Supreme God System

Supreme God System
Chapter 130 : Reruntuhan Sembilan Abadi


__ADS_3

Batu yang dilemparkan oleh Qin Chen, batu itu melesat dengan sangat cepat menembus kerangka keras kalajengking. Tanpa ada sebuah suara, kalajengking itu lenyap tanpa sisa, karena ia terkena api hitam atau api kegelapan milik Qin Chen yang bisa melenyapkan apapun.


Setelah kalajengking mati, ia berdiri dan mendekati tempat kalajengking itu berada, melihat bahwa sudah menjadi abu semuanya. Qin Chen melihat sekitarnya lagi, ia melihat bahwa sudah tidak ada apa-apa dan hanya beberapa hal aneh saja.


"Mari kita lanjutkan memasuki lantai pertama bagian tengah, sepertinya disini hanyalah bagian awal." Ucap Qin Chen dengan sambil berpikir.


"Apa sebenarnya setiap lantai memiliki sebuah tingkatan? Karena sepanjang perjalanan ini, baru satu monster yang kita temui." Balas Qiu Yu Ran, ia sambil melihat ke bekas kebakaran kalajengking yang lenyap tanpa sisa.


Qiu Yu Ran, ia sedang merinding melihat kekuatan yang bisa melenyapkan kalajengking dengan begitu mudahnya, bahkan baru kali ini ia melihat kekuatan yang mengerikan itu.


"Mungkin, jika benar memiliki tingkatan, maka aku akan kesepian di dalam gua ini, aku hanya bisa melihat keindahan yang bahkan belum kesentuh." Kata Qin Chen sambil menggodanya lagi.


Karena ia berpikir agar Qiu Yu Ran tidak terlalu canggung berbicara dengan Qin Chen, ia sesekali menggodanya untuk mempererat hubungan dan menghilangkan kecanggungan Qiu Yu Ran terhadap Qin Chen.


Qiu Yu Ran kembali kesal dengan Qin Chen, karena Qin Chen terus menggoda dirinya untuk melakukan hal itu. Saat Qin Chen melihat Qiu Yu Ran yang sebal dan cemberut karena perkataannya, ia tertawa. "Hahaha... Aku hanya bercanda, jika setiap kali kamu berbicara pasti akan canggung, jadi aku mencoba menggodamu untuk menghilangkan kecanggunganmu. Siapa juga yang suka dengan gadis racun, nanti aku keracunan dan mati.." Kata Qin Chen sambil tertawa kecil.


Qin Chen tertawa sambil mengelus kepalanya dengan lembut, setelah beberapa menit, ia berjalan kembali masuk menuju ke pertengahan maupun ujung lantai pertama.


Sedangkan Qiu Yu Ran, ia hanya berdiam mengikuti Qin Chen dari sampingnya. Mereka berdua saling tidak berbicara, karena Qin Chen sedang melihat kanan dan kiri melalui bola matanya.


Dipikir-pikir lagi, kenapa suasananya menjadi dingin dan sunyi? Dan apa-apaan patok seperti pemakaman di depan sana!


Qin Chen sedikit bingung dengan perubahan suhu depannya, ia mulai berjalan dengan cepat menuju suhu yang berubah. Qiu Yu Ran di sampingnya mengikuti Qin Chen berjalan dengan cepat.

__ADS_1


Sesampainya di tempat yang ia rasakan, Qin Chen melihat hamparan pemakaman yang mungkin dikira-kira sudah puluhan ribu tahun didalam reruntuhan.


"Pemakaman ini seperti sudah berdiri sangat lama, tapi dilihat dari penemuan reruntuhan kuno ini sudah ribuan tahun yang lalu. Apa mungkin, ada sesuatu yang tidak bisa dijelaskan di balik reruntuhan kuno?" Ucap Qiu Yu Ran yang bingung dan juga ia memperhatikan pemakaman di depannya.


Qin Chen berjalan kedepan untuk mencari sesuatu untuk menjadi petunjuk tentang pemakaman sekarang ini. Saat berada di tengah-tengah pemakaman, ia jongkok untuk memastikan lebih baik.


Boom!


Qin Chen meledakkan tanah di telapak tangannya, ia ingin membangkitkan satu tengkorak dari pemakaman tersebut untuk mendapatkan informasi tentang reruntuhan kuno.


Saat tempat yang Qin Chen ledakan, ia melihat satu tengkorak terbaring dengan wajah penuh penyesalan. Qin Chen sedikit mengerutkan keningnya, saat melihat tengkorak di depannya penuh penyesalan.


