
Qin Chen melesat terbang menuju tempat dimana pesawat yang akan lepas landas, ia dari kejauhan terlihat sangat khawatir dengan kondisi Su'er yang saat ini. Karena pergi dengan cara seperti itu, Qin Chen pergi dengan kecepatan rendahnya untuk mengejar Su'er.
"Dasar bodoh."
Ia kesal pada dirinya sendiri, karena sebuah janji yang ia lupakan, kini malah membuat seorang wanita yang baik harus menderita 3 tahun ini, karena menunggu kata yang keluar dari mulut Qin Chen.
"Bahkan! Janji yang ku buat sendiri sampai lupa! Dasar bodoh!"
Qin Chen semakin cepat menuju bandara pesawat yang sudah lepas landas dari bandara, ia mengejarnya di samping pesawat tersebut sambil melihat didalamnya.
Ditempat Su'er berada, ia tengah terduduk diam dengan air mata yang mengalir, Su'er duduk di samping jendela dengan menyenderkan kepalanya di atas telapak tangannya.
Melihat Su'er yang tengah terduduk sambil menangis disana, Qin Chen menjadi bersalah, karena dirinya yang sudah membuat Su'er menderita dalam perasaan.
Bztt! Bztt!
Suara seperti listrik terdengar di depannya, saat Qin Chen melihat sebuah portal yang mulai terbentuk di depan pesawat, ia sangat terkejut dengan Portal tersebut.
[ Portal Nether, sudah terbuka! Sangat bahaya di bagian sana, Tuan! Diharapkan selamatkan wanita itu dengan cepat, jika tidak ingin menyesalinya seumur hidup! ]
Qin Chen langsung menembus pesawat tersebut, ia tidak memikirkan orang lain. Karena ia hanya mengkhawatirkan Su'er seorang, dengan sigap ia menembus pesawat tersebut, lalu mengendong Su'er dari sana.
Pada saat itu, Su'er tiba-tiba melihat Qin Chen di hadapannya membuat ia sangat terkejut, saat ia ingin melepaskan gendongan Qin Chen. Mereka berdua sudah di luar pesawat, dimana pesawat perlahan-lahan masuk ke dalam Nether.
Pesawat yang ia tumpangi, kini terhisap ke dalam Nether dengan ganasnya, melihat kejadian itu, ia melihat ke arah Qin Chen yang datang menyelamatkannya.
"Kenapa kamu menyelamatkanku? Bukankah aku hanya pelampiasan disaat kamu sudah mendapatkan yang terbaik?"
Qin Chen yang telah memahami perasaan wanita, ia hanya tersenyum tipis dengan ketebalan 5mm. Ia yang tidak mengatakan apa-apa lalu melesat pergi dari sana, Qin Chen membawa Su'er ke jembatan dimana Qin Chen membuat janji.
__ADS_1
Sesampainya disana, Qin Chen duduk di kursi yang sama seperti dulu, kini Su'er hanya diam tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Karena semua pakaiannya berada di dalam koper, dan sekaligus uang hasil kerjanya.
Disana temannya sudah pergi dari tempat tersebut, kini Qin Chen tidak bisa terlalu lama di bumi, karena masih banyak beban yang harus ia tampung setiap waktunya.
"3 Hari lagi, aku akan pergi meninggalkan gugus bintang ini.. Meksipun, aku baru tiba kemarin, aku sudah mendapatkan letak keberadaan keluargaku, jadi aku akan pergi menuju tempatnya.."
"Jadi begitu..."
Suara yang pelan, ia tidak tahu lagi mau mengatakan apa, karena Qin Chen akan pergi lagi meninggalkan dirinya. Semua yang Qin Chen lakukan, bukanlah untuk kesenangannya. Melainkan untuk mengejar puncak dunia kekuatan yang tidak terukur seberapa hebatnya.
Qin Chen lalu membicarakan langsung ke intinya dimana janjin 3 tahun yang lalu, "Janji 3 tahun yang lalu, aku belum bisa menepatinya sekarang ini.. Masih ada banyak musuh-musuh yang akan berdatangan kepadaku, aku tidak bisa berdiam diri di Bumi untuk hidup bahagia.." Ucap Qin Chen yang dengan nada pelan, ia sambil melihat langit yang cerah, meskipun baru terjadi badai.
