
Beijing, 25 Oktober 2024
Hari itu adalah hari dimana catatan kematian milik malaikat maut akan banyak, dimana malaikat maut, dan juga Neraka akan lembur untuk menghukum orang-orang yang berdosa.
Sebagai Raja Iblis, ia tidak memiliki hati saat membunuh orang-orang, ia hanya menampilkan wajah yang luar biasa dingin dipancarkan ke arah orang-orang yang menatapnya.
Perusahaan Seiyun, adalah perusahaan di bidang bisnis saham terbesar, sekaligus terkaya di Kota Beijing. Aset kekayaan yang dimiliki perusahaan tersebut bisa dibilang, 7 keturunan tidak akan habis.
Bumi yang dulu hanya ada manusia biasa, kini berubah menjadi dunia kultivator, karena Immortal dari bintang lainnya datang ke Bumi untuk mendapatkan sesuatu yang sangat penting bagi mereka.
Walaupun manusia dibumi tidak terlalu banyak orang-orang berbakat, tapi mereka berguna bagi para Immortal. Mengendalikan mereka semua di bawah telapak tangan, lalu menjadikan mereka untuk prajurit yang berguna.
Berikan kekuatan dengan cara setia kepadanya, itu adalah hal yang dilakukan oleh mereka semua untuk mendapatkan banyak pengikut yang berbaris seperti anak semut.
Para Immortal yang sudah memiliki basis kultivasi Immortal, kini ia yang menguasai Bumi sepenuhnya, bahkan pemerintah tunduk pada Istana Surgawi.
Sedangkan untuk para manusia yang ikut dengan Immortal, mereka masih memiliki basis kultivasi Alam Rendah. Selama 3 tahun terkahir, tidak ada yang bisa menembus ranah Xiantian menengah.
***
Ditempat Qin Chen berada, ia tengah melayang di atas perkotaan yang dimana ia dari tadi menghabiskan banyak mahkluk bodoh yang menyerangnya.
Melihat tempat dimana orang itu berada, karena ia akan menghajarnya hingga ke Neraka terdalam. Ia mencari orang itu dengan matanya sendiri, ia menembus segala sesuatu yang ada, maupun itu Array tingkat tinggi sekalipun, ia akan mencarinya untuk mendapatkan orang tersebut.
Ia teringat sesuatu yang diberikan Su'er kemarin, Qin Chen lalu mengambilnya dan melihat tempat kerjanya adalah tempat dimana orang yang Qin Chen cari.
Tidak membutuhkan waktu berpikir, ia melesat dengan cepat menuju tempat dimana orang itu berada.
__ADS_1
Awan putih tersapu dengan terbelah menjadi dua bagian, dengan sangat rapi. Qin Chen terbang di atas sana tidak membutuhkan waktu lama.
Setibanya ia berada di atas perusahaan tersebut, banyak saksi mata yang melihat Qin Chen di atas sana. Sekarang ini, ia tengah melihat orang tersebut dari atas sana.
Ia turun kebawah dengan wajahnya yang dingin, Qin Chen menginjakkan kaki ketanah kembali hingga menciptakan sebuah lubang yang cukup besar.
Perlahan Qin Chen berjalan untuk masuk kedalam, karena ia akan menghabiskan orang itu di dalam sana. Penjaga pintu yang melihat Qin Chen yang berjalan masuk, mereka berdua menghadangnya karena melakukan tugas mereka.
Qin Chen yang tengah marah, ia tidak peduli siapa mereka yang menghalanginya. Dengan kedua tangannya mencengkram kepala mereka berdua hingga hancur menjadi butiran-butiran darah yang mengalir.
Boom!
Qin Chen menerjang pintu masuk dengan kedua kakinya. Seketika orang-orang di dalam sana sontak terkejut dengan suara ledakan tersebut, Qin Chen yang masuk dengan di sekelilingnya terdapat Aura gelap yang pekat, ia memandang mereka semua dengan dingin.
Su'er yang berdiri karena terkejut pintu masuknya di ledakan, ia disana melihat Qin Chen yang tengah berjalan masuk dengan dikelilingi oleh kegelapan.
'Kenapa dengan Qin Chen? Kenapa dia terlihat sangat marah?'
