
Saat setelah Qin Chen tiba disana, Qin Chen berjalan mendekati istrinya tengah berdiri di ruangan tersebut, Qin Chen hanya membutuhkan beberapa menit saja untuk melawan mereka, walaupun bisa membunuh dengan tatapan mata.
"Sudah selesai, sekarang aku hanya perlu membereskan Istana ini, setelah itu kita akan pergi ke tempat yang ingin kamu kunjungi." Qin Chen membelai rambutnya dengan lembut.
"Hmmmm ... Aku dan Yin'er sebelumnya membicarakan tentang harta karun di Istana ini ... Jadi, kamu bisa mengurus masalah disini, kami akan pergi melihat harta karun." Ujar Qiu Yu Ran dengan sambil tersenyum.
Qin Chen, ia tidak bisa berbuat apa-apa karena istrinya lama-kelamaan menjadi seperti Qin Chen yang menyukai harta karun. Tentunya ia senang, tapi ia juga memikirkan tentang kesehatan, kebutuhan, istirahat, dan lainnya.
"Baiklah, kamu boleh pergi mencarinya. Tapi ingat, jika kamu merasa kelelahan, karena aku tidak ingin terjadi apa-apa padamu, dan si kecil ini." Qin Chen berbicara sambil mengelus bagian perutnya.
Qiu Yu Ran lalu mencium pipinya, dan setelah itu ia kabur dari tempat Qin Chen sambil tersenyum manis. Ia lalu perlahan menyentuh pipinya dengan senyuman senang.
"Gadis itu ... " Qin Chen tersenyum, dan berjalan menuju tempat tahtanya yang hancur karena ulahnya sendiri.
Sekarang, ia adalah Penguasa Dewa Galaxy Great Chen bagian Utara, dimana ia belum di kenal oleh banyak orang-orang di wilayahnya, karena itulah ia akan menyusun semuanya.
"Baiklah, kita mulai dari sini ... Awal mula perjalananku untuk mencapai Alam Surga." Ucap Qin Chen.
Disana, ia lalu mengeluarkan 10 bayangan miliknya untuk membantu dirinya dalam mengurus pemerintahan. Dengan demikian, ia bisa berkomunikasi dengan Alam Surga, dan bisa mendapatkan pencerahan surga.
Meskipun, ia bisa menerobos masuk ke Alam Surga, tapi ia lebih suka mencari jalan yang susah. Itulah pendirian Qin Chen, selama ini jika ia mau hidup tenang, ia bisa membunuh musuh dengan tatapan matanya.
Tapi ia tidak mau menggunakan, dan malah menggunakan cara yang susah yaitu meratakan, dan menghancurkan sekitarnya dengan kemampuan miliknya.
Sepuluh bayangan Qin Chen, kini mereka berlutut di hadapan Qin Chen yang tengah duduk di singgasana barunya, ia melihat sepuluh bayangan yang bisa berbicara, dan hebat dalam hal masing-masing.
"Kalian semua, kali ini aku membutuhkan energi, dan waktu kalian untuk membantuku membangun sebuah Negara atau wilayah yang sekarang ini lebih maju lagi ... Karena aku membutuhkan mereka untuk sebuah alasan yang tidak bisa aku berikan, " Qin Chen melihat mereka semua dengan tatapan mata meminta bantuan. "Aku ingin menciptakan Negara yang nyaman untuk ditinggali, dan tentunya agar aku bisa berkomunikasi dengan Alam Surga."
__ADS_1
"Jika itu adalah keinginan Yang Mulia, maka kami semua akan membantu Yang Mulia dengan senang hati ... Bisa melayani Yang Mulia adalah kebahagiaan bagi kami semua ... "
Qin Chen mendengar itu cukup terkejut, ia tidak menyangka jawaban yang mereka berikan sangat bijak sana. Qin Chen lalu berbicara kembali. "Terimakasih, sekarang ... Yang harus kita lakukan adalah membangun ulang Istana ini, dan menyebarkan berita tentangku ke wilayah-wilayah gugus bintang kekuasaan Dewa Galaxy sebelumnya."
"Yang Mulia, saya memiliki saran yang mungkin bisa Yang Mulia dengar." Balas bayangan tersebut dengan tenang.
"Saran? Apa itu, aku lebih suka mendapatkan suatu saran." Sahut Qin Chen kepada bayangannya sendiri.
