
Pagi harinya, angin di bumi sangatlah dingin ditambah akan memasuki musim dingin di negara China, sekarang di China sedang musim gugur, dimana daun-daun berubah warnanya menjadi jingga, orange dan lain sebagainya.
Di apartemen milik Qin Chen, ia yang baru bangun tidur dari mimpinya yang kelam, akhirnya terbangun dan langsung terduduk dengan sangat cepat.
"Ternyata hanya mimpi.."
[ Sepertinya anda mimpi buruk, Tuan? ]
"Ya, aku mimpi aneh tadi malam, tapi sudahlah, aku ingin mengurus masalahku."
[ Baiklah Tuan. ]
Qin Chen mulai berdiri dengan meregangkan tubuhnya, karena baru bisa tidur nyaman dengan udara yang sudah familiar di hidungnya. Kini ia berjalan keluar dari apartemen yang ia sewa sebelumnya.
Ia melangkahkan kakinya keluar dari apartemen yang ia sewa sebelumnya, saat Qin Chen di luar, ia melihat suasana yang sangat familiar dimana ada banyak kendaraan yang melintas.
"Sangat familiar, pertama aku akan pergi menuju tempat dimana kecelakaan itu terjadi,"
[ Disini memiliki kultivator hebat, jadi Tuan akan mendapatkan banyak masalah yang akan terus berdatangan. ]
"Baiklah, aku paham tentang itu. Jika mereka mengganggu, maka aku akan membereskan semua masalah!"
Qin Chen yang kini pergi terbang menuju tempat dimana tempat kecelakaan itu terjadi, karena disana adalah tempat awal yang harus ia cari. Mengingat bahwa tempat yang begitu luas di wilayah kehutanan.
***
Gunung yang menjulang tinggi memiliki aura spiritual, Aura yang cukup padat bagi kaum Immortal biasa, tapi tidak dimata Qin Chen. Disana terdapat beberapa kultivator yang tengah menelusuri gunung tersebut.
Setibanya Qin Chen berada di tempat kejadian kecelakaan pesawat, ia disana tidak bisa melihat puing-puing pesawat lagi. Qin Chen melihat sekitarnya tidak ada penduduk yang tinggal, bahkan puing-puing pesawat yang mestinya masih utuh disana, walaupun sudah menjadi reruntuhan, tapi kini semuanya sudah menghilang.
Qin Chen kembali turun kebawah untuk mengecek kembali apa memang sudah tidak ada bangkai pesawatnya. Ia yang telah menginjak tanah, Qin Chen melihat sekitarnya hanya ada perpohonan yang membentang luas, meskipun tidak tinggi, tapi sudah cukup menutupi hutan.
"Bagaimana bisa? Kemana bangkai pesawat? Seharusnya ada disini!"
__ADS_1
[ Sepertinya sudah ada orang yang menghilangkan bukti kecelakaan pesawat, meskipun Tuan mengingatnya. ]
Ia yang mendengar itu lantas kesal dengan bumi ini, ia mengangkat tangannya kesamping dengan energi menyerupai pedang yang muncul di ujung jarinya.
Dengan gerakan memutar tubuhnya, ia melepaskan sebuah tebasan yang tak berujung disana.
Swoosh!
Tebasan Qin Chen yang melesat memotong semua perpohonan, dan juga pergunungan di sana dengan sangat rapi. Perpohonan terpotong dengan sisahnya yang meledak berkeping-keping.
Pergunungan hancur dengan menyisakan dataran di atas pergunungan disana. Qin Chen yang berada di tengah-tengah, ia melihat seluruhnya dengan pandangan dingin tanpa ujung.
Sepanjang mata memandang, ia tidak menemukan adanya bangkai pesawat yang ditumpangi oleh keluarganya.
Kerusakan besar yang Qin Chen sebabkan, ia mengundang banyak para kultivator Immortal yang berada disana, Qin Chen yang mulai melayang tidak peduli lagi dengan orang-orang disekitarnya.
Tidak berselang lama dari tempat Qin Chen berdiri, para kultivator Immortal mulai berdatangan ke tempat Qin Chen berada. Pada saat itu mereka semua melihat Qin Chen yang tengah melayang dengan lingkaran cahaya dibelakangnya.
