Supreme God System

Supreme God System
Chapter 112 Kematian Panatua Ju Xue


__ADS_3

Di atas langit serangan mereka berdua saling beradu sama lain dengan energi yang besar, meskipun besar, energi mereka berdua hanya merusak beberapa mil di belakangnya.


Mereka berdua bertarung tanpa memperdulikan sekitarnya yang mulai menjadi kehancuran, Qin Chen lantas tersenyum, ini pertama kalinya ia melawan dari Alam Immortal. Walaupun ia pernah melawan musuh yang kuat yaitu Raja Monster, ia hanya di Alam Rendah, jadi sensasi melawan orang Alam Immortal sangatlah berbeda.


"Pria tua, kau cukup hebat bisa menghalangi serangan ku." Ucap Qin Chen dengan menyombongkan dirinya.


"Siapa kau sebenarnya! Bahkan kau bisa setara dengan ku! Dari mana kau berasal!" Balas Panatua Ju Xue.


Qin Chen tersenyum tipis mendengar pertanyaannya, "Aku Qin Chen, Yama yang akan mengambil nyawa Panatua Ju Xue, jadi hati-hati!" Balas Qin Chen.


Perkataan Qin Chen yang seperti menghinanya membuat Panatua Ju Xue semakin kesal, ia langsung melesat terbang menuju ke Qin Chen untuk menyerangnya.


Melihat Panatua Ju Xue yang langsung maju kedepannya membuat Qin Chen tersenyum tipis. "Formasi Pembunuh Iblis Surgawi, aktifkan!"


Hembusan angin mulia menjadi kencang dengan langit mulai menjadi mendung, Qin Chen hanya tersenyum jahat dengan mata merah darahnya yang bersinar.


Panatua Ju Xue yang seperti tidak bisa bergerak, ia Han bisa berdiam diri disana. Mau sekuat apapun yang ia lakukan, tetap tidak bisa bergerak. Karena sesuatu yang memegang nya.


Perlahan-lahan mulai terlihat rantai-rantai di sekeliling Qin Chen, rantai-rantai itu sudah mengikat Panatua Ju Xue yang tadi melesat terbang ke arah Qin Chen.


"A-apa-apaan... Apa yang kau lakukan bocah!" Teriak Panatua Ju Xue.


"Membunuh iblis kecil dengan perlahan!" Balas Qin Chen dengan nada jahatnya.


Tanpa suara dari Panatua Ju Xue, di belakang Qin Chen mulai memperlihatkan bentuk Iblis yang sangat besar, iblis dengan sebuah pedang kuno di tangannya.


Siluet iblis besar dengan kegelapan di seluruh tubuhnya, ia mulai mengangkat pedang kuno dengan perlahan-lahan ke atas. Setidaknya tingkat formasi Qin Chen di tingkat Surgawi, jadi itu tidak akan menghancurkan Alam Immortal ini.

__ADS_1


Swuush!


Pedang yang besar mulai melesat mengarahkan ke arah Panatua Ju Xue dengan cepat, tidak bisa bergerak dari kematian ia berteriak. "Tidakk....!" Teriak Panatua Ju Xue.


Srash!


"Arghhhhh!"


Tubuhnya terbelah menjadi dua bagian kecil tanpa ada sedikitpun yang tidak terpotong. Melihat formasi ini sangatlah kuat, Qin Chen tidak akan mengeluarkan formasi ini lagi, jika ia tidak melawan Dewa.


Di bawah, Fu Yu Ting melihat formasi milik Qin Chen, ia gemetaran hingga terjatuh ke tanah dengan cepat, ia bahkan tidak bisa mengangkat kepalanya ke atas untuk melihat iblis milik Qin Chen.


Qin Chen mulai turun kebawah dengan tenang, walaupun ia sudah merusak pemandangan hutan beast, tapi hewan-hewan di sana sudah berlari menuju jauh dari tempat ia berdiri. Walaupun tadi ada yang mendekati nya. Qin Chen sudah menggunakan iblis itu membuat mereka semua berlarian.


Saat Qin Chen menyentuh tanah, ia melihat Fu Yu Ting terjatuh di tanah dengan gemetaran, ia melihat nya dengan tatapan tenang dan bisa saja tanpa memperdulikan nya. "Pasir tadi, bisa kau bagi dua sekarang? Aku ingin melanjutkan perjalanan mencapai lapisan ketiga." Ucap Qin Chen.


