Supreme God System

Supreme God System
Chapter 187 : [PMP] Jangan macam-macam! (27)


__ADS_3

Setelah selesai membersihkan masalah di Bumi, kini Qin Chen akan melanjutkan perjalanan menuju bintang lainnya. Sebelum melanjutkan perjalanan, ia kembali ke apartemen miliknya untuk tinggal disana 3 hari lagi.


Qin Chen akan tinggal 3 hari lagi di Bumi, karena ia akan menekan satu dunia agar tidak membuat Qin Chen datang sendiri untuk mengambil nyawa mereka semuanya.


"Baiklah, aku akan kembali ke apartemen, lalu tentang keluargaku.. aku tidak tahu siapa mereka hingga bisa mencapai Alam Surga! Selama mereka baik-baik saja, aku akan tenang di Alam rendah, karena aku juga cepat atau lambat akan kesana menemui mereka.." Gumamnya.


[ Tuan telah berhasil menjadi Penguasa Bumi, apa Tuan akan melakukan penekanan? ]


"Besok, besok aku akan menekan semuanya, karena hari ini hampir mau malam. Akan banyak orang-orang yang tidur," Balas Qin Chen.


[ Baik. ]


Setelah berbicara dengan Qin Qui, ia lalu melesat terbang menuju apartemen miliknya sendiri untuk beristirahat. Karena waktu seperti jalan sangat cepat hari ini, bahkan Qin Chen belum puas untuk menghajar orang-orang.


Mau bagaimana lagi, Qin Chen sudah terlalu kuat di Alam ini, jika di Alam Surga. Mungkin Qin Chen akan mendapatkan musuh yang seimbangan dengan dirinya.


***


Kota Beijing, Apartemen bintang 5


Di dalam apartemen miliknya, bisa terlihat seorang wanita yang tengah terduduk di atas telapak tidurnya, wajahnya yang cantik rupawan, dengan wajahnya yang cemberut, karena ia tidak memiliki pakaian untuk berganti.


Semua pakaian miliknya sudah lenyap, karena tertelan lubang misterius tersebut. Jika bukan Qin Chen menolongnya, mungkin ia tidak akan bisa melihat Qin Chen lagi.


"Bagaimana nasibku sekarang, semua uangku ada di dalam koper, pakaianku, ,lalu barang-barang penting lainnya.."


Su'er berbicara dengan wajahnya yang mengeluh, karena semua miliknya sudah lenyap di telan kehampaan.


Sedangkan Qin Chen yang tengah melesat terbang untuk kembali, ia akhirnya sampai di apartemen miliknya dimana Su'er tengah terduduk di atas kasurnya.


Qin Chen yang telah sampai di depan apartemen miliknya, ia melangkahkan kakinya masuk kedalam apartemen miliknya. Qin Chen berjalan memasuki lift untuk naik ke lantai atas.


Setelah ia sampai di atas, Qin Chen berjalan mendekati sebuah ruangan tempat ia tinggal sekarang ini. Rumahnya sangat besar, dan akan sangat sulit untuk membersihkan semuanya.

__ADS_1


Kini ia masuk kedalam kamarnya, dimana ia melihat Su'er yang tengah duduk di atas tempat tidurnya. Mengingat bahwa semua barang-barang miliknya telah lenyap, dan ia sekarang tidak memiliki apa-apa lagi selain satu pakaiannya.


"Untuk sekarang, gunakan pakaian milikku saja, besok aku akan membawamu membeli pakaian untuk dikenakan.."


Ia mengeluarkan pakaian berwarna biru muda, dimana itu adalah pakaian pertamanya di dunia kultivator. Ia memberikan kepada Su'er di depannya, agar ia bisa bersih-bersih dan wangi biar harumnya menyebar luas di ruangan.


Su'er mengambil pakaian Qin Chen, ia lalu pergi dari sana ke kamar mandi untuk bersih-bersih. Karena tubuhnya sudah berkeringat dari tadi, Meksipun AC di hidupkan.


Qin Chen yang berjalan menyiapkan makanan, karena dalam 3 hari ini ia akan menyelesaikan masalah yang ada di Bumi.


'Meskipun aku ingin kembali ke bumi, tapi aku tidak mengharapkan bumi sudah berubah seperti ini. Aku ingin bumi seperti dulu, dimana tidak mengenal jalan immortal.'


