Supreme God System

Supreme God System
Chapter 304 - Menyerang Dimensi Monster (4)


__ADS_3

Dari langit turun balok kayu yang panjang, balok itu jatuh menyapu para kawanan raksasa di bawahnya. Mereka semua lalu mengangkat tangan, dan menahan serangan tersebut.


Qin Chen hanya bertidak dengan tangan kanannya, ia lalu mengeluarkan elemen kayu. Tiba-tiba bumi bergetar hebat, membuat retakan besar di bawah kaki mereka.


"Menjauh!"


Satu kata dari raksasa menggema di langit, mereka tidak sempat lagi untuk menjauh dari sana. Dan masuk ke dalam retakan tersebut lalu tertutup oleh bongkahan kayu panjang di atasnya.


"Sialan! Dasar licik!"


"Hehehe ... Otak di pakai, jangan otot!"


Membuat kesal para raksasa, mereka berlari mendekati Qin Chen dengan langkah kaki yang besar, ribuan, tidak! Bahkan lebih banyak dari pada itu sedang ke arahnya.


Setiap langkah kakinya mengundang getaran hebat di bumi, gempa? Mungkin itulah yang dipikirkan oleh manusia jika ada disana. Qin Chen lalu melirik ke arah mereka semua, ada yang sedang loncat ke arah Qin Chen, ada yang sedang berlari.


"Makan ini cakaran naga!"


Mengayunkan tangannya, Qin Chen menyakar mereka semua dengan jari-jarinya yang mengeluarkan siluet bulan sabit berwarna biru keputihan. Cahaya itu melesat dengan tiga sayatan.


Srashh! Srashh!


"Arrrggkkkkk!"


Bukan hanya memotong bagian atas, bumi di bawah ikut terpotong dan banyak raksasa masuk ke dalam lubang yang diciptakannya. Semakin geram dengan perlawanan Qin Chen, mereka semua menambahkan kecepatan larinya.


Qin Chen lalu mengangkat tangan ke atas, dan tiga elemen berputar-putar di telapak tangannya. Air, petir, kayu.


Pertama!


Elemen kayu yang Qin Chen gunakan lalu muncul membentang luas mengelilingi mereka semua yang berada di bawah, kayu-kayu tersebut terbentuk balok besar yang tebal. Qin Chen menggunakan banyak energi itu menciptakan hal itu.


Kedua!


Langit menjadi gelap gulita dengan guntur-guntur dimana-mana, para monster maupun raksasa menjadi panik karena merasa ada Aura mencengkram akan terjadi.


Air dari langit turun kebumi dengan derasnya, para raksasa kebasahan hingga beberapa saat bendungan Qin Chen terpenuhi oleh air, mereka semua tidak bisa berenang!


Penyebabnya adalah, mereka menjadi keram karena tiba-tiba berenang. Monster-monster itu meninju dinding, namun hanya membuat lubang dan tidak bisa menghancurkannya.


Ketiga!

__ADS_1


Saat kata terkahir di keluarkan, seluruh langit menjadi gelap gulita, dan itu semakin gelap dibandingkan sebelumnya. Gemuruh guntur-guntur terdengar di atas langit, angin berhembus kencang.


Mengangkat tangannya ke atas, lalu menurunkannya secara perlahan kebawah, lantas mereka semua mencoba untuk loncat, namun hal hasilnya tidak ada yang bisa loncat.


Duarr! Duarr!


Ledakan air panas dan petir mengucang bumi, langit para monster ikut melihat kejadian tersebut, mereka benar-benar seperti semut di mata pemuda di depannya.


Lautan raksasa terbaring mati, mereka mendapatkan serangan mendadak sehingga jantung mereka langsung mati terkena serangan sebarusan.


"Serang bocah itu sekarang!"


Roarrrr!


Bushh! Bushhh!


Bola-bola api melesat seperti bintang jatuh dari langit, mata Qin Chen terbuka lebar melihat hal tersebut. Kekuatan dirinya lalu di keluarkan, sangking kesalnya ia mengangkat tangan kanannya hingga 10 bintang di sekitarnya terguncang.


"Makan ini bintang!"


Melempar!


Qin Chen kesal lalu melempar bintang-bintang di sekitarnya dengan ganasnya, tidak berpikir lagi itu wilayah siapa, ia benar-benar ingin mencoba segala kemampuan yang ia miliki sekarang ini.


