
Hutan lapisan ketiga, hutan beast hari ini di landa oleh hujan yang begitu deras. Banyak orang-orang berteduh untuk menghindari hujan dan ada banyak pula orang-orang mencari kesempatan untuk menghangatkan tubuh.
Kenangan yang jatuh dari atas langit bisa dilihat dan dirasakan oleh setiap orang di sekitar hutan beast. Qin Chen yang kini tengah berteduh dari hujan deras di dalam sebuah gua yang kosong akan penghuninya.
Di dalam gua bisa terlihat seorang pemuda yang tidur dengan santainya, disana terdapat api kegelapan abadi berwarna hitam, tidak tahu apa pemikiran pemuda itu menghidupkan api hitam di kegelapan. Mungkin saja pemuda itu sedang banyak pikiran yang membuat ia menjadi salah menghidupkan api.
Qin Chen yang tertidur pulas di samping batu, perlahan cahaya biru masuk ke dalam pikirannya, cahaya itu menerjang kesadaran Qin Chen yang tengah tertidur.
Saat kesadarannya ada yang masuk, Qin Chen terbawa oleh wanita misterius ke dalam laut kesadarannya. Qin Chen yang melihat sekitarnya sangatlah luas dengan cahaya dan kabut dimana-mana.
"Siapa kau? Kenapa kau bisa masuk ke dalam kesadaran ku!" Tanya Qin Chen kepada wanita misterius di depannya.
Wanita itu hanyalah roh berwarna biru, walaupun begitu kecantikannya tidak bisa ukur oleh angka lagi. Qin Chen saja bisa tergoda, apa lagi dewa yang ada di alam surga. Mereka pasti akan terhasut oleh kecantikan wanita ini.
Qin Chen masih melihatnya dengan wajah bertanya tentang siapa wanita di depannya, wanita itu tersenyum melihat Qin Chen, ia dengan wajah manisnya mulai berbicara.
"Di sini akulah yang bertanya, dan kamu hanya perlu menjawabnya." Kata wanita itu kepada Qin Chen dengan nada manis.
Mendengar jawaban wanita itu, tentu saja membuat Qin Chen bingung. Karena disini adalah kesadaran nya sendiri, bagaimana bisa kesadarannya bisa ada orang yang masuk dengan begitu mudah.
Ia melihat seksama wanita itu, tapi ia tidak mengenalnya walaupun harus membongkar ingatannya, tetap saja tidak pernah mengenal wanita cantik ini.
"Siapa kau sebenarnya! Apa tujuan mu masuk ke dalam kesadaran ku!" Tanya Qin Chen dengan seriusnya.
__ADS_1
"Siapa aku? Kamu akan mengetahuinya sendiri." Balas wanita itu.
Qin Chen mengangkat alisnya karena bingung dengan nya, tapi yang jelas wanita itu sangat kuat. Bahkan kesadaran Ilahi milik Qin Chen bisa tembus oleh dirinya.
"Apa tujuan mu menjadi kuat? Dan apa yang kamu kejar di Alam Surga?" Tanya wanita misterius kepada Qin Chen.
Qin Chen mengangkat tangannya mengelus dagunya dengan tenang. "Tentu saja, aku ingin menjadi terkuat di seluruh Alam dan membuat namaku menggema di seluruh lautan bintang, dan untuk tujuanku ke Alam Surga adalah untuk bertemu wanita cantik itu untuk meminta penjelasan tentang semuanya, aku juga akan bertanggung jawab atas apa yang telah kulakukan kepada nya waktu itu!" Balas Qin Chen dengan tenang, walaupun ia menjawabnya dengan tenang, tapi suaranya sangat serius.
Wanita misterius hanya tersenyum manis mendengar nya, senyuman itu membuat tanda tanya di pikiran Qin Chen. Ia tidak tahu siapa wanita di depannya, tapi ia melihat senyumannya membuat ia seperti mengenali nya.
"Seratus Miliran tahun sudah berlalu, walaupun sudah berlalu lama, tapi sifat dan sikap mu masih sama seperti dulu. Aku sangat senang dengan itu. Jika waktu itu aku bisa membantumu, mungkin kita tidak akan berpisah sayang." Kata wanita di depan nya dengan air mata yang mengalir.
