Supreme God System

Supreme God System
Chapter 244 : Alam Immortal Tertinggi


__ADS_3

Alam Immortal Tertinggi.


Bintang pusat yang menjaga Galaxy di Semesta ini, bintang tersebut memiliki energi murni yang begitu padat, dan besar. Energi padat disana cukup untuk meningkatkan kekuatan para abadi ke tingkat selanjutnya.


Tapi, untuk naik ke tahap selanjutnya, mereka setidaknya mendapatkan pencerahan abadi dari para Dewa, dengan pencerahan tersebut, mereka biaa melangkah lebih maju kedepannya.


Di Alam Immortal tertinggi di pimpin oleh 4 Dewa Galaxy, dimana salah satunya sudah mati di bunuh oleh wanita misterius itu. Dan sisanya masih berada di Alam Immortal tertinggi.


Bagian selatan, wilayah tersebut di pimpin oleh Dewa Galaxy Great Hi, di bagian barat di pimpin oleh Dewa Galaxy Great Fu, dan di selatan di pimpin oleh Dewa Galaxy Great Ci.


Ketiga Dewa Galaxy tersebut mempunyai kekuatan puncak Alam Immortal, dimana mereka belum bisa naik ke Alam Surga, sebelum mereka menerima pencerahan dari Dewa maupun Dewi di surga.


Jauh di kehampaan, ada tiga orang melesat terbang dengan kecepatan tinggi. Dimana, kecepatan itu membuat Galaxy menjadi menjauh dari tempat sebelumnya mereka berada.


***


Setibanya di Alam Immortal tertinggi, mereka turun di bagian selatan Alam Immortal tertinggi, dimana mereka bertiga turun di hutan seperti biasanya. Qin Chen selalu memilih ke hutan di bandingkan langsung ke kota.


Mungkin karena sudah kebiasaan, hingga membuatnya selalu turun ke hutan. Saat mereka menginjak tanah di hutan, Qin Chen melihat sekitarnya.


Matanya seperti menyatu dengan langit, dimana ia bisa melihat jelas apa saja yang ada di hutan dari ketinggian. Saat melihat hutan, ia tidak menemukan bahaya apapun yang bisa menggangu hari-hari mereka.


Setelah melihat sekitarnya aman, Qin Chen menyudahi pengelihatanya. "Baiklah, kita sudah sampai di Alam Immortal tertinggi, dan di sini tidak ada hewan yang bahaya ... Jadi, kita bisa pergi menuju kota terdekat untuk mencari informasi ... "


"Energi disini terasa padat, tapi lebih padat energi di dunia buatanmu ... " Qiu Yu Ran membalasnya dengan mengatakan tentang energi.


"Benar, Ayah ... Energi disini masih kalah dengan energi di dunia buatan Ayah." Putrinya sama halnya dengan istrinya, dimana mereka berdua memuji dunia buatan Qin Chen.


Qin Chen memang menyadari, bahwa energi disana memanglah tidak sepadat di dunianya, tapi jika mereka tidak ke dunia Qin Chen, mereka akan mengatakan bahwa energi di sana jauh lebih padat di bandingkan Alam Immortal rendah.


Sekarang ini mereka berada di hutan bambu, dimana mereka bertiga di kelilingi oleh bambu-bambu yang menjulang tinggi ke atas langit.


Ia disana lalu melihat ke arah istrinya, "Istri kecil, dan putri kecil, kita akan pergi ke kota terlebih dahulu, untuk mencari tahu informasi tentang dunia ini ... "


"Baik, Ayah ... "


"Hmmm, aku hanya akan ikut denganmu ... "

__ADS_1


Qin Chen tentunya senang, dia bisa bersama istrinya untuk menikmati Alam Immortal tertinggi. Karena Qin Chen, ia adalah orang dari Alam Rendah, jadi melihat Alam Immortal tertinggi membuatnya sangat senang.


Mereka kini berjalan keluar dari hutan bambu tersebut. Sepanjang perjalanan, Qin Chen terus mengeluarkan, dan mengalirkan energi miliknya untuk istrinya.


Putrinya bisa melihat energi yang sangat-sangat murni keluar dari dalam tubuh ayahnya, dimana ayahnya memberikan energi tersebut untuk adik kecilnya.


Meskipun bukan adik kandung, tapi ia memiliki sifat yang ceria, dan baik. Dan mereka juga, tidak akan lama menuju Alam Surga, dimana akan bertemu dengan ibunya.


Jalan kaki akan membutuhkan waktu 1 jam untuk keluar, jika menggunakan hewan akan membutuhkan waktu 15 menit dari sana. Qin Chen sempat bingung, karena ia tidak memiliki hewan yang bisa digunakan untuk membawa istrinya.


Hewan! Aku tidak memiliki hewan untuk dinaiki oleh istriku!


Qin Chen bingung, karena sekitarnya sudah tidak ada hewan yang berani mendekati. Saat ia di landa kebingungan, Qin Qui lalu berbicara.


