
Masih di dalam ruangan tersebut, Qin Chen mengelus kepalanya agar istri kecilnya tidak ngambek lagi dengan Qin Chen, "Sudah-sudah, itu hanya kelas Dewa, aku masih memiliki jutaan kelas Dewa, dan memiliki ratusan ribu kelas Surgawi maupun Ilahi. Itu hanya 4 buku kelas Dewa, jadi buku itu tidak terlalu penting bagiku. Jadi jangan marah ya.." Ucap Qin Chen.
"Hmph! Aku memarahimu karena agar tidak bertindak gegabah! Aku tidak peduli mau kamu punya berapa banyak! Tapi setidaknya dengar perkataanku!" Balas Qiu Yu Ran masih marah dengan Qin Chen.
Di pikir-pikir lagi, memang benar kalau wanita sedang marah berarti dia khawatir. Tapi.. sudahlah, aku tidak ingin membuat dia marah terus, ini juga adalah tanggung jawabku. Untuk sementara waktu, aku akan mengikuti apa yang ia inginkan, ini semua agar dia paham dengan kemampuanku sebenarnya.
Qin Chen berbicara di dalam hatinya, ia berbicara tentang istri kecilnya di hadapannya langsung. Karena istri kecilnya masih muda, dan sudah mengandung anak, itu akan membuat tekanan yang hebat dalam dirinya.
Karena ini salah Qin Chen, setidaknya untuk sementara waktu, ia akan mengikuti apa yang istri kecilnya inginkan.
"Baiklah, maafkan aku. Aku janji akan mendengarkan apa yang kamu katakan, aku akan berbicara kepadamu tentang apa yang akan kulakukan, asalkan kamu tidak marah lagi denganku." Balas Qin Chen memeluknya dari belakangnya.
"Huhmp! Kali ini aku memaafkanmu.." Balas istri kecilnya.
mendengar perkataan istrinya, Qin Chen tersenyum lalu ia melihat ke arah kedua saudari istrinya. Melihat mereka berdua yang bingung dengan sikap kakak mereka, kini kedua saudari itu semakin ingin mencari tahu tentang hubungan mereka berdua.
Qin Chen yang sebelumnya memutuskan untuk memberitahukan keluarganya tentang Qiu Yu Ran, ia sekarang membisikkan ke telinga Qiu Yu Ran dengan pelan.
"Aku ingin memberitahukan keluargaku, tentang dirimu, apa kamu mau pergi bersamaku?" Bisik Qin Chen dengan pelan.
"Baiklah, tapi aku bingung harus membawa apa? Bisa kamu kasih tahu aku, tentang hadiah apa yang bagus untuk keluargamu?" Kata Qiu Yu Ran dengan bingung.
"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu membawa apapun, keluargaku pasti tahu kalau aku datang tidak akan membawa apapun.." Balas Qin Chen dengan lembut.
"Tapi aku tidak enak dengan keluargamu nantinya.."
Qin Chen tersenyum, ia mengelus kepalanya dengan lembut, lalu ia beranjak berdiri dari tempat tahtanya. Dengan ia melihat kedua wanita itu yang masih duduk di depan sana sambil melihatnya.
__ADS_1
Ia melempar satu buku lagi ke arah wanita tersebut lalu berkata. "Aku melihat kau memiliki potensi yang bagus di masa depan, sayangnya kau tidak pernah di latih oleh kaisar, jadi membuat bakatmu menjadi terpendam. Aku memberikanmu buku itu untuk kau belajar, dan juga itu pilihanmu. Jika kau sudah menjadi kuat dan ingin balas dendam, datanglah padaku, maka aku akan melayanimu sampai akhir!" Ucap Qin Chen dengan sedikit intimidasi.
Qiu Yu Ran, ia ikut berdiri di belakang Qin Chen, ia melihat wanita itu adalah istri dan putri kaisar yang Qin Chen bunuh beberapa waktu lalu, ia sebenarnya bersimpati pada mereka, tapi melihat Qin Chen yang sekarang ini, ia tidak ingin ikut campur dalam urusannya.
"Sedangkan para Jenderal, kalian berlatihlah, dalam satu bulan kita akan pergi menyerang Alam Immortal yang pernah menyerang Alam ini!" Ucap Qin Chen dengan keras.
"Baik!"
