
Setelah pintu besar tersebut terbuka, Qin Chen berjalan masuk ke dalam dengan penerangan bola api miliknya. Di dalam ruangan tersebut sangatlah sunyi, tidak ada sumber suara selain air mengalir.
Ruangan itu seperti memiliki peredam suara, dimana suara di luar tidak akan bisa masuk ke dalam, dan sebaliknya.
Di dalam ruangan tersebut tidak ada penerangan, di sekitarnya hanyalah kegelapan yang pekat, dan puing-puing bangunan yang sudah ada banyak yang runtuh.
Saat Qin Chen mengangkat lebih tinggi penerangan miliknya, di atas langit ruangan terlihat dekorasi lampu yang sudah tidak berfungsi seperti sedia kala di masa kejayaannya.
Lalu di sampingnya ada banyak barang-barang yang tidak tahu apa fungsi mereka semua, karena disana terdapat banyak barang-barang aneh yang sulit dimengerti.
Qin Chen lalu berjalan kedepan dengan langkah kaki kecil, mewaspadai segala serangan yang ada, ia melihat kanan dan kiri menggunakan bola matanya yang kecil.
"Seharusnya ruangan seperti ini ada penunggunya, seperti hantu atau wanita cantik dengan gaun putih dan rambutnya panjang secantik buah persik di Surga ...
Sayangannya, itu hanyalah imajinasi milikku yang sudah merindukan keluargaku disana, setelah disini selesai, aku akan kembali dan melanjutkan perjalanan ke Alam Surga ...
Sebelum itu, aku akan melakukan rapat para Dewa Galaxy untuk mengklaim wilayah Utara adalah wilayah milikku."
Qin Chen yang berbicara sendiri di dalam ruangan, ia tidak memiliki teman satupun yang bisa di ajaknya berbicara santai, setiap berpetualang hanyalah sendirian dimana apapun yang terjadi hanya dia seorang yang merasakannya.
Ruangan yang sunyi hanya bisa menggemakan suara Qin Chen di dalam ruangan, suaranya berbulat-bulat hingga ke ujung. Mendapati diri di sana, bahwa ruangan ini memiliki ujung, ia merasa senang.
***
Setelah 1 jam berjalan, Qin Chen sudah berada di paling terdalam ruangan tersebut, saat sampai tiba entah dimana ia sekarang ini, meksipun sudah merasakan bahwa ia sudah berada paling dalam.
Saat melirik ke arah lainnya, cahaya putih terang berputar-putar mengelilingi sebuah kubus di atas permukaan air. Menerangi ruangan dengan cahaya terang, Qin Chen merasakan silau.
Menutup matanya dengan kedua tangan, dengan cepat cahaya itu bercahaya lebih terang hingga beberapa detik kemudian cahaya tersebut mulai redup seperti bola lampu yang akan mati.
Qin Chen lalu membuka matanya secara perlahan, dan melihat ke arah cahaya tersebut, dimana cahaya itu mulai tenang dan menerangi ruangan menggunakan keindahan cahaya.
"Kubus apa itu? Apa itu paradoks? Atau kubus bangunan yang langka?"
[Ding~]
__ADS_1
[Itu adalah pecahan Primordial milik Tuan.]
Saat mendengar itu, Qin Chen sempat terkejut, ia mengira bahwa pecahan Primordial miliknya adalah seperti fragmen yang kecil, dimana di gabungkan menjadi sebuah senjata atau kekuatan.
Sekarang, ia melihat benar-benar pecahan Primordial untuk pertama kalinya, dan pecahan tersebut sangat besar, sebesar helmet di bumi.
Kubus Paradox, adalah kemampuan milik Qin Chen yang memungkinkan dirinya bisa kembali ke masa lalu, maupun masa depan, dengan kemampuan Time Traveling ini, ia bisa menjelajahi masa lalu dimana tentang apa yang terjadi sebelumnya.
Kemampuan yang merusak Hukum Tertinggi, tentunya membahayakan banyak para Dewa, di masa lalu Kubus Paradox musnah karena waktu dan kehendak tertinggi lainnya.
Karena kemampuan seperti itu sudah membuat sistem tertinggi rusak, sekarang Kubus Paradox berada tepat di mata Qin Chen, dimana ia belum tahu apa fungsi kubus tersebut.
[Kubus Paradox adalah kemampuan Time Traveling, dimana memungkinkan Tuan untuk melakukan penjelajahan waktu ke masa lalu maupun masa depan.]
