
Penginapan.
Setibanya mereka di penginapan, mereka kini berjalan masuk kedalam untuk menyewa kamar. Setelah menyewa kamar, Qin Chen akan melanjutkan pergi menyelesaikan masalah yang akan bertambah besar.
Mereka semua yang masuk kedalam penginapan, dimana ada beberapa orang yang tengah duduk sambil memakan makanan yang berada di atas mejanya.
Qin Chen berjalan mendekati wanita resepsionis di depannya, ia yang telah sampai di depannya lalu berbicara. "Aku sewa 1 ruangan untuk 1 Minggu.."
"Baik Tuan, harganya 10 Tael Emas.." Balasnya dengan ramah.
Ia lalu mengeluarkan uang untuk membayar uang sewanya, meskipun sedikit mahal tapi Qin Chen memiliki uang yang banyak, karena sering merampok di berbagai tempat.
Meletakan uangnya di atas meja di depannya, wanita itu lalu memberikan kunci ruangannya, meskipun wanita itu terkejut melihat dua wanita cantik dibelakangnya.
"Terimakasih Tuan, ini kunci ruangan anda, ruangan tuan terletak di lantai atas, urutan ruangan nomor 9."
"Baiklah"
Setelah mengambil kunci ruangan tersebut, mereka bertiga berjalan menuju tempat ruangan yang telah di sewakan. Qin Chen menyewa satu ruangan, karena bukan tidak memiliki uang, melainkan agar Qin Chen bisa aman meninggalkan mereka berdua di penginapan.
Setibanya di depan ruangan yang disewa, Qin Chen masuk dengan membuka kunci ruangan tersebut. Ia berjalan masuk kedalam, dan melihat isi ruangan yang cukup untuk 2 orang tidur.
"Dekorasi ruangan yang bagus, bisa untuk 2 orang tidur, dan disini bisa melihat hampir seluruh bangunan di kota.."
Qin Chen berjalan mendekati jendela di penginapan, mereka berdua melihat isi ruangan tersebut karena disini tempat tinggal mereka berdua untuk sementara waktu.
Malam hari.
Qin Chen yang sudah menunggu waktu, kini mulai berdiri membuat kedua wanita di depannya terdiam untuk sesaat, ia mengeluarkan sebuah pedang panjang yang tidak lain adalah pedang andalannya.
"Kalian berdua tunggu lah disini, aku akan menyelesaikan beberapa masalah terlebih dahulu di luar sana." Ucap Qin Chen dengan nada lembut.
"Baik Ayah.."
"Hati-hati.."
Setelah mendengar jawaban mereka berdua, Qin Chen tersenyum hangat yang dimana ia dengan cepat menghilang dari penginapan, Aura gelapnya seperti tertinggal di dalam ruangan tersebut.
***
__ADS_1
Kediaman Penguasa Kota.
Qin Chen yang pergi kesana dengan teleportation, dimana ia berada di atas pohon di depan kediaman Penguasa Kota, ia melihat dengan tatapan mata yang memancarkan cahaya merah darah.
"Pemimpin ataupun Penguasa, seharusnya tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk kesenangan sendiri! Aku sangat jijik melihat orang seperti mereka."
Ia yang bergumam di atas perpohonan, kini para prajurit di kediaman tersebut melihat Qin Chen yang sedang mengamati kediamannya, dengan cepat mereka berteriak keras karena ada penyusup.
"Ada penyusup masuk! Kalian semua cepat tangkap penyusup itu sekarang juga!"
Suaranya yang keras membuat para prajurit di kediaman menjadi sibuk, mereka berlarian menuju ke sumber suara itu di lepaskan.
Qin Chen dari atas pohon, ia loncat ke atas dengan gaya ninja untuk menghempaskan kepala mereka semua.
"Lepaskan anak panah!"
Suara teriakan seorang jenderal membuat prajurit jarak jauh melepaskan anak panah yang begitu banyak, disana Qin Chen memotong anak panah tersebut dengan pedang yang ia gunakan.
"Konyol!"
Dari atas jatuh kebawah dengan mengayunkan pedangnya hingga membelah tubuh prajurit menjadi dua, melihat hal tersebut membuat jenderal dan prajurit gemetaran, tapi mereka masih bertekad menyerang.
"Serang! Bunuh bocah sialan disana!"
Tap! Tap! Tap!
Suara ribuan kaki bisa terdengar oleh orang-orang di dalam kediaman, mereka semua memegang sebuah pedang yang tajam, dengan bantuan armor berwarna perunggu, dimana itu sudah cukup untuk melindungi diri mereka.
