Supreme God System

Supreme God System
Chapter 145 : Harta berharga bagiku adalah kamu..


__ADS_3

Setelah keluar dari portal tersebut, mereka berdua sekarang berada di lantai tempat para Golem berada. Tidak tahu seberapa keras tubuh mereka, yang jelas Qin Chen akan membuat mereka semua menjadi giligan cabai.


Di lantai itu, hanya ada hamparan berbatuan yang sangat luas, Qin Chen langsung terbang dengan menggunakan sayap Thunderbird, sepanjang perjalanan, Qin Chen meluncurkan ribuan Thunderbird untuk menghancurkan Golem di bawahnya.


Ledakan demi ledakan terus terjadi, Qiu Yu Ran ia hanya bisa diam saat melihat Qin Chen bertindak. Karena dirinya belum sekuat Qin Chen saat ini, tapi ia akan sekuatnya selama ia berlatih untuk bisa bersanding dengan Qin Chen.


***


Portal menuju lantai kesembilan di jaga oleh Raja Golem yang memiliki kekuatan pertahanan yang sangat kuat, dan ia juga memiliki serangan gempa bumi yang membuat kekuatan lawan tidak stabil, sekaligus keseimbangannya.


Qin Chen yang melihat dari kejauhan, ia melihat Raja Golem sedang menunggu Qin Chen untuk bertarung berdua. Saat Qin Chen melihat bahwa Raja Golem seperti sedang menunggunya, ia dari kejauhan mengepalkan tangannya dengan keras untuk menghajar Raja Golem.


Wushh!


Hembusan angin yang begitu kencang membuat daerah sekitarnya hancur dan lubang. Di sisi lainnya, Raja Golem melihat kedatangan Qin Chen, ia langsung mengarahkan pukulannya untuk menghancurkan Qin Chen.


Qin Chen datang dengan cepat mengarahkan pukulannya kepada Raja Golem di depannya. Sama halnya dengan Raja Golem, ia juga mengarahkan pukulannya kepada Qin Chen.


Bang!


Saat kedua pukulan saling beradu, dentuman keras menyebabkan kehancuran di sekitarnya. Kedua orang itu hanya menampilkan senyuman yang sangat puas dengan semuanya.


Jika orang-orang melihat mereka berdua, orang-orang itu akan mengira bahwa kedua orang tersebut sudah gila. Karena mereka menghancurkan daerah sekitarnya dengan sebuah senyuman.


Kekuatan mereka saling beradu sama lainnya, tapi sayangnya kekuatan Qin Chen berpuluh-puluh kali lipat dari Raja Golem, bahkan fondasinya tidak memiliki sedikit kecacatan di tubuhnya.


Crack!


Perlahan-lahan Raja Golem menjadi retak. Qin Chen hanya tersenyum melihatnya pergi dengan puas, karena Qin Chen menyadarinya. Bahwa Raja Golem sangat bosan dengan kekuatannya yang sangat besar, karena ia tidak bisa mendapatkan musuh yang seimbangan.


Raja Golem mulai hancur menjadi kepingan debu yang berterbangan di langit, Qin Chen melihat kepergian Raja Golem hanya tersenyum biasanya, karena ia juga sediki bingung dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Kita akan melanjutkan lagi ke lantai selanjutnya. Karena disini tidak memiliki tempat harta di simpan." Ucap Qin Chen kepada Qiu Yu Ran.


"Baiklah, aku ingin bertanya kepadamu tentang seberapa besar kemampuanmu? Kamu bahkan tidak kelelahan hingga saat ini, padahal kamu sudah mengeluarkan kekuatan yang sangat besar." Tanya Qiu Yu Ran.


"Jika kamu ingin tahu, coba cium pipiku." Balas Qin Chen dengan menggodanya.


Sedang Qiu Yu Ran tahu ini, ia langsung memalingkan wajahnya dengan cemberut. "Hmph! Aku sudah tahu trikmu, aku tidak akan tertipu lagi dengan trik ini!" Balas Qiu Yu Ran dengan cemberut.


Qin Chen tertawa kecil mendengar jawaban Qiu Yu Ran, ia disana melepaskan pelukannya dan memegang tangannya untuk berjalan bersama. "Setelah keluar dari sini, aku akan memberitahukan kepadamu, tapi untuk sekarang, kita harus secepatnya ke lantai sembilan agar kita bisa keluar dari sini." Ujar Qin Chen dengan suara lembut, karena ia tidak ingin membuat istri kecilnya merajuk dengan Qin Chen.


"Janji ya.." Balas Qiu Yu Ran dengan menatap Qin Chen.


"Janji."


Qiu Yu Ran langsung senang mendengarnya, karena Qin Chen berjanji akan mengatakan tentang kekuatan yang ia miliki, karena ia tahu bahwa Qin Chen menyembunyikan kekuatannya dari dirinya.


Mereka berdua langsung pergi dari sana untuk masuk menuju ke lantai terakhir, di dalam portal itu, mereka berdua hanya melihat satu sama lainnya, karena tidak ada yang bisa dilihat di dalam portal.


