Supreme God System

Supreme God System
Chapter 271 - Qin Xiuying dan Qin Changyi! (R)


__ADS_3

Di istana, Qin Chen yang tengah berdiri disana, ia lalu berjalan mendekati pintu ruangan, dan terhenti karena sesuatu, ia ingin melihat istrinya dan juga anaknya yang baru saja lahir.


"Ayah, ibu ... Bisa kalian masuk terlebih dahulu, aku akan menghilangkan keberadaanku untuk masuk ... " Kata Qin Chen yang dengan suara kecil.


"Ada apa Chen'er?" Tanya ibunya yang tidak tahu apa yang di pikirkan putranya sekarang ini.


"Tidak apa-apa,"


Mendengar itu, ayah dan ibunya berjalan masuk ke dalam ruangan dimana Qiu Yu Ran tengah terbaring di atas tempat tidurnya, di sampingnya ada dua sosok mungil yang manis.


Berjalan, mendekatinya melihat ada dua sosok mungil yang tengah terbaring di sampingnya. Dilihat dari bentuknya itu adalah kembar, perempuan dan laki-laki.


Qiu Yu Ran melihat kedatangan kedua orang tua yang dimana ia tidak melihat Qin Chen sama sekali di saat dia disana. Wajahnya menjadi sedih, membuat ayah dan ibunya tahu apa yang dipikirkan oleh Qiu Yu Ran sekarang ini.


"Selamat, Yan'er ... "


Qiu Yu Ran hanya tersenyum membalas mereka berdua, sedangkan Qin Chen tengah duduk mengelus pipinya putri dan putranya. Qiu Yu Ran lalu bertanya kepada mereka. "Ayah, ibu, apa Qin Chen kembali?"


Mendengar pertanyaan itu, mereka melirik ke arah Qin Chen yang sudah berada di sampingnya, dimana Qin Chen melihat mereka bertiga yang tengah terbaring di atas tempat tidur.


Qin Chen disana, ia melihat ekspresi istrinya yang sedih, secara perlahan-lahan menampilkan wujudnya yang tengah duduk di sampingnya, tangannya menyentuh wajahnya yang manis.


"Aku ada di sampingmu ... "


Saat suara itu terdengar, tubuh Qin Chen terlihat jelas membuat Qiu Yu Ran meneteskan air matanya. Ia sekarang tidak bisa berkata-kata lagi, karena melihat Qin Chen ada disisinya.


Tentunya, Qin Chen mengelus kepalanya dengan lembut, ia juga menundukkan kepalanya mendekatinya karena tidak ingin membuat dirinya bersedih. "Jangan menangis ... Aku sudah menepati janjiku dimana aku akan disampingmu." Kata Qin Chen dengan suara lembut.

__ADS_1


"Hmmm."


Ia mengelus wajahnya sendiri di tangan Qin Chen, sedangkan kedua orang tuanya merasa senang melihat Qin Chen bisa kembali ke rumah untuk menemani istrinya.


Qin Chen lalu memikirkan nama yang bagus untuk dua mungil di sampingnya, melihat dari wajahnya yang mungil, Qin Chen memiliki banyak nama yang bagus untuk mereka berdua.


"Apa kamu sudah menemukan nama untuk kedua anak kita?" Tanya Qiu Yu Ran yang kini melihat sambil menyentuh pipinya dengan lembut.


Ia lalu berkata. " Qin Xiuying." Qin Chen menunjuk ke arah putrinya, dimana ia memiliki arti yang sangat bagus, "Qin Changyi." Ia lalu menyentuh putranya.


Qiu Yu Ran mendengar itu ia senang, karena nama-namanya sangat bagus dan cocok dengan mereka berdua. "Nama yang bagus ... "


"Baguslah, jika kamu menyukainya ... Sekarang, kamu istirahatlah, aku akan menjagamu dan kedua kecil ini disini." Ucap Qin Chen pada istrinya.


Qiu Yu Ran lalu menutup matanya dengan lembut, ia benar-benar tertidur cepat setelah Qin Chen memintanya. Kedua orang tuanya lalu menggendong cucu mereka yang manis-manis, ibunya menggendong cucu perempuannya, dan ayahnya menggendong cucu laki-laki.


Mereka berdua tampak bahagia, seakan-akan itu adalah kebahagiaan kedua setelah Qin Chen dilahirkan. Tentu saja, saat Qin Chen melihat mereka berdua ia sangat senang.