Karena ia kenal dengan Qin Chen sangat lama, dan sekaligus teman laki-laki yang paling baik, dan juga orang sangat jujur yang pernah ia kenal. Tidak terlalu suka barang mewah, tapi menyukai barang yang aneh, jika menurut kata di Bumi.
Ia berjalan mendekati Qin Chen yang tengah marah, setibanya Su'er disana, ia menghadang Qin Chen untuk bertanya. "Qin Chen, kenapa kamu begitu marah?"
Qin Chen yang mendengar itu, ia melihat teman baiknya sedang menghadangnya. "Orang itu harus mati hari ini! Tidak peduli latar belakang apa yang dia miliki!" Balas Qin Chen.
"Apa kamu masih dendam dengannya, karena masa lalu?"
Qin Chen mengabaikan saja, ia langsung melewati teman sekelasnya dengan tatapan dingin. Sedangkan Su'er yang melihat tatapan Qin Chen, ia terkejut karena Qin Chen sudah berubah, dan bukan seperti dulu yang ia kenal.
__ADS_1
Su'er mulai memutar tubuhnya, ia melihat Qin Chen dari belakangnya yang dimana Qin Chen yang sekarang telah berubah, "Qin Chen... Apa kamu sudah berubah, kamu tidak seperti Qin Chen yang aku kenal dulu.." Ujarnya yang melihat Qin Chen.
Ia yang mendengar itu berhenti, lalu mengatakan dengan suara pelan. "Aku telah mati 3 tahun yang lalu, lalu berjalan dari Neraka dan naik ke Alam manusia, sifatku sepenuhnya jahat, tapi aku masih sama seperti dulu. Sekarang adalah urusan pribadiku, jangan ikut campur jika tidak ingin terluka.." Qin Chen membalasnya dengan suara kecil.
"Jika aku menghalangimu, apa kamu akan membunuhku?!"
Di berhentikan oleh sebuah pertanyaan yang sulit bagi Qin Chen, ia yang masih membelakangi Su'er, kini ia mulai berbicara, "Di dunia ini hanya akulah yang bisa membunuhmu, jika ada yang berani menyentuhmu berarti mereka sudah siap berhadapan denganku! Kamu adalah teman baik yang pernah ku kenal, jadi aku tidak akan melukaimu meskipun kamu menghalangi.."
Setelah mengatakan itu, Qin Chen pergi dari sana untuk naik ke lantai selanjutnya, ia menerjang tembok-tembok dengan Jari Dewa. Dengan begitu, jalan untuk keatas sudah dibuat.
Sedangkan Su'er, ia terdiam mendengar kata-kata Qin Chen yang hanya menganggap dirinya hanya sebagai teman baik, ia disana tidak bisa menggerakkan tubuhnya.
'Hanya teman baik ya..'
Dalam hatinya yang terluka, tapi wajahnya masih tersenyum. Karena perjuangan dirinya yang selama 3 tahun ini hanya di anggap teman baik bagi Qin Chen.
Selama kematian Qin Chen, Su'er adalah orang yang membawa jasadnya ke rumah sakit untuk menyelamatkan Qin Chen, meksipun tidak selamat, ia adalah orang yang mengurus semua biaya pemakaman sekaligus persiapan pemakaman Qin Chen. Su'er adalah orang yang pertamakali melihat kematian Qin Chen.
3 Tahun yang Su'er lalu, ia selalu menolak semua lamaran pria yang datang kepadanya, karena cinta pertamanya adalah Qin Chen. Qin Chen yang polos, baik hati, dan ia adalah orang yang paling jujur yang pernah Su'er kenal.
Karena Su'er yakin, bahwa Qin Chen tidak akan mati dengan mudahnya, karena ia belum menempati janjinya yang pernah ia buat kepada Su'er.
Tapi sekarang, Qin Chen telah berubah sangat tinggi, ia tidak sama seperti Qin Chen dulu. Perlahan, air matanya mengalir dari matanya. Ia disana berlari keluar dari perusahaan, karena ingin menenangkan diri.
Teman kerjanya yang dekat dengannya, ia melihat ke arah Qin Chen pergi tadi, ia disana sangat marah dengan Qin Chen. Karena Su'er adalah teman kerja, sekaligus teman baiknya.
Ia tahu apa yang Su'er rasakan, karena ia selalu bercerita tentang seorang yang sangat baik, dan juga jujur padanya. Su'er menceritakan tentang janjinya kepada dirinya.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*