Supreme God System

Supreme God System
Chapter 245 : Dua kecupan!


__ADS_3

Kediaman Zu,


Setelah pertempuran selesai, mereka pergi dari sana menuju kediaman Zu. Qin Chen terbang dengan mengendong istrinya di depan, dan di sampingnya ada putrinya, dimana di belakang mereka orang-orang keluarga Zu berada.


Dalam pertempuran, Qin Chen juga mendapatkan harta hasil rampokan, dimana orang-orang yang menonton Qin Chen sebagai tumbal dari perampokan tersebut.


Setibanya di kediaman Zu, Qin Chen turun dengan perlahan-lahan kebawah. "Sudah sampai ... Aku juga mendapatkan banyak harta dalam pertempuran kali ini, walaupun hanya sebentar ... "


"Kamu terlalu kuat, jadi tidak ada yang bisa kamu permainankan, palingan kamu mempermainkan hati wanita ... "


Qin Chen tertawa canggung, karena perkataan istrinya membuat hatinya hancur berkeping-keping. Dimatanya, Qin Chen adalah penggoda wanita cantik, dimana dengan kata-katanya membuat para wanita terpesona.


"Haish ... Sepertinya aku laki-laki bajing*n ya ... Hmmmm, bahkan Istri kecil mengatakannya." Qin Chen menghela nafas sambil menundukkan kepalanya.


Mendekati Qin Chen, lalu bibirnya menyentuh pipinya sebelah kiri dengan lembut, kecupan dari istri kecil yang manis, Qin Chen menjadi sangat puas akan kehilangan waktu melawan Monster Tua tersebut.


Semuanya kekuatan yang ia gunakan sebelumnya sudah terbayarkan dengan kecupan manis dari istrinya. Qin Chen terdiam sesaat, ia tidak bisa berkata-kata lagi.


Orang-orang di belakangnya memalingkan wajah mereka ke arah lain, karena baru saja pulang pertempuran sudah ada kemesraan suami istri di kediaman.


Selang beberapa menit berlalu, Qiu Yu Ran melepaskan kecupan manis di pipinya, ia melihat ke arah Qin Chen dengan senyuman manis di wajahnya.


"Kamu adalah suamiku ... Bukan pria bajing*n di luar sana ... Kecupan tadi, sebagai permintaan maafku, jadi maafkan aku ... " Qiu Yu Ran mengatakan dengan lembut kepada Qin Chen.


"Jadi begitu ... Tapi bagiku, kecupan manis di pipiku belum seberapa, di bandingkan di sini." Balas Qin Chen sambil menyentuh bibirnya sendiri, ia sambil memandangi istrinya.


"Kamu mau?" Tanya Qiu Yu Ran.


Tentunya Qin Chen semangat mendengar hal itu, ia berberapa kali mengayunkan kepalanya untuk mendapatkan ciuman lagi, bukan karena ia bejat, melainkan ia ingin mendapatkan ciumannya.


Sudah lama tidak mendapatkan dari istrinya, jadi mendapatkan tawaran tersebut tentunya Qin Chen sangat senang. Sedangkan Qiu Yu Ran melihat itu, ia melirik ke belakang ada banyak orang-orang.

__ADS_1


Dengan lembut menyentuh bibir Qin Chen dengan jari telunjuknya, dan berkata. "Tidak sekarang ... Karena ada banyak orang-orang di sini."


Mendengar itu, Qin Chen terdiam dengan Aura suram di sekujur tubuhnya. Ia mengangkat tangannya ke samping dengan petir-petir siap membunuh siapapun.


"Dasar perusak suasana! Aku akan menghanguskan mereka dengan petir-petirku ... " Qin Chen dengan nada kesal membuat langit-langit menjadi gelap.


Mereka sontak ketakutan dengan cepat terbang seperti burung-burung bermigrasi dari tempat sana. Mereka bertaburan ketakutan mendengar perkataan Qin Chen.


Putrinya juga ikut kabur dari sana, dimana ia meninggalkan ayahnya berduaan dengan istri kecilnya di dalam kediaman. Melihat hal tersebut, Qiu Yu Ran tertawa kecil melihat semuanya.


"Pufttt ... Kamu sangat ingin ya ... " Qiu Yu Ran tertawa sambil berkata, dimana Qin Chen melihatnya sekarang ini.


Saat Qin Chen mau menjawab perkataan istrinya sebarusan. "Ten–" suaranya terpotong oleh sebuah yang menutupi bibirnya.


Qin Chen terdiam dalam lamunan, matanya bergerak dengan tanpa sebab. Tangannya tidak bisa bergerak sama sekali, tubuhnya menjadi kaku seperti es balok.


