Supreme God System

Supreme God System
Chapter 329 - Akhir Kisah (End)


__ADS_3

Ruang keluarga


Masih di dalam Ruang keluarga, mereka berbicara satu sama lainnya tentang keputusan Qin Chen saat ini, istrinya jatuh ke dalam pelukannya untuk terkahir kalinya bertemu.


"Aku tidak akan lama, seperti dulu lagi ... Setelah selesai ini, aku akan membawamu jalan-jalan melihat Alam Surga, seperti dulu lagi sebelum Qin Ying'er, dan Qin Changyi lahir."


"Hmmm ... Aku tidak ingin menjadi penghambat, lakukanlah sesukamu, jika bisa hancurkan saja seluruh Alam, agar tidak bisa mengganggu kita berdua lagi disini."


Qin Chen tersenyum mendengarnya, jika itu bisa dilakukannya, maka sudah dari dulu ia lakukan agar tidak ada lagi orang-orang yang menggangunya dari dulu.


"Yin'er juga tidak akan menghalangi ayah, karena melawan orang tua sendiri akan mendapatkan banyak dosa, dan Yin'er tidak mau itu."


"Lakukanlah sesukamu, aku akan menjaga keluargamu disaat kau pergi."


Mereka semua mendukung Qin Chen dengan alasan tidak mau menghambatnya, ini membuat Qin Chen benar-benar senang dan bisa mengamuk sesuka hatinya di Alam Immortal.


Ibunya tidak bisa mengatakan apa-apa, ia hanya bisa mengikuti apa yang dikatakan oleh putranya yang sekarang ini.


"Ibu tidak bisa mengatakan apa-apa lagi, dan ibu tidak ingin menyakitkan hati mu, jadi ibu akan mengikuti apa yang Chen'er katakan."


"Terimakasih"


Dalam ruangan, Qin Chen memeluk dua orang yang disayanginya, ibu dan juga istrinya. Mereka semua hanya melihat Qin Chen, dan tidak berkata-kata lagi tentang ini.


Seperti perpisahan sangat lama, namun memang benar-benar lama, dalam waktu berjalan begitu cepat, mereka semua berada di depan portal untuk berpisah dengan Qin Chen.


Melambaikan tangannya, dan tentunya Qin Chen memberikan kecupan kepada putra dan putrinya agar tidak kangen dengannya. Meksipun putrinya tidak mau berpisah, namun ia berjalan sambil bersedih.


"Jangan lama-lama ... Dan cepat kembali ke Dunia tersebut."


"Baiklah, sampai ketemu lagi."


Pergi dari Alam Immortal meninggalkan Qin Chen seorang di sana, para prajuritnya masuk ke dalam tubuh Qin Chen dimana mereka bersemayam di dalam bayangan.


***


Sekarang, Qin Chen berdiri di Istana tanpa siapa-siapa di sekitarnya, ia benar-benar berdiri sendirian di dalam ruangan. Melihat sekitarnya tampak sepi tanpa kehadiran mereka, berjalan mendekati tahtanya.

__ADS_1


Duduk dan menyenderkan tubuhnya ke tahtanya miliknya, ia kembali lagi dalam pemikiran yang begitu tenang, mengambil minuman dari dalam inventori miliknya.


Slurp!


Menyeduh teh hangat dengan santai, melihat kekosongan Istana di depan mata, Qin Chen memiliki pikiran yang hebat.


"Qin Qui, apa yang aku ambil kali ini benar-benar keputusan yang benar?"


[Jika yang Tuan pikirkan, maka semuanya akan baik-baik saja, selama Tuan masih dalam keadaan yang baik.]


"Baguslah, aku akan melakukan apa yang aku pikirkan sekarang ini,"


[Baik, Tuan.]


Melihat sekitarnya sekali lagi, ia benar-benar sudah sendirian di dalam Istana, mengambil sedikit napas agar pikirannya tenang tanpa ada penyesalan di dalam hatinya.


"Ratu Roh, mungkin kita akan bertemu lagi di Alam Surga, ataupun saat aku sudah menjadi Roh, dan kembali Neraka sebagai perwujudan Roh yang penuh dosa ... "


Qin Chen lalu memfokuskan pikirannya untuk menggunakan kemampuan tertinggi miliknya yang baru saja ia dapatkan sebelumnya, ini adalah akhir dari cerita ini


***


Ratu Roh tengah duduk di tahtanya, merasakan ada sesuatu yang akan terjadi pada orang yang ia kenal lama, perasaan yang membuat dia semakin kuat dalam waktu ke Waktu.