[ Qin Qui menjual hewan spirit beast, dimana Tuan bisa membelinya dengan berbagai jenis yang disukai. ]


Saat mendengar suara Qin Qui, tentunya Qin Chen menjadi senang, karena bisa membeli hewan melalui sistem.


Qin Chen memilih hewan-hewan yang bagus, dan cocok mereka berdua, melihat dari karakteristik mereka berdua, Qin Chen sedikit bingung.


'Putri kecilku ceria, jadi hewan yang cocok yang imut, istriku ... Hmmm, aku jadi bingung, tapi dia pasti akan menerima apapun yang aku berikan kepadanya.'


Jika masih ada tingkat di atasnya, kenapa Qin Chen tidak mengetahuinya, apa karena penghapusan data di Semesta ini, lalu membuat satu tingkatan hilang.


Sistem yang mengatur segala konsep, mungkin itu adalah misteri kehilangan ingatan Qin Chen. Atau mungkin, Qin Chen adalah sistem yang mengatur segala konsep.


Qin Chen lalu membeli dua panda es, dengan ukuran yang sama, karena tidak mau membeda-bedakan antara mereka berdua, yang terpenting, pada itu imut.


Mengeluarkan!


Ia mengeluarkan dua panda berwarna putih, dan bintik hitam di matanya seperti orang tidak tidur. Panda itu muncul di depan Qin Chen dengan bayangan putih.


Melihat hal tersebut, tentunya putri kecil Qin Chen sangat senang, dia bahkan langsung memeluknya tanpa takut di cakar oleh panda tersebut.


"Kyaaa ... Ini sangat lembut, dan imut ... "


Qin Chen tentunya terkejut, ia terkejut mendengar teriakan putrinya yang langsung berlarian memeluk panda yang ia keluarkan.

__ADS_1


"Fufufu ... Yin'er, kamu seperti anak kecil ... " Qiu Yu Ran mengatakan dengan nada lembut. Dimana, ia melihat putri Qin Chen berteriak seperti tadi.


"Tidak apa-apa ... Karena panda ini sangat imut ... " Yin'er, ia tidak bisa menyembunyikan tingkah kecilnya di depan ayahnya.


Qin Chen tidak tahu harus mengatakan apa, lalu mereka berdua diminta naik ke atas punggung panda agar di bawa sampai keluar hutan bambu, untuk Qin Chen, ia melayang rendah di antara mereka berdua.


Energi Qin Chen sangatlah besar, jadi ia dengan bebas menggunakannya untuk melakukan hal sepele seperti ini.


Di kedalaman hutan, mereka bertiga berjalan keluar dari hutan bambu yang begitu lebat, dimana hanya mendengar suara nyaring dari gesekan antara daun bambu.


'Satu langkah lagi ... Aku akan sampai di Alam Surga!'


Selama perjalanan, Qin Chen hanya diam melihat kanan dan kirinya, karena dia mau mencari sesuatu yang bisa ia gunakan untuk melakukan hal lain.


***


Lima belas menit berlalu, mereka akhirnya keluar dari hutan bambu, dimana saat melihat kebelakang mereka. Sungguh bambu yang menjulang tinggi ke langit, mungkin, jika penduduk biasa menemukan bambu ini, mereka akan membuat sebuah kerajinan tangan untuk di jual.


Sayangannya, hutan ini memiliki banyak hewan buas, dimana bisa saja menyantap mereka dengan mudahnya. Kedatangan Qin Chen ke hutan itu membuat para hewan buas berlarian menjauh dari sana.


"Bambu yang sangat lebat dan tinggi, sepertinya jika aku ambil semua, lalu menyimpannya ke dalam cincin, dan jika sewaktu-waktu aku ingin membuat rumah bambu, aku tidak akan kerepotan mencari bambu ... "


Dalam benaknya mendapatkan referensi rumah bambu, dimana seluruhnya menggunakan bahan-bahan material bambu. Mereka berdua mendengar perkataan Qin Chen sekarang ini, dimana pikirannya sudah menjadi liar.


Qin Chen perlahan mengeluarkan pedang, lalu mengayunkannya secara horizontal. Saat mengayunkan pedangnya, ia hanya menggunakan angin sebagai pemotong bambu, dan bilah pedang sebagai senjata.


Swoosh!


Sring! Sring!


Bambu-bambu berjatuhan dengan mengeluarkan suara seperti ledakan, tebasan Qin Chen memotong hutan bambu hingga menjadi dataran bambu, dimana gunung-gunung ikut terpotong rapi dengan pedangnya.


Untungnya, jarak hutan, gunung, sangat jauh dari kota, dan mungkin tidak akan ada orang yang mengetahui kerusakan alam tersebut. Qin Chen memang pantas di juluki Malapetaka Seluruh Alam, karena setiap Alam yang ia kunjungi, maka akan terjadi pertumpahan darah, dan kehancuran.


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


(Note: Maaf ya ... kemarin up tidak beraturan, masalahnya ujian jadi up jadi gini :( Setelah selesai, bakalan up seperti biasa ... )


__ADS_2