[ Karena Dimensi antara Alam Immortal, dan Bumi terbuka oleh sebuah portal membuat para immortal berdatangan untuk mendapatkan harta yang sudah Tuan ambil. ]


'Jadi begitu, apa gunanya kotak kayu itu? Meskipun memiliki Aura yang kuat, tapi tidak berguna bagiku?'


[ Kotak Ilahi, atau Eternal Heaven God Seal, adalah sebua Artefak dimana bisa menyegel Tuhan Surga, dengan harta sehebat ini. Para Immortal akan mudahnya menguasai Alam Surga. ]


'Jika benar-benar sangat hebat, lalu kenapa orang tuaku untuk memberikannya sebuah surat menggunakan kotak yang hebat ini? Bukankah mereka bisa menggunakan untuk menyegel musuh-musuh?' Pikir Qin Chen.


[ Kenapa? Karena kemungkinan besar, keluarga Tuan sudah sangat kuat, hingga tidak membutuhkan segel tersebut. ]


'Jadi begitu, aku jadi semakin penasaran dengan mereka..'


Qin Chen yang mengobrol dengan Qin Qui seperti biasanya, mereka berdua sangat akrab seperti kakak dan adik.


Kini Qin Chen memasak makanan untuk mereka makan, karena ia tidak mau keluar untuk membeli sebuah makanan. Dengan kemampuan masakannya, seharunya lebih baik dari pada mereka semua.


Sedangkan Su'er, ia tengah membersihkan tubuhnya yang kotor dengan sabun mandi, ia membasahi semua tubuhnya dengan air, lalu membilasnya hingga beberapa menit kering.


Setelah selesai bersih-bersih, ia pergi ke kamar Qin Chen, dimana ia merasakan aroma yang sangat sedap di sekitarnya. Ia yang merasakan aroma yang menggugah selera, kini ia berjalan ke dapur untuk melihat siapa yang masak.


Saat sampai di belakang, kini ia melihat Qin Chen membuat makanan untuknya, dan semuanya sudah di cek tidak memiliki barang-barang mencurigakan.

__ADS_1


Selang beberapa menit berlalu, Qin Chen yang telah menyiapkan semuanya makanan yang ia ingat, kini di atas meja memiliki banyak makanan enak yang siap santap.


"Kemarilah, dan makan. Jika tidak makan, kamu akan sakit nantinya..."


"Baik.."


Su'er duduk di depan Qin Chen, ia lalu mengambil lauk yang ia sukai saja, setelah mendapatkan lauknya, ia makan dengan sangat lahap tanpa menyisakan sedikitpun makanan di atas meja.


Qin Chen hanya tersenyum tipis melihatnya, setelah selesai makan. Mereka berdua duduk di atas tempat tidur dimana Qin Chen yang sekarang tengah bermeditasi sebenar.


Sedangkan Qin Qui, ia tidak memiliki tempat lagiz sekarang ia gelandangan di dunia ini tanpa pekerjaan. Qin Chen yang telah selesai bermeditasi, ia melihat Su'er di samping yang malu, karena mereka berdua berada di dalam kamar mewah.


Ia yang melihat Su'er yang memerah di wajahnya, kini Qin Chen tahu apa yang dipikirkan oleh Su'er. Tapi mengingat dirinya telah memiliki istri, akan sulit baginya untuk menjelaskan kepada istrinya nantinya.


"Su'er, kamu tidurlah di sampingku, jika takut, kamu bisa membatasi dengan kain yang berada disana." Ucap Qin Chen sambil menunjuk ke arah kain tersebut.


Meksipun Apartemen ia luas, tapi kamar hanya ada satu, dan itu hanya untuk dirinya. Qin Chen yang bisa saja tidur luar, tapi ia ingin sekali tidur di kasur empuknya sekali lagi, jadi ia tidak ingin tidur di luar.


"Jangan macam-macam dengan tubuhku! Jika berani, aku tidak akan memaafkanmu!"


"Baiklah"


Qin Chen yang tidak mungkin macam-macam dengan Su'er disaat ia tengah depresi karena Qin Chen. Jika itu terjadi, maka ia akan semakin depresi lagi.


Kini mereka berdua baring untuk tidur, karena hari sudah malam dan besok adalah hari yang sibuk bagi Qin Chen.


"Selamat malam Su'er.."


Su'er yang mendengar itu, ia mendengkur kecil membalasnya, Qin Chen yang mendengarnya, ia lalu memalingkan wajahnya ke arah terbalik darinya yang tidur membelakangi Qin Chen.


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


__ADS_2