
Tranformasi Tubuh Neraka, adalah Tranformasi iblis dari Alam Roh, dimana mereka merupakan Iblis kelas tinggi, kekuatan mereka hampir menentang Surga. Bahkan ada Iblis kelas Dewa, dimana iblis tersebut adalah Iblis yang pernah menentang Surga.
Di Alam Roh, iblis di bagi menjadi 4 bagian, mulai dari kelas rendah, menengah, tinggi, dan Dewa. Sebagai Iblis kelas Dewa, mereka sudah di anggap sebagai eksistensi mengerikan di Alam Roh.
Sedangkan untuk Alam Roh sendiri, Alam Roh di pimpin oleh 4 Kaisar Roh yang menjaga arah mata angin, kekuatan mereka sama seperti Dewa Galaxy, dimana berada di puncak Alam Immortal tertinggi.
Di tempat Qin Chen berada, ia melihat Tranformasi Tubuh Neraka milik Ketua Sekte, pada saat itu ia kepikiran tentang Tranformasi God miliknya, karena ia belum pernah mencobanya, dan bisa dikatakan belum ada.
"Cih ... Aku sungguh iri melihat mereka bisa menggunakan Tranformasi God atau apalah itu namanya!" Qin Chen menggerutu di luar sana.
Mereka berdua di sampingnya lalu memandang Qin Chen yang sekarang ini, mereka berdua berpikir tentang Qin Chen yang sudah berada di ranah Alam Surga, dan malah menggerutuk karena tidak bisa bertranformasi.
Di tempat Zu Turi berada, serangan miliknya di gagalkan oleh Ketua Sekte. Namun, ia mendapatkan keuntungan dari kegagalan itu, dimana Tetua Sekte ikut mati di ledakan yang terjadi sebelumnya.
Wujud Ketua Sekte sangat besar, dengan 4 tangan di tubuhnya, matanya yang merah, dan tanduk di atas kepalanya. Wujudnya seperti Dewa Asura yang sudah menjelma menjadi Iblis neraka.
Zu Turi, ia tidak mempunyai pilihan lain, selain dirinya mengeluarkan sebuah pedang panjang di tangan kanannya, pedang katana dengan ketajamannya yang sungguh hebat.
Ia mempunyai dua pedang andalannya, dimana satunya ia simpan untuk berjaga-jaga jika menghadapi seorang kultivator hebat. Dengan bantuan pedang tersebut, kekuatan miliknya juga akan ikut naik ke titik tertinggi yang bisa ia capai.
Saat katana telah di tangannya, ia berjalan tanpa rasa takut di hadapannya Ketua Sekte yang telah menjadi Iblis Neraka. Pada saat itu, Zu Turi berlari ke depan dengan awalan pelan, hingga kecepatan larinya meningkatkan cepat.
Kultivator lainnya hanya bisa melihat kilatan cahaya bergerak cepat menuju Ketua Sekte, melihat pergerakan Zu Turi semakin cepat, Ketua Sekte berteriak seperti iblis.
Goarrr!
Telinga orang-orang disana menjadi sangat kesakitan menerima frekuensi suara yang tinggi, mengangkat batu, dan melemparnya ke arah Zu Turi dengan membabi-buta secara frontal.
__ADS_1
Menghindari lemparan tersebut, Zu Turi meningkatkan kecepatan miliknya hingga naik ke tangan Monster Tua tersebut. Monster Tua tersebut melirik ke arah Zu Turi yang berlari di tangan kanannya.
Disaat itu, tangan kirinya di angkat untuk menekan Zu Turi menjadi daging penyet, tangannya cukup besar untuk membalikan sebuah gunung kecil, dan pada saat itu, Zu Turi melihat ke sisi kanannya dengan cepat melepaskan serangan pedang.
Sring! Sring!
Sudah ia prediksi, bahwa ia sekarang tidak akan bisa melukai kulit bagian luar Monster Tua tersebut. Tangannya yang tidak terluka oleh serangan kuat dari Zu Turi, kini menggenggam tubuhnya dengan sangat keras, hingga Zu Turi mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya.
Goarrr!
Suara Monster Tua itu tepat di depan matanya, ia sekarang sudah di kendalikan sepenuhnya dengan Iblis Neraka. Zu Turi, ia di lempar dari tempat awal ia berada dengan kecepatan tinggi.
