Supreme God System

Supreme God System
Chapter 208 : [PMP] Konflik di restoran! (48)


__ADS_3

Qin Chen yang mengantri di belakang orang-orang di depannya, orang-orang tersebut antara lain adalah pedagang, kultivator, dan beberapa orang yang tidak dikenalnya.


Antriannya cukup panjang hingga menghabiskan beberapa menit berlalu, pada akhirnya Qin Chen berjalan maju karena sudah antriannya untuk masuk kedalam kota.


"Siapa namamu? Dari mana kau berasal?" Tanya penjaga kepada Qin Chen.


"Namaku Qin Chen, dari Alam Immortal wilayah barat, bintang kematian.." Balas Qin Chen dengan nada yang dingin.


Jderr!


Suara sambaran petir membuat semua orang-orang di kota menjadi gemetaran, Su'er, dan Yin'er melihat ekspresi wajah orang-orang di sekitarnya berubah menjadi ketakutan, seakan-akan mereka telah melihat hantu.


'Qin Qui, apa identitasku di alam ini sudah diketahui?'


[ Identitas Tuan sudah dikenali oleh orang-orang di bintang ini, karena pertarungan Tuan melawan Dewa Galaxy wilayah Utara, itulah yang membuat nama tuan terkenal di Semesta ini. ]


Qin Chen cukup terkejut dengan semuanya, karena ia sebenarnya tidak ingin menjadi artis yang tiba-tiba terkenal, tapi melihat bahwa dirinya memang selalu terkenal dimanapun dia berada.


Ia kini lalu melihat ke arah penjaga tersebut dengan pandangan dingin, "Apa aku bisa masuk sekarang? Aku tidak keberatan untuk bermain-main di depan gerbang Kota! Mungkin akan ada banyak darah yang mengalir deras di tanah!"


Qin Chen yang mengatakan dengan nada intimidasi, ia yang berbicara dengan suara seperti itu membuat penjaga tersebut tidak bisa apa melainkan memberikan dia masuk kedalam.


"Ba-baik.. an-anda boleh masuk sekarang.. selamat menikmati perjalanan anda.." Ujarnya dengan suara yang takut.


Ia yang dibukakan pintu masuk, kini berjalan masuk ke kota dengan wajah yang kagum dengan kota sekarang ini. Qin Chen berpikir untuk membuat kerajaan sendiri di bintang ini, karena bintang ini sangatlah besar.


"Sekarang kita akan ke restoran untuk mengisi perut, lalu mencari penginapan untuk menginap.." kata Qin Chen dengan suara lembut.


Mereka mengangguk paham, dengan begitu mereka bertiga berjalan kaki di dalam kota yang ramai dengan orang-orang disana. Mereka rata-rata melihat ke arah kecantikan mereka berdua.


Qin Chen yang sebagai ayahnya Yin'er, dan masih teman baik dari Su'er, ia sedikit kesal dengan anggota kelompok mana yang berani melihat putrinya dengan pandangan menjijikkan.

__ADS_1


"Bajing*n ini! Berani melihat Putriku dengan tatapan menjijikkan, dan berani melihat Su'er dengan tatapan seperti itu! Mereka mencari kematian!" Gumamnya.


Gumamnya Qin Chen bisa terdengar oleh mereka berdua yang berjalan di sampingnya, sekarang ini ia menatap mereka semua dengan tatapan membunuhnya.


Srash! Srash!


Saat Qin Chen menatap mereka, sebuah sayatan besar membunuh mereka semua yang menghinanya sebelumnya. Qin Chen tidak peduli dengan mereka, lalu ia membunuhnya dengan di bakar tanpa adapun orang yang tersisa.


Teriakan-teriakan mereka menggema di kota, dimana Qin Chen mengabaikan saja begitu saja. Ia berjalan melanjutkan perjalanan menuju restoran kota terdekat.


Qin Chen setelah membunuh orang tersebut, ia melihat ke arah orang-orang dengan tatapan dingin, disertai hawa membunuh yang begitu mengerikan di pancarkan dalam dirinya.


Mereka bertiga berjalan menuju tempat restoran yang berada di Kota DongDue. Dimana restoran terbesar dan termewah di kota tersebut, dengan fasilitas lengkap berserta minuman khas dari restoran.