"Bangkit!"


Satu kata yang keluar dari bibirnya membuat tengkorak itu hidup dan bangkit dari kematian. Perlahan-lahan tengkorak itu berdiri dengan diselimuti oleh aura kegelapan di sekitarnya.


Setelah ia bangkit, tengkorak itu memberikan hormat kepada Qin Chen. Tanpa basa-basi lagi, ia ingin mengetahui tentang reruntuhan kuno ini, agar ia bisa leluasa bertindak sesuka hatinya.


"Jawab pertanyaanku, apa kamu tahu reruntuhan apa ini?" Tanya Qin Chen dengan suara biasa.


"Benar Tuan." Ujarnya


"Kalau begitu, jelaskan kepadaku tentang reruntuhan ini, dan kenapa banyak pemakaman di reruntuhan?" Tanya balik Qin Chen.

__ADS_1


Qin Chen ia berjalan ke pemakaman satunya untuk duduk mendengarkan penjelasan dari bayangan yang telah ia bangkitkan. Qiu Yu Ran ia juga berjalan di samping Qin Chen untuk mendengarkan penjelasan.


Setelah ia duduk di dekat pemakaman, bayangan itu mulai menjelaskan tentang reruntuhan yang Qin Chen masukin sekarang ini.


"Sebelum saya menjelaskan kepada, Tuan, saya Xu Dong Yi, salah satu dari enam jenderal Immortal. Di Alam Dewa." Kata Xu Dong Yi.


"Reruntuhan ini disebut dengan nama, reruntuhan sembilan abadi. Dimana memiliki sembilan lapisan, atau lantai yang harus di lalui untuk mencapai lantai terakhir. Setiap lantai memiliki setidaknya 1 penjaga yang memiliki kekuatan di ranah Immortal King..


Setiap penjaga di berikan perintah oleh yang menciptakan reruntuhan ini untuk menjaga pintu masuk ke lantai selanjutnya, dan setiap lantai memiliki cuaca ataupun latar yang berbeda-beda. Dengan penjaga yang semakin kuat hingga ke lantai terakhir..


Lantai pertama pemakaman, dilanjutkan dengan, es, api, angin, petir, larva, monster dan terkahir golem. Untuk lantai kesembilan, itu adalah tempat yang dituju setiap orang yang ingin mendapatkan harta yang berharga." Kata Xu Dong Yi menjelaskan kepada Qin Chen tentang lantai di reruntuhan kuno.


Mereka berdua paham dengan penjelasannya, walaupun singkat, tapi penjelasan itu sangat berarti. Qin Chen juga penasaran dengan kenapa mereka terkubur di sini, lalu bertanya kepada Xu Dong Yi. "Lalu, kenapa kau bisa terkubur disini? Saat aku melihat mu, aku melihat wajah yang penuh penyesalan sebelum membangkitkan mu." Tanya Qin Chen.


Xu Dong Yi, ia terkejut saat pertanyaan yang diberikan Qin Chen kepadanya. "Ini cerita yang terjadi pada ratusan ribu tahun yang lalu. Saat kami hendak melawan Dewa dari Dimensi berbeda, saat itu kami semua percaya diri menghadapi Dewa dari Dimensi lain. Tapi yang kami tidak ketahui, bahwa kekuatan Dewa dari Dimensi lain jauh lebih kuat dari kami semua..


Pertempuran di lautan bintang terjadi sangat lama hingga tidak tahu sudah berapa hari maupun tahun tanpa ada istirahat, kami semua menghadang para Dewa dari Dimensi lain untuk memasuki Alam milik Kaisar Semesta Great Ru. Sayangnya saat pertempuran itu, kami semua tewas, tidak tahu siapa yang menguburkan tubuh kami, itu adalah penyesalan yang saya alami." Balas Xu Dong Yi.


Qin Chen terkejut mendengar bahwa mereka semua melindungi Semesta Great Ru, yang dimana mereka semua bertarung hidup dan mati di lautan bintang.


Ia juga berpikir, jika itu adalah Dewa dari Dimensi lain, kekuatan mereka sangat kuat untuk bisa mengalahkan Kaisar Semesta Great Ru. Mendengar bahwa Dewa dari dimensi lain sangatlah kuat. Qin Chen menganggap ini adalah sebuah awal dari segala pertempuran yang akan datang.


Jika Dewa dari dimensi lain sangat kuat! Berarti aku juga harus bertambah kuat untuk melindungi diriku!

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2