
Ri Hongyi, ia memerintahkan kepada seluruh pasukannya untuk kembali ke Istana, karena perang berakhir dengan sangat cepat. Sedangkan Qin Chen, ia sedang duduk dengan memandangi layar hologram di depannya.
Ia bukan melihat statusnya, melainkan melihat map yang diberikan oleh Qin Qui kepadanya, disana juga sudah terdapat tanda-tanda yang menandakan keberadaan harta, maupun hal lainnya.
'Qin Qui, apa yang kamu ingin katakan sebelumnya?'
Qin Chen bertanya kepada Qin Qui, karena sebelumnya Qin Qui ingin mengatakan sesuatu kepada Qin Chen.
[ Bagaimana jika Tuan melahap perpustakaan ke dalam sistem, dan Qin Qui bisa menyalurkan segala jenis buku ke dalam pikiran Tuan. Jadi, intinya Tuan tidak perlu repot-repot membuang waktu untuk membaca hal sepele. ]
Ia terdiam sesaat, lalu menampilkan senyuman senang di wajahnya, jika ia membaca buku di perpustakaan yang belum di ketahui seberapa luasnya, jika itu luas, maka Qin Chen akan membutuhkan waktu yang lama untuk selesai membaca.
Tapi, dengan bantuan Qin Qui, Qin Chen dengan mudah mendapatkan informasi yang begitu ia inginkan, maupun kekuatan di sana. Dengan begitu, ia tidak akan membuang waktu lagi di Alam Immortal ini.
Setelah beberapa lama perjalanan menuju Istana, kini mereka semua telah sampai di istana, dimana Qin Chen tidak masuk kedalam, karena memikirkan waktu.
Qin Chen berdiri di sana, dimana di kelilingi oleh banyak pasukan yang berada di Istana Naga. Su'er dan Yin'er berada di sampingnya, karena mereka mengikuti Qin Chen yang sekarang ini.
"Aku tidak memiliki waktu banyak untuk disini, karena aku memiliki sesuatu yang harus kulakukan di Alam Immortal tertinggi nantinya." Kata Qin Chen dengan lembut.
"Semua masalah perang sudah ku selesaikan, sekarang hanya tergantung padamu tentang memimpin ketiga wilayah lainnya. Aku tidak ingin ikut campur dalam hal itu," Ucap Qin Chen yang masih menjelaskan.
"Terimakasih banyak, Tuan. Karena sudah meluangkan waktunya untuk membantu Klan naga.. saya tidak akan melupakan kebaikan Tuan sampai kapanpun itu, jika tuan membutuhkan bantuan, saya akan membantu sebisa mungkin." Balasnya dengan suara ramah.
Tersenyum, Qin Chen tersenyum mendengarnya, ia lalu berkata. "Sama-sama, sepertinya sudah waktunya aku pergi, selamat tinggal, dan sampai ketemu lagi.."
Qin Chen mundur kebelakang, lalu memegang Su'er dan juga Yin'er di tangannya, ia lalu terbang pergi menjauh dari tempat Ri Hongyi berada, dimana seluruh prajurit disana memberikan hormat kepada Qin Chen.
Ia pergi jauh dari istana naga, dimana ia akan kembali ke permukaan tanah yang berada di atas sana. Dalam perjalanan keluar dari dalam laut, Qin Chen hanya diam saja tanpa mengatakan apapun kepada mereka berdua.
__ADS_1
Saat melihat permukaan, Qin Chen langsung menambahkan kecepatan miliknya hingga menembus air yang tenang.
Duarr!
Ledakan air yang terjadi akibat benturan keras dari dalam laut, Qin Chen berada di atas langit-langit dengan kedua wanita cantik disampingnya, dimana ia melihat sekitarnya dengan seksama.
Setelah melihat, ia lalu berbicara lembut kepada putrinya. "Yin'er, maafkan ayah karena kamu tidak bisa melihat pemandangan di laut, karena ayah melakukan ini untuk sesuatu yang penting bagi ayah."
"Tidak apa-apa ayah, Yin'er sudah puas melihat laut sebelumnya, yang terpenting Yin'er adalah bersama Ayah selamanya." Ujar Putrinya dengan senang.
Mendengar perkataan putrinya, Qin Chen tersenyum lalu membawa mereka semua pergi menjauh dari laut, ia membawa pergi menuju tempat perpustakaan yang berada di hadapannya.
