Supreme God System

Supreme God System
Chapter 148 : Membunuh Putra Kaisar!


__ADS_3

Sepanjang perjalanan, Qin Chen masih memikirkan sebuah kalimat untuk pergi ke tempat orang tuanya. Karena ia ingin mengatakan bahwa dirinya sudah mempunyai seorang istri, dan sekarang sedang mengandung anaknya.


'Jika dipikir-pikir, ibu memiliki sifat yang baik, dan juga pengertian denganku. Mungkin akan lebih muda membicarakan tentang ini. Sedangkan ayahku memiliki sifat yang tidak terduga, tapi sebagai seorang laki-laki, pasti dia memahami apa yang aku alami.'


Qin Chen akhirnya bisa membawa istri kecilnya ke tempat keluarganya, karena ia memahami karakteristik keluarganya. Tapi sebelum itu, Qin Chen harus menyelesaikan masalah Alam Immortal ini, lalu bertemu keluarganya.


Mungkin membutuhkan waktu beberapa hari untuk menyelesaikan Alam Immortal ini, dan setelah selesai, ia akan pergi ke tempat keluarganya, untuk menceritakan tentang apa yang terjadi.


Jika sudah selesai, Qin Chen akan melanjutkan pergi ke Alam Immortal tertinggi untuk berpetualang di atas sana.


Kini mereka berdua sedang menuju Kota Immortal Cloud, dimana sudah ramai orang-orang, dan juga acara pertandingan kedua sudah di mulai dari sebelum mereka pergi kesana.


Qin Chen terbang dengan kecepatan biasanya, karena jika menggunakan kecepatan tinggi, itu akan melewatkan Kota Immortal Cloud, karena kecepatan Qin Chen sudah melebihi cahaya.


***


Sesampainya di Kota Immortal Cloud, mereka terbang menuju ke dalam dengan terbang menuju Colosseum pertandingan Alkemis yang tidak jauh dari Paviliun Alkemis.


Di Kota, orang-orang melihat Dewa dan Dewi yang sedang terbang menuju pertandingan Alkemis. Mereka semua melihat kecantikan Dewi, dan juga ketampanan Dewa, yang membuat orang-orang dikota menjadi termenung.


Qin Chen yang dari jauh sudah melihat banyak orang-orang yang berkumpul melihat pertandingan Alkemis, ia hanya bisa menghela nafasnya. Karena ia kelewatan pada pertandingan pertama.


"Sudahlah, jika masih ada kesempatan kedua di Alam tertinggi nantinya, aku tidak akan melewatkan kesempatan itu." Gumamnya.


Qiu Yu Ran mendengarnya, ia hanya memiringkan kepalanya karena bingung. Karena yang ia tahu, kalau Qin Chen adalah Panatua Agung dari Paviliun Alkemis, tapi disini Qin Chen malah mengeluh karena tidak ikut pertandingan.


Disaat memikirkan itu, Qiu Yu Ran baru menyadarinya, karena sebelum Grandmaster Ling menjadi muridnya, Qin Chen berpura-pura untuk mengikuti pertandingan Alkemis.


Setibanya mereka berdua di atas Colosseum pertandingan Alkemis, orang-orang disana melihat mereka berdua dari bawah dengan pandangan kagum melihat kecantikan melebihi Dewi.

__ADS_1


Perlahan pembicaraan tentang mereka berdua mulai terdengar di gendang telinga, orang-orang disana membicarakan tentang kedatangan mereka berdua yang datang ke Colosseum pertandingan Alkemis dengan cara yang berbeda.


"Lihat! Apa kalian tahu siapa mereka?"


"Aku tidak tahu, tapi melihat cara mereka datang ke pertandingan Alkemis, mungkin mereka bukan orang biasa!"


"Aku tidak peduli dengan hal seperti itu, tapi yang kupedulikan adalah kecantikan wanita di sampingnya. Jika aku mendapatkan wanita seperti itu, hidupku tidak akan sendirian selamanya."


"Sigh! Dasar jomblo akut!"


Pria tadi langsung melihat ke arah orang yang mengatakan bahwa dirinya jomblo akut. "Berantem kita!"


Pria itu bertarung adu tangan satu sama lainnya di bangku penonton, orang-orang disekitarnya meneriaki mereka berdua untuk memberikan semangat bertarung.


Sedangkan Qin Chen, ia terbang turun kebawah, tepatnya di tempat kakek Ling berada. Disana kakek Ling berdiri dengan memberikan hormat kepada pemuda yang datang.