Di kediaman tersebut, tidak ada yang melihat kemesraan mereka berdua, meskipun mereka berada di luar, tapi tidak ada yang berani mengintip mereka.


Tangannya yang awalnya mengeluarkan petir, kini terjatuh ke pinggang Qiu Yu Ran dengan lembut menariknya ke dalam pelukannya, saat itu mereka saling berdekatan.


Qin Chen melihat wajahnya yang malu, kini tertawa kecil dengan lembut membelai rambut panjangnya. Sesekali ia tersenyum, dan berkata. "Sudah lama tidak merasakannya, saat kurasakan rasanya sangat manis ... "


"A- aku ... " Qiu Yu Ran gugup mau mengatakannya sekarang, "Aku ingin kekamar, aku sedikit lelah hari ini ... "


Mendengar itu, Qin Chen langsung mengendongnya dengan berjalan kaki menuju kamarnya, satu tugas mutlak bagi Qin Chen adalah, jangan membuat istrinya kelelahan.


Meskipun hari baru mau siang, dan pertempuran itu terjadi hanya beberapa jam saja, dimana masih ada banyak waktu kosong yang bisa digunakan oleh Qin Chen.


Di dalam kamarnya, Qiu Yu Ran tidur dengan posisi melihat ke arah langit, dimana Qin Chen hanya berbaring di sampingnya sambil mengipasi istrinya agar tidak kepanasan.


'Nanti malam kemana ya ... Karena aku sudah sampai di Alam ini, setidaknya aku harus mendapatkan rumah untuk menginap keluargaku, agar mereka juga bisa merasakan Alam Immortal tertinggi.'

__ADS_1


Di sana, Qin Chen berbicara di dalam hatinya sambil mengipasi istrinya. Satu jam, dua jam telah berlalu, putrinya datang ke kamar ayahnya, dimana ia mengetuk pintunya.


Tok! Tok! Tok!


Terdengar tiga kali ketukan pintu, Qin Chen melihat ada putrinya, ia menggunakan telepati untuk menyuruhnya masuk ke dalam. Putrinya masuk ke dalam dengan sopan, karena masuk ke dalam kamar ayahnya dan ibu Yan'er.


Saat ia masuk, ia melihat ayahnya yang tengah menyederkan tubuhnya ke dinding, dimana ia sambil mengipasi istrinya yang berada di sampingnya.


"Ada apa Yin'er?" Qin Chen bertanya kepada putrinya.


"Itu ... Bibi Zu ingin mengucapkan terimakasih kepada Ayah ... Karena ayah sedang bersama istri ayah, bibi Zu akan mengatakan setelah ayah tidak sibuk ... "


"Jadi begitu, nanti ayah akan kesana ... Lalu apa yang ingin Yin'er lakukan sekarang?"


Putrinya juga bingung mau melakukan apa, karena sekarang ini ia ingin sekali melanjutkan pelajaran yang ayahnya berikan kepadanya sewaktu di penginapan. "Yin'er akan kembali ke kamar untuk melanjutkan pelajaran yang Ayah berikan sebelumnya ... Karena melihat ayah menggunakan Api Phoenix sebelum sangat hebat, Yin'er jadi semangat untuk mempelajarinya."


Mendengar putrinya semangat untuk mempelajari Api Phoenix, Qin Chen menjadi senang, ia lalu memintanya untuk mendekatinya, Yin'er lalu mendekati ayahnya yang tengah menyenderkan tubuhnya.


Yin'er berarti di depan Qin Chen, dimana Qin Chen menunjuk keningnya dengan jarinya. Pada saat itu, cahaya masuk ke dalam pikirannya membuat ia mendapatkan kekuatan yang sangat mengerikan lagi.


Kekuatan itu adalah Seni 9 Pedang Peri andalan Qin Chen, dimana bisa membelah bintang dan langit jika mencapai puncaknya. Yin'er lalu melihat ke arah ayahnya dengan terkejut.


"Itu adalah kekuatan yang sering Ayah gunakan, ayah mewariskan kepada Yin'er, agar di masa depan, Yin'er bisa menggunakannya."


"Baik, Ayah! Yin'er akan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh, sekarang Yin'er akan kembali, sampai nanti Ayah."


Yin'er yang ingin pergi, ia lalu berpaling ke arah ayahnya, dengan cepat memberikan kecupan pipi di sebelah kanannya dengan lembut. Qin Chen sempat terkejut melihat putrinya pintar menggoda.


Selang beberapa detik, Yin'er pergi meninggalkan ayahnya dengan tawa manis menyertai setiap langkah kakinya.


"Dua kecupan dari orang yang kusayangi ... "

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2