Supreme God System

Supreme God System
Chapter 228 : [PMP] New Power The Trident of the Lord of the Seas (68)


__ADS_3

Di dalam sebuah ruangan yang terdapat 4 orang yang tengah duduk di sopa, dimana sedang menatap dengan serius ke arah wanita tersebut berada di hadapan mereka.


Qin Chen, ia berpikir bahwa ialah orang yang membuat ramalan itu terjadi, dan ialah orang yang meramalkan kedatangan dirinya sendiri ke Klan laut.


Qin Chen lalu melihat sekitarnya, dimana ia mulai berdiri dengan tenang, ia lalu berjalan ke arah jendela ruangan yang dimana, mereka semua berada di puncak istana laut.


Ia melihat kebawah, dimana bisa melihat seluruh kota dari tempat ia berdiri sekarang ini.


'Apa yang meramalkan kedatanganku adalah aku sendiri.. karena semuanya seperti akulah yang menjalankannya..'


Qin Qui kali ini tidak merespon, karena ia sudah mengetahui sesuatu tentang apa yang terjadi sekarang ini. Ia di dalam diri Qin Chen, kini hanya bisa terdiam untuk sementara.


'Sungguh misteri.. siapa aku sebenarnya? Dan semuanya hanyalah seperti mimpi belaka dimana, aku hanyalah sebuah fiksi atau hayalan di dunia ini!'


Ia lalu berjalan kembali ke tempat duduknya, dimana ia duduk sebelumnya. Kini Qin Chen menatap dengan tatapan serius kearah wanita di depannya. "Aku akan membantumu, dengan syarat aku akan mendapatkan darah Dewa sebelum aku membantumu."


Mereka berdua disampingnya, kini terkejut dengan perkataan Qin Chen yang sekarang ini. Tapi perkataan Qin Chen langsung di jawab oleh wanita tersebut. "Baik.. tolong ikuti saya.."


Wanita itu berdiri dengan tenang, seperti semuanya sudah di atur oleh dirinya, dimana Qin Chen akan meminta darah terlebih dahulu. Padahal, semuanya sudah di catat dalama ramalan tersebut.


Qin Chen sempat terkejut, karena wanita itu dengan mudahnya menerima permintaan Qin Chen yang sekarang ini, bahkan sekarang ini, Qin Chen tengah berjalan menuju tempat dimana darah Dewa laut berada.


***


Di dalam sebuah ruangan, tepatnya di tempat darah Dewa berada, disana terdapat sebuah trisula yang menjulang tinggi ke atas langit-langit dengan mendominasi.


Darah dewa laut berada di antara dua sisi trisula yang menjulang tinggi ke atas langit. Darah itu berputar tenang, ia berputar untuk menunggu seseorang yang akan datang.


Qin Chen dan lainnya sedang berjalan menuju sebuah ruangan besar, dimana pintu di sana sangatlah besar untuk dibuka dengan tangan sendiri.


Drrtt! Drrtt!


Pintu mulai terbuka dengan sendirinya, bukan terbuka karena kedatangan wanita tersebut, melainkan karena sebuah energi yang mendorong pintu untuk terbuka.


Saat melihat pintu terbuka, kini mereka semua masuk ke dalam, dimana terlihat sebuah trisula yang begitu besar sedang berdiri di tengah-tengah altar.

__ADS_1


Wushh!


Tanpa ada angin, dimana darah tersebut melesat ke arah keningnya Qin Chen. Pada saat itu, Qin Chen yang melihat darah Dewa Laut masuk ke dalam dirinya, ia meminta Qin Qui untuk mendapatkan darah tersebut.


'Qin Qui tolong ya..'


[ Baik Tuan. ]


Qin Chen disana langsung berdiam diri tanpa bergerak, dimana membuat putrinya terkejut dengan semuanya, karena darah itu terbang tiba-tiba hingga masuk ke dalam keningnya.


Sekujur tubuhnya, dimana ia merasakan darah baru masuk dengan begitu tenang. Darah tersebut seperti sudah pernah menyatu dengan dirinya, jadi ia tidak mendapatkan sebuah proses untuk mendapatkan kekuatan Dewa laut.


***


Alam ??? Wilayah ???


Di kegelapan, dimana terlihat cahaya bintang-bintang berkedip di seluruh kegelapan, di bintang tersebut terdapat sebuah Istana yang begitu besar.


