
Mereka bertiga pergi ke tepian hutan, yang dimana di ujung jalan adalah kota terdekat di hutan tersebut. Kini Qin Chen, Su'er dan putrinya pergi kebawah, dimana ada sebuah batu yang pas untuk duduk dan mengobrol.
Qin Chen yang turun duduk disana sambil memangku putri kecilnya yang sudah besar, mau bagaimana lagi, karena putrinya tidak mau melepaskan pelukannya.
Su'er duduk di sampingnya, ia melihat Qin Chen yang tengah duduk memangku seorang wanita yang dikatakan bahwa putrinya.
Disana, Qin Chen lalu berbicara kepada putrinya. "Jika putri ayah menangis terus, ayah akan ikut menangis melihatnya,"
Putrinya lalu melepaskan pelukannya dengan pelan, disana air matanya membasahi pakaian Qin Chen. Melihat hal tersebut, Qin Chen lalu mengangkat tangannya untuk menghapus air mata putrinya.
Ia yang menghapus air mata putrinya, lalu berbicara dengan lembut, "Jika seperti ini, putri ayah semakin cantik.."
"Hmm.."
Qin Chen disana perlu menjelaskan kepada Su'er agar ia tahu kenapa belum bisa menepati janjinya kepada dirinya. Ia yang bingung dari mana harus ia katakan, tapi ia akan mengatakannya.
Disana ia melihat putrinya yang sudah berhenti menangis, saat melihat para putrinya, ia terlihat sama seperti ibunya yang memiliki para wajah yang sangat cantik.
Ia lalu mengusap kepalanya dengan lembut, "Kamu sangat mirip dengan ibumu, apa dia baik-baik saja? Apa ada masalah yang membuat putri ayah ke Alam Immortal? Lalu kenapa kamu berada di sini? Bukankah ibumu akan tahu, jika kamu kesini?"
Qin Chen yang khawatir dengannya, dan melontarkan banyak pertanyaan yang keluar di mulutnya, karena pikirannya sedang sinkron dengan suasana.
"Ibu baik-baik saja di Alam Surga.." Balas putrinya.
"Baguslah jika ibumu baik-baik saja, lalu siapa namamu? Karena waktu itu, ibumu langsung pergi meninggalkan ayah.. Ayah bahkan tidak sempat berbicara sepatah-kata pada ibumu.."
"Namaku Mu Mei Yin, ayah bisa memanggilku Yin'er, ataupun Mei'er.." Jawab Mu Mei Yin.
Qin Chen yang mendengar namanya, ia tersenyum senang dengan semuanya. "Nama yang cantik, pantas menjadi putri Ayah.."
Disana, ia sekali lagi memeluk Qin Chen untuk kedua kalinya, karena ia sudah lama menantikan kehadiran sosok ayahnya. Karena setiap kali, ia bertanya kepada ibunya.
__ADS_1
Jawaban yang sama selalu terulang, ia yang sudah dewasa mulai pergi ke tempat Dewa peramal, disana ia meminta meramalkan seseorang yang tidak lain adalah ayahnya sendiri.
Dengan mendapatkan ramalan dimana mereka bertemu, ia memberanikan dirinya untuk berpetualang di Alam Immortal rendah, ini semua ia lakukan untuk bertemu dengan ayahnya.
Qin Chen yang merasakan pelukan putrinya lagi, ia hanya bersikap biasa seperti seorang Ayah yang baik kepada putrinya.
"Sudah.. ayah akan selalu bersama Yin'er, lalu kenapa Yin'er bisa kemari, dan apa ibumu memberikan izin?" Ucap Qin Chen dengan suara lembut.
"Sebelum kesini, Yin'er pergi ke tempat Dewa Peramal untuk meramalkan Ayah, dan dari petunjuk Dewa Peramal mengarahkan ke sini, jadi Yin'er diam-diam pergi dari tempat ibu, agar Yin'er bisa cepat-cepat bertemu dengan Ayah, Yin'er sudah 1 bulan di dunia ini, dan sudah menjelajahi hampir sepenuhnya.." Balas Mu Mei Yin dengan suara pelan.
"Jadi begitu... Baiklah, Ayah tidak akan marah pada Yin'er, karena pergi kabur untuk mencari Ayah.. tapi ibumu pasti akan mengkhawatirkanmu karena sudah menghilang.." Ujar Qin Chen kepada putrinya.
Ia lalu mengelus kepalanya dari atas hingga kebawah dengan lembut, sedangkan Su'er disampingnya, ia hanya bisa terdiam mendengar pembicaraan mereka berdua.