Setelah selang beberapa menit, Qin Chen mengambil pasir emas yang ia dapatkan, walaupun ia ingin banyak, tapi ini adalah kesepakatan yang sudah ia buat. Sebenarnya Qin Chen ingin mengambil sendirian, tapi karena ia ingin mencari teman untuk mengobrol mau tidak mau ia harus berkerja sama.


Setelah mereka berdua membagi rata pasir berlian, Qin Chen mulai berbicara lagi. "Kesepakatan sudah selesai, kau bisa kembali jika tidak ingin disini, aku ingin melanjutkan perjalanan ku menuju lapisan ketiga. Ada sesuatu yang ingin aku ambil, sampai jumpa."


Setelah mengatakan hal itu, ia langsung pergi melesat menuju lapisan ketiga hutan beast. Qin Chen tidak ingin ada yang mengetahui bahwa ia ingin menjadi Thunderbird sebagai mainannya nantinya.


Sudah beberapa mil jauhnya, Qin Chen mulai turun kebawah untuk berjalan kaki, ia berjalan menuju lapisan ketiga dengan sangat tenang tanpa ada gangguan di sekitarnya. Melihat langit yang mulai gelap, karena hari sudah semakin malam, ia mencari sebuah tempat untuk tidur.


Qin Chen berjalan di kedalaman hutan dan menemukan sebuah gua kecil yang bagus untuk ia istirahat dari gelapnya malam.


"Gua yang bagus, aku akan beristirahat disana. Aku bisa saja melanjutkan perjalanan menuju lapisan ketiga, tapi aku sedang tidak mau berjalan di malam hari." Gumamnya.

__ADS_1


Qin Chen melangkahkan kakinya menuju gua di hadapannya yang kecil, tapi muat untuk ia beristirahat dari gelapnya malam. Saat ia sampai di depan gua, ia perlahan masuk ke dalam sambil melihat isi dalam gua yang kosong.


Tes.. tes...


Terdengar di luar gua mulai turun hujan yang begitu lebat, hujan turun dengan membawa kenangan dan kerinduan yang mendalam. Air yang turun dari langit mulai membasahi kehancuran hutan beast yang di buat Qin Chen.


Qin Chen yang di dalam masih berjalan untuk sampai ke dalam gua, dan akhirnya ia sampai juga di dalam gua, melihat sekitarnya sepi, ia mulai duduk di bawah dengan menyenderkan tubuhnya ke dinding gua.


"Dingin sekali.. jika ada penghangat mungkin aku akan senang. Sayangnya aku tidak membawanya ataupun bertemu dengan penghangat." Gumamnya.


Qin Chen berbicara sendiri di dalam gua dengan kaki yang selonjoran, ia menatap langit-langit gua yang berwarna gelap. Karena ia tidak memiliki penghangat, ia mulai menghidupkan api kegelapan abadi untuk membakar batu di depannya.


Api di tangan Qin Chen mulai terbang ke arah batu di depan nya hingga terbakar oleh nyala api Qin Chen. Melihat bahwa penghangat sudah di dapatkan ia mulai memejamkan matanya untuk tidur.


Qin Chen tidak terlalu khawatir dengan hewan-hewan beast yang akan menyerangnya, karena ia sudah membuka kembali segel kontrak hewan Ilahi di keningnya.


Dengan kebukanya segel kontrak tersebut, tidak akan ada bahaya yang akan mendekati Qin Chen saat ia tertidur menunggu pagi. Qin Chen sepenuhnya belum tidur, ia hanya memejamkan matanya untuk sementara sebelum tidur.


Qin Chen mengingat kembali kenangan di bumi saat ia masih anak sekolah yang tidak memiliki kedua orang tua, dan setiap pulang sekolah ia harus bekerja untuk makan dan bermain video game setiap malam. Walaupun ia pendiam saat kehilangan kedua orang tuanya, ia memiliki bakat terpendam nya begitu hebat yaitu Beater dan Cheater.


"Jika aku bisa kembali ke bumi, aku akan mencari tentang kejadian kecelakaan waktu itu, dan menghajar beberapa manusia yang seringkali menggangguku di bumi! Aku tidak peduli mau aku itu dewa atau bukan, karena pukulan ku ini akan ku arahkan ke wajah nya!" Gumamnya.


Qin Chen mulai tertidur dengan sangat nyenyak, ia tertidur pulas karena hari ini hujan membuat ia tertidur dengan pulas. Di luar masih terdengar suara hujan yang begitu deras menghantam bumi dengan airnya.


...


*Thanks You For Reading*

__ADS_1


__ADS_2