
Setelah Qin Chen keluar dari kota HuaHua, ia berjalan menuju desa racun yang terletak di bagian barat kota HuaHua. Walaupun tidak jauh dari kota, tapi desa itu banyak orang-orang berandalan yang tinggal disana. Mereka tinggal disana karena tidak memiliki tempat tinggal yang bisa digunakan untuk tinggal.
Desa racun memiliki bangunan-bangunan yang sudah rusak dan kotor, itu karena yang tinggal disana rata-rata adalah orang-orang berandalan yang tidak memiliki rumah mereka. Meskipun begitu, banyak orang-orang dari luar kota tinggal di sana dengan menyewa bangunan di desa racun.
Mereka semua menyewa karena di kota HuaHua rata-rata penginapan disana, maupun rumah di kota sudah penuh dengan orang-orang lainnya. Jadi, mau tidak mau mereka menyewa bangunan di desa racun untuk beristirahat di malam hari.
Qin Chen yang masih berjalan di hutan menuju desa racun, ia mengeluarkan beast kecilnya di balik pakaiannya. Beast kecil dengan wujud yang lucu, sebenarnya mau di berikan kepada adik kecilnya. Tapi sebelum itu, ia ingin mencari gadis beracun untuk meneliti racunnya.
Setelah ia keluar dari hutan, Qin Chen bisa melihat sebuah desa yang ada banyak orang-orang yang sedang duduk di berbagai tempat, mulai dari atap rumah hingga di tanah. Banyak juga orang yang bertarung disana, tidak tahu kenapa tapi yang jelas Qin Chen tidak ingin mencari gara-gara.
"Qin Chen, tahan dirimu dan jangan membuat dirimu mencolok di antara mereka." Gumamnya sendiri.
[ Mau bagaimanapun, pakaian dan semua penampilan Tuan terlalu mencolok di desa racun. ]
Qin Chen menundukkan kepalanya, ia melihat pakaian dan penampilannya yang sudah terlalu mencolok di desa. Di desa sudah banyak orang-orang yang melihat ke arah Qin Chen dengan tatapan tajam.
Saat Qin Chen melangkahkan kakinya masuk ke dalam desa, ia hanya memandang dengan sangat dingin, agar ia tidak ada yang menatapnya lagi. Meskipun harus mencolok, ia harus melakukannya untuk menghindari berbagai macam masalah.
'Aku tidak tahu tempat gadis racun ini, dan lagi sekitarku hanya ada orang bodoh! Bagaimana aku mencari informasi tentang keberadaan gadis racun.' batin Qin Chen.
Qin Chen berjalan mencari seseorang yang bisa ia tanyakan tentang gadis racun di desa racun, meskipun orang-orang disana seperti berandalan, tidak menyangkut kemungkinan mereka semua jahat.
Saat Qin Chen melihat seorang pemuda yang tengah duduk di sebuah kursi di depan bangunan, ia berjalan menghampirinya dengan langkah kaki yang tidak lebar. Setibanya di depannya, pemuda itu melihat Qin Chen dengan bingung.
"Saudara, saya disini orang baru, dan belum mengenal tempat disini. Bisakah saudara menceritakan tentang tempat ini?" Tanya Qin Chen dengan ramah.
__ADS_1
Pemuda itu berdiri dengan memberikan hormat sebagai saudara kultivator, ia mengepalkan kedua tangannya dan memberi hormat. "Jika saudara bertanya, saya akan memberikan informasi tentang desa ini, kemarilah dan duduk disini." Balas nya.
Qin Chen duduk di sana dengan tenang, ia di ceritakan tentang desa ini dari awal hingga akhir. Dimana ia juga menceritakan tentang Desa yang terbagi menjadi dua wilayah.
Wilayah pertama adalah tempat dimana mereka semua yang tinggal di desa racun, sedangkan wilayah kedua dimana itu adalah tempat wilayah beracun, tempat wanita racun berada.
"Wanita itu selalu di bungkus dengan perban putih, karena ia menutup racun di dalam dirinya. Setiap malam, jika ada orang yang berjalan di pinggir wilayah racun, mereka semua akan mati." Kata Pemuda tersebut dengan panjang lebar.
