
Didalam restoran tersebut, semua orang kini tengah ketakutan melihat cara Qin Chen menyiksa pangeran kota. Ia menyiksanya seperti tidak takut dengan apa yang terjadi.
Qin Chen yang melihat pemuda itu mati, ia menghela nafasnya karena tidak bisa bermain sangat lama. Dengan berjalan pelan mendekati pemuda itu, ia lantas mengangkat kakinya ke atas dengan sebuah senyuman jahat.
"Selamat menikmati siksaan Neraka!"
Beberapa kalimat yang Qin Chen berikan kepada pemuda tersebut, dengan kakinya yang melesat kebawah dengan cepat, orang-orang di dalam restoran tercengang dengan mata yang terbuka lebar.
Boom!
Pada saat kakinya menyentuh tubuhnya, ledakan tersebut menghancurkan tubuh pemuda tersebut menjadi sebuah butiran darah yang mengalir di lantai restoran.
Qin Chen yang telah menyiksa orang itu, kini ia melihat ke arah kedua pengawalnya tadi dengan senyuman jahatnya. "Jarum kayu!"
Sebuah ribuan jarum terbuat dari kayu, jarum-jarum tersebut berputar seperti tornado yang begitu kencang, putarannya menghasilkan sebuah hembusan angin yang pelan.
"Mati!"
Satu kata yang Qin Chen ucapakan membuat seluruh jarum kayu melesat dengan kecepatan tinggi, jarum tersebut melesat hingga menembus tubuh mereka berdua.
Srash! Srash! Srash!
Sring! Sring! Sring!
Suaranya saling beradu sama lain di dalam tubuh mereka, Qin Chen yang tersenyum sambil meninggalkan mereka berdua yang tengah disiksa oleh jarum-jarumnya.
Darah-darah mulai keluar dari sekujur tubuh mereka, mulai dar mulut, hidung, maupun telinga mereka berdua. Darah tersebut keluar seperti air terjun yang jatuh ke bumi dengan rasa sakit.
Semuanya disebabkan karena, karena seluruh organ dalam tubuh mereka berdua telah di sayat hingga hancur menjadi sebuah genangan darah yang siap keluar.
Mati dengan di potong kepalanya sudah biasa bagi para kultivator, jika mati dengan sebuah gaya tenang, dan mati karena organ dalam mereka semua hancur, itu adalah siksaan Neraka.
Jika hanya kepala, mereka bisa dibangkitkan oleh sebuah Seni terlarang, sekarang mereka bahkan tidak bisa bangkit atau reinkarnasi, karena seluruh organnya telah Qin Chen hancurkan.
__ADS_1
Qin Chen berjalan dengan tenang menghampiri tempat duduknya, ia duduk dengan Auranya yang mulai ia tarik perlahan ke dalam tubuhnya, dengan begitu ia tidak akan menakuti putrinya maupun Su'er di sampingnya.
Sedangkan pria tersebut mati dengan mengenaskan, tubuh mereka bolong-bolong seperti di makan oleh belatung yang sangat ganas. Darah merah mengalir dari setiap lubang yang ada di sekujur tubuhnya.
***
Di sisi lain, tepatnya di sebuah ruangan yang sangat luas, dimana ada seorang pria tua yang tengah duduk tenang di dampingi wanita-wanita cantik dengan pakaian terbuka di sampingnya.
Tidak salah lagi, pria tua itu adalah Ayah dari pemuda yang Qin Chen bunuh beberapa waktu lalu. Ayah maupun anak sama-sama memiliki sifat yang bejat, dimana ia mempermainkan wanita seperti mainannya.
Tidak tahu dari mana mereka mendapatkan banyak wanita, apa dari rumah bordil maupun secara paksa membawa mereka.
Menyalahgunakan kekuasaan dengan cara seperti itu, seharusnya dia digantikan dengan Penguasa baru di Kota tersebut, tapi rakyat disana tidak ada yang berani menentangnya.
Ia yang sedang bersenang-senang dengan banyak wanita, kini ia tidak mengetahui tentang kematian putranya.
***
Bahkan Su'er tidak percaya jika tadi itu adalah Qin Chen, karena ia percaya bahwa Qin Chen adalah orang baik. Tapi saat melihat kesadaran Qin Chen yang mengatakan kata putrinya, ia menjadi percaya kalau itu adalah Qin Chen.
