
Di kedalaman hutan, terlihat 4 orang yang saling memandang satu sama lain, di sisi Qin Chen yang masih terdiam menatap putrinya yang sudah tumbuh dewasa, ia mau menangis karena senang tidak bisa.
Ia yang tidak bisa menangis, Qin Chen disana melirik ke arah pria tua didepannya yang telah menyakiti putrinya, Qin Chen melangkahkan kakinya kedepan, dengan Su'er di sampingnya yang tengah ketakutan.
Qin Chen yang berjalan lalu berbicara, "Gadis kecil, apa yang dilakukan pria tua yang bau tanah ini padamu?"
Ia bertanya kepada putrinya tentang apa yang dilakukan oleh pria tua disampingnya, putrinya yang bingung dengan sikap Qin Chen yang berada di ranah Immortal King, ia tidak tahu apa yang dipikirkannya.
"Dia ingin menangkapku, untuk menjadikan aku sebagai penghasil keturunan keluarganya.." Balas Putrinya dengan suara lemah.
Mendengar hal tersebut, Qin Chen di sana geram dengan sikap pria tua itu dengan putrinya. Ia menggerakkan tangannya memberikan sedikit olahraga kepada tubuhnya.
"Berani bersikap kurang ajar kepada putriku, lalu berani menculik putriku tepat di depan mataku! Kematian seperti apa yang bagus untuk pria tua yang tidak tahu malu seperti kau?!" Ucap Qin Chen dengan nada kesal.
Suaranya terdengar oleh mereka bertiga yang saling berdiri menatap satu sama yang lainnya. Su'er sekali terkejut mendengar Qin Chen mengatakan bahwa gadis kecil di depannya adalah Putrinya.
Pria tua didepannya ia juga terkejut dengan perkataan Qin Chen, tapi ia tidak mempercayai kata-kata Qin Chen. "Dasar bedebah! Aku tidak percaya Immortal rendahan seperti kau adalah ayah dari Putri Phoenix!"
Qin Chen menggaruk telinganya, karena telinganya sedikit gatal mendengar perkataan pria tua kurang ajar di hadapannya. Ia disana melihat ke arah putrinya yang manis, lalu Qin Chen disana mulai berbicara. "Yang bedah disini adalah kau! Aku tidak mau berbicara lagi disini, karena kau telah menyakiti Putri kesayangku! Berarti kau dan keluargamu siap untuk mati!"
Disana, Qin Chen menatapnya dengan tatapan membunuhnya, Aura yang familiar ia keluarkan, Aura itu adalah Aura Phoenix api dan es, ia disini tidak memperdulikan lagi orang-orang yang akan mengetahui.
Aura Phoenix Api dan Es, mendominasi di daerah sekitarnya, Auranya meluap-luap untuk membunuh orang yang berada di hadapannya. Pria tua itu, ia gemetaran melihat dua Aura yang sangat mengerikan saling berdampingan. "Ba-bagaimana mungkin.. si-siapa kau sebenarnya! Tidak mungkin kau bisa menampung kedua kekuatan yang mengerikan itu!" Ucap Pria Tua dengan suara yang terpatah-patah.
Qin Chen yang berdiri disana lalu berkata. "Aku sudah beberapa kali mengatakan! Karena kau berani menyakiti putriku! Berarti kau sudah siap berhadapan denganku! Ayahnya!"
Putrinya yang sudah berpetualang selama 1 bulan terakhir ini untuk mencari tahu siapa ayahnya yang sebenarnya, kini ia melihat ayahnya berada di hadapannya.
Ia dengan cepat berlari menuju tempat Qin Chen berada, karena perasaannya kepada ayahnya sangat mendalam, semuanya disebabkan karena tidak melihat ayahnya sejak ia lahir.
__ADS_1
Ia yang berlari ke arah Qin Chen, dengan cepat ia memeluk Qin Chen dengan sangat erat, air matanya bisa terlihat tengah mengalir ke bawah bagaikan air terjun.
Qin Chen yang merasakan pelukan putrinya, ia lalu membalasnya dengan lembut, Qin Chen juga mengelus kepalanya dengan pelan, agar ia tidak bersedih lagi.
"Sudah jangan menangis lagi, ayah tidak akan pergi dari Putri kecil Ayah."
