Supreme God System

Supreme God System
Chapter 52 : Melanjutkan Perjalanan


__ADS_3

Setelah seharian bersenang-senang bersama Ru'er mengunjungi tempat-tempat yang bagus di Kota Yuan, sekarang ini mereka sedang tertidur di dalam ruangan karena belum bangun dari mimpi indah mereka masing-masing.


Selang beberapa saat akhirnya Qin Chen terbangun dari tidurnya, kepingan-kepingan matanya mulai berkumpul dan melihat ia sedang berada di dalam ruangan.


"Hari-hari menghebohkan akan dimulai lagi.." Gumamnya yang seperti sudah mengetahui hal menghebohkan lagi di Kota Yuan.


Qin Chen mengangkat tubuh nya perlahan lalu pergi untuk bersih-bersih sejenak, ia bersih-bersih karena sudah lama tidak mandi setelah ia pergi dari Danau Dewi Bulan.


Didalam ruangan mandi, ia berendam di dalam bak mandi untuk beberapa saat sambil menggunakan pewangi aroma kesukaan nya. "Hari ini atau besok pergi ke kota selanjutnya?" Gumamnya.


Setelah ia selesai bersih-bersih, ia menggenakan pakaian sebelumnya namun ini yang baru karena pakaian sebelumnya kotor karena sudah lama ia kenakan. Dengan begitu ia keluar dari kamar mandi berjalan mendekati jendela penginapan lalu duduk di kursi nya.


Qin Chen memandang matahari terbit dari penginapan nya, karena ia bangun lebih awal dari biasanya ia bangun. Karena ini Dunia lain, ia ingin melihat matahari terbit dengan matanya sendiri bagaimana bentuknya. Apakah sangat indah atau tidak itu tergantung dengan pengelihatanya sekarang ini.


Qin Chen terduduk menatap ke Timur, dimana ada pergunungan yang cukup besar menambahkan daya tarik tersendiri jika matahari terbit. Adiknya masih tertidur pulas di atas kasur bersama Xiao Laohu di sampingnya.


Matahari terbit atau bisa di sebut dengan arunika adalah peristiwa di mana sisi teratas Matahari muncul di atas horizon di sebelah timur. Matahari terbit tidak sama dengan fajar, di mana langit mulai terang, beberapa waktu sebelum Matahari muncul, mengakhiri Twillight.


Matahari terbit dan Matahari terbenam adalah, dari satu sudut pandang, ilusi optik. Matahari juga muncul lebih besar di horizon, tetapi hal ini merupakan ilusi optik lainnya, sama dengan ilusi bulan.


Saat waktu menunjukkan terbit nya Matahari. Qin Chen duduk menatap ke arah pergunungan, karena di balik pergunungan itu adalah tempat kelahiran di dunia ini.


Perlahan-lahan Matahari menampakkan diri dari balik pergunungan di depannya, sinar cahaya rona merah dan oranye langit ketika Matahari terbit terlihat di bola matanya yang berbinar.

__ADS_1


Mengagumkan! Aku tidak pernah melihat sebagus ini selain disini!


Matahari terus naik seiring berjalannya waktu dunia ini, orang-orang juga mulai bangun dari tidurnya untuk melakukan aktivitas seperti biasanya di Kota.


Qin Chen masih menatap Matahari untuk pertama kalinya di Dunia fantasi. "Matahari terbit sebagai tanda berawalannya kehidupan baru, tapi kenyataannya masih banyak orang tenggelam dalam masa lalu yang kelabu" Qin Chen melihat sekitarnya dengan mengeluarkan sebuah kata-kata.


Selang beberapa waktu berlalu Kota Yuan mulai diramaikan dengan orang-orang yang berdagang. Adiknya juga mulai bangun dari tidur nya, ia melihat kakaknya sudah bangun sedang duduk di samping jendela ruangan. "Kakak sudah bangun?" Ucapnya yang masih terbaring di tempat tidur.


Qin Chen tersenyum hangat, dengan Ru'er yang mulai merangkak untuk duduk sambil mengusap-usap matanya karena baru bangun Tidur.


Ia beranjak dari tempat tidur nya untuk bersih-bersih seperti biasanya, ia bersih-bersih sendiri di kamar mandi dengan membawa pakaian yang sudah banyak di beli oleh Qin Chen.