Mereka semua memberi hormat, lalu mereka pergi dari sana untuk berlatih. Sedangkan Qin Chen ia pergi dari sana sambil memegang tangan istrinya untuk menuju tempat yang sepi.
Di ikuti dengan mereka bertiga di belakang Qin Chen, sekarang Qin Chen berjalan menuju tempat yang dimana tidak ada orang-orang didekatnya. Karena ia ingin membuka portal ke dunia buatannya.
Setelah Qin Chen sampai di tempat sepi, disana ia mengangkat tangannya ke depannya, dengan perlahan sebuah portal bulat berwarna hitam muncul di hadapan mereka, saat melihat portal tersebut, mereka semua terkejut melihatnya.
"Baiklah, portal menuju tempat keluargaku tinggal sudah jadi, mari kita masuk." Ucap Qin Chen sambil menuntun istrinya masuk ke dalam portal.
Qiu Yu Ran, hanya bisa diam mengikuti apa yang dikatakan Qin Chen. Pada akhirnya mereka semua masuk ke dalam portal untuk melihat keluarga Qin Chen yang tidak tahu tinggal dimana.
***
Setibanya mereka semua di dunia Qin Chen, mereka semua merasakan energi yang begitu padat ada dimana-mana. Melihat energi begitu padat, mereka berpikir bahwa ini bukanlah Alam Immortal melainkan Alam Surga.
"Energi disini, sangat padat!"
"Apa ini Alam Surga?! Dengan energi sepadat ini, tidak mungkin berada di Alam Immortal!"
Mendengar pembicaraan mereka berdua, Qin Chen hanya tertawa kecil mendengarnya. Lalu ia berjalan ke depan mengandeng tangan istrinya. Qin Chen berjalan menuju tempat keluarganya tinggal, mereka tinggal tidak jauh dari tempat Qin Chen berada.
__ADS_1
Mereka semua berjalan kaki mengikuti Qin Chen yang berjalan menuju Utara, jarak ke tempat keluarganya tinggal memiliki jarak 1mil dari tempat ia berada sebelumnya.
Walaupun sedikit jauh, Qin Chen hanya berjalan sambil tersenyum, ia tersenyum memikirkan bagaimana reaksi kedua orang tuanya disaat mereka mendengar penjelasan Qin Chen nantinya.
Mau bagaimana lagi, Qin Chen berpetualang sendiri, dan tiba-tiba pulang membawa wanita yang tengah mengandung anaknya. Mungkin berita itu akan membuat kedua orang tuanya menjadi syok mendengarnya.
Qiu Yu Ran melihat Qin Chen terus tersenyum membuat dirinya terus bertanya-tanya tentang apa yang dipikirkannya. "Kenapa kamu tersenyum dari tadi?" Tanya Qiu Yu Ran.
"Aku? Aku hanya memikirkan reaksi kedua orang tuaku saat mendengar berita ini. Setiap kali memikirkan hal itu membuat aku tersenyum, jadi jangan hiraukan saja aku jika tersenyum." Balas Qin Chen dengan ramah.
"Baiklah, tapi jangan sering-sering, nanti di sangka gila mau?"
Qin Chen yang mendengar itu terkejut, ia lalu mengelus rambut istrinya dengan lembut. Mereka semua berjalan menuju kediaman Qin Chen dengan berjalan kaki.
***
Dikediaman Qin.
Terlihat seorang wanita yang sedang duduk di sebuah teras rumah, dimana di sampingnya di temani oleh gadis kecil yang imut. Mereka berdua tidak lain adalah ibu dan adik kecil Qin Chen.
Mereka berdua duduk sambil menikmati cemilan yang ada, karena di dunia ini hanya ada mereka saja, jadi mereka hanya bisa melakukan apa yang mereka inginkan.
Sedangkan di sisi lainnya, ayahnya sedang duduk di sebuah aula dengan tegap, karena mereka berunding tentang kejadian beberapa waktu lalu di dunia tersebut.
Kejadian itu adalah dimana para manusia dari dunia lain berdatangan ke dunia tempat keluarganya tinggal. Qin Chen belum menyadarinya, jadi ia tidak tahu tentang manusia yang datang itu.
Didalam, Panatua keluarga Qin hanya tertinggal sedikit, karena sisanya mati akibat pertarungan terakhir kali di alami mereka di dunia sebelumnya. Dengan 4 Panatua yang ada, mereka mempertahankan keluarga Qin agar masih utuh hingga ribuan tahun kedepannya.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*