Setibanya mereka di depan restoran, Qin Chen dibuat terkesan dengan restoran tersebut, karena bergaya kuno kerajaan. Ia perlahan melangkahkan kakinya menuju restoran.


Saat pintu di buka, orang-orang di dalam restoran melihat ke arah mereka bertiga yang baru saja masuk. Melihat dua kecantikan yang tidak tersentuh oleh siapapun, bagaimana bisa mata mereka tidak mau lepas.


Qin Chen berjalan ke meja di sudut ruangan, karena disana lebih nyaman di ketimbang di tengah-tengah kerumunan orang-orang restoran. Disana pelayan yang melayani orang-orang membawakan buku hidangan.


"Selamat datang Tuan, di restoran kami. Ini adalah menu-menu yang disediakan di restoran kami.." Ucap pelayan dengan ramah.


"Kalau begitu, aku pesan semu menu terbaik di kota ini.." Balas Qin Chen dengan suara yang bias saja.


"Baik Tuan."


Setelah ia memesan makanan, kini mereka berdua duduk sambil mengobrol ringan. Dimana mereka mengobrol tentang sesuatu yang menarik, karena menunggu makanan tiba akan membutuhkan waktu yang lama.


Mereka bertiga mengobrol satu sama lainnya, meksipun obrolan mereka bertiga bukan tentang sesuatu, melainkan obrolan wanita muda di zaman sekarang.


Sedangkan di sisi orang-orang di restoran, mereka semua membisikkan sesuatu tentang pangeran kota DongDue, dimana ia adalah mata keranjang, perusak masa depan.

__ADS_1


Julukannya adalah Pria malang yang merusak masa depan. Ia sudah dikenal luas di kota DongDue, dimana setiap hari bermain dengan wanita yang berbeda-beda.


Sekarang ini, mereka semua melihat dua kecantikan dimana akan mengundang pria malang yang merusak masa depan datang. Mereka menggelengkan kepalanya karena kasihan dengan orang-orang tersebut.


***


Di luar restoran, pria muda dengan rambut coklat berpakaian serba emas, dimana ia mulai membuka pintu restoran dengan menggunakan tetua yang berada di sampingnya.


Saat ia masuk kedalam restoran dengan gaya sombong, orang-orang di dalam sana memalingkan wajahnya dengan menundukkan kepalanya.


Bisa terlihat jelas, bahwa pengawal bocah itu ada di ranah Immortal Realm tingkat 8, dimana ia sudah sangat kuat di kota DongDue, melihat hal tersebut mereka di ranah heaven God maupun Earth God, tidak bisa apa-apa melihat master di ranah segitu.


Pemuda tersebut yang baru saja masuk kedalam restoran, matanya langsung berubah dengan gejolak detak mata berbentuk love. Hidungnya bahkan hingga mengeluarkan darah segar, karena tidak bisa menahan diri.


Dia dengan cepat berjalan mendekati kedua wanita cantik yang berada di samping Qin Chen, dengan wajahnya yang tidak bisa menahan godaan Universe itu sendiri.


Ia melangkahkan kakinya dengan cepat, hingga beberapa langkah kaki ia akhirnya sampai di tempat kedua wanita tersebut.


Qin Chen yang melihat pemuda itu, ia menghela nafasnya karena banyak sekali orang-orang bodoh, yang ingin mengambil putrinya dari dirinya. Bahkan mau mengambil Su'er di saat Qin Chen berada di sampingnya.


'Orang bodoh lainnya! Sungguh kesal melihat wajah mereka yang melihat putri kecilku dengan tatapan menjijikkan!'


Ia masih bersikap tenang, karena mau melihat tindakan apa yang akan di lakukan pemuda tersebut terhadap putrinya, dan juga Su'er di samping.


"Nona.. dibandingkan dengan pria di samping mu, aku lebih tampan dan aku seorang pangeran di kota ini.. maukah anda menemaniku makan di restoran ini.." Ucap Pemuda itu dengan sangat menyombongkan dirinya lebih tampan dari pada Qin Chen.


"Tidak terimakasih, enyahlah kau dari pandanganku!" Balas Mu Mei Yin dengan nada dingin.


Mendengar penolakan terhadap wanita di depannya, ia mulai kesal dengan kerutan di dahinya. Karena ia tidak pernah di perlakukan seperti ini, pengawal di sampingnya yang kesal, ia menghentakkan tangannya ke atas menja.


Brakk!

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2