Memiliki sifat baik, dan jahat akan sulit bagi orang-orang di sekitarnya untuk melihat gerak-gerik Qin Chen ataupun apa yang akan direncanakannya.
Putrinya yang sedari tadi, ia hanya terdiam melihat ayahnya yang sedang menyiksa pria tadi, karena dia berani menggodanya. Melihat ayahnya yang sangat kejam, ia sedikit merinding karena sifat ayahnya.
Qin Chen yang melihat putrinya yang merinding, ia lalu mengelus kepalanya dengan lembut untuk menenangkan khawatirnya. "Sudah, jangan takut, Ayah tidak akan mengigit putri kecil, jika putri kecil ayah tidak menggoda ayahnya.."
"A-apa A-Ayah janji.. tidak mengigit Yin'er.." Tanya putrinya yang sedikit takut.
Ia mendengar suara putrinya, lalu dengan lembut menurunkan kepalanya dengan sebuah kecupan di keningnya, kecupan tersebut di lihat oleh banyak orang-orang di sekitarnya.
Qin Chen telah memberikan kecupannya, ia lalu menurunkan kepala putrinya di bahunya untuk lebih tenang. "Ayah memiliki sifat jahat, tapi jahat ayah keluar, jika ada yang berani menyentuh orang-orang ayah, seperti putri kecil ayah yang manis ini.."
Ia mencubit hidungnya dengan lembut membuat putrinya tertawa senang, sudah 18 tahun tidak melihat ayahnya, sekarang ia melihat ayahnya yang sangat baik, dan sangat menyayanginya.
__ADS_1
"Kenapa pesananku lama sekali? Apa kalian mau mati seperti mereka? Aku memiliki banyak cara untuk membunuh kalian semua!" Ucap Qin Chen dengan nada dingin.
Mendengar suara dingin Qin Chen, para pelayan dengan sigap melakukan pekerjaan mereka masing-masing di dapur, mereka semua tidak berani memprovokasi Qin Chen untuk menunggu pesanannya.
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya pesanan mereka sampai di atas meja mereka masing-masing. Kini Qin Chen yang melihat banyak makanan, ia langsung melahapnya tanpa memperdulikan sekitarnya.
"Nyamm.. nyamm.."
Sebelum melanjutkan pembantaian masalnya, Qin Chen setidaknya mengisi tenaganya agar ia bisa menyiksanya dengan sangat kejam nantinya. Menyiksa orang membutuhkan tenaga yang ekstra, karena senang.
Putrinya yang melihat ayahnya yang tengah makan dengan lahap, melihat hal tersebut ia lalu mengingatnya ke dalam pikirannya, dengan perlahan menyantap makanan yang ada di atas meja.
Sama seperti Su'er, ia menyantap makanan dengan perlahan, ia menikmati makanannya dengan cara makan ala zaman modern.
Disana mereka makan bersama, Qin Chen belum mengatakan apapun kepada Su'er, ia tidak mau membedakan antara Su'er dengan putrinya, karena ia akan berbicara dengan Su'er di malam hari nya, bukan sekarang.
Setelah makan bersama, mereka bertiga pergi dari restoran untuk mencari sebuah penginapan untuk beristirahat, dijalan kota yang ramai akan penduduknya, Qin Chen melihat orang-orang disana menatapnya dengan pandangan berbeda.
"Penguasa Kota? Karena anak bersikap kurang ajar kepada putriku, maka hari ini akan menjadi pemakaman bagi mereka semua!" Ucapnya dengan nada dingin.
Mereka berdua mendengar itu sudah mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya terhadap Penguasa Kota. Qin Chen yang sekarang, ia mengelus kepala mereka berdua seperti anak-anaknya.
"Jangan dipikirkan apa yang akan aku lakukan, untuk sekarang kalian berdua pergi ke penginapan untuk beristirahat."
"Baik.."
Tidak mau melawan Qin Chen, mereka menurutinya dengan pergi ke penginapan bersama, agar Qin Chen mengetahui ruangan nomor berapa nanti malam tidur.
Penginapan dan restoran berjarak cukup dekat, karena jaraknya yang dekat membuat mereka akan cepat sampai di penginapan tersebut.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1