
Qin Chen yang tengah menyegel Naga Api, ia melihat serangan putranya yang cukup hebat di usianya yang sekarang ini. Kagum dengan kekuatan tersebut, Qin Chen tersenyum puas.
"Tidak sia-sia aku meninggalkan dia dengan orang-orang yang terpercaya, dalam 4 tahun sudah menjadi sehebat ini ... Jika sudah 18 tahun, apa dia akan melebihi ekspektasi?
Atau, dia akan menjadi Monster kecil yang akan menelan langit, sama seperti ayahnya yang menelan langit?"
[Seharusnya begitu, keturunan Primordial sangatlah hebat, sama seperti pemiliknya.]
"Itu, aku ... Tentu saja, keturunanku akan menjadi kuat melebihi Alam Surga, atau lebih tinggi lagi!"
[Baiklah, Qin Qui hanya diam saja sampai Tuan kembali ke Alam Immortal, dan menyelesaikan masalah lalu naik ke Alam Surga, Qin Qui sudah bosan di Alam Immortal.]
"Hei ... Hei ... Kenapa kamu yang memerintahkan aku untuk naik."
[Mau bagaimana lagi, Alam Immortal sudah tidak ada yang bisa Tuan dapatkan sesuatu, dan segala misteri ada di Alam Surga.]
"Baiklah, aku akan kesana sebentar lagi."
[ ... ]
Ia langsung pergi setelah mengatakan itu pada Qin Chen, seperti cemberut dengan Qin Chen atas apa yang diberikan olehnya. Dia seperti wanita yang ingin mencari perhatian.
Qin Chen bingung dengan akhir-akhir ini, dengan sikap Qin Qui yang sangat aneh, namun menyudahi pembicaraan ini, ia melanjutkan pertarungan dengan Naga Api.
Qin Changyi dari atas melihat serangan miliknya berhasil melukai Naga Api, mendapatkan rasa bangga dan senang, dia tersenyum puas dengan hasil pertamanya.
'Ayah sedang melihatku, dan membantu, aku tidak akan mengecewakan usaha Ayah yang sedang menyegel dan membantu melatihku.'
Ia lalu mengerakkan tubuhnya kesamping, lalu menghenuskan pedang miliknya untuk menyerang sekali lagi. Memejamkan matanya, dan mengayunkan pedang kesamping dengan gaya horizontal.
"Pemecah Langit Peri!"
Tebasan miliknya sekali lagi keluar dengan ganas mengarah ke arah Naga Api, kilatan cahaya penuh akan bintang-bintang yang tak terhitung jumlahnya melesat dengan kecepatan tinggi.
Serangannya kali ini menggunakan energi dari puncak Alam Rendah, dimana masih dibilang sangatlah jauh dibandingkan dengan kultivasi milik Naga Api yang terbilang tahap menengah ke atas Alam Immortal Tertinggi!
__ADS_1
Melesat serangan tersebut mengenai sayap sebelah kanannya dengan ganas, membuat sebuah sayatan besar di sepanjang sayap, hingga Naga Api bersuara keras di hamparan tersebut.
[Ding~]
[Kenaikan kultivasi Qin Changyi.]
Hanya mengucang energi Qi dalam dirinya yang tidak pernah digunakan, kini ia mengalami satu peningkatan ke Alam Immortal Rendah. Langit-langit menjadi gelap dengan gemuruh guntur-guntur terdengar di sepanjang mata memandang.
Qin Chen mendapatkan hal tersebut, ia langsung melesat terbang ke atas dengan cepat mendekati Qin Changyi yang tengah melayang di atas. Ia benar-benar bingung dengan peningkatan putranya.
Saat ia telah disampingnya, Qin Chen meletakkan tangannya di atas kepalanya dengan lembut mengelus kepalanya dan berkata. "Kerja bagus, kamu meningkat satu tingkat masuk ke Alam Immortal Rendah ... Sekarang, Kesengsaraan Petir akan memberikan ujian padamu ...
Namun, ayah mendapatkan perintah atau amanah dari ibumu, dimana dia meminta ayah untuk melindungimu dan tidak membuatmu terluka, jadi petir Kesengsaraan ini akan ayah lenyapkan ...
Untuk meningkatkan fondasi milikmu, ayah akan memikirkan kemampuan apa yang cocok untukmu, mungkin akan membutuhkan 1 atau 2 hari, jadi kamu bisa melatih yang lainnya."
Qin Changyi terdiam mendengar hal tersebut, namun ini adalah permintaan ibunya, dan dia masih usia 4 tahun tidak mungkin harus mendapatkan Kesengsaraan Petir disaat masih kecil.
"Baik, ayah ... Changyi akan mendengarkan apa yang ayah katakan."
"Bagus."
Kibaskan tersebut membuat langit mengalami sebuah kutukan! Kutukan akan kehancuran jika mereka masih berani menunjukkan dirinya di hadapan Qin Chen saat ini.