Setelah beberapa menit, Ru'er sudah selesai bersih-bersih, ia berjalan mendekati kakaknya yang sedang duduk di samping jendela. "Apa kita akan pergi sekarang kak?" Ucap Ru'er yang bertanya kepada Qin Chen.


"Benar, kita akan pergi sekarang ke Ibukota." Balas Qin Chen sambil mengangkat nya ke pangkuan untuk melihat orang-orang dari jendela.


Mereka berdua keluar ruangan, setelah keluar ruangan Qin Chen mengunci ruangan lalu mengambil kuncinya, untuk di kembalikan kepada pemilik penginapan. Setelah sampai di lantai pertama di mana resepsionis sedang berdiri di tempatnya, Qin Chen menghampirinya untuk mengembalikan kuncinya.


"Ini kunci ruangan nya, aku hanya sampai disini saja menginapnya" Ucap Qin Chen sambil memberikan kunci Ruangan.


Wanita resepsionis itu melihat Qin Chen sebentar, lalu ia mengambil kunci ruangan Qin Chen. "Baik, Kalau Tuan membutuhkan penginapan lagi, penginapan ini akan selalu terbuka" Balasnya dengan tenang.


Qin Chen tertawa kecil lalu ia memutar tubuhnya dengan berjalan pelan mau keluar dari penginapan. "Tentu, terimakasih dan sampai ketemu lagi." Ujarnya sambil melangkah keluar penginapan.

__ADS_1


Setelah keluar dari penginapan Xiao Laohu diminta Qin Chen menjadi besar, ia menjadi besar untuk bisa di naikin oleh Ru'er. Dengan adanya Xiao Laohu membuat Qin Chen terbantu untuk melindungi Ru'er.


Mereka berjalan kaki menuju Paviliun Pelelangan untuk membawa manager pelelangan pergi ke Ibukota. Sepanjang perjalanan mereka di lihat orang-orang Kota lagi namun di abaikan saja oleh Qin Chen.


Sesampainya di depan Paviliun Pelelangan keluar manager Pelelangan yang tidak lain adalah Yu Lin. Yu Lin karena sudah di beritahukan oleh Qin Chen melalui Telepati, karena seorang kultivator di Ranah Martial God bisa menggunakan Telepati Jarak dekat maupun Jauh. Karena itu kenapa manager pelelangan sudah siap di jemput Qin Chen.


"Kita berangkat langsung." Ucap Qin Chen.


Yu Lin mengangguk kecil lalu mengikuti Qin Chen berjalan menuju gerbang Kota Yuan di bagian barat, karena jalur setiap kota di bagi menjadi empat. Utara, Timur, Selatan, dan Barat.


Qin Chen sebenarnya mau langsung terbang menuju Ibukota, namun ia membawa Yu Lin di Ranah Xiantian, dan itu jika di adu kecepatan nya akan kalah dengan Qin Chen yang sudah bisa terbang dengan cepat.


Ibukota? Sepertinya akan banyak hal-hal yang akan terjadi lagi kedepannya! Dan aku sudah siap dengan semuanya!


Dalam pikirannya ia sudah siap akan menghadapi segala masalah yang akan datang pada dirinya, dengan persiapan matang ia akhirnya keluar dari Kota Yuan berjalan kaki menuju Hutan di dekat kota Yuan.


Mereka bertiga berjalan kaki dengan langkah kaki pelan agar tidak kelelahan untuk berjalan kaki ke ibukota. Meski Xiao Laohu bisa membawa Yu Lin, namun Qin Chen mau berjalan kaki. Karena menurut Qin Chen berjalan kaki akan membuat ia beruntung mendapatkan barang-barang yang bisa ia gunakan ataupun adiknya.


Akhirnya tidak berselang lama mereka bertiga memasuki Hutan yang lebat dengan perpohonan Pinus, "Sangat banyak perpohonan, pasti banyak Monster ataupun Bandit Hutan lagi" Ucapnya yang santai sambil menghela nafas.


"Biarkan Xiao Laohu menangani nya kak, benarkan Xiao Laohu.." Ujar Ru'er sambil melihat Xiao Laohu dan mengelus bulunya.


Xiao Laohu mendengkur mendengar perkataan Ru'er, karena mereka berdua sudah menjadi teman baik bahkan setiap Tidur, Xiao Laohu di peluk Ru'er dan kemana-mana Xiao Laohu di gendong nya.

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2