Tubuhnya terlempar hingga menghantam bukit besar di belakangnya, jarak antara mereka berdua cukup jauh dari pandangan, tubuhnya yang terhempas ke dinding bukit membentuk bulatan besar menjulang ke dalam.
Darah dari kepalanya mulai keluar, dengan di mulutnya ikut mengeluarkan darah segar mengalir ke bawah. Zu Turi terjatuh kebawah, dengan tubuh terluka parah, ia berdiri dengan gemetaran tidak kuat menopang tubuhnya lagi.
Berjalan kedepan dengan sempoyongan, Zu Turi mengelap darah yang mengelilingi di kepalanya yang sudah bocor, "Jangan menganggap diriku mudah untuk dibunuh! Jika aku mati, kau juga akan ikut mati!"
Tidak menyerah, Zu Turi terbang sekali lagi dengan kecepatan tinggi miliknya, dengan nyawa terakhir yang ia miliki, ia akan melawan Monster Tua tersebut hingga titik darah penghabisan.
Di atas langit, Qin Chen melihat hal tersebut, ia seperti iblis yang tidak memiliki hati, karena pemandangan sekarang ini sudah biasa ia lihat sepanjang perjalanan.
Istrinya melihat Zu Turi, ia lalu dengan cepat menatap ke arah Qin Chen, dimana untuk memintanya membantu keluarga Zu, karena Qin Chen juga termasuk dari keluarga Zu.
"Qin Chen ... Cepat bantu dia ... " Kata Qiu Yu Ran dengan nada yang meminta.
Qin Chen yang mendengar itu, ia menghela nafasnya dengan perlahan wujudnya di tampilkan di atas langit-langit Immortal.
__ADS_1
Saat wujudnya di tampilkan di atas langit, orang-orang disana baru bisa melihat tiga orang berdiri di atas langit sambil melihat ke arah mereka semua yang berada di bawah.
Kenapa bisa mereka tidak bisa melihat Qin Chen sebelumnya, dan malah orang-orang di luar bisa melihatnya, semuanya terjadi karena Qin Chen memberikan perlindungan yang mengelilingi pertarungan mereka, dimana ia berada di luar pelindung tersebut.
Pada saat itu, keluarga Zu melihat tiga orang di atas langit sangat familiar, dimana itu adalah Qin Chen, dan juga yang lainnya. Sedangkan di sisi lainnya, Zu Turi belum melihat kedatangan Qin Chen, dimana ia masih menyerang Monster Tua dengan kemampuannya.
"Tarian pedang bulan sabit!"
Ada 9 Pedang melayang di atas langit dengan kecepatan tinggi menyerang Monster Tua tersebut. Namum, hal hasilnya serangan yang ia berikan tidak berefek pada Tubuh Neraka milik Monster Tua.
Serangan paling efektif adalah serangan bertipe Suci, dimana serangan tersebut bisa melawan Iblis dari Neraka. Sayangnya, Qin Chen belum mempunyai serangan bertipe Suci, dia hanya memiliki serangan pemusnah, dan serangan kegelapan.
Zu Turi terhempas ke belakang lagi dengan kecepatan tinggi, pada saat terhempas dengan pasrah akan kematian. Qin Chen dari atas dengan secepat kilat melintasi waktu menghentikan tubuh Zu Turi ke dalam pelukannya.
Di tempat itu, mereka semua tercengang melihat Qin Chen memeluknya untuk menghentikan hempasan yang begitu cepat, Qin Chen melihat Zu Turi sudah banyak kehilangan darah, dimana tubuhnya sendiri bertarung mengikuti instingnya.
Qin Chen mengendongnya berjalan mencari tempat yang baik untuk beristirahat, namun tidak disangka, Monster Tua itu berlarian sangat cepat ke arah Qin Chen.
Satu, dua, tiga, bahkan lebih dari ratusan langkah kaki yang terdengar mengucang daerah sekitarnya, monster tua tersebut mengangkat kaki sebelah kanannya untuk menendang Qin Chen, dan juga Zu Turi.
Woshh!
Tendangan 180 derajat yang dia berikan untuk Qin Chen, kini Qin Chen melihat hal tersebut membalasnya dengan kaki kirinya yang bertubuh kecil untuk menghentikan tendangan tersebut.
Tidak ada yang bisa menghentikan serangannya yang sangat kuat memakan energi besar di dalam dirinya, Qin Chen dengan kaki kirinya menahan tendangan tersebut hingga sebuah ledakan besar menghanguskan daerah sekitarnya.
Boom!
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*