"Aku paham.. aku hanya orang yang datang di saat kamu kesepian,"
Su'er beranjak berdiri dari tempat duduknya, pada saat itu Qin Chen menahan tangannya yang ingin pergi tempat Qin Chen.
Su'er lalu melihat ke arah Qin Chen dengan pandangan menahan perasaannya, "Lepaskan tanganku.."
Disana ia memberikan kunci apartemen miliknya sendiri, ia yang mendengar itu terdiam dengan memegang kunci apartemen milik Qin Chen. Setelah menerima kunci milik Qin Chen, ia pergi dari sana meninggalkan Qin Chen sendiri.
Melihat Su'er telah pergi, kini Qin Chen menatap tajam ke arah barat dimana tempat Istana yang ditempati oleh para Kultivator Immortal.
"Peradaban bumi seharusnya tidak terjadi seperti ini! Jika kekayaan sudah membuat banyak orang yang menderita, sekarang kekuatan yang sebenarnya tidak untuk di sebarkan kepada mereka, kini Bumi sudah berubah menjadi tanah Immortal!"
[ Qin Qui mempunyai sebuah saran, dimana Tuan menguasai Alam ini, dan menekan semua orang-orang di bumi untuk mematuhi perintah Tuan. Dengan begitu, tidak akan ada banyak orang-orang yang akan ditindas oleh mereka yang kuat. ]
Kali ini Qin Chen menerima saran Qin Qui, karena sarannya sangat bijak dan masuk akal. Bukan seperti sebelumnya, dimana ia diminta untuk menghancurkan Universe.
Jika dari awal ia melakukannya, maka ia tidak akan bertemu dengan Su'er, pada saat ia memikirkan Su'er, Qin Chen sedikit mencurigai Qin Qui yang cemburu jika Qin Chen bertemu dengan Su'er yang berada di bumi.
__ADS_1
"Baiklah, waktunya membereskan para mahkluk rendahan di bumi ini! Lalu membuat kembali keberadaan modern!"
[ Baik Tuan, mari bantai-bantai! ]
Qin Chen tersenyum dengan jawaban Qin Qui. Ia sekarang melesat terbang menuju tempat dimana istana tersebut berada. Lalu tentang harta berharga tersebut, sebenarnya adalah surat yang Qin Chen ambil barusan.
Tentang kedua orang tuanya, Qin Chen tidak tahu siapa mereka sebenarnya. Tapi yang jelas, jika mereka masih hidup, dan sekarang berada di Alam Surga. Berarti mereka berdua bukanlah orang biasa dari Bumi.
Jika semua fakta, misteri, dan lain sebagainya di gabungkan. Apa akan mengungkapkan siapa Qin Chen sebenarnya, dan siapa Qin Qui yang berada di dalam dirinya.
***
Naga kuno, dimana naga tersebut yang Qin Chen bangkitkan dari jurang kematian. Di dalam sebuah ruangan yang sangat gelap, terlihat sebuah pagar yang seperti menyegelnya di dalam tubuh Qin Chen.
Segel tersebut sangat kuat, bahkan Kaisar Surgawi akan sangat kesulitan untuk menghancurkan segel tersebut. Di dalam pagar tersebut, naga kuno terkengkang oleh rantai-rantai yang mengikatnya.
Perlahan dari depan pagar tersebut, kini terlihat cahaya emas dimana menampilkan sosok wanita cantik yang tidak lain adalah Qin Qui itu sendiri.
Didalam tubuh Qin Chen, kini Qin Qui bebas bergerak dimanapun yang ia sukai. Sekarang ini, ia tengah menatap naga kuno dengan tatapan dingin yang begitu mendalam.
Qin Qui disana ia mulai membuka mulutnya untuk berbicara, "Jika kau berani mengatakan tentang siapa aku sebenarnya! Aku akan lebih menyiksamu hingga matipun, aku akan tetap menyiksa jiwa-jiwamu!"
Sang Naga Kuno, kini ia gemetar di hadapan sosok tersebut, ia tidak bisa berkata-kata lagi karena sudah di segel menggunakan Segel Tuhan yang tidak terukur batasnya.
'Aku sudah mengetahui sifatnya, kenapa aku tidak langsung mengatakan kepada Yang Mulia, jika terus seperti ini, Yang Mulia akan dapat masalah terus-menerus!'
Naga kuno berbicara dalam batinnya tentang identitas Qin Qui yang sebenarnya, tapi ia malah Tersegel di dalam Tubuh Qin Chen.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*