Qin Chen sebelumnya melihat map, dimana kaisar berada di arah yang sama di kedua harta lainnya. Meskipun arahnya sama, tapi jarak antara mereka sangatlah jauh dari apa yang di bayangkan.
Lebih baik melintasi langit berbintang dibandingkan melintasi perpohonan. Karena sensasi terbang sangatlah berbeda disaat melintasi langit berbintang dibandingkan dengan perpohonan.
Perpustakaan kuno yang terkubur lama di atas langit, tidak ada yang mengetahuinya karena ada sebuah penghalang yang membuat mereka tidak bisa melihat keberadaannya.
Qin Chen dengan map, tentunya lebih mudah dari pada mencari menggunakan kekuatan matanya. Perpustakaan kuno tersebut adalah harta berharga bagi para Dewa di Alam Surga, kenapa? Karena di dalam sana terdapat Han sekali buku seni bela diri maupun misteri-misteri Alam Surga.
Perpustakaan kuno yang memiliki besar, sebesar bumi, dimana itu sangatlah besar bagi buku-buku yang terkumpul disana. Karena, bintang tersebut adalah tumpukan ribuan bintang menjadi satu kesatuan.
Penghalang Surgawi, dimana bisa menutupi keberadaan suatu objek dari Semesta, maupun hukum surga, penghalang tersebut hanya ada di perpustakaan kuno di bintang selatan.
Qin Chen yang terbang dengan cepat, ia mengarah ke tempat Perpustakaan yang berada di atas langit, jika kultivator biasa, mereka seperti menembus perpustakaan itu. Sedangkan untuk Qin Chen, ia bisa melihat jelas bahwa ada sebuah Istana yang begitu besar dan megah, meskipun desainnya kuno.
Sesampainya di sana, Qin Chen terbang menatap dengan tatapan seiring, bahwa ia melihat Istana yang berukuran lebih besar dari istananya sendiri di bintang kematian.
"Yin'er, kamulah yang terkuat di sini, bisa kamu lihat ada apa di depanmu.." Tanya Qin Chen yang penasaran.
__ADS_1
Yin'er memiringkan kepalanya, karena ia bingung kepada apa yang dikatakan oleh ayahnya, sebab, ia hanya melihat Langit cerah. "Tidak ada ayah.. Yin'er hanya melihat langit cerah.."
Mendengar hal tersebut, Qin Chen terkejut dengan apa yang ia dengar, ia lalu melihat sekitarnya yang sepi tidak ada orang-orang disana. Karena ia ingin masuk memecahkan penghalang disana.
"Sungguh aneh.. kenapa harta-harta berharga selalu di bawah Alam Surga? Apa semuanya sudah di atur oleh Hukum? Atau ada seseorang yang memindahkan semuanya." Ucap Qin Chen yang bingung.
"Ada apa Qin Chen? Sepertinya kamu melihat sesuatu di depan.." Ucap Su'er kepada Qin Chen yang berada di sampingnya.
"Tidak apa-apa.. aku hanya sedikit bingung dengan semuanya, tunggulah disini sebentar, aku akan melakukan tugasku terlebih dahulu." Balasnya.
Qin Chen melayang kedepannya dengan begitu tenang, tenang seperti air tapi kejam seperti iblis, sifatnya bukanlah Qin Chen sebenarnya. Apa dia reinkarnasi Dewa Iblis? Atau dia adalah Dewa Tertinggi?
Semuanya hanyalah sebuah misteri yang belum di pecahkan oleh orang lain maupun dirinya sendiri, semuanya seperti hayalan yang dimana ia menjadi kuat begitu mudah seperti mimpi.
Dimana disaat ia terbangun dari tidurnya, semuanya hanyalah sebuah cerita belaka yang tidak bisa ia rangka kembali seperti semula lagi, karena semua hanyalah mimpi tidurnya.
Qin Chen mengangkat tangannya kedepan, dengan tangan selaras angin mulai memancarkan cahaya emas yang begitu terang.
'Qin Qui, mulailah.'
[ Baik Tuan. ]
Qin Qui lalu memulai proses penyimpanan perpustakaan, dimana cahaya emas yang keluar dari tangan Qin Chen, kini menyelimuti seluruh perpustakaan yang begitu besar di sana.
Saat perpustakaan di selimuti cahaya emas milik Qin Chen, mereka berdua bisa melihat sebuah Istana yang begitu besar. Bahkan besarnya seperti bintang itu sendiri.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1