
Paviliun Alkemis.
Qin Chen masih di dalam ruangan dengan wajah yang masih dingin dengan diam diri di dalam ruangan. Ia tidak tahu mau melakukan apa lagi, ia belum mengetahui apa-apa tentang Alam Immortal ini. Jika ia mengetahuinya sedikit saja, mungkin ia akan pergi berpetualang menyelusuri Alam Immortal ini.
Karena dari awal tujuannya adalah berpetualang untuk mengungkapkan segala sesuatu tentang dunia, ia tidak akan berdiam diri di satu tempat, ia akan pergi menyelusuri Alam Immortal ini hingga selesai.
"Kakek Ling, bisa kau ceritakan padaku semua tentang Alam Immortal ini, aku belum mengetahui apa-apa tentang Alam Immortal ini, bisa anda ceritakan padaku?" Tanya Qin Chen.
Suara Qin Chen membuat kakek Ling terkejut, ia terkejut karena tiba-tiba Qin Chen meminta untuk menjelaskan kepada dirinya tentang dunia ini. Karena, ia sedari tadi melihat Qin Chen hanya diam seperti memikirkan sesuatu tentang lukisan tersebut.
Karena ia tidak ingin membuat Qin Chen mengulangi kata-kata nya, ia langsung menjelaskan kepada Qin Chen. "Sekarang ini tuan berada di Bintang kematian, tepatnya Immortal tingkat rendah. Di Alam ini terdapat 1 Kaisar yang menguasai Alam Immortal ini, kekuatan Kaisar berada di puncak Earth Immortal yang sering di panggil Dewa Abadi. Di bintang ini juga terdapat 7 Pilar Kekaisaran, termasuk Paviliun Alkemis ini sendiri, ketujuh Pilar Kekaisaran dibuat untuk menahan serangan dari Alam Immortal tertinggi..
Meskipun kekuatan saya di Immortal Realm, saya menjadi Pilar Kekaisaran karena bakat Alkemis saya sudah di akui oleh Kekaisaran dan banyak orang-orang lainnya. Untuk keenam keluarga lainnya, Lembah racun, Paviliun obat, Sekte pedang Langit, keluarga Ru, Keluarga Qi, dan Keluarga Fu..
Walaupun keenam keluarga adalah Pilar Kekaisaran, hubungan mereka ada yang tidak baik, seperti Paviliun obat dengan Lembah racun, mereka berdua saling bermusuhan sejak lama, tapi Paviliun obat dengan Paviliun Alkemis sudah berhubungan baik. Karena, kedua Paviliun saling bertukar dan mempererat hubungan.."
Di dalam ruangan, Qin Chen terus mendengarkan perkataan kakek Ling yang menceritakan tentang Alam Immortal ini. Qin Chen tentunya tidak akan melewatkan sedikitpun tentang informasi yang sepenting ini. Jika ia bisa mendapatkan keuntungan dari informasi ini, ia akan sangat senang.
Kakek Ling bercerita sangat panjang dan lama, hingga menghabiskan waktu beberapa jam untuk bercerita tentang alam immortal, tentunya Qin Chen mendengarnya. Setelah selesai bercerita, ia duduk sambil menyeduh segelas teh yang sudah di siapkan pelayan.
Qin Chen yang sudah lama tidak menyeduh teh, saat ia menyeduh teh nya, ia seperti kembali ke bumi sewaktu ia masih hidup disana. Kehidupan dibumi yang begitu berat, saat ia kehilangan kedua orang tuanya.
__ADS_1
Setelah mengutarakan pikirannya tentang bumi, ia sekarang ingin melanjutkan perjalanan menelusuri setiap inci Alam Immortal, dan ia akan mendapatkan banyak artefak maupun kekuatan yang ingin ia miliki.
"Baiklah Kakek Ling, informasi tentang Alam Immortal ini sangat membantu. Lalu, bisakah kakek Ling menjadikan aku sebagai Panatua Agung di Paviliun Alkemis ini, apa kakek Ling bisa?" Tanya Qin Chen.
Mendengar Qin Chen mengajukan diri menjadi Panatua Agung di Paviliun Alkemis membuat kakek Ling sangat senang, ia sebenarnya sudah ingin mengatakan hal ini, tapi melihat Qin Chen yang dari tadi diam saja membuat ia mengurungkan niatnya.