Meskipun wanita didepannya adalah sebuah roh, tapi air matanya bisa terlihat jelas di mata Qin Chen. Tidak tahu kenapa ia ikut bersedih mendengar kata sayang yang keluar dari bibirnya. Qin Chen menggenggam kepalanya yang sakit seperti ada sesuatu yang mengalir ke dalam pikirannya begitu deras.
"Kamu akan tahu setelah kamu naik ke Alam tertinggi selain Alam Surga. Waktuku sudah hampir habis, aku harap kamu tidak melupakan siapa aku saat bertemu. Sebagai tambahan aku akan memberikan mu sebuah hadiah untuk pertemuan kita kali ini. Semoga kamu bisa menggunakan nya dengan bijak, Sayang." Balas wanita misterius lagi.
Wanita itu mendekati Qin Chen dengan jari kecilnya menyentuh keningnya, saat Qin Chen melihat wanita itu dengan sedekat ini membuat jantung Qin Chen berdetak kencang. Qin Chen tidak tahu kenapa bisa seperti ini, karena ini adalah pertama kalinya baginya.
Tiba-tiba cahaya berwarna muncul dengan mengalir ke dalam pikirannya, saat itu pula Qin Chen merasakan rasa sakit yang begitu mendalam yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Wanita itu melihat Qin Chen yang merasakan rasa sakit yang begitu kuat membuat dirinya menahan sedihnya, walaupun ini adalah yang terbaik bagi Qin Chen sendiri. Tapi dirinya hanyalah sebuah roh yang tidak bisa melakukan hal lainnya.
Tapi ia hanya bisa memberikan sebuah hadiah manis untuk terakhir kalinya, meskipun ini adalah Rohnya tapi, ini sudah cukup untuk meredahkan rasa rindu kepada Qin Chen.
__ADS_1
Di dalam kesadaran Qin Chen, terlihat wanita yang melayang di depannya mencium bibir Qin Chen dengan lembut. Qin Chen yang awalnya merasakan rasa sakit yang sangat hebat, sekarang rasa sakit itu mulai menghilang dengan rasa manis yang begitu mendalam hingga menyentuh Jiwanya.
Tanpa sedikitpun kata yang keluar dari bibir Qin Chen. Ia merasakan sesuatu yang berbeda dari semuanya ciuman yang pernah ia dapatkan. Wanita di depannya seperti sesuatu yang sangat penting baginya hingga membuat perasaan yang lain terasa di dalam hatinya.
Sentuhan yang begitu lembut dan manis, bibir wanita cantik di depannya sangat sesuai dengan bibir Qin Chen. Meskipun ini hanyalah ciuman antara dua roh yang saling bertemu. Qin Chen tanpa kata hanya bisa mengikuti sebuah aliran yang terus berjalan.
Selang beberapa menit berlalu, wanita itu melepaskan ciumannya dengan perlahan sambil melihat Qin Chen di depannya. Wanita itu tersenyum melihat Qin Chen, dengan sebuah pertemuan yang singkat dan dengan perpisahan manis membuat wanita itu tidak rela, tapi ini yang bisa ia lakukan sekarang ini.
"Itu adalah hadiah untuk mu, sampai ketemu lagi di Alam tertinggi, Sayang." Ucap wanita itu dengan lembut, ia menampilkan senyuman yang sangat hangat dan manis kepada Qin Chen.
Melihat kepergian wanita di depannya, membuat Qin Chen seperti tidak rela, ia dengan cepat ingin menyentuh bayangannya namun semuanya menghilang menjadi butiran cahaya yang terang di depannya.
Qin Chen tiba-tiba terbangun dari tidurnya dengan cepat ia melihat sekitarnya masih berada di dalam gua yang sudah pagi. Qin Chen masih terdiam dengan tangan yang menyentuh bibirnya, ia masih bisa merasakan perasaan yang ia alami di kesadarannya.
"Siapa dia? Kenapa saat melihat nya pergi membuat hatiku merasa sakit! Apa hubungannya wanita itu dengan ku!" Gumamnya.
Qin Chen tidak bisa berkata-kata lagi, ia masih memikirkan apa yang baru saja ia lihat di dalam kesadarannya. Ia melihat di luar sudah pagi, ia mulai berdiri dengan membersihkan pakaiannya yang kotor karena debu.
Qin Chen mematikan api yang ia buat untuk menghangatkan dirinya, setelah api padam Qin Chen mulai berjalan keluar untuk melanjutkan perjalanan.
...
*Thanks You For Reading*
__ADS_1