***


Tidak jauh dari sana, bisa terlihat sebuah cahaya terang yang tengah melayang di atas tumpukan artefak kelas Dewa. Belum diketahui apa isi dalam bola tersebut, tapi dengan merasakan Auranya saja sudah membuat sekujur tubuh merasakan intimidasi.


Qin Chen yang berada tidak jauh dari sana, ia berjalan mendekati bola cahaya tersebut dengan memegang tangan Qiu Yu Ran di sampingnya.


"Qin Chen, Aura bola cahaya itu sangat kuat, apa tidak apa-apa kita mendekatinya?" Tanya Qiu Yu Ran yang khawatir.


"Tidak apa-apa, selama kamu berada di sisiku, aku akan melindungimu. Percayalah padaku.." Balas Qin Chen.


"Baiklah, aku percaya padamu.."


Qiu Yu Ran menempel sambil memeluk tangan Qin Chen, karena ia bisa merasakan bahwa bola cahaya itu memiliki kekuatan yang sangat kuat, dan bisa mengintimidasi dirinya sendiri.

__ADS_1


Langkah kaki mereka cukup besar dengan Qin Chen yang tengah memperhatikan Qiu Yu Ran yang sedikit takut. Qin Chen hanya bisa tertawa kecil, karena melihat istri kecilnya sedikit takut.


Melihat bahwa istri kecilnya takut, Qin Chen disana mengangkat tangannya ke depan, ia lalu menarik bola itu ke dalam genggaman tangan Qin Chen. Pada waktu itu, Qiu Yu Ran terkejut melihat Qin Chen yang menarik bola cahaya itu.


Qin Chen yang telah mendapatkan bola cahaya itu tersebut, ia belum mengetahui fungsinya, jadi ia menyimpan bola tersebut ke dalam inventorynya untuk menunggu Qin Qui selesai naik tahap.


Ia melakukan itu untuk meminta Qin Qui menganalisis fungsinya, karena telah di simpan. Mereka berdua melihat banyak tumpukan artefak kelas Dewa mulai dari rendah sampai tinggi tergeletak di lantai.


Semua artefak itu berada di bawah bola tersebut, sedangkan di sekeliling ruangan itu, tidak ada sesuatu yang mencurigakan. Karena sudah di ambil harta berharga di sana, mereka berdua mendekati artefak di lantai untuk mencari, dan mengambil semuanya.


Mereka berdua berjalan mendekati tumpukan artefak kelas Dewa seperti bukit yang menjulang tinggi. Di sana mereka sedikit bingung mau mencari dari yang mana terlebih dahulu, karena senua harta sekelas Dewa.


Qin Chen disana, ia melihat sebentar artefak di depannya, melihat bahwa memang kelas Dewa, ia sedikit terkejut dengan artefak yang banyak ini. Tapi, karena ia sudah sampai, Qin Chen akan memberikan kepada Qiu Yu Ran saja. Karena ia sudah mendapatkan bola cahaya yang belum di ketahui.


"Karena bola cahaya sudah ku ambil, mari kita lihat-lihat artefak ini. Jika ada yang dibutuhkan kamu ambil saja, lalu sisanya bisa di simpan untuk jaga-jaga maupun kamu berikan ke suadarimu." Ucap Qin Chen.


"Lalu kamu? Apa kamu tidak mengambilnya juga? Bukankah kamu datang kesini untuk mendapatkan harta berharga?" Tanya Qiu Yu Ran yang bingung.


Qin Chen tertawa kecil mendengar perkataan Qiu Yu Ran, saat Qiu Yu Ran melihat reaksi Qin Chen, ia sedikit bingung. "Apa yang kamu ketawakan? Bukankah tujuan awalmu adalah barang-barang di lantai sembilan?" Tanya kembali Qiu Yu Ran dengan sedikit marah.


Mendengar itu, Qin Chen langsung menariknya ke dalam pelukannya, ia memeluk istri kecilnya dengan lembut. Saat Qiu Yu Ran di peluk Qin Chen, ia menjadi bingung tapi ia tidak bisa menolak pelukannya.


Qin Chen yang tengah memeluknya, ia lalu mengatakan. "Tujuan awalku adalah mencapai lantai sembilan untuk mendapatkan harta berharga. Tapi kamu tahu apa yang berharga..?"


"Bola cahaya tadi?"


Qin Chen tersenyum, "Harta berharga bagiku sekarang bukanlah harta di lantai sembilan ini. Melainkan harta berhargaku ada di pelukanku ini, yaitu kamu, dan juga anak kita nantinya.. tidak ada yang paling berharga selain kamu.."


Mendengar perkataan Qin Chen. Kini Qiu Yu Ran menjadi malu dan juga sangat senang, bahwa dirinya sangat berharga di hatinya. Tidak menolak pelukannya, ia malah memeluk Qin Chen dengan erat.


"Terimakasih, sudah menganggap aku berharga.."

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2