"Baik, sebenarnya saya ingin meminta tuan untuk menjadi Panatua Agung di Paviliun, tapi saya mengurungkan niat saya untuk mengatakannya, saya tidak menyangka tuan mengajukan diri menjadi Panatua Agung, saya akan mengurus semuanya." Balas Kakek Ling.
Qin Chen hanya tersenyum, ia mengajukan diri untuk menjadi Panatua Agung, karena ia ada sebuah rencananya sendiri yang sudah di buat oleh Qin Chen barusan, saat ia mengobrol dengan kakek Ling di dalam ruangan.
Setelah beberapa menit kemudian, ia mulai berdiri karena mau mengunjungi judi batu di lantai bawah, ia sedikit tertarik dengan judi batu yang di lelang di bawah.
Qin Chen mulai melangkahkan kakinya menuju ke lantai pertama, ia ingin pergi ke tempat lelang atau judi batu di lantai pertama. Meskipun tempat ini adalah Paviliun Alkemis, tapi disini juga terdapat lelang batu, semua batu di lelang secara acak, karena semua batu di ambil dari tempat tertentu di Alam Immortal.
Kebanyakan batu di lelang akan mendapatkan batu yang bermanfaat bagi peningkatan kekuatan, maupun untuk membuat Pil. Contoh batu darah, batu yang bisa digunakan untuk membuat Pil.
Sesampainya di lantai paling bawah, ia di tatap banyak orang-orang disana. Mereka semua melihat Qin Chen dengan tatapan tidak senang dan sedikit kesal, karena Qin Chen sangat dekat dengan Grandmaster Ling.
Melihat dirinya yang di tatap oleh mereka semua, membuat Qin Chen sedikit kesal dengan sikap mereka. "Sekumpulan orang bodoh!" Ucap Qin Chen.
Suara Qin Chen bisa terdengar oleh orang-orang di dalam Paviliun, mereka semua langsung kesal mendengar perkataan Qin Chen yang menganggap mereka semua bodoh.
__ADS_1
Qin Chen melihat mereka semua yang menahan marahnya, mereka tidak ada yang berani mendekati Qin Chen untuk menghajarnya. Karena, dibelakangnya ada Grandmaster Ling yang sedang berdiri di belakang Qin Chen.
Jika Grandmaster Ling tidak ada, mungkin Qin Chen akan di tantang oleh mereka yang marah, tapi yang jelas, Qin Chen sekarang ini. Tidak mau mengurus semut kecil tidak berguna, tapi jika ia berguna untuk mendapatkan banyak Poin Tukar. Qin Chen beda cerita lagi, ia akan menghabiskan mereka semua untuk menjadi Poin Tukar nya.
Qin Chen berjalan menuju tempat lelang batu di sebelah kiri dari tempat ia turun tangga, ia berjalan cukup pelan, karena ia sedang melihat batu-batu yang akan ia beli.
Banyak batu yang menarik! Tapi aku ingin mencari batu yang berbeda! Mataku sekarang bisa melihat seperti tembus pandang! Bahkan melihat... Itu wanita juga bisa! Tapi aku tidak akan menggunakan kekuatanku untuk hal bodoh seperti itu!
Ia terus berjalan sambil berbicara dalam pikirannya, setiap kali ia melihat, banyak sekali orang-orang yang berjudi batu dengan uang yang mereka miliki. Ada yang mendapatkan batu berwarna hijau, tidak tahu apa kegunaannya, yang jelas bagi mereka sangat berguna.
Setibanya Qin Chen di depan banyak batu, ia melihat semua batu dengan pandangan biasa saja, semua batu-batu disana tidak ada yang menarik di matanya. Qin Chen sedikit kecewa dengan batu-batu disana, walaupun bagi mereka batu yang Qin Chen lihat adalah berguna, tapi di mata Qin Chen biasa saja.
"Semua batu disini tidak ada yang menarik!" Ucap Qin Chen.
Setelah mengatakan hal itu, ia pergi jalan ke tempat lain untuk mencari batu. Orang-orang disana semakin kesal dengan Qin Chen, tapi mereka semua menahannya terlebih dahulu. Setelah ia keluar dari Paviliun, mereka akan bertindak untuk mencelakakan Qin Chen.
Qin Chen berjalan mendekati batu ketiga yang ia kunjungi, disana ia masih melihat dengan matanya, ia mencari batu yang paling menarik di mata nya. Tapi hal hasil sama saja, tidak ada yang menarik dimatanya.
...
*Thank You For Reading*
__ADS_1