"Jika Yin'er mau, Yin'er bisa ikut bersama ayah untuk berpetualang di dunia ini, meskipun kekuatan Ayah setara dengan ibu, tapi melihat dari basis kultivasi, Ayah masih di ranah Supreme Heavenly Venerable tingkat Awal." Ucap Qin Chen dengan nada lembut.
Mu Mei Yin, ia mendengar perkataan ayahnya yang mengizinkan dia ikut bersamanya untuk berpetualang, karena ia ingin sekali bisa bersama dengan ayahnya.
"Tentu, kamu boleh ikut dengan ayah.."
Ia yang mendengar ayahnya memperbolehkan dirinya untuk bersama, kini Mu Mei Yin sangat senang bisa ikut bersama Ayahnya. "Terimakasih Ayah, aku sangat menyayangi Ayah sampai kapanpun itu.."
Putrinya mengatakan hal tersebut membuat Qin Chen tersenyum, ia tidak menyangka akan ada pertemuan dirinya dengan putri atau anak pertamanya dengan wanita pertamanya.
Mu Mei Yin, ia yang senang lalu memberikan kecupan di pipi kanannya Qin Chen, melihat hal tersebut membuat Su'er terkejut atas kedekatan mereka berdua.
Qin Chen ia juga terkejut dengan kecupan manis dari putrinya, dimana ia adalah ayah dari gadis berusia 18 tahun ini.
"Ka-kamu memberikan ayah kecupan?" Tanya Qin Chen sambil menyentuh bekas kecupan putrinya yang manis.
"Benar, karena Yin'er sudah lama ingin bersama ayah, dan banyak sekali yang ingin Yin'er tanyakan kepada Ayah.." Balas Mu Mei Yin.
__ADS_1
"Ayah juga sama seperti Yin'er, ada banyak sekali yang ingin ayah tanyakan, karena Yin'er bersama ayah, jadi waktu untuk saling berbagi sangatlah panjang. Dan Yin'er sekarang adalah tanggung jawab Ayah sebagai seorang Ayah yang menjaga putrinya..."
Qin Chen yang sudah melihat putrinya yang tumbuh dewasa, dan memiliki para wajah yang cantik sama seperti ibunya, dimana ia memiliki paras wajah yang cantik.
Melihat putrinya yang memeluk tangannya dengan erat, ia memeluk Qin Chen dengan pandangan yang sedang bahagia, Qin Chen yang melihat hal tersebut ia lantas tersenyum.
"Baiklah, perkenalkan disana ada wanita cantik, namanya Su'er, teman yang paling dekat dengan Ayah." Ucap Qin Chen yang sambil menunjuk ke arah Su'er.
Putrinya melihat ke arah Su'er yang duduk di sampingnya, dimana penampilan Su'er memang sangat cantik, karena semua pilihan ayahnya pasti sangat cantik.
Ia lalu mengatakan, "Yin'er kira, bibi cantik di samping Ayah adalah istri simpanan Ayah.."
"Urghh.."
Qin Chen merasakan rasa sakit di jantungnya, karena putrinya berbicara seakan-akan Qin Chen mempunyai istri simpanan, walaupun ia memang memiliki istri simpanan.
"Kalau benar dia Istri Ayah? Bagaimana? Apa putri kecil ayah akan marah?" Tanya Qin Chen kepada putrinya.
"Hmmm... Walaupun Yin'er tahu, bahwa banyak para Dewa yang memiliki banyak istri, karena itulah Yin'er tidak keberatan dengan semuanya, Ayah juga masih terlihat muda dan tampan," Balas putrinya yang mendukung Qin Chen.
"Hahahaha.. Putri ayah sudah bisa menggoda, apa semuanya di ajarkan oleh ibumu?" Tawa Qin Chen yang terbahak-bahak.
"Hehehe.."
Qin Chen yang mendengar suara tawa putrinya, ia semakin ingin mencubit pipinya yang manis itu. Tapi ia tahan karena dirinya adalah ayahnya, Qin Chen hanya bisa mengelus kepalanya dengan lembut untuk menyenangkan putrinya.
Putrinya yang memiliki rambut putih sama seperti ayahnya dan Ibunya, ia memiliki mata merah darah sama seperti Qin Chen yang memiliki mata merah darah.
Penampilan yang ia miliki di ambil sepenuhnya dari ibunya yang seorang Dewi Phoenix Surgawi, dimana ia adalah Dewi yang paling cantik di Alam Surga. Bahkan banyak para Dewa ingin mendapatkan hatinya, agar mereka memiliki keturunan yang hebat.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*