Mereka melempar bintang-bintang di sekitar mereka untuk menyerang Qin Chen. Dua kubu saling menghancurkan bintang-bintang dengan gaya yang hebat.


Boom! Boom! Boom!


Puluhan ledakan bintang menyebabkan radiasi langit, energi bintang kehancuran terasa oleh mereka, Qin Chen menyerapnya langsung dengan bantuan Qin Qui di dalam dirinya.


Menyerap energi bintang, ia lalu mengeluarkan Trident di tangan kanannya, mereka melihat itu adalah tongkat Dewa laut, dimana mempunyai kemampuan yang sangat hebat.


"Nani!"


"Tongkat Dewa laut, Trident! Bagaimana bisa berada di tanganmu! Siapa kau sebenarnya!"


"Hama tidak pantas berbicara denganku, matilah dan tanya pada Dewa Yama di Neraka sana!"


Memutarkan tongkat beberapa kali, ia lalu menggenggamnya dengan erat, Qin Chen menatap mereka semua dengan pandangan berbeda dibandingkan sebelumnya.


Menjulangkan Trident ke langit sehingga lautan di dunia itu berguncang keras, tidak stabil! Itu adalah satu-satunya momentum keras bagi monster-monster lautan lainnya.

__ADS_1


Qin Chen lalu menarik air di lautan dengan tongkat tersebut, mengendalikan lautan seperti membalikan telapak tangannya. Para monster tidak berdiam diri, mereka semua menyerang Qin Chen secara bersamaan.


"Nafas Iblis!"


"Pedang darah iblis!"


"Augan langit!"


Masih banyak lagi serangan yang membentuk warna-warna di langit gelapnya. Qin Chen melihat hal tersebut, ia lalu mengayunkan Trident miliknya untuk menghantam serangan tersebut.


Dalam pertarungan ini, Qin Chen tidak bergerak sama sekali di tempat ia berada sebelumnya, hanya tangan kanannya bergerak sana sini untuk menyerang mereka semua.


Lautan menjadi kering, air melesat melalui langit dengan kecepatan tinggi, saat serangan tersebut ingin mendekati Qin Chen, dari belakang mereka maupun kanan kiri. Tsunami dengan petir-petir di dalam air mulai mendekati mereka.


Tsunami super besar yang bisa menghancurkan bintang-bintang dengan ganasnya, kini menyerang Monster Langit dengan ganas. Mereka mencoba lari, namun tinggi tsunami sangatlah dahysat.


Kecepatan terbang mereka lebih lambat, sehingga kemampuan Trident milik Qin Chen semakin unggul dalam segala aspek. Tsunami itu menghapus bintang langit dengan ganas.


"Menghindar! Gunakan kecepatan kalian semua!"


"Cepat! Lari!"


Berencana kabur dari Qin Chen, sayangnya Qin Chen harus cepat-cepat menyelesaikan ini, agar dia bisa di manja oleh istrinya, karena sudah lama tidak mendapatkan jatah!


Itu hanyalah khayalannya saja, namun Qin Chen tidak berani melakukannya, karena dia adalah pria sejati yang memiliki istri 1!


Untuk sekarang, memang istrinya terlalu banyak, namun semua itu ada alasannya masing-masing. Dan itu belum di ketahui oleh Qin Chen sendiri, meksipun itu adalah dirinya.


Sekarang, Langit telah di tutup oleh air yang begitu besar, para monster berlarian dari tempat mereka, terbang menggoyangkan tubuh mereka, kini mereka seperti belut.


Dalam hitungan beberapa detik saja, tsunami menerjang mereka dengan begitu ganasnya, aliran seperti listrik membakar tubuh mereka semua di dalam air. Qin Chen mencium bau-bau daging sup bakar lagi.


Aroma daging itu tampak sedap meksipun belum di berikan bumbu. Jeritan para monster menggema di langit hingga naga kuno mendengar sekali lagi, dimana Tuan nya sedang pesta.


Qin Chen tersenyum puas, daging bakar sup berjatuhan dari langit membasahi bumi, mereka semua tergeletak tak berdaya lagi.


"Lemah sekali! Selanjutnya adalah Last Boss!"


Melihat hal tersebut, Qin Chen pergi dengan kecepatan tinggi melanjutkan perjalanannya menuju tempat terkahir, yaitu sarang boss atau Last Boss Monster!


...

__ADS_1


*Thanks You For Reading*


__ADS_2