Supreme God System

Supreme God System
Chapter 273 - Berkumpul (R)


__ADS_3

Perluasan wilayah yang Qin Chen lakukan adalah, ia akan menghilangkan pegunungan yang berada di sekitar kota, dan membuat kota baru dengan menggabungkan kota sebelumnya.


Qin Chen juga merencanakan tentang taman di kota tersebut, dimana Alam Immortal tertinggi adalah rumah keduanya yang ia inginkan, bukan dalam arti ia akan tinggal disana selamanya, melainkan ia ingin membangun kota impian.


Karena dalam 2 bulan waktu Alam Surga, Qin Chen akan sampai di Alam Surga dimana ia akan menyelesaikan masalah di Alam Immortal tempat ia berada sekarang ini, kini mungkin akan membutuhkan waktu yang lama.


Nama negara yang akan dia buat adalah Sura Sword, dimana ia adalah nama patahan dari Asura yang menunjukkan kekejaman yang ia lakukan selama ini di Alam Semesta.


Di kota, Qin Chen tengah berjalan bersama putrinya yang dari tadi mencubit dirinya karena mengatakan hal aneh-aneh tentang ibunya, walaupun dia adalah ayahnya.


"Aduh ... Yin'er kecil, itu sakit." Qin Chen benar-benar tertekan oleh cubitan dari putrinya,


"Hmph! Biarin! Biar ayah tahu rasa karena mengatakan hal aneh tentang ibu! Dan Ayah suka pilih yang besar kan!"


Qin Chen tertawa canggung, karena benar-benar ia menyukai yang besar, karena dalam pikirannya yang besar bisa di jadikan bantalan. Melihat ekspresi ayahnya yang sekarang ini, Yin'er tahu apa yang dibayangkan oleh ayahnya yang sekarang ini.


Mereka berjalan dimana Qin Chen di marahi oleh putrinya sendiri, karena ayahnya menyukai yang besar. Di sepanjang waktu, mereka berdua berkeliling kota dengan begitu tenang, dimana Qin Chen membelikan apa saja yang diinginkan putrinya.


Setelah selesai, mereka kembali pergi ke istana dimana Qin Chen mau melakukan tugasnya, dan bertemu dengan istrinya kembali, hari ini Qin Chen sudah mengobrol banyak dengan putrinya dimana ia sudah mulai terbiasa.


Ia duduk di tahtanya, dimana laporan tentang istana miliknya diberikan oleh Naga Kuno, melihat laporan tentang pembangunan kota baru yang memperluas wilayahnya, dan istana akan di rombak untuk menciptakan portal menuju Alam Surga.


Walaupun masih sangat sulit, dimana harus menghubungkan dua dimensi yang sangat jauh, kini Qin Chen melihat wilayah yang akan di lakukan pembangunan.


"Pegunungan disini lumayan besar, untuk melakukan penghilang, membutuhkan waktu yang cukup lama, lebih baik aku akan kesana sekaligus melihat pekerjaan disana." Kata Qin Chen yang melihat peta pembangunan.


"Tapi Tuan, lebih baik anda meluangkan waktu untuk istri anda," Naga Kuno memberikan saran kepada Qin Chen.

__ADS_1


Qin Chen lalu menghilangkan berkas tersebut, "Kamu benar, aku lebih baik beristirahat untuk beberapa waktu ... Untuk perkembangan ini, dan mungkin aku akan melakukannya malam hari."


"Baik Tuan."


Setelah mengatakan itu, Qin Chen pergi menghilang dari sana menuju kamarnya dimana ada adik kecilnya yang tengah menemani istrinya, ada juga ibu, Su'er dan Yin'er.


Melihat mereka berkumpul di dalam ruangan, dimana Qin Chen berjalan mendekati mereka dengan sampainya disana ia mengelus kepalan adik kecilnya yang sudah lama tidak bertemu.


"Bagaimana kabar adik kecil kakak? Apa dia semakin manis?" Tanya Qin Chen.


"Tentu saja! Ru'er semakin manis ... " Balasnya dengan menunjukkan kemanisannya.


Mendengar itu, mereka semua tertawa kecil melihat tingkah Ru'er di depan Qin Chen. Tentunya Qin Chen mencubit pipinya yang tembem dengan lembut dimana ia sangat manis.


