
Hutan Pinus
Hutan Pinus memiliki keindahan alam yang mengagumkan mulai dari cagar Alam yang asri tanpa ada ancaman sekitar. Pohon Pinus di dekat Kota Yuan ini sangat indah ini pertama kalinya Qin Lang melihat Pohon Pinus seindah ini.
Walaupun Negera China memiliki pepohonan Pinus, namun ia belum pernah melihatnya. Setiap hari Qin Chen di sibukkan dengan bermain game di dalam ruangannya sendiri tanpa memperdulikan teman maupun sosial.
"Ini pertama kalinya aku melihat Hutan Pinus seindah ini..., Haa... Aku tidak menyesal, Jika mendapatkan musuh setelah melihat keindahan ini!" Ujarnya dengan merentangkan kedua tangannya ke samping sambil menghirup udara segar Pohon Pinus.
Ia menatap ke atas langit-langit yang terlihat daun-daun Pohon Pinus menutupi Langit, di dalam Hutan Pinus memiliki Udara yang segar dan sangat sejuk.
Jalanan tanjakan yang berkelok-kelok dengan panorama indah nan asri. Hijaunya dedaunan dengan batangan yang tegak dari pohon-pohon pinus di sepanjang jalan, mendatangkan semilir angin kesejukan yang menyegarkan tubuh serta otak.
Di tengah kesejukan yang menyegarkan badan, terasa enggan untuk melangkah kaki lebih cepat. Yang ada dibenak dan pikiran, hanyalah menikmati keindahan alam serta kesejukan yang mendatangkan kedamaian itu sendiri.
Hutan Pinus ini adalah rumah bagi Harimau Kecil, namun karena harimau Qin Chen adalah salah satu dari 7 Hewan Ilahi, jadi tempat tinggal ia sangat elit dari pada Hutan Pinus ini.
Qin Chen melihat ada sesuatu yang aneh di dalam Hutan Pinus ini sedikit bingung, ia dari sana bisa merasakan Aura yang kuat dan besar di kedalaman Hutan Pinus.
Namun Qin Chen hanya diam saja, karena tidak merasakan bahaya dari Aura itu, jadi ia tidak terlalu memiringkan nya.
"Tuan.. untuk berjaga-jaga, saya akan menggunakan pelindung." Ucap Yu Lin membuat Qin Chen mengangkat alis sebelah kanannya, ia tidak tahu apa maksudnya untuk menggunakan pelindung.
Karena ia belum tahu banyak tentang dunia ini, apa salahnya untuk menanyakan sesuatu yang ia tidak tahu kepada orang lain. "Bisa kau jelaskan? Kenapa harus menggunakan pelindung?" Tanya Qin Chen kepada Yu Lin.
Yu Lin mengangguk untuk menjelaskan kepada Qin Chen tentang misteri Hutan Pinus yang mereka lewati sekarang ini. "Hutan Pinus ini memiliki beberapa misteri sendiri dari awal mula hutan ini ada, dan banyak orang-orang menyakini bahwa Huta Pinus ini memiliki beberapa Artefak yang berharga..
__ADS_1
Ini cerita yang terus-menerus di turunkan oleh generasi ke generasi selanjutnya. Dua ratus tahun yang lalu ada seorang kultivator hebat yang tidak diketahui namanya menemukan Hutan Pinus ini. Kultivator itu sangat penasaran dengan isi di dalamnya, saat ia masuk ke dalam hutan dan terus berjalan masuk kedalam tiba-tiba kabut putih yang sangat tebal mengelilingi nya...
Hutan ini memiliki kabut yang bisa membuat orang-orang yang memasuki nya terlalu dalam akan tersesat, dengan dia yang tersesat tidak tahu haru bagaimana cara untuk keluar dari kabut tebal itu. Dia memperhatikan berbagi hal untuk menghilangkan nya dan hasilnya ia bisa keluar dengan selamat berkat pelindung...
Pelindung bisa menangkal hal negatif dari pikiran yang membuat orang-orang tersesat di dalam Hutan Pinus. Untuk harta berharga yang mereka yakini adalah tentang kemunculan kabut tebal ini, jika bukan karena harta pasti karena kutukan tertentu...
Maka dari itu saya ingin menggunakan pelindung agar pikiran negatif kita terkunci dalam pelindung, dan agar selamat dari kabut tebal yang menyerang. Hutan ini juga jarang di lalu orang-orang, rata-rata mereka semua mengambil jalan memutar mengelilingi Hutan Pinus..."
