Supreme God System

Supreme God System
Chapter 169 : [PMP] Kaisar Chen vs Dewa Galaxy Great We (9)


__ADS_3

Sekarang wilayah kekuasaan Kaisar Bi menjadi milik Qin Chen, setelah Qin Chen memenangkan pertempuran yang menewaskan banyak mahkluk hidup di berbagai bintang, kini ia kedatangan seorang Dewa Galaxy yang menjaga Galaxy bagian Utara Alam Semesta.


Kedatangan Dewa Galaxy ke tempat Qin Chen antara lain adalah, untuk membunuh dalang kehancuran Galaxy yang terjadi beberapa waktu lalu.


Pasukan yang awalnya berjumlah 700 Juta pasukan, semakin lama kian memperbanyak dengan tingkat kultivasi yang berbeda-beda. Qin Chen yang masih melihat dengan kagum akan kekuatan yang dimiliki Dewa Galaxy.


Jenderal yang tadi meminta izin untuk mengalahkan Qin Chen, kini ia berdiri dengan tegap di hadapan seluruh pasukannya. "Bocah! Berlutut di hadapan Yang Mulia Dewa! Dan sesali apa yang kau perbuat selama ini!"


Suara jenderal tersebut sangat nyaring di telinga mereka semua, kini ketakutan di berbagai sisi mulai terjadi. Qin Chen yang masih menatap jenderal itu dengan santainya tanpa ada rasa takut sedikitpun.


Serangan yang ia lontarkan pertama kalinya, kini di hadang oleh jenderal menggunakan sebuah ruang perpindahan tempat. Serangannya masuk kedalam lubang hitam, dan pindah ke tempat lainnya.


Melihat bahwa musuh memiliki kemampuan untuk memindahkan semua serangan Qin Chen, kini ia memikirkan Seni apa yang cocok untuk melawan kemampuan tersebut.


[ Kongjian zhuanyi/Pemindahan Ruang adalah Seni kelas Dewa yang memungkinkan pengguna untuk memindahkan segala serangan ke Dimensi lain. ]


[ Kelemahan, pengguna kemampuan ini akan kehabisan banyak energi ketika berulang kali menggunakannya. Disarankan Tuan untuk menggunakan serangan Pedang Dewa secara skala besar. ]


Setelah mendengar penjelasan Qin Qui, kini Qin Chen tersenyum dengan mengangkat tangannya ke atas. Di sana, Qin Chen tengah bertarung dengan Dewa Galaxy, dimana ia adalah pemimpin para Dewa di Alam Immortal tertinggi bagian Utara.


Perlahan-lahan energi di sekitarnya mulai mencengkram kuat, energi itu mengelilingi langit berbintang dengan perlahan membantuk sebuah pedang yang besar lagi.


Satu-persatu Pedang Dewa akhirnya jadi, pada akhirnya pertempuran besar-besaran di atas ratusan juta Galaxy tidak bisa dihindari. Kini Qin Chen telah berhasil membuat 100 Pedang Dewa skala besar.


"Jika kau punya kemampuan! Tahan seranganku? Jika tidak! Berlutut di hadapanku! Dan sesali dosa-dosa yang kau perbuat di Neraka!"


Jika tadi jenderal menghinanya, maka Qin Chen akan menghinanya kembali, dengan begitu mereka akan berwaspada dengan ancaman Qin Chen yang akan datang.


Di atas Qin Chen, ia melambaikan tangannya kedepan dengan selaras angin kehampaan. Pada saat itu juga, seluruh Pedang Dewa yang ia ciptakan mulai melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke tempat jenderal berada.


Wushh! Wushh!

__ADS_1


Seratus pedang melesat mengarah ke arah jenderal berada, mereka semua melihat pedang yang sangat besar mengarah ke arah mereka, kini semuanya tergantung pada jenderal yang melawan Qin Chen barusan.


***


Ditempat jenderal itu berada, ia melihat seratus pedang yang sangat besar sedang menuju ke arahnya. Dengan cepat ia melesat menggunakan energi dalam dirinya untuk memindahkan semua pedang tersebut.


Ia terbang ke depan dengan tangannya ke arah langit, pada saat melihat serangan Qin Chen mulai mendekat ia lalu berteriak, "Kongjian zhuanyi!"


Di depannya mulai terlihat lubang hitam, lubang itu adalah pemindah ruang yang digunakan oleh jenderal sebelumnya, ia menggunakan itu untuk memindahkan serangan Qin Chen pertama kali.


