Supreme God System

Supreme God System
Chapter 220 : [PMP] Reruntuhan Dungeon Kuno! (60)


__ADS_3

Mereka berdua yang sudah memiliki senjata masing-masing, dimana senjata putrinya sangat mencolok, karena kekuatan senjata putrinya sendiri sangat mengerikan.


Senjata kelas Surgawi, Penyegel Surga, dimana Senjata itu sudah seperti Artefak yang sangat kuat. Karena setiap kali dikeluarkannya, Aura membunuh yang hebat menyebar luas di daerah sekitarnya dimana mereka berada.


Qin Chen yang melihat itu, ia sangat terkejut dengan senjata putrinya yang memiliki senjata kelas Surgawi. Sedangkan milik Su'er, ia terlihat seperti payung biasa, karena payung miliknya bisa evolusi ketika mempunyai energi spirit yang memadai untuk melakukan evolusi.


Mereka bertiga berjalan menuju dimana tempat jalan untuk menuju harta tersebut, disana sudah terlihat orang-orang yang berjalan sebelumnya dengan mengandalkan senjata mereka masing-masing.


Qin Chen dengan tangan kosong, ia maju terlebih dahulu melesat dengan cepat untuk menyerang monster-monster yang menghadangnya, karena ia mau membukakan jalan untuk putrinya dan Su'er agar bisa jalan lebih dalam.


Suara tebasan, ledakan, teriakan, semuanya menggema di dalam reruntuhan hingga membuat orang-orang di sekitarnya tercengang melihat ketiga orang baru bisa dengan mudahnya masuk ke dalam.


Roarr!


Memanggil monster iblis lainnya untuk datang ke tempat mereka, Qin Chen disana melihatnya ada serigala yang cukup besar, dan beruang sudah hampir kalah.


Ia dengan cepat melesat, lalu mengarahkan ujung jarinya ke kepala beruang, dan serigala tersebut untuk memotongnya.


Srash! Srash!


Kedua kepala tersebut jatuh menggelinding kebawah dengan darah yang muncrat keluar seperti semprotan air, Qin Chen yang berada di belakangnya, ia menampilkan senyuman tipis yang sangat terlihat jelas di kegelapan.


Sedari ia masuk kedalam, Qin Chen menutup matanya agar tidak terlihat mirip dengan orang gila yang membuat ia ditertawakan. Meskipun jika ada yang tertawa, dan itu menghina Qin Chen yang sekarang. Sudah jelas, bahwa Qin Chen akan membunuh mereka tanpa ada ampun sedikit kepada mereka.


Qin Chen yang melihat kedua gadis kecilnya, dimana mereka berdua sedang melawan monster-monster di sekitarnya, kini ia tersenyum melihat Su'er yang sudah mulai bisa menghemat energi.


Ia juga tidak lupa dengan putrinya, dimana putrinya kekuatan yang bisa setara, bahkan melampaui ibunya sendiri. Jika untuk melampaui Qin Chen sendiri, bisa dikatakan bahwa sangat mustahil bagi putrinya, tapi setidaknya ia sudah sangat kuat nantinya.


"Mereka sangat hebat.. kapan-kapan aku akan memberikan hadiah mereka, yang jelas untuk Su'er akan sedikit berbeda.." Gumam Qin Chen sambil tersenyum.


Setelah beberapa menit berlalu, mereka sudah menghabiskan bagian tempat mereka, kini mereka berjalan melanjutkan perjalanan menuju ke tempat yang lebih dalam lagi dari pada sebelumnya, karena bagian.

__ADS_1


Di jalan, Qin Chen berbicara kepada mereka berdua. "Su'er, setelah mendapatkan harta di dalam sana, aku akan menarik seluruh energi di reruntuhan ini dengan memusatkan satu titik, dimana kamu bisa meningkatkan kekuatanmu ke titik tertinggi dengan energi tersebut."


Su'er tidak bisa apa-apa, ia hanya tahu cara meningkatkan kekuatan yang ia miliki dengan bantuan ingatan yang Qin Chen berikan kepadanya beberapa waktu lalu.


"Baiklah, tapi kamu juga harus meningkatkan kekuatanmu, agar kamu bisa melindungi Yin'er yang sekarang ini." Balas Su'er dengan suara yang terdengar menyemangati Qin Chen.


"Baiklah Su'er, aku akan mendengarkanmu karena aku tidak mau membuatmu seakan-akan merepotkan diriku lagi." Ujarnya dengan menariknya ke dalam pelukannya.


Meskipun ada putrinya di sampingnya, ia seperti sedang berdua di dalam sana. Putrinya melihat ayahnya menggoda Su'er, ia menjadi cemberut kepada Qin Chen, karena ia juga ingin dapat pelukan dari Ayahnya.


