Supreme God System

Supreme God System
Chapter 262 - Pertemuan! (R)


__ADS_3

Di Alam Mimpi, Qin Chen yang menghajar pelindung dinding Demon God Dreamland, kini pelindung tersebut mengalami keruntuhan dimana pelindung itu rentak.


Demon God Dreamland merasakan bahwa Qin Chen memiliki tubuh fisik yang begitu kuat, sehingga membuat pelindung dirinya hancur oleh satu kali pukulannya.


"Terlalu mudah!"


Dengan tangan kirinya ia tarik kebelakang, dan mendominasi langit berbintang dengan energi berputar-putar di sekelilingnya. Satu, dua, tiga Qin Chen menghajar Demon God Dreamland dengan satu kali lagi pukulan.


Demon God Dreamland, ia melihat ke arah Qin Chen dengan cepat menggerakkan tangannya, lalu memusatkan energi ke telunjuk tangan miliknya sendiri.


Pada saat Qin Chen hendak memukul, jari Demon God Dreamland menyentuh gepalan kepalanya tangannya, dan melihat ke arah Qin Chen dengan senyum dingin.


Boom!


Gemuruh ledakan menghancurkan langit berbintang, hawa panas maupun energi bintang menyebar luas di hamparan luas ini, Qin Chen sekali lagi terlempar jauh oleh Demon God Dreamland.


"Kuekk!" Seteguk darah keluar dari dalam mulutnya, dimana ia benar-benar terluka parah terkena serangannya.


Sekarang, ia melihat ke langit berbintang dimana tempat Demon God Dreamland berada, melihat sekitarnya terdapat banyak sekali bintang-bintang yang ada di sana.


Mengambil napas, Qin Chen lalu menggabungkan dua kekuatan yang kuat menjadi satu, api dan es ia satukan untuk membuat ledakan uap panas yang akan melukai Demon God Dreamland.


Pada saat yang sama, di Alam Surga seorang wanita cantik yang tengah memperhatikannya, kini menjadi terkejut disaat Aura Phoenix Es berada di dalam pemuda disana.


***


Alam Surga,


Di perbatasan, wanita itu yang terkejut, kini tubuhnya gemetar disaat merasakan Aura Phoenix. Bahkan para Dewa di sekelilingnya sama halnya dengan Permaisuri Phoenix, mereka terkejut saat merasakan Aura Phoenix Es di dalam diri.


"Itu ... Bukankah itu Aura Phoenix Es ... Kenapa Aura itu berada di sana!" Kata Dewa Surga yang berada di perbatasan.

__ADS_1


"Tidak mungkin kalau itu Putri Phoenix, jelas-jelas itu seorang pemuda yang memiliki kemampuan menentang Surga."


Para Dewa lalu melirik ke arah Permaisuri Phoenix, dimana terlihat jelas bahwa dia sangat gemetaran disana. Bagaimana bisa seorang dari Alam Bawah kini naik ke Alam Surga dalam satu tarikan napas.


"Di- Dia ... Tidak mungkin ... "


Permaisuri Phoenix, ia tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sehingga membuat Qin Chen masuk ke Alam Mimpi, ia tanpa memperdulikan nyawa miliknya lalu masuk ke dalam membuat para Dewa lainnya tercengang.


"Yin'er!"


Terbang dengan kecepatan tinggi melintasi langit berbintang, Permaisuri Phoenix kini benar-benar menentang hidupnya, ia masuk karena ingin melihat lebih dekat siapa pemuda itu.


Kakek Dewa, Kaisar Naga Qin, dan Beberapa Penguasa Surga lainnya, kini mereka mengejar Permaisuri Phoenix yang masuk ke dalam, mereka semua adalah keluarganya walaupun bukan keluarga kandung.


***


Di tempat Qin Chen berada, ia tengah mengumpulkan kekuatan Api dan Es, dimana Demon God Dreamland mengangkat keningnya melihat Qin Chen yang akan menyerangnya.


"Ternyata ada pengganggu masuk lagi ke dalam wilayah milikku ... Karena mereka sudah masuk, maka akan aku biarkan mereka mati bersamamu!" Ekspresinya dingin dimana menatap Qin Chen dengan tatapan tajam.


[Terdeteksi! Aura Phoenix Es mendekati Tuan.]


Serangan Qin Chen yang telah membesar, kini turun perlahan mengurangi menjadi kecil lalu menghilang menyatu dengan Alam Mimpi. Wajahnya terdiam, ekspresinya tanpa bergerak sama sekali.