Memutar balikkan keadaan dengan tangannya, Qin Chen bukanlah sesuatu yang patut di buat menjadi seorang musuh, jika sempat itu terjadi maka langit akan mengalami kehancuran tanpa henti-hentinya.
Naga Api melihat Kesengsaraan Petir mundur tanpa terkecuali saat melihat kibasan tangan milik pemuda yang berada di samping anak kecil tersebut. Dia benar-benar merasa ketakutan melihatnya.
'Apa ini hukum Ruang dan Waktu? Tidak, ini bukanlah Hukum Ruang dan Waktu yang pernah di ceritakan Paman Naga, apa ini mungkin kekuatan ketiadaan yang bisa melenyapkan sebuah langit berbintang!'
Putranya melihat kemampuan ayahnya yang sangat tenang, namun kekuatan mendominasi menyelimuti dirinya seolah-olah dia adalah kekuatan tertinggi itu sendiri.
Qin Chen hanya bersikap biasa saja, ia lalu menurunkan tangannya kebawah sambil mengendalikan rantai-rantai di Naga Api hingga membuatnya terikat dengan keras.
"Jadilah orang yang patut! Jika tidak, maka akan aku kirim kau ke Alam Neraka dengan cara yang lebih baik dari sekarang ini!"
__ADS_1
"Si- Siapa kau sebenarnya! Kenapa kau memiliki kekuatan yang bahkan Ratu Roh tidak memiliki kemampuan yang mengerikan seperti ini! Apa kau dari Alam Surga!"
"Mahkluk rendahan berani bersikap kurang ajar di hadapanku, jika kau mengulanginya lagi, aku tidak akan segan-segan mengirimmu ke Neraka!"
Saat kata-kata terkahir miliknya keluar, Aura gelap nan besar meluas menutupi langit dengan Aura hitam mendominasi! Aura itu memiliki daya Niat Membunuh yang sangat mengerikan.
Bahkan, Dewa Kematian akan lari ketakutan melihat Sang Pembawa kematian! Malaikat akan sulit mendeteksi karma miliknya, karena dosa miliknya melebihi catatan Kuno!
Melirik kebawah dengan tatapan sipit dan tajam, ia melihat naga api yang terbaring di ikat dengan rantai. Qin Chen lalu sedikit tersenyum mengeluarkan taring tajam miliknya.
"Jadilah bahan latihan putraku, lalu mati dengan keadaan dunia yang kau tinggalkan ini hanyalah sebuah Ilusi yang aku ciptakan dari serpihan ingatanku!"
Naga api terdiam tanpa kata mendengar suara Qin Chen di atas sana, hanya ada rasa takut menghantui dirinya sekarang ini, Qin Changyi terdiam memandangi ayahnya yang sekarang berubah menyeramkan seperti yang dikatakan oleh ibunya dulu.
Dimana Qin Chen akan sangat menyeramkan saat dia sedang serius, dan sekarang dia melihat ayah ayahnya sedang serius, dan menampilkan tatapan mata yang mengerikan, sekaligus Aura gelapnya.
'A- Apa-apa kekuatan ini!"
Dia benar-benar terkejut melihat kekuatan mendominasi ayahnya, bahkan Aura miliknya tidak bisa menyaingi 1% Aura milik ayahnya, dia masih jauh dibelakang ayahnya.
'Apa aku bisa mencapai titik seperti ayah? Kekuatan yang mendominasi, pantas menjadi ayahku! Dan ibuku pantas memiliknya.'
Ia tersenyum bangga dengan posisi tubuhnya membusungkan kedepan, tidak tahu kenapa sifatnya yang konyol keluar, mungkin keturunan Qin Chen benar-benar 100% menurunkan sifatnya.
Hanya saja, sifat menggoda wanita miliknya belum diajarkan oleh Qin Chen. Jika sudah, mungkin Putri Dewi akan berlutut memohon kepada Qin Chen agar bisa bersama putranya.
...
*Thanks You For Reading*
[ (Sabtu/Minggu akan Crazy Up untuk menutupi chapter yang bolong:( Maaf atas ketidaknyamanan kalian semua:) 10 Hari lagi akan tamat :( ]
Ini hanyalah pengganti disaat Karya : Supreme God System ( Tamat ) Tidak dipaksa untuk membaca, hanya mempromosikan saja :) Buruk? Bagus? semuanya tergantung selera pedas Indomie :) ( Maksudnya pembaca ) Tamat? Author belum bisa janji akan menamatkan, namun author usahakan tamatkan jika pembaca melebihi ekspektasi author (5k/Day) atau bahkan lebih.
__ADS_1
Ceritanya, Kejam! Sadis! Badass! Reinkarnasi! dan tidak dianjurkan untuk pembaca yang baperan akan manta*, eh maksudnya cerita :)
See You Again, Kaka ...