"Setelah kematian Dewa Galaxy sebelumnya, secara otomatis para Dewa lainnya mengetahui bahwa Dewa Galaxy bagian Utara telah mati ... Sekarang, Yang Mulia mengantikan posisi tersebut, dan secara tidak langsung mereka tidak mengetahuinya ...
Saya menyarankan Yang Mulia untuk memberikan sebuah surat untuk ketiga Dewa Galaxy lainnya, dimana Yang Mulia mengudang mereka semua untuk melakukan pertemuan antar 4 Dewa Utama ...
Wall Place Four Great Gods adalah tempat pertemuan antar 4 Dewa Agung, dimana mereka melakukan pertemuan untuk membahas tentang Alam Immortal, dengan Yang Mulia memberikan undangan tersebut ...
Maka, Yang Mulia akan mendapatkan pengakuan dari Tiga Dewa Agung lainnya, dimana mereka akan melihat apa Yang Mulia pantas, atau tidaknya ... Dengan cara ini, Yang Mulia akan cepat dikenal oleh orang-orang di wilayah Utara ... Ini adalah saran saya kepada Yang Mulia."
Memikirkan apa yang dikatakan memang sangat bijak, dan lagi ia penasaran dengan pengetahuan bayangannya tentang Alam Immortal ini, karena ia belum tahu jelas asal usulnya.
"Kenapa kau bisa tahu banyak tentang Alam Immortal ini? Bukankah ini aneh?" Tanya Qin Chen dengan suara bertanya.
"Menjawab Yang Mulia, saya dulunya adalah Mantan Dewa Galaxy bagian barat, dan sekarang naik ke Alam Surga lalu melayani Dewa Semesta ... Tapi takdir berkata lain, saya tewas dalam perang di Dimensi." Ujar bayangan tersebut dengan memberi hormat.
"Jadi begitu, baiklah aku memahaminya sekarang ini, aku akan mengikuti saran darimu, dan sekarang ... Tugas utama adalah, mengubah Istana ini sesuai keinginanku, lalu mengubah kebijakan lainnya yang tidak sesuai."
"Baik Yang Mulia!"
"Kalian boleh melakukan tugas kalian masing-masing, aku akan kembali untuk mengatur lainnya, agar bisa lebih cepat di bandingkan sebelumnya."
__ADS_1
Mereka lalu menghilang dari pandangan Qin Chen, sekarang ini ia melihat semuanya telah mulai dalam tugas masing-masing. Ia juga sesekali mengintip istrinya yang tengah mencari harta karun.
"Sungguh sama sepertiku, aku harap hari-hari seperti ini bisa kurasakan selama ini ... " Qin Chen berbicara dengan suara bahagia, "bayangan dalam tugas, sekarang aku akan memulai rencana selanjutnya!"
Ia lalu mengeluarkan sebuah kertas lagi, dimana akan membuat peraturan baru yang akan di berikan kepada orang-orang yang berada di kota tersebut.
Qin Chen mengikuti niat hatinya, jadi ia bisa mendapatkan pikirannya yang tenang, dan membuat ia bisa menulis dengan sangat bijak hari ini.
"Peraturan sama seperti di ibukota, tapi aku menambahkan sedikit di dalam sana. Setelah itu, aku bisa melakukan hal berikutnya." Qin Chen lalu melanjutkan pembuatan peraturan.
Qin Qui melihat hal tersebut, ia hanya bersikap tenang dengan matanya yang dari kemarin hanya bermain Video Game. Sesekali ia memberitahu tentang Alam Immortal.
Setelah 1 Jam berlalu, Qin Chen telah menyelesaikan tugas miliknya untuk membuat peraturan baru, ia kini menyimpan peraturan tersebut ke dalam sakunya.
Ia yang telah satu jam duduk di tahtanya, ia belum melihat istrinya datang ke tempatnya, karena ia khawatir jika istrinya kelelahan dan membuat gangguan di anak mereka.
"Mereka lama sekali ... Apa harta disini sangat banyak, sehingga membuat mereka sangat lama di dalam sana? Tapi, apa mereka tidak tahu bahwa aku disini sedang menunggu ... " Gumamnya.
[Sebentar lagi mereka akan keluar, Tuan tenang saja, mereka akan keluar dari dalam sana.]
"Baiklah, aku akan menunggu sedikit lagi, jika belum keluar juga ... Aku akan masuk kedalam untuk memastikan langsung."
Qin Chen, ia sekarang duduk di tahtanya untuk menunggu mereka berdua keluar dari ruangan tersebut, dimana mereka sedang asik melihat harta-harta milik Dewa Galaxy.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1