Kini ke-enam Pilar Kekaisaran menjadi gempar melihat Grandmaster Ling memberikan hormat kepada pemuda di depannya. "Selamat datang Master." Ucap kakek Ling dengan hormat.


"Qin Yu Ran! Beraninya kau membuka cadar kepada pria lain!" Teriak Putra Kaisar dengan suara yang sangat marah.


Suara Putra Kaisar menggelegar di dalam ruangan tersebut. Ruangan itu hanya menutup bagian atas, dan sampingnya hanya di tutup dengan oagar tidak terlalu tinggi, hanya sebatas pinggang.


Kaisar dan juga lainnya terkejut mendengar Putra Kaisar berteriak memanggil Master dari Paviliun Obat. Kini semua orang tertuju ke arah wanita di samping pemuda, karena selama masa peningkatan kekuatan, dan juga kandungannya.


Tubuh Qiu Yu Ran mengalami perubahan yang cukup besar, itulah kenapa mereka tidak mengenalinya. Qiu Yu Ran langsung melihat ke arah Putra Kaisar yang bangkit dari tempat duduknya dengan wajah yang marah.


"Jangan memanggilku dengan namaku! Siapa kau?! Berani sekali berteriak di sini!" Balas Qiu Yu Ran dengan dingin.


Mendengar tanggapan Qiu Yu Ran yang dingin, Putra Kaisar kesal dengan sikapnya. Sedangkan kedua saudari Qiu Yu Ran, mereka mendekat ke arah Qiu Yu Ran.

__ADS_1


Qiu Yu Ran melepaskan pelukannya, lalu ia melihat ke arah Qin Chen sebentar, ia seperti memberikan kode untuk ke tempat saudarinya yang di sampingnya.


Saat mereka berdua melihat saudari mereka seperti itu, mereka menjadi terkejut, karena yang mereka kenal, saudarinya sangatlah dingin terhadap laki-laki, bahkan tidak mengenali kata cinta.


Qin Chen melihat istrinya yang memberikan kode, ia hanya tersenyum lalu mengelus kepalanya dengan lembut. "Kesanalah, dan istirahat di tempat duduk. Aku akan mengurus di sini." Balas Qin Chen yang lembut.


Istrinya mengangguk kecil, lalu pergi ke tempat saudarinya dengan senang. Di sisi lain Putra Kaisar di abaikan begitu saja membuat ia sangat marah kepada Qiu Yu Ran.


"Wanita jal*ng! Beraninya kau mengabaikanku!" Teriak Putra Kaisar.


Qin Chen yang mendengar suara yang menghina istrinya, ia langsung melihat ke arah Putra Kaisar dengan tatapan membunuhnya. Qin Chen yang malas melihat wajahnya, ia dengan cepat menghilang dari sana untuk menghajar semut sialan di hadapannya.


Dengan tangan kanannya yang melesat menghantam wajahnya ke bawah, Qin Chen yang berada di belakangnya, ia lalu menghantam wajahnya ke bawah.


Bang!


Boom!


Colosseum pertandingan Alkemis hancur di bagian ruangan, orang-orang yang berada di sekitarnya berlarian menjauh dari tempat kejadian. Kaisar dari Alam Immortal ini, ia melihat tepat di depan matanya, putranya di bunuh oleh pemuda yang belum mencapai 20 tahun.


Tubuh Putra Kaisar masih utuh dengan kepalanya yang hancur menjadi bubur, darahnya mengalir ke bawah seperti air terjun. Sedangkan yang lainnya, mereka melayang ke atas menghindar dari reruntuhan.


"Berani menghina istriku, kalian semua mati! Berani membuat istriku menangis! Alam immortal ini akan ku buat menjadi lautan darah!" Ucap Qin Chen dengan suara intimidasi yang begitu kuat.


Qin Chen mengibaskan tangannya yang dimana darah mengalir dari tangan kanannya, ia mengangkat kepalanya dengan menatap Kaisar Alam Immortal dengan tatapan kebencian.


"Meskipun kau baik terhadap Paviliun Alkemis, tapi sikap putra baji**** ini, dia berani menghina istriku, berarti kau juga akan menyusulnya!" Ucap Qin Chen yang tidak masuk akal.


Seluruh Colosseum hening, di saat Qin Chen mengancam Kaisar akan kematiannya. Orang-orang disana tercengang melihat seorang pemuda dengan kekuatan yang belum di ketahui, yang dimana ia langsung masuk ke intinya tanpa basa-basi lagi.

__ADS_1


...


*Thanks You For Reading*


__ADS_2