Qin Chen yang sedikit menyadarinya, ia lalu memeluk putrinya disebelah kanannya, dimana mereka berdua Qin Chen peluk dengan lembut mengelusnya.


"Hmmm.. kalian berdua memang manja..." Ucap Qin Chen dengan nada pelan.


Setelah selesai memeluk mereka, mereka bertiga melanjutkan perjalanan menuju kedalaman reruntuhan dungeon kuno, Qin Chen juga sering kali melihat peta harta karun yang menunjukkan bahwa harta mereka sudah hampir dekat.


Tapi dengan hal secepat itu, pasti akan ada banyak monster-monster yang berdatangan ke arah mereka. Tidak di sangka, setelah beberapa menit masuk ke wilayah tersebut, suara monster-monster terdengar keras.


Roarr!


Qin Chen yang menyadari sudah banyak monster-monster yang akan berdatangan, kini ia mengangkat tangannya ke samping dengan sebuah pedang.


Bilah pedang terlihat tajam, dengan bentuk pedang yang sempurna di sana. Aura membunuhnya sangat kuat, hingga membuat orang-orang disekitarnya ketakutan, sekarang ini, ia tidak membuka aura membunuh dari pedang tersebut.


Karena Qin Chen menghindar dari pertanyaan putrinya, dan ia juga ingin menjadikannya kejutan dimana ia menggunakan kekuatan asli dari pedang tersebut.


Ia lalu berkata, "Bersiap-siap, monster-monster akan berdatangan dengan berjumlah besar dari arah Utara, ini ada monster-monster terakhir untuk masuk lebih kedalam tempat harta karun."


"Apa benar Qin Chen? Apa tidak ada lagi monster-monster, setelah kita mengalahkan monster yang akan datang sekarang ini.." Tanya Su'er.


"Ya, aku bisa menjaminnya, jika masih ada lagi yang datang, aku akan membunuh mereka semua dengan cepat, agar kamu tidak kelelahan dalam menghadapi monster-monster selanjutnya." Balas Qin Chen.

__ADS_1


"Baiklah.."


Sedangkan putrinya, ia melihat pedang Ayah yang tidak memiliki energi sama sekali di dalam pedang tersebut. Melihat hal tersebut, ia menjadi curiga dengan ayahnya yang menyembunyikan keberadaan aura pedang tersebut.


'Apa ayah menyembunyikan auranya, agar monster-monster tidak tahu bahwa ada senjata yang mengerikan?'


Yin'er berpikir di dalam hatinya tentang senjata Qin Chen yang sekarang ini, karena senjata yang ia gunakan tidak mengeluarkan aura pedang, jika itu pedang bias, setidaknya memiliki sedikit aura pedang, maupun aura membunuh, karena sudah membunuh banyak mahkluk hidup di dunia.


Tidak berselang lama setelah mengobrol, monster-monster mulai berdatangan ke arah mereka bertiga, yang dimana monster tersebut berlari kencang menuju tempat mereka.


Jika sebelumnya, mereka hanya melawan ribuan monster, kini mereka harus melawan puluhan ribu monster, dan mungkin ada ratusan ribu monster di tingkat yang berbeda-beda.


Saat Qin Chen melihat batang hidung monster di dekatnya, ia lalu berkata. "Waktunya berpesta! Jangan mengecewakanku!"


Mereka bertiga melesat dengan kecepatan masing-masing, dimana sudah di bagi menjadi 3 bagian yang menjaga satu sama lainnya. Qin Chen yang memang tadi tidak terlalu banyak bicara, karena ia masih memikirkan wanita tersebut, dimana ia hanya tersenyum setelah melihatnya.


Sekarang ini, mereka bertiga menghadapi bencana monster yang menyerang mereka dengan ganas, Qin Chen hanya bisa menggunakan ujung jarinya untuk melawan mereka, karena jika ia menggunakan senjata, makan separuh bintang akan hancur.


Boom! Boom!


Srash! Srash!


Pertarungan mereka bertiga bisa di rasakan oleh siapapun, karena menghadapi monster-monster yang kuat, dimana Su'er kewalahan dengan monster-monster tersebut, karena basis kultivasi miliknya jauh di bawah monster yang ia lawan sekarang ini.


Qin Chen yang bertarung disana, ia menyadarinya bahwa Su'er masih terlalu lemah untuk sekarang ini.


"Basis kultivasi miliknya jauh di bawah monster, sudah wajar jika Su'er kewalahan, lebih baik aku membantunya, agar tidak terjadi apa-apa dengannya." Gumam Qin Chen.


Ia lalu mengeluarkan bayangan miliknya, dimana untuk membantu Su'er menghadapi monster-monster di sisinya, Qin Chen mengamati putrinya juga yang sedang bertarung melawan monster-monster.


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2