
Taman Istana,
Qin Chen masih mengusap-usap rambutnya dengan lembut, orang-orang di sekitarnya tertawa kecil melihat tingkah Qin Chen kali ini, ia lalu menyudahi mengusap-usap kepala putrinya.
Lalu melihat ke arah Ru'er kecilnya di sampingnya, dan secara perlahan-lahan menggendongnya yang sudah tumbuh besar, bahkan menjadi gadis kecil yang sangat cantik.
Saat di gendong Qin Chen, Ru'er merasa senang, karena kakaknya masih menyayangi dirinya. Tentu saja Qin Chen sadar tentang semua. "Bagaimana monster kecil itu Ru'er?"
"Xiao Laohu sedang tidur di tempatnya, kemarin Ru'er memintanya untuk mencari banyak sekali bunga-bunga di belakang gunung,"
"Jadi begitu, pantas saja, kakak tidak menemukannya di dekat Ru'er, kadang biasanya dia selalu di gendong Ru'er."
Qin Chen mengelus rambut Ru'er dengan lembut, ia sambil menuntun istrinya untuk duduk di ayunan, sedangkan Qin Qui berubah menjadi partikel cahaya dan masuk kembali ke dalam dirinya.
Disana mereka semua mengobrol membicarakan tentang hari esok, pembicaraan memakan waktu cukup lama.
***
Malam harinya, Qin Chen berjalan ke ruang rapat dimana disana ia akan membicarakan tentang penyerangan monster Dimensi. Meskipun prajurit bayangan yang ia miliki ada yang berada di tahap Alam Surga, namun ia tidak ingin menunjukkan semuanya kepada publik.
Karena itu adalah kartu as miliknya, jadi disini Qin Chen akan membicarakan tentang penyelamatan penduduk, dan penyerangan yang sebisa mungkin jangan sampai kelewatan.
Masuk ke sebuah ruangan yang penuh akan prajurit Qin Chen, ia berjalan dan duduk di kursinya, mereka semua berdiri sebelum Qin Chen duduk di kursi tempat dirinya.
"Baiklah, rapat kali ini tentang berita penyerangan monster dari Dimensi lain."
Mereka semua sudah mengetahui tentang monster tersebut, karena pengalaman dan sekaligus berita yang disampaikan oleh kedua prajurit yang Qin Chen bawa sebelumnya.
__ADS_1
"Aku mengumpulkan kalian semua untuk membicarakan tentang penduduk wilayah Utara, jika hanya melawan monster saja, aku percaya dengan kemampuan kalian semua. Namun, karena aku adalah Penguasa di wilayah Utara, setidaknya aku bersikap bijak mengambil keputusan."
"Seperti yang anda katakan Yang Mulia, kami semua disini akan memenuhi semua keinginan anda untuk mencapai apa yang anda inginkan."
Qin Chen tersenyum, "Bagus, sekarang wilayah Utara memiliki luas yang cukup besar, dan seluruh penduduk tidak akan mungkin bisa di tampung di satu tempat. Aku hanya ingin korban atas perang ini di turunkan."
Mereka lalu saling melihat satu sama lain, dan membaca berkas di atas meja dimana disana terdapat seluruh jumlah dan peta tentang wilayah Utara. Semuanya tentang korban 100 tahun yang lalu, dimana sudah banyak menghilangkan banyak nyawa.
Dana mendengar perkataan Qin Chen, dimana ia meminta korban di rendahkan di bandingkan 100 tahun sebelumnya, dimana mereka memikirkan strategi pertahanan untuk melindungi wilayah Utara dari serangan.
"Jika kita mengetahui dimana saja kemunculan portal, mungkin akan memudahkan bagi kita untuk menetralisir korban jiwa yang begitu banyak, namun ini portal muncul secara acak dan bersamaan."
"Benar, secara keseluruhan ... Wilayah Utara memiliki beberapa kota besar, dan kota menengah, bagaimana jika mempertahankan kota besar dan menengah, dan meminta mereka semua untuk berlindung disana."
"Tapi, jika seperti itu, bagaimana dengan orang-orang yang tinggal di desa, karena di sana adalah pemasukan bagi Istana dan wilayah Utara. Secara kasarnya, mereka adalah poin penting bagi istana ini dalam perkembangan."
