Supreme God System

Supreme God System
Chapter 175 : [PMP] Jalan-jalan ke gunung salju (15)


__ADS_3

Didalam ruangan, mereka berdua bermesraan dengan mencubit pipi satu sama lainnya. Qin Chen yang melihat sekelilingnya yang menatapnya dengan wajah yang penuh tanda tanya, ia sekarang tidak tahu bahwa dibelakangnya masih ada lingkaran cahaya yang ditanamkan oleh wanita tersebut.


"Cepat gunakan pakaianmu, apa kamu tidak malu dilihat oleh keluargamu?"


Istrinya masih mencubit pipinya dengan bersuara lembut, ia melihat bahwa dirinya sendiri belum menggunakan pakaian atas, dimana tubuhnya terbentuk sangat sempurna. Apa lagi otot perutnya yang perfect.


Qin Chen mengangkat tangannya ke samping, dengan cepat ia menggunakan pakaian di dalam cincinnya. Selang beberapa detik berlalu, Qin Chen telah mengenakan pakaian berwarna merah darah dengan corak bunga Spider Lily.


Setelah selesai mengenakan pakaian, ia mulai tersenyum manis di depan istrinya, walaupun pipinya sedang di cubit oleh istrinya. Perlahan dilepaskan cubitan tersebut, dan Qin Chen bisa berjalan mendekati ibunya.


Ia mengangkat tangan ibunya, lalu ia mencium tangannya dengan lembut. Melihat bahwa putra di hadapannya, ia mengangkat putranya lalu memeluknya dengan erat.


Qin Chen membalasnya dengan hangat, ia di dunia ini mempunyai keluarga yang baik dengan dirinya. Meskipun ia belum membicarakan tentang identitasnya sebagai manusia di zaman modern.


Mungkin Qin Chen membutuhkan waktu untuk membicarakan tentang dirinya, tapi tidak untuk sekarang ini. Ibunya mengelus kepala Qin Chen dengan lembut disana, melihat putra tubuh dengan cepat, dan sekarang telah menikah.


"Lain kali, jangan membuat keluarga khawatir dengan keadaan Chen'er.. ibu tidak terima jika Chen'er ibu terluka seperti sebelumnya.."


Qin Chen mendengar suara ibunya yang khawatir, ia tidak bisa menjawab apa-apa yang bisa ia lakukan adalah bertambah kuat. Karena musuh yang akan datang semakin kuat.


"Hmmm.. Chen'er tidak akan membuat keluarga khawatir.."


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya ibunya melepaskan pelukannya dari putra kesayangannya. Qin Chen melihat itu, ia tersenyum hangat kepada ibunya.


Lalu ia meregangkan otot-otot karena sudah lama tidak bergerak, dan hanya di atas tempat tidurnya untuk waktu lama. Karena ia sudah sembuh, ia ingin mencari kesibukan sebelum melanjutkan perjalanan menuju penguasa Alam Immortal.

__ADS_1


5 Jam Kemudian.


Qin Chen telah mendapatkan kesibukan yang dimana, ia duduk di depan tungku Alkemis, disana Qin Chen menciptakan banyak Pil yang berbeda-beda dengan tingkat tinggi, seperti Dewa maupun Surgawi.


Semua yang ia buat di disana semuanya karena ia sedang bosan, dan menemukan kesibukan membuat Pil. Pil-pil yang Qin Chen buat sudah dimasukkan ke dalam botol mewah, dan semuanya sudah bertumpuk seperti gunung.


Qiu Yu Ran disampingnya, ia hanya melihat Qin Chen yang tengah membuat Pil dari tadi, setelah cukup lama membuat Pil, kini Qin Chen mulai berdiri dengan wajahnya yang biasa saja.


"Mau jalan-jalan?"


"Hmmmm"


Qin Chen ia lalu memegang tangannya, disana ia mulai berteleportation ke tempat yang jauh dari kediaman Qin. Sekarang ini ia berteleportation ke tempat pergunungan yang paling tinggi di dunia buatan Qin Chen.


Di atas pergunungan itu, ia melihat pemandangan salju yang membentang luas di sekitarnya. Salju yang baru turun memang bagus untuk dilihat, karena hujannya sangat tenang.


Sebelum Qin Chen pergi dulu, ia meninggalkan bayangan miliknya untuk menemani Qiu Yu Ran, tapi pada saat Qin Chen menempa tubuhnya, bayangan itu menghilang dari dunia itu.