Istana yang memiliki banyak sekali pasukan di bawah komando seorang kesatria yang begitu kuat, bahkan kekuatan yang mereka miliki bukanlah sesuatu yang seharusnya ada.


Boom!


Suara ledakan besar terjadi, disaat pria tersebut menghantam tangannya ke atas meja, dimana sudah menghancurkan bintang-bintang kecil di dunia ini.


Pria itu, ia menampilkan wajah yang ingin membunuh seseorang. "Malapetaka Seluruh Alam! Dia mulai bangkit!"


Ia yang awalnya tengah duduk, kini berdiri dengan cepat dimana ia ingin memerintahkan seluruh pasukan yang ia sudah kumpulkan selama jutaan tahun lamanya.


Saat 2 berjalan di luar, dimana sudah ada banyak pasukan yang berterbangan dengan Profound Ark milik mereka masing-masing.


"Kalian semua! Waktunya berangkat untuk membunuh Malapetaka seluruh Alam!" Teriak Pria Tua tersebut.


"Baik!"


Mereka semua Bersiap-siap dengan mengeluarkan sebuah Profound Ark milik pria tersebut, disana pria tersebut naik ke atas dengan duduk di atas tahtanya.

__ADS_1


Melihat Tuan mereka yang telah naik, kini mereka semua bergegas menuju tempat dimana Aura yang dirasakan oleh pria tersebut. Perjalanan mereka mungkin akan membutuhkan waktu lama, tapi setidaknya mereka mengetahui Sang Malapetaka Seluruh Alam.


Di seluruh penjuru Alam tersebut, mereka semua bergegas menuju ke tempat dimana Aura itu berada, karena di dalam pikiran mereka semua adalah membunuh orang tersebut sebelum menjadi malapetaka bagi mereka.


***


Ditempat Qin Chen, ia tidak menyadari bahwa dirinya sudah banyak mengundang musuh-musuh yang sudah di luar kekuatannya sendiri. Dimana kekuasaan maupun kekuatan orang-orang tersebut sudah di luar kekuatan Alam Surga.


Saat ini, Qin Chen menyempurnakan darah Dewa Laut ke dalam dirinya, cahaya biru muda menyinari sekitarnya. Cahaya tersebut membuat mereka bertiga menutup mata untuk menghindari radiasi cahaya.


Wushh!


Sebuah hembusan angin menyapu rambut Qin Chen yang panjang, dimana ia berjalan menuju tempat Trisula itu berada.


The Trident of the Lord of the Seas, adalah sebuah senjata yang memiliki kemampuan untuk menguasai seluruh lautan di seluruh Alam. Dimana, senjata itu adalah sebuah Artefak Ilahi, yang bisa menenggelamkan seluruh Semesta dengan air.


Qin Chen, ia berjalan mendekati Trisula dimana ada di hadapannya. Ia lalu menyentuh Trisula tersebut dengan tangan kanannya. Saat ia menyentuh Trisula, tiba-tiba getaran hebat menguncang seluruh lautan di bintang tersebut.


Gemuruh!


Getaran tersebut mengucang seluruh lautan di bintang tersebut, dimana gunung-gunung di dasar laut mulai aktif hingga mengakibatkan Tsunami sekali lagi di sana.


Qin Chen, ia masih dengan tenang menyentuh Trisula tersebut. Sekarang ini, Trisula mulai retak dengan menampilkan warna emas bermotif seekor naga yang perkasa.


Boom!


Ledakan-ledakan tersebut terjadi karena Trisula yang disentuhnya mulai mengecil dengan tinggi seukuran tubuhnya. Mereka bertiga melihat Qin Chen yang sekarang ini menjadi lebih tenang, dan memiliki Aura yang begitu nyaman.


Dibalik semua itu, terdapat sebuah kejahatan yang begitu pekat di dalam dirinya, antara kebaikan dan kejahatan saling beradu satu sama lainnya. Semua yang berada di dalam dirinya mulai membentuk sebuah simbol seperti Yin dan Yang.


Dimana kejahatan di lambangkan dengan kegelapan, dan kebaikan di lambangkan dengan warna putih cerah. Kedua sifat bertolak belakang menjadi satu.


"The Trident of the Lord of the Seas, dengan senjata ini aku sudah bisa menguasai lautan, elemen air sudah mulai menyatu dengan tubuhku.." Gumamnya.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2