Tidak lama dari itu, dari belakang dirinya mulai terlihat cahaya yang mendekati Qin Chen, dimana cahaya itu cukup banyak untuk dilihat. Permaisuri Phoenix yang berdiri sudah di dekat Qin Chen.


Tatapan matanya tidak berkedip, karena bisa merasakan Aura yang sama, para Dewa disana lalu di dekatnya, dimana Kaisar Naga Qin maju paling depan, karena Demon God Dreamland adalah musuh lamanya.


"Yin'er, ada apa? Kenapa kamu tiba-tiba masuk ke dalam Alam Mimpi." Tanya kakek Dewa dengan suara yang bingung.


Kewaspadaan mereka meningkat, karena sedang berada di tengah-tengah Medan pertempuran antara Qin Chen dan Demon God Dreamland, dimana ia adalah salah satu mahkluk kuno.

__ADS_1


Tanpa ada jawaban yang keluar dari mulutnya, Permaisuri Phoenix yang melayang sedikit mendekatinya, dimana ia lalu berkata. "Kamu ... " Memanggil nya dengan suara kecil.


Qin Chen, ia tidak bisa mengatakan apa-apa, karena Putrinya dalam masa kritis, dimana harus membunuh Demon God Dreamland, yang selaku ayah dari pada Demon di dunia.


"Menjauhlah dari sini, tempat ini sangat berbahaya, jika kamu terluka. Maka itu akan membuat beban padaku bertambah." Kata Qin Chen dengan suara pelan. Dimana ia tidak mau wanita pertamanya terluka parah karena kecerobohan dirinya.


"Kenapa? Kenapa kamu berada di sini, tidak ada para Dewa yang berani masuk ke dalam ini tanpa alasan, dimana Yin'er? Bukankah dia bersamamu, karena dia kabur dari istana untuk mencarimu."


Saat kata-kata itu keluar dari mulutnya, para Dewa disana seperti mendapatkan serangan besar yang mengejutkan mereka. Melihat posisi pemuda itu tanpa melihat Permaisuri Phoenix, dimana sudah jelas membuktikan bahwa dia adalah suami dari Permaisuri Phoenix.


Demon God Dreamland, ia mengangkat kakinya lalu bersantai melihat dua burung kecil yang saling bertemu, karena dia kuat, ia akan membiarkan mereka berbicara terlebih dahulu.


"Yin'er baik-baik saja, tidak perlu khawatir, aku datang kesini hanya untuk berolahraga melawan orang yang kuat."


"Bohong!"


Permaisuri Phoenix lalu mendekati Qin Chen dan menariknya hingga benar-benar Qin Chen menatap matanya. Pada saat bersamaan, wajah Qin Chen yang sangat familiar bisa dilihat oleh Permaisuri Phoenix.


"Bagaimana keadaan Yin'er, sudah lama aku tidak melihatnya, aku sebagai seorang ibu bisa merasakan bahwa putriku sedang dalam masalah ... Jangan berbohong padaku!"


Qin Chen yang melihat perasaan wanita itu, kini mengambil sedikit napasnya dengan senyuman manis, lalu ia berkata. "Ini semua kesalahanku, aku akan menyelesaikannya dan kamu pergilah dari sini, tempat ini tidak akan aman untuk Dewa di Alam Surga."


Pada saat itu, tamparan keras mengenai wajah sebelah kanan, dimana Qin Chen tidak menghindarinya sama sekali, ia memang pantas mendapatkan tamparan itu.


"Jangan katakan bahwa Yin'er ... " Belum melanjutkan perkataannya, Qin Chen menariknya untuk mengelusnya dengan lembut.


Dalam pelukannya, ia benar-benar tidak tahu harus mengatakan apa lagi, setelah ini mungkin akan menjadi pertempuran sulit baginya. Karena itu, ia hanya bisa memberikan sedikit waktu.


"Pergilah, setelah aku menyelesaikan masalah ini, aku akan mengirim Yin'er ke Alam Surga, dan dia bisa tinggal bersamamu, ini adalah kesalahanku membuat Yin'er jatuh pada titik ini."


Tidak ada yang bergerak, para Dewa kali ini benar-benar di kejutkan dengan kemunculan Ayah dari Putri Phoenix, dan bisa dirasakan bahwa darah Phoenix Api mengalir dari darahnya.

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2