Jelas Yu Lin dengan panjang lebar tanpa berhenti sedikitpun, ia menjelaskan kepada Qin Chen tentang cerita Pohon Pinus ini sendiri, dan tentang kultivator yang tersesat selamat dari kabut tebal yang bisa menyesatkan orang-orang.
"Jadi begitu... Pantas Saja aku merasakan Aura yang kuat di kedalaman, jadi seperti itu ceritanya.." Ujar Qin Chen sambil mengelus dagunya dengan pelan.
"Ru'er apa mau ikut Kakak berpetualang mencari Harta Karun?" Ucap Qin Chen mengajak Ru'er untuk mencari Harta Karun di kedalam Hutan Pinus.
"Ya! Karena kata kakak, akan menyenangkan jika mencari Harta Karun.." Jawab Ru'er dengan senang karena akan mulai mencari Harta Karun.
'Apa aku berjalan dengan orang yang benar? Apa mereka tidak takut dengan tersesat!' Batin Yu Lin di dalam pikirannya membicarakan tentang mereka berdua.
Mereka berdua mengabaikan Yu Lin Dan tertawa senang di dalam Hutan Pinus, karena Yu Lin sudah berjanji untuk mengantar nya ke Ibukota. Jadi, ia mau tidak mau harus mengikuti mereka mencari Harta Karun di dalam Hutan Pinus.
Perjalanan masuk ke dalam Hutan Pinus, semakin lama Yu Lin merasakan Aura yang sangat besar tidak jauh dari tempat mereka berjalan, ia sedikit membuat dirinya terkejut.
Mereka mendekati Aura itu untuk melihat secara langsung apa yang berada di dalam sana. Saat mereka mendekati nya. Terlihat sebuah gua yang di kelilingi oleh kabut tebal berwarna putih, kabut itu mengelilingi gua untuk masuk.
"Sepertinya ada di dalam sana, aku sangat penasaran dengan isi dalamnya!" Ucap Qin Chen terdengar oleh Yu Lin disana.
__ADS_1
Qin Chen sebelum masuk, ia menggendong Ru'er untuk berjaga-jaga jika ada masalah di dalam sana, dan Xiao Laohu menjadi kecil sebagai pegangan Ru'er jika Takut.
"Ayo kita masuk ke dalamnya" Ucap Qin Chen sambil mengajak Yu Lin masuk ke dalam gua secara bersamaan.
"Baik." Balas Yu Lin sambil berjalan di samping Qin Chen.
Yu Lin sebenarnya takut dengan misteri Hutan Pinus, namun sekarang ini dia sedang mengikuti kakak dan adik gila Harta Karun jadi mau bagaimana lagi.
Mereka perlahan melangkahkan kaki masuk ke dalam gua yang sudah lama di tinggalkan, dan tidak berpenghuni dengan sarang laba-laba ada di mana-mana. Dengan tenang Qin Chen terus memantau didepannya jika ia tiba-tiba bertemu Jump Scare yang mengejutkan mereka.
"Aku sangat penasaran apa isi di dalam sana, Jika itu Harta Karun yang bisa meningkatkan kemampuan ku. Aku sangat senang bisa meningkatkan nya." Gumam kecil Qin Chen.
"Aku harap bukan sesuatu yang mengerikan!" Balas Yu Lin yang sedikit takut namun ia juga sangat penasaran dengan isi di dalam sana.
Mereka pun berjalan mengikuti dinding gua agar tidak tersesat, dengan mengikuti dinding gua, mereka akan sampai di tempat tujuan dengan selamat.
Langkah kaki mereka selaras dengan hembusan angin dingin di dalam gua, yang gelap gulita tanpa ada penerangan sedikitpun. Meski gelap, Qin Chen masih bisa melihat dengan jelas menggunakan matanya dengan begitu ia membimbing Yu Lin jalan menuju tempat tujuan.
Aku bukan membimbing nya menjadi istriku ya! Aku Qin Chen cukup satu di hati dan sampai mati!
Setiap kali ada persimpangan jalan, Qin Chen menggunakan matanya untuk melihat aliran Aura yang kuat, dengan begitu mereka tidak akan tersesat di dalam gua yang tidak diketahui oleh mereka berdua.
"Gelap sekali! Jika aku salah pegang bisa gawat ini!" Ucap Qin Chen.
Yu Lin langsung melepaskan pegangan tangan nya dan menutupi bagian pentingnya, ia tidak mau di raba-raba oleh lelaki yang tidak ia kenali maupun ia sukai.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*