"Senior.. ada gerangan apa anda menghancurkan wilayah ini?" Tanya kultivator Immortal.
Melihat mereka yang gemetaran, ia hanya bersikap biasa, dengan suara yang disertai Aura kematian. Kini Qin Chen mulai berbicara, "Dimana bangkai pesawat di sini? Jika tidak mengatakan dengan jujur, aku akan menghabiskan kalian semua!"
Mereka yang mendengar pertanyaan Qin Chen, kini membuat mereka semua bingung dengan pertanyaan, karena pesawat disana sudah dimusnahkan oleh seseorang dari bumi.
"Se-senior... Sa-saya tidak tahu apa yang anda cari dari bangkai pesawat tersebut, tapi bangkai tersebut sudah dimusnahkan oleh seseorang yang berasal dari Bumi."
Qin Chen yang mendengar hal tersebut, ia lantas mengeluarkan Aura membunuhnya yang mencakup seluruh bintang-bintang disekitarnya. Bintang-bintang disekitarnya ikut terkena Aura membunuh Qin Chen yang besar.
Para kultivator Immortal semakin gemetaran melihat Aura itu dengan sangat dekat, mereka melotot dengan bola matanya yang bergetar hebat dalam pertarungan antara hidup dan mati.
Saat ia mendengar ada seseorang yang memusnahkan pesawat tersebut, dan itu adalah orang dari Bumi. Qin Chen lantas tahu siapa orang itu, karena ia tidak lain adalah keluarga dari teman sekelasnya.
Orang yang sering membully Qin Chen sewaktu sekolah, dan ialah yang lebih mendapatkan berita tentang kematian keluarganya Qin Chen, dibandingkan orang-orang lainnya.
__ADS_1
Aura yang meledakan banyak pergunungan, mengucang Tsunami dimana-mana, tidak memikirkan siapapun, ia yang sekarang ini ingin membunuhnya dan menghajar orang itu hingga ke Neraka.
Boom!
Dentuman keras yang tercipta oleh hembusan angin, kini kehancuran besar di bawah mereka membuat sebuah retakan besar yang sangat luas di sekitarnya.
Mereka semua yang disana mulai bisa merasakan nafas lagi, karena sedari tadi di tekan oleh Aura Qin Chen yang tengah marah, ia yang melesat terbang dengan Aura Hitam disekelilingnya.
"Tuan.. apa yang akan terjadi selanjutnya?"
Pria yang berada di samping orang yang berbicara kepada Qin Chen sebelumnya, ia hanya menghela nafasnya karena sudah di luar kendalinya sendiri.
"Kematian yang mengerikan, lebih baik jangan menyinggungnya, sebarkan berita ini keseluruhan Sekte, agar tidak menyingung orang yang mengerikan seperti dirinya.."
Pria tersebut melihat pria tua didepannya dengan wajah yang terkejut, tapi ia juga merasakan kematian saat melihat pemuda di hadapannya sebelumnya.
Dengan mengepalkan tangannya ia mengatakan, "Baik! Saya akan menyebarkan berita tentang kejadian ini."
Mereka semua pergi melesat dari sana, mereka memisahkan diri dari pria tua tersebut. Karena ia sedang melesat menuju dimana Qin Chen akan pergi, dengan mengikuti Aura yang sangat pekat di atas langit-langit, ia bisa mengikutinya.
***
Ditempat Qin Chen, matanya menjadi merah darah yang dingin, ia terbang membuat kekacauan di Bumi, banyak rudal dari angkatan udara dari kemiliteran China.
Serangan udara, darat terus dilontarkan oleh orang-orang dari bumi, tidak perduli mau itu teman ataupun musuh. Qin Chen menyerang mereka dengan sangat ganas.
Dari matanya mengeluarkan cahaya merah darah ditembakkan seperti laser ke arah pangkalan di kota. Sepanjang pengelihatanya manusia, mereka semua sedang di serang oleh Dewa Iblis, karena Qin Chen memiliki lingkaran cahaya seperti Dewa, dan membunuh seperti iblis.
Boom!
Ledakan-ledakan tersebut menghujani pangkalan militer, sudah banyak korban jiwa berjatuhan karena Qin Chen, tapi Qin Chen tidak peduli dengan semuanya.
...
__ADS_1
*Thanks You For Reading*