Ia masih memeluk Qin Chen tanpa mengeluarkan sebuah suara sedikitpun, melihat hal tersebut, pria tua itu mendapatkan kesempatan untuk menyerang mereka berdua.
Dari tempat ia berdiri, terdengar suara retakan tanah yang begitu besar, ia melesat dengan kecepatan tinggi untuk menyerang mereka berdua yang tengah berdiri di depannya.
"Hahahaha! Mati kau!"
Saat ia ingin memukul Qin Chen dengan tangannya, Qin Chen langsung berteleportation ke atas dengan kekuatannya, dan ia mengangkat kakinya sedikit kedepan dan.
Boom!
Qin Chen sebenarnya menghantam pria tua itu kebawah kakinya, agar dia tidak menganggu moment dirinya bertemu dengan putrinya yang sudah lama ia ingin bertemu dengan anaknya sendiri.
'Takdir memang sulit di tebak, pertemuanku dengan putriku membuatku sangat bahagia, karena aku bisa meminta maaf, dan bertanggung jawab mengurusnya hingga hebat kelak nantinya.'
Berjuang dari awal dengan sistem yang tidak diketahui, mendapatkan harta berharga yaitu keluarga, lalu berjuang untuk bertanggung jawab atas kesalahannya, dan pada akhirnya ia bisa bertemu dengan putrinya dari wanita pertamanya.
Ia yang tidak bisa menangis, kini ia hanya bisa tersenyum bahagia melihat putrinya yang sekarang berada di pelukannya. "Ada banyak hal yang ingin Ayah katakan padamu, dan ada banyak pula yang ingin Ayah tahu tentang mu, tapi sebelum itu, Ayah akan mengurus orang ini yang berani menyentuh putri kesayangan Ayah."
"Hmmm.."
Qin Chen disana lalu melayang ke atas, ia melihat ke arah pria tua yang tersungkur ke atas tanah. Ia disana menatap dengan tatapan jijik kepada orang tua tersebut.
"Mahkluk rendahan seperti dirimu, lebih baik pergi ke Alam Neraka dan jumpai Dewa Yama disana! Dan katakan padanya, aku Qin Chen telah memberikan pengorbanan kepadanya!" Ucap Qin Chen dengan nada intimidasi.
__ADS_1
Sedangkan pria itu mulai bergerak dengan pelan, ia merasakan rasa sakit yang begitu hebat mengalir di dalam tulangnya.
Qin Chen mengangkat tangannya ke atas dengan sebuah bintang besar ia ciptakan, energi dalam dirinya ia keluarkan untuk membunuh seorang ranah yang kuat.
Tidak lupa juga, ia mengangkat Su'er ke atas untuk membuat Su'er berada di atas langit, agar ledakan nantinya tidak akan membuat dirinya terluka parah karena serangan Qin Chen.
"Mati!"
Satu kata yang keluar dari mulutnya membuat dunia tersebut menjadi hening, serangan Qin Chen ia lepaskan kebawah dengan sangat cepat untuk menghancurkan bintang tersebut.
Qin Chen menghempaskan serangan tersebut kebawah dengan kecepatan tinggi, pria tua itu melihat serangan yang begitu besar, ia tidak memiliki cara lain selain kabur dari sana.
Boom!
Suara ledakan besar membuat tanah di sana semakin retak, pria itu melesat kabur dengan sangat cepat. Bahkan Qin Chen sedikit terkejut melihat kepergian musuhnya, disana ia hanya tersenyum saja melepaskan dirinya.
Ia menghentikan serangannya, agar tidak menimbulkan kehancuran yang besar di bintang tersebut.
[ Setelah dia kabur, dia pasti akan memberitahukan ke semua orang tentang anda, dengan begitu mereka akan terkejut dengan kehadiran anda sebagai ayahnya. ]
'Bagus, jika mereka semuanya datang ke sini, maka akan menjadi pemakaman bagi mereka semua!'
Qin Chen lalu kembali mengelus kepalanya dengan lembut, ia melihat Su'er di depannya yang melihatnya. Ia disana tersenyum kepada Su'er, karena akan menjelaskannya nanti setelah putrinya sudah berhenti bersedih.
Kini mereka bertiga melayang pelana ke sebuah tempat yang enak untuk mengobrol, dengan Qin Chen yang masih memeluknya. Karena putrinya belum selesai memeluknya, rindunya terhadap Qin Chen sangatlah kuat.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1