"Aduh ... Kakak ... Ini sakit."


Boneka itu ia keluarkan di sana, dan mengejutkan mereka semua yang ada disana, Qin Chen yang melihat Ru'er yang kini menandingi boneka besar itu, ia seperti menginginkannya, tapi ia bukan bagian keluarga mereka.


"Ini boneka untuk Ru'er, agar Ru'er bisa tidur dengan boneka ini, nanti kakak akan ke kamar Ru'er untuk mengubahnya sesuai keinginan Ru'er."


Saat Ru'er mendengar perkataan kakaknya, ia malu dengan kepalanya menunduk kebawah, ia lalu mendekati Qin Chen dengan memeluknya dimana ia benar-benar senang kali ini.


"Terimakasih kakak."


Qin Chen lalu jongkok dan memeluknya sambil menggendong Ru'er ke atas, dimana ia kini berjalan duduk di sampingnya. "Sama-sama, sekarang Ru'er akan menjadi kakak, jadi kakak minta tolong dengan Ru'er untuk melindungi adik Ru'er disaat kakak pergi dari rumah."


"Baik kak! Serahkan saja pada Ru'er, Ru'er akan melindungi adik kecil."

__ADS_1


Pada akhirnya, mereka semua tertawa mendengar jawaban Ru'er karena tingkah Ru'er di sampingnya Qin Chen sangat berbeda disaat dia sendirian menunggu Qin Chen kembali.


Mereka semua mengobrol di dalam ruangan, dimana Qiu Yu Ran masih baring di samping buah hatinya yang tertidur, ia belum boleh bergerak sampai seminggu mendatang.


"Chen'er, apa kamu sedang memperluas wilayah kota ini?" Tanya ibunya.


"Ya, karena Chen'er akan membuat kota ini kota yang maju, dan akan ada banyak perkembangan yang akan Chen'er ajarkan ... Ini semua Chen'er lakukan untuk bisa melihat dunia yang ingin lihat." Qin Chen lalu melihat langit-langit ruangan dimana penuh dengan warna dan lampu menghiasi ruangan tersebut.


Mereka semua mendengar itu lalu melihat ke arah langit ruangan, dimana disana terdapat banyak lampu yang menerangi warna, dan Su'er tentunya tahu apa yang di inginkan Qin Chen.


"Jika kota penuh dengan warna dan penerangan, maka malam di istana yang terletak di tebing kota, saat malam akan melihat keindahan yang akan menyejukkan hati ... Walaupun, masih ada banyak musuh di luar sana, tapi Chen'er akan melakukan semuanya sesuai rencana yang akan di atur oleh bayangan."


Dalam ruangan dimana mereka melihat dan mendengar apa yang diinginkan Qin Chen, dimana ia ingin menciptakan kota penuh warna, sedangkan untuk ayahnya sendiri, ia berada di ruangan dimana bersama para panatua keluarga.


"Jika itu yang Chen'er inginkan, ibu tidak bisa melarang, tapi Chen'er harus ingat, bahwa Chen'er memiliki istri dan anak kecil, dan lagi disini adalah keluarga Chen'er, dimana Chen'er harus membagi waktu agar bisa bersama."


Qin Chen mengangguk, ia paham apa yang dikatakan oleh ibunya sekarang ini, Qin Chen lalu melihat mereka yang kini duduk di sopa dekat dengan istrinya di atas meja ada minuman untuk menemani mereka.


Sedangkan dia sendiri, ia duduk di samping istrinya dengan adik kecilnya di atas pangkuan dirinya. Mereka semua mengobrol di dalam ruangan hingga waktu yang cukup lama. Dimana Qiu Yu Ran tidur di bawah pelukan tangan Qin Chen.


Putra dan putrinya sama halnya, mereka tertidur dengan pulas karena sudah diberikan makan dan minum oleh Qin Chen sendiri, dulu Qin Chen seorang pembantai sekarang berubah menjadi seorang ayah yang mengurus anak kecil.


...


*Thanks You For Reading*


(Note: Done :) Thanks for support, up mulai besok kembali )

__ADS_1


__ADS_2