"Penjelajahan Waktu? Sangat hebat, apa itu adalah kemampuan Primordial milikku?"
[Benar Tuan, itu adalah kemampuan milik Tuan, namun ... ]
"Namun apa? Jangan buat aku penasaran."
Qin Chen terdiam sesaat. Ia memikirkan tentang apa yang dikatakan oleh Qin Qui sebarusan, karena kemampuan ini memanglah tidak bisa di gunakan sembarangan.
"Kamu benar, kemampuan ini memang merusak masa lalu, mungkin kemunculan kemampuan ini di Masa Depan akan membuat para Dewa mengincarku ...
Meksipun begitu, kemampuan ini diminati oleh banyak para Dewa, dengan kemampuan ini mereka bisa menjadi Dewa terkuat di masa lalu, dan memimpin para Dewa ke masa depan."
[Benar Tuan, kemampuan ini mempunyai keuntungan dan kerugian. Namun, kemampuan ini benar-benar milik Tuan, dan Tuan dengan bebas kembali ke masa depan maupun masa lalu.]
"Jika itu yang kamu katakan, maka aku tidak akan ragu mengambil kemampuan milikku ini, meskipun seluruh Alam mengejarku, maka mereka akan berhadapan denganku!"
[Ini adalah sifat yang Qin Qui sukai dari Tuan, tidak takut dengan siapapun.]
"Tentu, aku adalah pria yang hebat!"
Qin Chen dengan sombong membela dirinya sendiri, ia lalu berjalan mendekati kubus Paradox di depannya dengan pelan.
__ADS_1
***
Setelah berada di depan Kubus Paradox, Qin Chen melihat sekitarnya hanya terlihat Danau di bawah Kubus Paradox yang melayang dengan gravitasi miliknya sendiri.
Di sekitar Kubus Paradox terdapat Pedang menjulang ke atas dengan mendominasi langit, seakan-akan mereka adalah pelindung Kubus Paradox dari segala macam serangan.
Qin Chen lalu mengangkat tangannya dan melukai ujung jarinya dengan giginya, dan pada saat darahnya keluar. Darah tersebut tertarik oleh Kubus Paradox, seolah-olah ia meminta makan dari Qin Chen.
Darah berputar mengelilingi Kubus Paradox dan perlahan lingkaran di tengah Kubus Paradox terbuka, jarum jam di sekelilingnya berputar dengan arah jam di Bumi.
Masuk!
Terhisap!
Darah Qin Chen mengalir membentuk aliran sungai yang mengalir ke dalam lubang Kubus Paradox, dengan perlahan cahaya merah mulai bergerak mengikuti ukiran Kubus Paradox.
Cahaya itu seperti membuka kemampuan, dan memperlihatkan kepribadian dunia yang tiada tandingnya. Qin Chen berdiri melihat apa yang dilakukan oleh Kubus Paradox di depannya.
Selang beberapa detik berlalu, seluruh ukiran di Kubus Paradox bercahaya merah terang dengan menyilaukan mata Qin Chen, Kubus Paradox perlahan melayang mendekati Qin Chen dan.
Wushh!
Mata Qin Chen terbuka lebar disaat Kubus Paradox masuk ke dalam tubuhnya, ia benar-benar merasakan sesuatu yang mengerikan baru saja masuk ke dalam tubuhnya dan mengisi kekosongan di dalam tubuh miliknya.
Kekosongan itu perlahan terisi oleh kemampuan dan beberapa ingatan kecil yang tidak diketahui oleh Qin Chen saat ini. Qin Chen melayang dengan garis ukir waktu terukir kecil di telapak tangannya.
Ukiran tersebut seakan-akan menyatu dengan Hukum Ruang dan Waktu milik Qin Chen, kemampuan itu sangatlah mengerikan disaat bersatu, efek yang ia dapatkan adalah rasa sakit yang tak tertahankan!
Terdiam dengan lutut menyentuh tanah, darah mengalir dari mulutnya, namun darah itu tidak jatuh ketanah, melainkan terhenti di mulutnya karena sangatlah berharga darah milik Qin Chen.
Setelah beberapa jam berlalu, Qin Chen telah berhasil mendapatkan kemampuan miliknya dulu, dimana itu adalah kemampuan melawan Hukum Tertinggi maupun sistem tertinggi di seluruh Alam.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1