"Belum lagi, jika Alam Roh ikut campur dalam masalah ini, mungkin akan menjadi perang terbesar bagi Alam Immortal ini."
Meskipun mereka Dewa, mereka tidak ingin membuat perkataan mereka tentang pendapat mereka membuat Tuan mereka tersinggung. Jadi, mereka semua memikirkan secara matang.
Dalam ruangan tersebut, Qin Chen hanya mendengarkan perdebatan mereka semua, disini ia hanya ingin melihat pendapat mereka masing-masing tentang Dimensi monster tersebut.
Jika mereka mendapatkan solusinya, berarti mereka sudah memiliki kecerdasan dan pemahaman yang bagus untuk kedepannya, dan Qin Chen akan mudah meminta mereka untuk melakukan apa yang Qin Chen pikirkan.
Dari lorong Istana, terdengar langkah kaki yang kecil sedang berjalan mendekati ruangan rapat, langkah kaki tersebut berhenti tepat di depan pintu, dimana ia mendengarkan pembicaraan mereka semua.
Para bayangan merasakan kedatangan seseorang di depan pintu, pandangan mereka semua melirik ke arah pintu, dimana salah satu dari mereka berdiri dan berjalan mendekati pintu.
__ADS_1
Membuka pintu, dan dikejutkan dengan Qiu Yu Ran di depan pintu tersebut sedang berdiri, dimana ia mendengarkan semua pembicaraan mereka di dalam ruangan.
Saat melihat istri Tuan mereka, semuanya berdiri tanpa terkecuali dan memberikan hormat kepada Qiu Yu Ran dengan tulus. Untuk kesetiaan, mereka benar-benar sangat setia.
Qin Chen yang membelakangi pintu, ia lalu melihat kebelakang, dimana istrinya berdiri di depan pintu sambil melihat ke arah mereka.
"Are ... Istri kecil, kenapa kamu disini, ini sudah malam loh ... Tidur sana." Qin Chen mengusirnya dengan nada lembut.
Tanpa memberikan jawaban, Qiu Yu Ran berjalan masuk ke dalam dan melihat ada banyak sekali prajurit di dalam, seolah-olah dirinya berada di dalam Dimensi lain yang terhubung dengan pintu Istana.
Mendekati Qin Chen, dan berdiri di sampingnya. "Apa benar yang mereka bicarakan, bahwa ada penyerang monster dari Dimensi lain dan Alam Roh?" Qiu Yu Ran bertanya kepada Qin Chen.
Qin Chen sedikit bingung menjelaskannya, lalu ia melirik ke arah mereka yang sedang memberikan hormat. "Jangan khawatir, suamimu ini sangat kuat, bisa membelah bintang, membelah Dewa dan banyak hal."
Qiu Yu Ran mendengar langsung dari Qin Chen, ia percaya namun khawatir dengan Qin Chen, karena ia selalu bekerja keras sendirian, dan tidak pernah meminta bantuan kepadanya.
Bagaimana bisa, ia hanya berdiam diri disaat suaminya sedang mencari cara untuk melawan para monster tersebut, ia lalu dengan tidak menjawab perkataan Qin Chen, dan duduk di pangkuannya.
"Aku akan tetap disini, sampai pembicaraan ini selesai dan aku tidak mau penolakan darimu!"
Qin Chen hanya bisa menelan ludahnya, hari ini melihat istri kecilnya seperti mau marah, bahkan tidak mau mendengarkan penolakan dari Qin Chen sendiri sebagai suaminya.
Ia lalu menyuruh bawahannya kembali duduk, dan melanjutkan pembicaraan tentang penyerangan monster, Qin Chen melihat ke arah kamarnya yang dimana putrinya sedang menjaga adik kecilnya yang sedang tidur.
Qin Chen lalu memandang istrinya yang terlihat manis jika marah, ia tampak serius memandang dan mendengar pembicaraan mereka.
Sering kali mereka mengecilkan suara perdebatan, dimana melihat tuan mereka memandang ke arah istrinya yang duduk di atas pangkuannya. Mereka secara pemikiran, ingin mempercepat pencarian solusi masalah ini.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*