Qin Chen masih disana, ia membelai rambut panjang Qiu Yu Ran saat ini, melihat mereka semua bahagia membuat Qin Chen senang, karena dirinya dari dulu selalu sendirian dan tidak dapat kebahagiaan seindah sekarang ini.


Dalam ruangan, waktu terus berjalan memutar membuat hari semakin malam, dimana langit berbintang menampilkan keindahan miliknya, cahaya bulan purnama menerangi langit dan bumi.


Mereka pada akhirnya kembali ke kamar untuk hari esok, Qin Chen tidak bergerak sama sekali di dalam ruangan tersebut, ia hanya melihat dimana lampu menerangi seluruh ruangan.


***


Pagi harinya,

__ADS_1


Matahari terbit membawa semangat baru di Alam Immortal, Qin Chen semalaman tidak tidur karena ia mengurus putra dan putri kecilnya yang semalaman tidak tidur, dan pada akhirnya, Qin Chen menghabiskan hampir seluruh Poin Tukar yang ia dapatkan untuk membeli banyak boneka maupun barang-barang untuk mereka.


Di dalam ruangan tersebut, bisa dilihat banyak barang-barang untuk mereka berdua yang menumpuk dimana-mana, karena belum Qin Chen susun dengan rapi, mulai dari karpet dari bulu domba surgawi yang memiliki kualitas kelembutan yang sangat-sangat lembut dan bulunya sehalus sutra.


Karena energi Qin Chen membaur dengan Alam, matanya menjadi seperti panda yang hitam karena tidak tidur, walaupun bisa tidak merasakan kantuk, namun tubuhnya beraksi secara alami.


Qin Chen yang sekarang melihat kanan dan kiri, ia lalu mengangkat tangannya ke atas dengan ekspresi wajah biasa saja, namun Aura yang ia pancarkan mendominasi langit dan bumi.


Barang-barang bertebaran dimana-mana, mereka semua melesat sesuai kehendak Qin Chen yang kini mengendalikan gravitasi, dalam hitungan detik saja, semuanya tersusun dengan rapi di lemari, maupun tempat penyimpanan.


Ruangan juga sudah di disain secara nyaman untuk mereka tidur dan bermain, telur burung Best Thunder yang Qin Chen minta Qin Qui untuk meneteskan, kini telah sedikit tumbuh besar, dimana Qin Chen meletakkan di sangkar burung.


"Sepertinya ini sudah cukup, dan dua putra dan putriku sudah tidur dengan nyenyak ... Sekarang, aku akan pergi keluar untuk meregangkan tubuhku yang kaku ini ... "


Qin Chen perlahan-lahan melepaskan pegangan istrinya, dimana ia berjalan keluar dari ruangan untuk meregangkan otot tubuh yang kemarin telah hancur berkeping-keping.


Namun sekarang, semuanya sudah kembali dengan tubuh Qin Chen telah di tempa kembali oleh Qin Qui menggunakan obat-obatan yang berharga. Bukan hanya obat-obatan saja, Qin Qui memotong Poin Tukar Qin Chen untuk membeli tubuh-tubuh yang bisa mempertahankan tulang Qin Chen walaupun di hantam oleh sesuatu yang kuat.


Setelah sampai di luar istana, ia senam untuk meregangkan otot tubuh. Lalu mencoba kekuatan miliknya, karena ia merasakan kekuatan miliknya berbeda di bandingkan sebelumnya.


Melambaikan tangan kebawah dengan pelan, seketika gemuruh langit terdengar dengan guntur-guntur menghujani bumi, daratan yang sangat jauh dari istana kini hancur menjadi tanah kehancuran.


Melihat hal tersebut, Qin Chen menjadi terkejut. Ia lalu menutup matanya untuk merasakan energi miliknya, dimana pada saat itu Qin Chen benar-benar syok melihat energi dalam dirinya membaur dengan Alam dan membentang luas di seluruh Alam Immortal.


"A- apa-apaan ini! Kenapa energi menjadi seperti ini? Jika seperti, apa mereka melihatku seperti orang lumpuh?" Ucap Qin Chen yang terkejut.


Melihat bahwa energi miliknya membaur dengan Alam, Qin Chen tidak bisa berkata-kata lagi dengan apa yang terjadi. Namun, dengan ini ia terlihat lemah namun mematikan!

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2