"Istri kecil, aku akan melanjutkan perjalananku lagi dalam beberapa hari kedepannya. Jadi, aku ingin memanjakanmu untuk hari ini hingga hari dimana aku akan pergi.."


Mendengar perkataan Qin Chen, ia menundukkan kepalanya karena Qin Chen akan pergi lagi, dan itu akan meninggalkan dirinya lagi di sini. "A-apa aku tidak bisa ikut denganmu? Aku bisa membantumu, meskipun aku tidak sekuat dirimu, tapi aku ingin bisa berguna untukmu.."


Qin Chen yang melihat ke arah Istrinya yang tengah menundukkan kepalanya, ia menundukkan kepalanya karena akan ditinggal disana sendirian lagi.


"Kamu tahu aku kuat? Sekuat diriku bahkan bisa kalah dalam pertempuran, jika aku membawamu, aku akan sangat menyesal jika tidak menyelamatkanmu jika bertemu dengan musuh yang sangat kuat."

__ADS_1


Ia membalasnya dengan suara lembut, karena ia tidak ingin membahayakan istrinya sendiri. Jika untuk melawan Dewa di Alam Surga, Qin Chen masih percaya diri untuk melindungi istrinya. Tapi tidak dengan Dewa di atas Alam Surga, atau Dimensi lainya.


Bahkan wanita itu bisa melukai Qin Chen yang sudah sangat kuat di jajaran Dewa. Itu sebabnya ia tidak ingin membawa istrinya, ia takut tidak bisa melindunginya.


Kini Qiu Yu Ran yang tengah berdiri di samping Qin Chen, ia melihat Qin Chen dengan tatapan mata yang tidak merelakan dirinya. "Ji-jika kamu pergi sendirian.. apa kamu akan mencari wanita lain?" Tanya Qiu Yu Ran.


Qin Chen tertegun dengan pertanyaan istrinya. Ia sempat berpikir tentang wanita misterius di gua es, Chu Wuyao, wanita misterius yang mengaku dirinya adalah istrinya. Dari ketiga wanita tersebut, Qin Chen melupakan satu orang yang pernah ia selamat.


Tidak tahu siapa dia, yang jelas saat Qin Chen mengingatnya. Semua tentangnya terhapus di dalam pikirannya, semuanya terjadi pada saat Qin Chen naik ke Alam Immortal rendah di bintang kematian.


Mengingat ada 1 wanita yang ia beri kesempatan untuk, 2 wanita lainnya masih tanda tanya di dalam pikirannya. Sekali lagi ia melihat istrinya yang menatapnya, ia lalu mulai mengeluarkan suara. "Aku tahu, kamu khawatir aku mencari wanita lainnya. Tapi kamu sudah tahu tujuanku berpetualang di dunia luar kan?"


"Apa untuk meminta penjelasan kepada wanita misterius itu?"


"Ya, aku sudah melakukan kesalahan yang tidak bisa di maafkan, tapi aku bukan orang yang suka mengambil keuntungan untuk kepuasanku, sebelum aku menikah denganmu. Bisa dibilang wanita misterius itu adalah istriku, meskipun tidak terikat oleh perasaan, tapi aku bertanggung jawab tentang apa yang terjadi."


Istrinya tahu bahwa dirinya bukanlah yang pertama, dia adalah ya kedua dari wanita misterius itu. Ia perlahan menyenderkan kepalanya ke dada Qin Chen, ia lalu berkata, "Jangan tinggalkan aku.. Aku tahu, aku hanya orang kedua dari wanita itu, dan hanya wanita yang kebetulan bertemu denganmu. Tapi, aku tidak ingin kehilanganmu.. aku sudah lama aku tidak merasakan kehangatan keluarga yang selalu baik padaku..


Bertemu denganmu adalah hal yang terindah yang pernah aku alami sepanjang hidupku..."


Belum selesai istrinya berbicara, Qin Chen langsung memeluknya. Sebagai seorang pria, ia paham dengan perasaannya. Meksipun hati Qin Chen seperti iblis saat membunuh musuh, tapi di hatinya masih ada sedikit perasaan dan sisi baiknya.


Tujuan awalnya untuk mengajak istrinya jalan-jalan, sekarang istrinya tengah menangis. "Aku paham, sekali menjadi wanitaku, akan selamanya menjadi wanitaku. Tidak peduli seberapa banyak wanita yang bersanding denganku, kamu akan tetap menjadi wanitaku."


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2