Satu-persatu Pedang Dewa milik Qin Chen di hisap oleh lubang tersebut, Qin Chen yang melihatnya, ia hanya menampilkan senyuman licik yang tiada hentinya. Tangan Qin Chen mulai turun kebawah dengan perlahan-lahan.


Wushh!


Hembusan angin yang begitu besar terjadi di atas jenderal tersebut, kini di atas langit mulai terlihat Pagoda Dewa milik Qin Chen yang akan membunuhnya. Seketika para jenderal disana meminta izin untuk membantu jenderal itu.


"Yang Mulia! Izinkan kami untuk melawan bocah rendahan itu!"


"Jika kalian tidak bisa membunuh bocah itu, maka nyawa kalian sebagai taruhannya!"


"Baik!"


Mereka berlima menerima taruhannya, karena membunuh seorang bocah bukanlah apa-apa dimata mereka. Kini kelima jenderal melesat membantunya untuk menahan serangan dari atas tersebut.


Satu jenderal membantu menahan serangan Pedang Dewa Qin Chen, lalu sisanya mereka menahan Pagoda Dewa Qin Chen. Mereka berenam mengeluarkan kemampuan terbaik untuk menahan kedua serangan tersebut.


Para prajurit disana ikut membantu menyerang balik, tanpa disadari oleh mereka semua. Qin Chen yang berdiri disana mengeluarkan sebua kemampuan lainnya.


"Telapak Dewa!


Tangan kanan dan kirinya menjadi satu bagaikan seorang yang akan melaksanakan Petapa, mereka semua yang disibukkan dengan serangan Qin Chen itu.

__ADS_1


Tiba-tiba dari arah kanan dan kiri mereka muncul cahaya emas berbetuk telapak tangan, melihat Qin Chen yang terus memojokkan mereka semua, kini mereka semakin marah, dan sekaligus kesal di permainkan oleh Qin Chen.


Sebenarnya yang kesal dan juga marah adalah Qin Chen, karena mereka datang untuk menghambat waktu Qin Chen. Walaupun bisa membunuh mereka semua, Qin Chen sudah menghitung banyak waktu untuk bisa mengajak istri kecilnya jalan-jalan.


Karena kesal, Qin Chen melampiaskan kekesalannya kepada mereka semua, ia melampiaskan dengan cara mempermainkan pasukan Dewa Galaxy, dengan begitu, ia juga akan mempermainkan Dewa Galaxy di atas telapak tangannya sendiri.


Pasukan yang Dewa Galaxy bawa hanyalah sebagian kecil dari seluruh pasukannya, karena untuk melawan seorang bocah, sudah cukup dengan beberapa miliar pasukan untuk menyiksanya.


Dari sudut kanan dan juga kiri, kedua serangan tersebut melesat dengan cepat mengarah ke mereka semua. Dengan gerakan cepat, dan juga sigap, mereka menyerang kedua serangan Qin Chen dengan kemampuan mereka.


Warna-warni serangan mereka berkombinasi dengan sempurna membuat memanjakan mata Qin Chen. Serangan mereka terus di lontarkan ketempat serangan Qin Chen, tapi sayangannya serangan mereka tidak bisa membuat lecet sedikitpun.


"Apa-apaan serangan bocah itu! Bahkan tidak bisa lecet sedikitpun!"


"Jangan banyak bicara, dan serang sekuat tenaga! Jika tidak! Aku akan membunuhmu!"


"Ba-baik!"


Para prajurit ketakutan mendengar jenderal yang awalnya tenang sekarang sedikit cemas, semua prajurit bersatu menyerang kembali serangan yang Qin Chen lontarkan.


Boom! Bang!


Dentuman demi dentuman keras terdengar di telinga orang-orang, mereka semua tidak menyangka bahwa Monster pelahap Langit kini berubah menjadi Monster kuno pelahap Semesta.


Bagian atas, para jenderal menahan dengan tubuhnya menggunakan fondasi sebagai penahan, dari depannya satu jenderal menyerang Pedang Dewa Qin Chen, dan satunya memindahkan pedang yang lolos.


Mereka semua bekerjasama untuk menghalau serangan dari seorang bocah. Sedangkan Dewa Galaxy yang kini menatap Qin Chen dengan tatapan membunuh, ia malah tidak melihat rasa takut di wajah Qin Chen.


Qin Chen hanya tersenyum polos melihat semuanya, takut adalah hal yang tidak bisa Qin Chen rasakan. Meskipun di ujung maut, Qin Chen tetaplah santai menghadapinya.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2