidaknya. Agar mereka bisa melanjutkan perjalanan menuju tempat selanjutnya.
Saat Qin Chen melihat lebih dekat, ia melihat ada yang aneh di balik pohon tersebut, saat ia semakin dekat melihat, ia lalu melihat jelas bahwa sesuatu yang aneh ada di sana.
Ia membersihkan bagian tersebut agar melihat apa tulisan tersebut, Su'er yang melihat Qin Chen seperti mendapatkan sesuatu, ia lalu mendekat untuk melihat, pada saat tempat yang dibersihkan oleh Qin Chen, mereka berdua melihat sebuah tulisan yang berkata.
“Jika ada yang berbentuk bulat, maka ada yang berbentuk segitiga, jika ada lautan, maka akan ada daratan.”
Mereka berdua membaca tulisan tersebut dengan heran, karena tidak tahu maksudnya, Qin Chen dan Su'er saling memandang satu sama lainnya, yang mengartikan bertanya.
Su'er yang genius di abad modern, ia berpikir sambil berjalan kemari untuk mencari tahu jawaban tersebut. Sedangkan Qin Chen berdiri dengan tenang, meskipun pikirannya sedang berperang dengan memory nya.
'Jika ada yang berbentuk bulat, maka ada yang berbentuk segitiga, jika ada lautan, maka akan ada daratan? Apa maksud semua ini?'
Ia berpikir tentang teka-teki di depannya, karena lebih baik melawan Dewa di bandingkan harus menyelesaikan teka-teki merepotkan seperti ini, Qin Chen yang berpikir tentang kehidupan dirinya yang bagaikan bulat, selalu berjalan berputar dimana ia berjalan.
Suatu hari berjanji untuk menemukan wanita misterius itu dan bertanggung jawab, kini ia sudah mempunyai istri yang tengah mengandung anaknya. Kisah Qin Chen, seperti cinta segitiga yang mungkin akan menimbulkan konflik yang besar di masa depannya.
Meskipun banyak rintangan yang menghadang, ia tetap tenang seperti air lautan yang tidak bergerak, jika tidak ada benda yang berada di dekatnya untuk menggerakkannya.
Perjalanan yang tenang, akhirnya sampai di daratan yang dimana ia bahagia bisa bertemu dengan istri kecilnya, karena di sanalah ia baru merasakan kebahagiaan yang sangat mendalam baginya.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1