Qin Chen paham dengan semuanya yang pemuda itu ceritakan, dengan wanita racun itu membuat desa ini menjadi desa yang ditakuti. Walaupun begitu, masih banyak orang-orang yang tinggal disini karena tidak memiliki pilihan lainnya.
Karena Qin Chen sudah mendapatkan informasi tentang tempat wanita tersebut, dan lagi hari mau mulai gelap. Qin Chen tidak ingin membuang-buang waktu lagi, ia ingin bertemu dengan wanita racun tersebut.
"Terimakasih sudah memberikan informasi tentang desa ini, hari hampir gelap dan saya harus mencari tempat untuk berteduh." Balas Qin Chen kepada pemuda tersebut.
Tapi sebelum ia pergi menemui wanita racun, ia terlebih dahulu mencari tempat untuk ia tinggal agar ia bisa menginap disana untuk beberapa hari. Meskipun Qin Chen bisa tinggal dimana saja, tapi tidak salahnya untuk berprilaku seperti seorang pemuda lemah.
Saat Qin Chen berjalan, ia melihat sebuah bangunan yang di depannya terpatok tanda di sewakan, melihat bangunan itu dan jarak dengan wilayah racun dekat, ia pergi kesana untuk menyewa bangunan.
Dari sebelah kanannya, seorang pemuda yang sudah tua berjalan menghampiri Qin Chen dengan tenang. "Apa tuan ingin menyewa bangunan ini?" Tanya pemuda tersebut.
"Ya, apa anda yang menyewakan bangunan disini? Jika benar, berapa harganya untuk 1 Minggu penuh." Balas Qin Chen.
"50 batu roh tingkat rendah, karena bangunan ini hampir dekat dengan wilayah racun membuat tidak ada yang bersedia menyewanya."
Qin Chen tersenyum tipis, ia mendapatkan harga murah, meksipun ia tidak memiliki batu roh tingkat rendah. Batu roh yang ia punya di tingkat tinggi, jadi tidak mau ia harus memberikannya.
__ADS_1
Ia mengeluarkan 10 batu roh tingkat tinggi dan memberikan kepada pemuda tersebut, dengan ia mengambil batu roh itu membuat ia sedikit terkejut. Karena pemuda didepannya memiliki batu roh tingkat tinggi.
"Seharusnya segitu cukup bukan?" Tanya Qin Chen kepada pemuda tersebut.
"Be-benar, ini lebih dari cukup."
Setelah transaksi sudah selesai, Qin Chen masuk ke dalam bangunan tersebut untuk menunggu malam tiba. Tapi sebelum ia menunggu malam, tentunya Qin Chen ingin sesekali melihat statistik nya yang sudah lama tidak ia lihat.
Qin Chen berjalan mencari tempat duduk di dekat jendela, karena Bagun tersebut memiliki 2 lantai dimana ada lantai kedua yang bisa melihat desa racun dari atasannya.
Di dalam bangunan tersebut tidak ada apa-apa selain tempat untuk beristirahat, tidak ada tempat untuk makan maupun tempat untuk bersih-bersih. Semuanya hanya kosong tanpa ada sedikitpun dekorasi ruangannya.
Tidak berselang lama, ia menemukan tempat yang sempurna untuk duduk dan menunggu malam tiba. Jika menurut jam sekarang ini adalah jam 5 sore hari dimana, beberapa jam lagi akan melihat matahari terbenam.
Qin Chen terduduk di kursi yang menghadap keluar jendela, ia melihat suasana desa yang rusuh dan kumuh. "Sungguh desa yang tidak pernah di urus. Jika aku jadi penguasa Alam Immortal disini, aku akan membuat Alam ini sangat jaya." Gumamnya sambil melihat keluar jendela.
"Sebentar lagi akan malam, aku akan bersiap-siap setelah menyelesaikan urusanku."
Qin Chen melihat ke arah matahari terbenam, ia sambil memikirkan sesuatu yang ingin ia lakukan barusan. Karena tiba-tiba ia lupa dengan apa yang ia ingin lakukan sebelumnya.
"Benar juga, aku ingin melihat statistik yang ku miliki sekarang ini, aku sangat penasaran. Karena sudah lama tidak ku lihat. Kira-kira saat aku terluka parah saat datang ke Alam Immortal ini."
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1