Melihat akan banyak darah mengalir, Qin Chen disana tersenyum licik dengan lidahnya menjilat bibirnya sendiri.
"Yare.. yare.. mau mati, kenapa harus berteriak keras!" Ucap Qin Chen dengan suara intimidasi yang begitu kuat.
Tanpa pikir panjang lagi, Qin Chen melesat dengan mengayunkan pedangnya untuk memberikan siksaan Neraka kepada mereka semua. Disini, ia melepaskan kepala mereka satu-persatu dengan cara menebas langsung.
Srash! Srash!
Suaranya bisa terdengar oleh prajurit lainnya, dimana sudah banyak korban jiwa yang berjatuhan di depan mereka. Melihat bahwa Qin Chen terlihat muda, dan memiliki kekuatan seperti Dewa Iblis, mereka semua menjadi bertolak belakang dari apa yang mereka lakukan sebelumnya.
"Cepat serang bocah sialan itu! Jangan biarkan dia mendapatkan celah untuk menyerang!"
__ADS_1
Suara jenderal menggema sekali lagi di kediaman Penguasa Kota. Sedangkan Penguasa Kota, kini dia sedang bersenang-senang dengan para wanita yang ia ambil dari berbagai tempat.
Bahkan telinganya yang keasikan bermain dengan wanita beberapa ronde, ia tidak mendengar teriakan para prajurit, maupun teriakan jenderal yang membawa banyak prajurit untuk membunuh penyusup.
Kembali ke tempat Qin Chen berada, ia menuju ke arah langit dengan jarinya, lalu berkata. "Jarum kayu!"
Wushh! Wushh!
Hembusan angin malam terasa hebat sekarang, di langit-langit memancarkan cahaya hijau yang cerah membuat satu kota menjadi heboh dengan kemunculan cahaya hijau tersebut.
Mereka semua melihat cahaya hijau itu berada di atas kediaman Penguasa Kota, orang-orang yang berada di restoran sebelumnya. Mereka semua melihat cahaya itu, kini sudah di sadari oleh orang-orang di restoran sebelumnya.
Mereka tahu bahwa, pemuda yang ada di restoran sebelumnya melakukan penyerangan di malam hari, karena putra Penguasa Kota ingin menyentuh putrinya.
Di tempat lainnya, tepatnya di penginapan dimana kedua wanita tengah melihat cahaya hijau di kediaman Penguasa Kota, Su'er disana melihat ke arah dimana Qin Chen mau menyelesaikan masalahnya.
"Apa itu Qin Chen yang mengeluarkannya?" Ucap Su'er dengan suara pelan.
"Benar, itu Ayah yang melakukannya.."
Su'er sedikit demi sedikit memahami perubahan Qin Chen, ia tidak tahu berapa banyak wanita yang Qin Chen miliki, dan berpikir apa dia salah satu dari sekian banyak wanita yang akan ia miliki.
***
Di kediaman Penguasa Kota, kini Qin Chen masih mengurus bakteri amuba yang menjengkelkan, karena sudah tahu bahwa mereka lemah, tapi mereka masih saja menyerang Qin Chen.
Untuk menunjukkan keseriusan Qin Chen, ia yang telah menguasai elemen petir, karena Qin Chen menyerap petir Kesengsaraan dan mengubahnya menjadi elemen petir.
Bztt! Buzz! Bztt!
Di tangannya keluar petir-petir berwarna biru cerah, mereka semua yang melihat hal tersebut semakin merinding melihat petir-petir di hadapannya. Karena petir tersebut memancarkan Aura membunuhnya yang kuat.
"Ba-bagaimana bisa! Petir-petir itu memiliki Aura membunuh yang begitu kuat! Siapa kau sebenarnya!" Ucap jenderal yang dengan suara keras bertanya kepada Qin Chen.
"Aku? Aku adalah Yama, dimana aku akan mengambil nyawa orang-orang di kediaman ini! Hahahahahah!" Balas Qin Chen sambil tertawa jahat.
"Brengsek! Beraninya kau mempermainkanku! Aku akan membunuhmu!" Teriak jenderal.
Mendengar kata membunuhku, itu adalah kata sakral dimana akan terbalik dengan orang yang mengatakannya, sudah banyak orang-orang yang ingin membunuh Qin Chen, tapi mereka semua malah mati di tangan Qin Chen.
__ADS_1
...
*Thanks You For Reading*