"Qin Chen, keputusan apa yang akan kamu ambil kali ini? Berpihak kepada Alam Roh atau melawan Alam Roh? Ini adalah keputusan yang kau pilih."


Ia duduk di dalam Istana dengan menyenderkan tubuh ke kursinya, melihat sekitarnya bintang-bintang bercahaya terang di sekitar Istana Roh.


"Sudahlah, cepat atau lambat dia akan mengetahui bahwa ini aku, orang yang diselamatkan waktu itu, dan orang yang meminta bantuannya dulu ... Namun, kenapa dia bisa tidak ingat denganku?


Apa terjadi sesuatu saat dia kembali dulu? Dan apa ini karena permintaanku dulu? Karena aku telah kuat, maka aku akan membantunya secara diam-diam agar tidak menyinggung perasaannya ...


Dia selalu sendirian, dan sampai sekarang selalu sendirian melakukan segalanya. Sekarang, aku akan mencoba membantunya meksipun dia tidak menerima bantuanku ini."


Berbicara sendiri di Alam Roh, tepatnya di dalam ruangan, Ratu Roh melihat kedepan sambil memikirkan strategi untuk melawan Alam Immortal dan juga tiga Dewa Galaxy.


Dalam ruangan itu, hanya ada Ratu Roh seorang, sama seperti Qin Chen saat ini, di sana dia hanya seorang diri karena keluarganya di minta kembali ke Dunia buatannya.

__ADS_1


***


Di tempat Qin Chen, ia masih berkonsentrasi untuk mendapatkan energi yang cukup untuk menggunakan kemampuan hebat ini, tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, namun ini adalah kisahnya.


"Qin Qui, aturlah waktu di Dunia buatanku, agar tidak terjadi lompatan waktu yang panjang saat menggunakan kekuatan ini."


[Baik, Tuan.]


Qin Qui, ia mengatur waktu yang beda dengan Alam Immortal, dimana di Dunia Qin Chen waktu akan berjalan lambat, dan di tempat Qin Chen akan berjalan cepat.


Setelah selesai mengatur waktu, Qin Qui hanya diam melihat akhir dari cerita ini, ia melihat Qin Chen dengan tatapan mata yang tenang, bibirnya tersenyum dengan segalanya.


[Waktu telah berhasil di atur, selanjutnya adalah urusan Tuan.]


Mendengar hal tersebut, Qin Chen tersenyum puas dengan tangannya ia sedikit angkat dan jempol Qin Chen berada di jari tengahnya, seolah-olah dia akan menjentikkan jari.


Saat semua pikirannya telah menjadi satu, dan kemampuan terhebat tersebut sudah mencapai titik saat digunakan, Qin Chen lalu berkata dengan suara kecil.


"Saat aku mengambil keputusan ini, maka seluruhnya akan musnah, kehidupan maupun kematian di dunia ini hanyalah khayalanku ... "


Qin Chen tersenyum tipis dengan pandangan tenang menjentikkan jarinya, saat jari Qin Chen di jentikan dengan pelan, suaranya mengundang marabahaya yang tak terhitung besarnya.


Tiba-tiba cahaya putih menyilaukan dunia, mencakup seluruh Alam Immortal, saat cahaya itu menerangi Alam Immortal, orang-orang di Alam tersebut menjadi sangat terkejut.


Cahaya tersebut seakan-akan menghapus seluruh kehidupan di Alam Immortal maupun Alam lainnya, tidak ada yang akan hidup di Alam termasuk Dewa sekalipun.


Qin Chen, yang duduk di tahtanya mulai menghilang menjadi cahaya biru yang membaur dengan cahaya putih. Ia benar-benar menghilang dari kehidupan ini hanya sekali


Saat cahaya itu telah menyelimuti dirinya, Qin Chen menghilang dari peradaban tersebut, seolah-olah dia juga termasuk khayalan Qin Chen sendiri, sangat aneh, namun itu kenyataannya.


Ini adalah cerita kenangan Qin Chen, dimana Qin Chen mengenang kembali perjalanan Qin Chen saat lemah dulu di Alam Roh Rendah dan Alam Immortal.


Dimana pun dia berada, dia selalu beruntung seolah-olah itu adalah cerita, namun kenyataannya memang benar, dia menceritakan tentang dirinya sendiri.


[Kembali!]


***

__ADS_1


...~Supreme God System~...


...~TAMAT~...


__ADS_2